Alam Semesta

Alam semesta ini sangat luas, banyak miliyaran bintang-bintang di luar angkasa. Ingin sekali menjelajah antar bintang dengan menggunakan pesawat pribadi. Untuk mengetahui ciptaan allah yang maha besar ini

Arsip Info

Sabtu, 23 Juni 2018

Misteri penemuan makhluk putri duyung


Dongeng tentang putri duyung (mermaid) sebagai makhluk setengah manusia (biasanya digambarkan sebagai putri cantik) dan setengah ikan telah dikisahkan sejak ribuan tahun lalu di berbagai penjuru dunia dengan berbagai variasinya. Tak ayal, hal ini sering menimbulkan tanda tanya, apakah putri duyung itu memang benar ada wujudnya, atau pernah ada, atau hanya sekedar mitos belaka. Pertanyaan semacam ini sering menimbulkan rasa penasaran bagi banyak orang hingga berkembanglah banyak cerita atau berita simpang siur yang kontroversial tentang hal ini.

Christopher Columbus dalam pelayarannya yang terkenal “menemukan” benua Amerika melaporkan bahwa ketika berada di perairan Haiti pada tanggal 8 Januari 1493 ia sempat melihat tiga “mermaid” muncul naik ke permukaan laut. Tetapi ia memberikan kesaksiannya bahwa “mermaid” yang disaksikannya itu ternyata wajahnya jauh dari kecantikan seorang putri seperti yang sering didongengkan. Kini orang menduga bahwa apa yang dilihat oleh Columbus itu kemungkinan besar adalah sepupu dugong yakni manatee (Trichechus manatus) atau West Indian manatee yang memang menghuni kawasan itu.

Di masa maraknya perkembangan Darwinisme di dunia Barat di abad 19, banyak kalangan yang menduga kemungkinan adanya temuan-temuan hewan baru atau mungkin monster yang belum pernah dikenal sebelumnya. Rasa penasaran untuk mencari dan menghadirkan putri duyung (mermaid) dalam wujud yang nyata menjadi dambaan banyak orang. Tetapi sejalan dengan itu berkembanglah pula berbagai tipuan dan kepalsuan yang membohongi masyarakat seolah-olah mermaid itu memang nyata, ada wujud fisiknya.

Berita paling heboh tentang keberadaan wujud nyata putri duyung berkembang di pertengahan tahun 1840-an lalu yang populer dikenal sebagai skandal “Feejee Mermaid”. Adalah P.T. Barnum yang mengangkat dan mempopulerkan ditemukannya “Feejee Mermaid” ini. Adapun yang dimaksud dengan “Feejee Mermaid” adalah hewan yang telah dikeringkan yang menampilkan wujud separuh manusia dan separuh ikan. Wajah mermaid yang mirip manusia itu bukannya cantik malah lebih memberikan kesan menyeramkan dan menakutkan. Barnum mendapatkan mermaid itu dari pelaut yang konon asalnya dari Feejee (Fiji). 

Ia melakukan promosi yang gencar dan menyelenggarakan pameran keliling di beberapa kota di Amerika untuk meyakinkan masyarakat bahwa mermaid itu mempunyai wujud yang nyata. Dari kegiatan itu tentu saja ia dapat meraup keuntungan finansial yang besar. Sempat para ilmuwan menantangnya untuk membuktikan keaslian mermaidnya itu. Tetapi Barnum tak kehabisan akal. Ia pun mencari dukungan dari ilmuwan lainnya yang dikenal sebagai Dr. J. Griffin yang disebut sebagai penemunya (ternyata kemudian bahwa Griffin adalah doktor gadungan). 

Pertunjukan dan pameran “Feejee Mermaid” itu berakhir dengan terbongkarnya tipuan besar itu. Ternyata bahwa “Feejee Mermaid” itu sebenarnya terdiri dari tengkorak dan badan monyet (ada yang menyebutkan dari orang utan) yang dipadukan dengan bagian bawahnya dari ikan salmon besar, tetapi teknik penggabungannya begitu cermat hingga sangat sulit melihat sambungannya. Di kemudian hari, museum Barnum itu terbakar dan ikut melenyapkan “Feejee Mermaid” yang pernah tercatat sebagai salah satu hoax (tipuan besar) yang paling heboh yang pernah dikenal di dunia. Sampai lebih seratus tahun sesudahnya orang masih memperbincangkan hoax konyol itu. Di belakang hari, muncul banyak lagi tiruan-tiruan “Feejee Mermaid” dengan berbagai versinya. termasuk yang dipamerkan dalam museum “Ripleys’s Believe It Or Not”.

temuan putri duyung
 Kiri: “Feejee Mermaid” dalam pameran yang menghebohkan di
tahun 1842 (gioclairval.blogspot.com). Kanan: detail tampilan “Feejee
Mermaid” (commons.wikipedia.org).

Mengapa hoax semacam itu masih terus saja terjadi? Bella Galil dari National Institute of Oceanography, Israel, yang banyak menulis tentang mahluk laut yang sering dimitoskan, merujuk pada adanya perasaan yang terpendam jauh dalam diri kita yang kadang mengimajinasikan ditemukannya temuan-temuan makhluk baru yang menghebohkan dari alam sekitar. Ketika daratan sudah habis dijelajahi maka orang berharap hanya dari laut peluang itu masih terbuka, karena masih banyak bagian laut yang belum tereksplorasi dan masih diliputi misteri.

Dalam kenyataannya memang kadang kala dari laut terungkap temuan-temuan spektakuler yang menghebohkan dunia, seperti kasus ditemukannya ikan Coelacanth. Pada tahun 1938 dunia tiba-tiba digemparkan dengan ditemukannya seekor ikan Coelacanth yang hidup di perairan bagian timur Afrika Selatan. Mulanya ikan Coelacanth dipercaya sebagai ikan purba yang hidup sekitar 400 juta tahun lalu. Diperkirakan ikan ini telah punah sekitar 80 juta tahun lalu yang diketahui dari jejak hidupnya yang terekam berupa fossil. Tetapi tiba-tiba seekor Coelacanth hidup ditemukan di abad modern ini, yang tentu saja menghebohkan dunia ilmu pengetahuan. Setelah itu ditemukan lagi beberapa ekor fossil hidup ikan sejenis di sekitar tempat temuan awalnya. Tahun 1998 dunia ilmu pengetahuan sekali lagi digemparkan dengan ditemukannya ikan Coelacanth lainnya di perairan Sulawesi Utara yang terpisah sekitar 10.000 km dari Afrika timur. Jadi banyak yang percaya bahwa laut masih menyimpan misteri yang sewaktu-waktu dapat menghadirkan makhluk atau monster yang di luar dugaan.

penemuan putri duyung
Foto “mermaid” yang konon terdampar di pantai
Chennai, India, oleh hempasan gelombang tsunami Desember 2004,
yang tersebar lewat jaringan email (youtube.com).

Tanggal 26 Desember 2004 terjadi tsunami besar di Samudra Hindia yang meluluh-lantakkan pantai Aceh. Gelombang dahsyat tusnami itu juga merambat dan melanda pantai beberapa negara lainnya seperti Thailand, India, Srilanka. Beberapa saat setelah itu, terbetik berita heboh yang segera mendunia bahwa ada putri duyung alias mermaid yang terdampar oleh hempasan gelombang dahsyat tsunami di pantai Marina Beach, Chennai, pantai timur India. Berita itu menyebutkan bahwa mermaid itu, yang dalam bahasa Tamil setempat disebut “Kadal Kanni”, telah dipreservasi di Egmore Museum di bawah pengamanan ketat. Di era digital sekarang ini berita heboh yang disertai foto mermaid yang terdampar itu segera tersebar mendunia lewat jaringan internet. Tak kurang koran The Sunday Times di Singapura mengangkat berita itu dengan judul: “Mermaid or Man-Made?”. Berita itu segera mengharuskan Professor Peter Ng, Direktur Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura, angkat bicara. Penelitian Peter Ng atas foto yang tersebar luas itu menyimpulkan bahwa “tsunami mermaid” itu tak lain dari tipuan belaka. 

Beberapa alasan yang dikemukakannya antara lain bahwa foto itu menunjukkan sampel yang telah mengering yang mengindikasikan telah ada perlakuan taxidermi (taxidermi adalah teknik pengeringan dan pengawetan hewan dalam bentuk yang menyerupai bentuk aslinya seperti yang lazim ditemui di museum zoologi). Kalau memang benda itu baru terdampar seharusnya wujudnya tidak kering tetapi agak basah dan mulai menunjukkan gejala membusuk. Tulang lengannya tak cocok dengan rongga tempat kedudukannya di bagian dada, hingga dengan konstruksi seperti itu, makhluk itu pasti tak dapat bergerak dan tak dapat hidup dalam air. Kesimpulannya, spesimen dalam foto itu adalah hasil rekayasa menyambungkan tengkorak kepala monyet dan ikan pada bagian bawahnya. Setelah dikonfirmasi ke Chennai, ternyata Museum Egmore itu memang ada disana, tetapi lebih dikenal sebagai Government Museum, dan pejabat museum setempat membantah adanya “tusnami mermaid” yang disimpan di bawah pengawasan ketat di museum itu.

Dr. Terence Sim dari School of Computing NUS (National University of Singapore) juga menganalisis foto heboh itu. Ternyata bahwa foto itu menunjukkan arah bayangan yang ditimbulkan dari ekor tak sama dengan arah bayangan dari anggota lainnya, hingga dapat disimpulkan bahwa ini adalah hasil rekayasa foto semata. Lalu dari mana sumber tipuan besar lewat email ini? Penelusuran lewat Internet Service Provider (ISP) juga tak berhasil mengungkap dari mana asal mula tipuan besar yang konyol ini.

Tetapi heboh putri duyung (mermaid) tak kunjung berakhir. Yang paling hangat belum lama ini adalah tayangan televisi dengan judul “Mermaid: the Body Found” yang disiarkan melalui saluran televisi Animal Planet (27 Mei 2012) dan Discovery Channel (17 Juni 2012) dengan durasi kurang lebih dua jam. Tayangan ini dikemas dengan memadu fakta dan teori ilmiah dan fiksi (science fiction) menjadi suatu rangkaian liputan bergaya dokumenter yang menggambarkan adanya wujud mermaid yang setengah manusia setengah ikan yang hidup dalam laut, dengan judulnya yang sangat provokatif. Dengan merujuk berbagai temuan sejarah di berbagai penjuru dunia dan fakta serta teori ilmiah, film ini berspekulasi tentang adanya makhluk mermaid yang hidup di bagian laut-dalam yang sukar dicapai oleh manusia. Pada awal evolusi hayati manusia bukankah bisa terjadi sempalan evolusi menuju ke terbentuknya mahluk mirip manusia yang kemudian hidup dan beradaptasi sepenuhnya dalam lingkungan perairan laut?

Tayangan “Mermaid: the Body Found” tentu saja menghebohkan. Masyarakat luas mempertanyakan apakah tayangan itu dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Pihak Discovery Channel sendiri menyatakan bahwa film itu adalah “science fiction” tetapi didasarkan pada berbagai bukti yang nyata serta teori-teori ilmiah. Masyarakat dunia banyak yang bingung dengan keterangan ini. Sebagian menyatakan bahwa film itu adalah tayangan yang menyesatkan, tetapi sebagian lainnya masih mempertanyakan, betulkah mermaid ada wujudnya?

Ribuan pertanyaan semacam itu dialamatkan ke NOAA (National Oceanic and Atmospheric Adminstration) sebagai lembaga yang paling berwibawa dalam hal kelautan di Amerika Serikat. Pada akhirnya NOAA pada tanggal 1 Juli 2012 mengeluarkan pernyataan dan klarifikasi bahwa; “... no evidence of aquatic humanoids have ever been found” (tak ada bukti bahwa mahluk air menyerupai manusia yang pernah ditermukan).


Menurut anda percaya atau tidak tentang makhluk putri duyung? 
Ataukah hanya mitos belaka ?
Hanya sang pencipta yang tahu. 


Referensi:
WWF. 1981. Conservation Indonesia, Newsletter of the World Wildlife Fund Indonesia Program. WWF Indonesia, p. 24.
WWF. 2004. Eastern African Marine Ecoregion. Towards a Western Indian Ocean Dugong Conservation Strategy: The Status of Dugongs in the Western Indian Ocean Region and Priority Conservation Actions. Muir, C.Ngusaru, A. Mwakanema, L. Dar es Salam, Tanzania, WWF, 68 p.

Selasa, 19 Juni 2018

8 Sistem IT dan ancaman pada pengguna internet

Resiko dan ancaman pada pengguna internet

Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi yang harus ditanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terhubung ke internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka kemungkinan besar jaringan yang terhubung ke internet, akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak berhak dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan berpengaruh besar terhadap keamanan jaringan.

Berikut ini adalah 8 sistem informasi teknologi, resiko, dan ancamannya:

1. Keamanan telepon pintar
Smartphone saat ini sangat populer di seluruh dunia, dan persentase smartphone dalam penjualan ponsel juga meningkat. Smartphone merupakan perangkat yang sangat canggih dibandingkan dengan telepon selular tradisional yang memungkinkan kita untuk melihat situs yang dirancang untuk Komputer Pribadi (PC) serta berbagai macam aplikasi yang dapat didownload dan digunakan secara bebas.

Resiko dan ancaman
1. Jumlah malware pada smartphone saat ini meningkat. Jika perangkat Anda terinfeksi oleh malware, isi buku alamat atau informasi pribadi lainnya mungkin dapat terkirim ke server eksternal atau SERVER yang tidak sah.
2 Selain terinfeksi oleh malware, ketika men-download aplikasi, aplikasi dapat meminta informasi perangkat atau meminta isi buku alamat untuk dikirim ke server eksternal. Misalnya, ada kasus aplikasi yang mengaku dirancang untuk meningkatkan waktu baterai, namun sebenarnya aplikasi tersebut berfungsi untuk mencoba mengirim informasi alamat kepihak eksternal yang tidak relevan dengan penggunaan aplikasi.

2. Keamanan jaringan nirkabel
Dalam beberapa tahun terakhir ini, Komputer Pribadi (PC) menjadi lebih ringan dari sebelumnya serta smartphone menjadi lebih populer, dimana telah mempercepat penggunaan "LAN Nirkabel" yang memungkinkan akses ke internet melalui komunikasi nirkabel di dalam dan bahkan di luar rumah atau kantor.

Selain layanan berbayar oleh para penyedia, fasiltas layanan Wi-Fi gratis yang tersedia di bandara, stasiun kereta api dan bangunan komersial meningkat.

Resiko dan ancaman
1. Sejak LAN nirkabel di rumah atau kantor dapat dihubungkan secara bebas dalam wilayah yang dicakup oleh gelombang radio, komunikasi dapat disadap kecuali langkah-langkah PENGAMANAN yang sesuai sudah diambil.
2. Selain itu, akses tidak sah ke jaringan LAN nirkabel dapat mengakibatkan kebocoran informasi pribadi atau rahasia perusahaan, atau digunakan sebagai batu loncatan untuk menyerang server. Saat menggunakan layanan LAN nirkabel publik, PC atau smartphone dapat terhubung ke titik akses palsu. Dalam hal ini, komunikasi Anda mungkin didengar orang lain (eavesdropped) walaupun LAN nirkabel yang Anda gunakan telah dienkripsi.

3. Penipuan dengan satu kali KLIK
Satu-klik penipuan mengacu pada menipu uang dengan menampilkan layar untuk tagihan untuk biaya pendaftaran atau biaya pemakaian layanan setelah mengklik gambar atau video di situs Web. Baru-baru ini, ada penipuan “satu-klik” yang menggunakan aplikasi smartphone dan layanan media sosial seperti blog*1 / SNS*2. Selain kasus "satu klik", layar penagihan dapat ditampilkan setelah beberapa klik seperti verifikasi usia, dll Dalam beberapa kasus lain teknik yang digunakan menjebak dan canggih, seperti layar penagihan tidak bisa hilang walaupun perangkat sudah dimatikan.

Resiko dan ancaman
1. Mengklik gambar atau video yang membuat pengguna tertarik dapat menyebabkan penagihan tidak sah atau mengarahkan pengguna akses ke situs palsu.
2. Ada beberapa kasus di mana alamat IP*3 dan / atau informasi penyedia terdaftar pada layar penagihan untuk menciptakan rasa takut dengan cara membuatnya terlihat, seperti individu tersebut telah teridentifikasi.

4. Target serangan surat elektronik
Serangan email yang ditargetkan adalah serangan yang email dikirim menyamar seolah-olah dikirim dari seorang kenalan pengguna, email tersebut kemungkinan akan berisi lampiran berbahaya yang ketika diakses akan menginfeksi sistem dengan virus atau trojan.

Sebuah contoh sederhana adalah target adalah organisasi tertentu atau pengguna individu. Sebuah email dengan lampiran yang terinfeksi virus dikirim dari penyerang berpura-pura pihak terkait atau rekan organisasi. Kasus laporan password yang dicuri atau terinfeksi virus, dll disebabkan oleh serangan email yang ditargetkan.

Resiko dan ancaman 
1. Untuk modus baru serangan, metode yang digunakan semakin canggih dan maju, yaitu dengan menyamarkan sebagai email terpercaya Nama departemen dan / atau individu yang digunakan benar adanya, selain menggunakan isi atau informasi dimana hanya pihak terkait yang tahu.
2. Jika sudah tersusupi virus, kemudian bila pengguna membuka lampiran maka secara otomatis akan menyebabkan koneksi ke server eksternal yang dikehendaki penyusup dan informasi dalam komputer akan bocor.

5. Serangan DDoS
Sebuah serangan DDoS adalah serangan pada server tertentu yang dibombardir dengan paket-paket dari sejumlah besar komputer yang sudah terinfeksi (compromised) di beberapa jaringan, hingga komunikasi meluap (overload) dan server berhenti berfungsi.

Resiko dan ancaman
1. Seorang penyerang secara diam-diam dapat menginstal program jahat tersebut untuk melakukan serangan ke komputer yang tidak terhubung dengan target akhir (server). Oleh karena itu, pengguna dapat menyerang komputer lain tanpa mengetahuinya.
2. Komputer yang terinfeksi (compromised) dapat melakukan serangan-serangan lain selain serangan DDoS seperti menginfeksi komputer lain dengan virus, mengirim email spam atau mengotori website atas nama anda sebagai penyerangnya.

6. Etika menggunakan internet
Karena peningkatan penggunaan SNS (layanan jaringan sosial), masalah di internet yang sebelumnya tidak terpikir telah datang. Ada kasus bahwa individu memposting konten di internet di mana individu yang difitnah dapat teridentifikasi atau dimana perusahaan harus mengeluarkan permintaan maaf kepada publik.

Resiko dan ancaman
1. Ada kemungkinan di mana posting umum di SNS dapat mengakibatkan informasi pribadi terungkapkan atau pencemaran nama baik dari orang lain atau pelanggaran privasi.
2. Sebuah posting umum di internet dapat menyebabkan permintaan pembayaran atas suatu kerusakan, teguran oleh hukum atau bahkan penangkapan.

7. Pengaturan yang tepat untuk ID dan Password
Untuk penggunaan email, belanja di internet, internet banking dan layanan lainnya di internet dengan aman, ada banyak jenis skema otentikasi, sedangkan yang paling populer adalah ID / password kombinasi. Baru baru ini telah terjadi peningkatan serangan cyber dimana targetnya adalah informasi akun pengguna seperti ID dan password.

Resiko dan ancaman
1. Pihak ketiga berbahaya (malicious third party) dapat menyamar sebagai pengguna dan dapat mengungkapkan informasi atau menyebabkan permasalahan keuangan jika kombinasi ID / password pengguna sangat sederhana (seperti tanggal lahir 4 digit, atau "9999", dll) atau jika ID / password tersebut sembarangan dikelola. (misalnya, password ditempel pada layar komputer, dll).
2. Apabila menggunakan ID / password yang sama untuk beberapa situs dan ada informasi yang bocor dari salah satu situs, maka pengguna akan menjadi korban dari akses yang tidak sah di situs lain.

8. Surat elektronik yang berisi SPAM
Email adalah alat komunikasi yang cukup nyaman dengan pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan di mana penerima berada atau seberapa jauh mereka. Namun, dari sudut pandang penerima mungkin ada banyak email yang tidak perlu, pesan spam, yang dikirim dan diterima.

Karena sejumlah besar pesan adalah spam email yang dikirim, ada masalah di mana fasilitas peralatan di penyedia bisa jadi kelebihan muatan yang mana dapat menyebabkan penundaan untuk mendapatkan pesan lain yang dikirim / diterima.


Resiko dan ancaman
1. Terdapat kasus bahwa komputer secara acak akan menghasilkan sejumlah besar alamat email dan mengirimkan pesan email tersebut. Oleh karena itu, penggunaan alamat email yang pendek dan nama-nama populer di alamat email dapat menyebabkan kemungkinan peningkatan menerima email spam.

2 Beberapa alamat email yang valid untuk mengirim email spam yang terkumpul melalui pendaftaran layanan gratis palsu atau melalui prosedur untuk berhenti berlangganan fiktif. Selain itu, membuka file lampiran di email atau mengakses link dalam email dapat menyebabkan teraksesnya sebuah website yang tidak sah atau menyebabkan infeksi virus.

Jumat, 25 Mei 2018

4 Dampak poligami tanpa izin istri harus anda tahu

Efek poligami
Menurut Syari’at Islam, perkawinan dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tanpa mengabaikan hak-hak dan kewajiban suami dan istri dalam posisinya sebagai makhluk yang sama, baik di mata masyarakat atau pun di mata Allah Swt. Islam memandang bahwa segala bentuk perkawinan yang muncul pada zaman Jahiliyyah merupakan perkawinan yang tidak benar dan tidak di ridhoi oleh Allah Swt. Namun tidak semua bentuk perkawinan pada zaman tersebut dilarang oleh Islam hingga saat ini. Terdapat satu jenis perkawinan yang dibolehkan oleh Islam untuk dilakukan oleh umat Islam itu sendiri, yakni bentuk perkawinan tersebut adalah perkawinan poligami.

Perkawinan poligami tanpa izin istri pada hakekatnya merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap martabat kaum perempuan, karena selain hak-hak perempuan itu terabaikan dan juga tidak ada perempuan yang bersedia untuk dimadu atau diduakan. Jika ada perempuan yang bersedia dipoligamikan atau diduakan, maka sebenarnya perempuan itu berada dalam tekanan keterpaksaan.

Adapun dampak poligami tanpa izin istri yang harus anda ketahui, diantaranya :

1. Istri akan merasa sakit hati bila mengetahui, mendengar dan melihat suaminya menikah dengan perempuan lain. Apa lagi para istri itu mengetahui bahwa suatu perkawinan itu berasaskan monogami bukan poligami. Berdasarkan wawancara penulis dengan salah seorang istri yang suaminya berpoligami bahwa ketika istri mengetahui suaminya menikah dengan perempuan lain, lalu istri langsung mengalami stres berkepanjangan, sedih, sakit hati, kecewa dan benci bercampur menjadi satu. Selain itu, istri pun merasa bingung hendak mengadu kepada siapa, karena istri berpikir ini merupakan aib keluarga, sedangkan membuka aib itu merupakan hal yang dilarang oleh Agama. Kemudian istri hanya bisa memendam apa yang di rasakannya sehingga dengan keadaan tertekan batin yang seperti itu, istri mengalami gangguan emosional yaitu mudah tersinggung, marah-marah melulu, mudah curiga, serta kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.

Namun demikian, karena istri tidak mampu menanggung beban hidup di madu serta rasa ketidak-adilan suami terhadap hak-haknya, lalu istri melakukan cerai gugat. Sehingga poligami tersebut mendorong tingginya tingkat perceraian yang di ajukan oleh istri (cerai gugat) yang tentunya perceraian itu juga membawa dampak buruk pada anak-anak mereka. Seorang anak akan merasa malu bila ayahnya beristri lebih dari seorang (berpoligami), dan kadang-kadang anak tersebut mengira bapaknya tukang kawin.

Dengan perlakuan ayahnya yang seperti itu sehingga anak-anak tersebut merasa benci pada ayahnya dan tidak mau bergaul dengan teman-temannya bahkan ada juga yang sampai putus sekolah. Pada dasarnya tidak ada anak yang benci kepada orang tuanya. Perubahan itu mulai muncul ketika seorang anak merasa dirinya dan ibunya disakiti serta dinodai kecintaan kepada ayahnya dengan melakukan poligami secara diam-diam. Hal ini terjadi karena kekecewaan seorang anak dan tidak adanya keperhatian dari orang tuanya terutama dari ayahnya yang lebih banyak membagi waktu dengan istri mudanya.

2. Dalam pembahasan ini implikasi terhadap anak akibat dari perkawinan poligami tanpa izin istri menjadi topik utama dalam tulisan ini, karena penyiksaan terhadap anak tidak juga terbatas pada perilaku agresif seperti memukul, menendang, membentak-bentak, atau pun menghukumnya secara fisik lain sebagainya. Sikap orang tua yang mengabaikan anak-anaknya pun tergolong kepada bentuk penyiksaan secara tidak langsung. Pengabaian hak dapat juga di artikan sebagai ketidak perhatian dan ketidak-adilan, baik secara sosial, maupun emosional yang seharusnya tidak bisa diterima oleh seorang anak.

Pengabaian ini dapat muncul dalam berbagai bentuk misalnya, kurang memberi perhatian dan kasih sayang yang sangat di butuhkan oleh seorang anak, tidak memperhatikan kebutuhan anak, waktu bercanda dan bermain dengan anak, tidak memperhatikan tentang kesehatan anak, rasa aman terhadap anak, dan pendidikan anak. Bahkan bisa juga di katakan bentuk pengabaian terhadap anak dengan membeda-bedakan kasih sayang dan perhatian di antara anak-anak mereka, anak dengan istri, dan sejenis lainnya.

Seorang anak sangat membutuhkan kehadiran seorang ayah dan kenyamaan dari kedua orang tuanya, baik pada masa bayi, masa kanak-kanak, remaja, bahkan sekali pun setelah menginjak usia dewasa juga masih membutuhkan hal yang demikian itu. Seorang ayah yang baik seharusnya akan mempertimbangakan kepentingan anak-anaknya sebelum memutuskan untuk beristri lebih dari seorang (berpoligami). Hendaknya seorang ayah berpikir, sudahkah seorang ayah mendengar suara hati anaknya? Seberapa siapkah anak-anak mereka untuk berbagi perhatian dan waktu dengan seorang ayah? Dan seberapa siapkah anak-anak mereka mampu menerima kenyataan dengan kehadiran istri muda dari seorang ayah?.

Dari salah seorang istri yang sangat anti dengan poligami, menurutnya seharusnya anak menjadi salah satu faktor pertimbangan utama bagi seorang suami yang hendak melakukan perkawinan poligami, karena dalam kasus poligami itu berkemungkinan besar hak-hak anak juga akan terabaikan, sehingga akibatnya proses tumbuh kembang atau masa depan anak akan terombang-ambing akibat dari perkawinan poligami tersebut.

3. Kemudian dampak poligami tanpa izin istri juga muncul di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan, yaitu suami yang melakukan poligami tanpa izin istri merasa malu dengan apa yang telah dilakukannya itu. Selain suami yang merasa malu anak dan istri pun juga ikut merasa malu, sehingga poligami tanpa izin istri itu menghambat pergaulan sosial kemasyarakatan.

4. Selain itu, dampak lain bahwa implikasi dari perkawinan poligami adalah nikah di bawah tangan. Nikah di bawah tangan adalah nikah yang tidak tercatat di kantor pencatat nikah (Kantor Urusan Agama), walaupun menurut hukum Agama perkawinan yang seperti itu dipandang sah, akan tetapi secara administratif tidak tercatat.

Persoalan yang muncul berikutnya adalah istri muda yang di nikahi oleh suami dengan sendirinya dan secara otomatis tidak akan dapat menuntut hak-haknya atas nafkah dan warisan bila suaminya tadi meninggal dunia, karena perkawinan mereka tidak mempunyai kekuatan hukum

Rabu, 23 Mei 2018

Inilah tips aman dan saran saat berbelanja online

belanja online
Masyarakat di zaman sekarang ini sudah terpengaruh dengan keberadaan online shop yang semakin menjamur di dunia nyata. dunia ini semakin terkalahkan dengan keberadaan virtual reality atau dunia maya, yang kian lama semakin memanjakan manusia untuk lebih menyukai dunia maya. 

Dalam belanja online memberikan citra ekslusifitas tersendiri bagai para pembelinya dia merasa dengan belanja online ada perasaan yang berbeda jika belanja di toko offline. Karena belanja online itu kan dengan harga yang di paket atau di kemas secara rapi sebelum di kirim kepada pembeli. 

Biasanya pertama-tama dia coba-coba belanja dengan harga yang murah dulu kalau tertipu tidak rugi banyak-banyak. Setelah merasakan pengalaman pertama belanja online ia merasakan asyiknya dalam menikmati belanja online dan sudah nyaman dengan pelayan yang diberikan oleh toko online, akhirnya tertarik melakukan online shopping.

Akhirnya dengan keseringan belanja online dan sudah mersakan puasnya dengan pelayanan online dia membiasakan belanja online, karena tidak perlu cape-capek kemana-mana, hemat waktu, tenaga dan ongkos.

Karena maraknya penipuan online di Indonesia, penulis membuat sebuah produksi iklan layanan masyarakat dengan tema Tips Aman Belanja Online dalam bentuk video infografis. Iklan layanan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis kepada konsumen dan calon konsumen agar tidak tertipu lagi dalam berbelanja online.

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang sudah ada, ternyata masih banyak penipuan online yang terjadi di Indonesia dikarenakan masih sedikit media yang menginformasikan tentang bagaimana belanja online yang aman.

Inilah tips-tips aman saat anda berbelanja online, antara lain:

1. Cek kredibilitas dari penjual online shop yang dituju. Karena jika penjual tersebut memiliki reputasi yang baik akan ada banyak testimoni dan komentar positif tentang lapak atau produk yang mereka jual.
2. Hindari berbelanja online menggunakan perangkat umum atau milik bersama untuk menghindari kebocoran akun pribadi.
3. Cek harga produk yang sedang dicari. Karena jika terlalu jauh perbandingan harga jual di toko online dengan toko konvensional resminya juga tidak wajar (kemungkinan barang palsu).
4. Pilih metode pembayaran yang paling aman menurut keperluan pribadi.
5. Pastikan kembali situs online shop yang dipilih sudah aman. Situs yang aman pada umumnya dimulai dengan ikon gembok baru setelah itu dilanjuti dengan alamat situs tersebut.
6. Simpan bukti transaksi dengan penjual jika sudah terjadi kesepakatan atau pembayaran.

Adapun saran yang harus dilakukan oleh penjual dan pembeli antara lain:
1. Bagi pihak penjual sebaiknya dalam bisnis online harus bijaksana dalam melakukan transaksi jual beli jangan sampai ada penipuan yang mengakibatkan merugikan banyak orang. Toko online harus aman nyaman bagi para pembelinya.
2. Bagi pihak pembeli harus pandai-pandai dalam memilih pembelian online agar tidak tertipu dan memilih situs online yang bisa dipercaya dan situs tersebut benar-benar resmi dan ada ketentuan aturan dan hukum yang ada.

Adapun saran lain yang harus dilakukan Misalkan, bagaimana mengecek kredibilitas dari penjual online shop yang dituju, bagaimana memilih metode pembayaran yang paling aman menurut keperluan pribadi, dan seterusnya.

Senin, 07 Mei 2018

Inilah cara upaya penanganan kasus KDRT

cara upaya penanganan kasus terjadinya KDRT

KDRT dengan alasan apa pun dari waktu ke waktu akan berdampak terhadap keutuhan keluarga, yang pada akhirnya bisa membuat keluarga berantakan. Jika kondisinya demikian, yang paling banyak mengalami kerugian adalah anak-anaknya terlebih bagi masa depannya. Karena itulah perlu terus diupayakan mencari jalan terbaik untuk menyelamatkan institusi keluarga dengan tetap memberikan perhatian yang memadai untuk penyelamatan terutama anggota keluarga, dan umumnya masyarakat sekitarnya.

Pada hakekatnya secara psikologis dan pedagogis ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk menangani KDRT, yaitu pendekatan kuratif dan preventif.

1.Pendekatan kuratif:
a. Menyelenggarakan pendidikan orangtua untuk dapat menerapkan cara mendidik dan memperlakukan anak-anaknya secara humanis.
b. Memberikan keterampilan tertentu kepada anggota keluarga untuk secepatnya melaporkan ke pihak lain yang diyakini sanggup memberikan pertolongan, jika sewaktu-waktu terjadi KDRT.
c. Mendidik anggota keluarga untuk menjaga diri dari perbuatan yang mengundang terjadinya KDRT. d. Membangun kesadaran kepada semua anggota keluarga untuk takut kepada akibat yang ditimbulkan dari KDRT.
e. Membekali calon suami istri atau orangtua baru untuk menjamin kehidupan yang harmoni, damai, dan saling pengertian, sehingga dapat terhindar dari perilaku KDRT.
f. Melakukan filter terhadap media massa, baik cetak maupun elektronik, yang menampilkan informasi kekerasan.
g. Mendidik, mengasuh, dan memperlakukan anak sesuai dengan jenis kelamin, kondisi, dan potensinya.
h. Menunjukkan rasa empati dan rasa peduli terhadap siapapun yang terkena KDRT, tanpa sedikitpun melemparkan kesalahan terhadap korban KDRT.
i. Mendorong dan menfasilitasi pengembangan masyarakat untuk lebih peduli dan responsif terhadap kasus-kasus KDRT yang ada di lingkungannya.

2. Pendekatan kuratif: 
a. Memberikan sanksi secara edukatif kepada pelaku KDRT sesuai dengan jenis dan tingkat berat atau ringannya pelanggaran yang dilakukan, sehingga tidak hanya berarti bagi pelaku KDRT saja, tetapi juga bagi korban dan anggota masyarakat lainnya.
b. Memberikan incentive bagi setiap orang yang berjasa dalam mengurangi, mengeliminir, dan menghilangkan salah satu bentuk KDRT secara berarti, sehingga terjadi proses kehidupan yang tenang dan membahagiakan.
c. Menentukan pilihan model penanganan KDRT sesuai dengan kondisi korban KDRT dan nilai-nilai yang ditetapkan dalam keluarga, sehingga penyelesaiannya memiliki efektivitas yang tinggi.
d. Membawa korban KDRT ke dokter atau konselor untuk segera mendapatkan penanganan sejak dini, sehingga tidak terjadi luka dan trauma psikis sampai serius.
e. Menyelesaikan kasus-kasus KDRT yang dilandasi dengan kasih sayang dan keselamatan korban untuk masa depannya, sehingga tidak menimbulkan rasa dendam bagi pelakunya.
f. Mendorong pelaku KDRT untuk sesegera mungkin melakukan pertaubatan diri kepada Allah swt, akan kekeliruan dan kesalahan dalam berbuat kekerasan dalam rumah tangga, sehingga dapat menjamin rasa aman bagi semua anggota keluarga.
g. Pemerintah perlu terus bertindak cepat dan tegas terhadap setiap praktek KDRT dengan mengacu pada UU tentang PKDRT, sehingga tidak berdampak jelek bagi kehidupan masyarakat. Pilihan tindakan preventif dan kuratif yang tepat sangat tergantung pada kondisi riil KDRT, kemampuan dan kesanggupan anggota keluarga untuk keluar dari praketk KDRT, kepedulian masyarakat sekitarnya, serta ketegasan pemerintah menindak praktek KDRT yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Setiap keluarga pada awalnya selalu mendambakan kehidupan rumah tangga yang aman, nyaman, dan membahagiakan. Secara fitrah perbedaan individual dan lingkungan sosial budaya berpotensi untuk menimbulkan konflik. Bila konflik sekecil apapun tidak segera dapat diatasi, sangatlah mungkin berkembang menjadi KDRT. Kejadian KDRT dapat terwujud dalam bentuk yang ringan sampai berat, bahkan dapat menimbulkan korban kematian, sesuatu yang seharusnya dihindari.

Untuk dapat menyikapi KDRT secara efektif, perlu sekali setiap anggota keluarga memiliki kemampuan dan keterampilan mengatasi KDRT, sehingga tidak menimbulkan pengorbanan yang fatal. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan bagi anggota keluarga yang sudah memiliki usia kematangan tertentu dan memiliki keberanian untuk bersikap dan bertindak. Sebaliknya jika anggota keluarga tidak memiliki daya dan kemampuan untuk menghadapi KDRT, secara proaktif masyarakat, para ahli, dan pemerintah perlu mengambil inisiatif untuk ikut serta dalam penanganan korban KDRT, sehingga dapat segera menyelamatkan dan menghindarkan anggota keluarga dari kejadian yang tidak diinginkan.

Sabtu, 05 Mei 2018

5 Dampak KDRT terhadap anak harus anda tahu

Pada dasarnya setiap keluarga ingin membangun keluarga bahagia dan penuh rasa saling mencintai baik secara lahir maupun batin, dengan kata lain bahwa setiap keluarga sungguh menghendaki dapat membangun keluarga harmoni dan bahagia yang sering disebut keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Pada kenyataannya bahwa tidak semua keluarga dapat berjalan mulus dalam mengarungi hidupnya, karena dalam keluarga tidak sepenuhnya dapat dirasakan kebahagiaan dan saling mencintai dan menyayangi, melainkan terdapat rasa ketidaknyamanan, tertekan, atau kesedihan dan saling takut dan benci di antara sesamanya. Hal ini diindikasikan dengan masih dijumpainya pada sejumlah rumah tangga yang bermasalah, bahkan terjadi berbagai ragam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

KDRT memiliki dampak yang sangat berarti terhadap perilaku anak, baik berkenaan dengan kemampuan kognitif, kemampuan pemecahan masalah, maupun fungsi mengatasi masalah dan emosi. Adapun 5 dampak KDRT secara rinci akan dibahas berdasarkan tahapan perkembangannya sebagai berikut:

1. Dampak terhadap Anak berusia bayi 
Usia bayi seringkali menunjukkan keterbatasannya dalam kaitannya dengan kemampuan kognitif dan beradaptasi. Anak bayi yang menyaksikan terjadinya kekerasan antara pasangan bapak dan ibu sering dicirikan dengan anak yang memiliki kesehatan yang buruk, kebiasaan tidur yang jelek, dan teriakan yang berlebihan. Bahkan kemungkinan juga anak-anak itu menunjukkan penderitaan yang serius. Hal ini berkonsekuensi logis terhadap kebutuhan dasarnya yang diperoleh dari ibunya ketika mengalami gangguan yang sangat berarti. Kondisi ini pula berdampak lanjutan bagi ketidaknormalan dalam pertumbuhan dan perkembangannya yang sering kali diwujudkan dalam problem emosinya, bahkan sangat terkait dengan persoalan kelancaran dalam berkomunikasi.

2. Dampak terhadap anak kecil
Dalam tahun kedua fase perkembangan, anak-anak mengembangkan upaya dasarnya untuk mengaitkan penyebab perilaku dengan ekspresi emosinya. Expresi marah dan kasih sayang yang terjadi secara alamiah dan berpura-pura. Selanjutnya ditegaskan bahwa ekspresi marah dapat menyebabkan bahaya atau kesulitan pada anak kecil. Kesulitan ini semakin menjadi lebih nampak, ketika ekspresi verbal dibarengi dengan serangan fisik oleh anggota keluarga lainnya. Bahkan banyak peneliti berhipotesis bahwa penampilan emosi yang kasar dapat mengancam rasa aman anak dalam kaitannya dengan lingkungan sosialnya.

Pada tahun ketiga ditemukan bahwa anak-anak yang merespon dalam interaksinya dengan kemarahan, maka yang ditimbulkannya adalah adanya sikap agresif terhadap teman sebayanya. Yang menarik bahwa anak laki-laki cenderung lebih agresif daripada anak-anak perempuan selama simulasi, sebaliknya anak perempuan cenderung lebih distress daripada anak laki-laki. Selanjutnya dapat dikemukakan pula bahwa dampak KDRT terhadap anak usia muda (anak kecil) sering digambarkan dengan problem perilaku, seperti seringnya sakit, memiliki rasa malu yang serius, memiliki self-esteem yang rendah, dan memiliki masalah selama dalam pengasuhan, terutama masalah sosial, misalnya : memukul, menggigit, dan suka mendebat.

3. Dampak terhadap Anak usia pra sekolah
Cumming (1981) melakukan penelitian tentang KDRT terhadap anak-anak yang berusia TK, pra sekolah, sekitar 5 atau 6 tahun. Dilaporkannya bahwa Anak-anak yang memperoleh rasa distress pada usia sebelumnya dapat diidentifikasi tiga tipe reaksi perilaku. Pertama, 46%-nya menunjukkan emosi negatif yang diwujudkan dengan perilaku marah yang diikuti setelahnya dengan rasa sedih dan berkeinginan untuk menghalangi atau campur tangan. Kedua, 17%-nya tidak menunjukkan emosi, tetapi setelah itu mereka marah. Ketiga, lebih dari sepertiganya, menunjukkan perasaan emosional yang tinggi (baik positif maupun negatif) selama berargumentasi. Keempat, mereka bahagia, tetapi sebagian besar di antara mereka cenderung menunjukkan sikap agresif secara fisik dan verbal terhadap teman sebayanya.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap 77 anak, Davis dan Carlson (1987) menemukan anak-anak TK yang menunjukkan perilaku reaksi agresif dan kesulitan makan pada pria lebih tinggi daripada wanita. Hughes (1988) melakukan penelitian terhadap ibu dan anak-anak yang usia TK dan non-TK, baik dari kelompok yang tidak menyaksikan KDRT maupun yang menyaksikan KDRT. Disimpulkan bahwa kelompok yang menyaksikan KDRT menunjukkan tingkat distress yang jauh lebih tinggi, dan kelompok anak-anak TK menunjukkan perilaku distres yang lebih tinggi daripada anak-anak non-TK. deLange (1986) melalui pengamatannya bahwa KDRT berdampak terhadap kompetensi perkembangan sosial-kognitif anak usia prasekolah. Ini dapat dijelaskan bahwa anak-anak prasekolah yang dipisahkan secara sosial dari teman sebayanya, bahkan tidak berkesempatan untuk berhubungan dengan kegiatan atau minat teman sebayanya juga, maka mereka cenderung memiliki beberapa masalah yang terkait dengan orang dewasa.

4. Dampak terhadap Anak usia SD
Jaffe dkk (1990) menyatakan bahwa pada usia SD, orangtua merupakan suatu model peran yang sangat berarti. Baik anak pria maupun wanita yang menyaksikan KDRT secara cepat belajar bahwa kekerasan adalah suatu cara yang paling tepat untuk menyelesaikan konflik dalam hubungan kemanusiaan. Mereka lebih mampu ,mengekspresikan ketakutan dan kecemasannya berkenaan dengan perilaku orangtuanya. Hughes (1986) menemukan bahwa anak-anak usia SD seringkali memiliki kesulitan tentang pekerjaan sekolahnya, yang diwujudkan dengan prestasi akademik yang jelek, tidak ingin pergi ke sekolah, dan kesulitan dalam konsentrasi. Wolfe et.al, 1986: Jaffe et.al, 1986, Christopoulus et al, 1987 menguatkan melalui studinya, bahwa anak-anak dari keluarga yang mengalami kekerasan domistik cenderung memiliki problem perilaku lebih banyak dan kompetensi sosialnya lebih rendah daripada keluarga yang tidak mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara studi yang dilakukan terhadap anak-anak Australia, (Mathias et.al, 1995) sebanyak 22 anak dari usia 6 sd 11 tahun menunjukkan bahwa kelompok anak-anak yang secara historis mengalami kekerasan dalam rumah tangganya cenderung mengalami problem perilaku pada tinggi batas ambang sampai tingkat berat, memiliki kecakapan adaptif di bawah rata-rata, memiliki kemampuan membaca di bawah usia kronologisnya, dan memiliki kecemasan pada tingkat menengah sampai dengan tingkat tinggi.

5. Dampak terhadap Anak remaja
Pada usia ini biasanya kecakapan kognitif dan kemampuan beradaptasi telah mencapai suatu fase perkembangan yang meliputi dinamika keluarga dan jaringan sosial di luar rumah, seperti kelompok teman sebaya dan pengaruh sekolah. Dengan kata lain, anak-anak remaja sadar bahwa ada cara-cara yang berbeda dalam berpikir, merasa, dan berperilaku dalam kehidupan di dunia ini. Misalnya studi Davis dan Carlson (1987) menyimpulkan bahwa hidup dalam keluarga yang penuh kekerasan cenderung dapat meningkatkan kemungkinan menjadikan istri yang tersiksa, sementara itu Hughes dan Barad (1983) mengemukakan dari hasil studinya bahwa angka kejadian kekerasan yang tinggi dalam keluarga yang dilakukan oleh ayah cenderung dapat menimbulkan korban kekerasan, terutama anak-anaknya.

Tetapi ditekankan pula oleh Rosenbaum dan O’Leary (1981) bahwa tidak semua anak yang hidup kesehariannya dalam hubungan yang penuh kekerasan akan mengulangi pengalaman itu. Artinya bahwa seberat apa pun kekerasan yang ada dalam rumah tangga, tidak sepenuhnya kekerasan itu berdampak kepada semua anak remaja, tergantung ketahanan mental dan kekuatan pribadi anak remaja tersebut. Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa konflik antar kedua orangtua yang disaksikan oleh anak-anaknya yang sudah remaja cenderung berdampak yang sangat berarti, terutama anak remaja pria cenderung lebih agresif, sebaliknya anak remaja wanita cenderung lebih dipresif.


referensi:
Cummings, E.M., Zahn-Waxler, C. and Radke-Yarrow, M. 1981, 'Young children's responses to expressions of anger and affection by others in the family', Child Development, vol.52, pp.1274-82.
Davis, L. and Carlson, B. (1987), 'Observation of spouse abuse: what happens to the children?', Journal of Interpersonal Violence vol.2, no.3, pp.278- 91.
Hughes, H. (1986), Research with children in shelters: implications for clinical services, Children Today, vol.15, no.2, pp.21-5.
deLange, C. (1986), 'The family place children's therapeutic program', Children's Today, pp.12-15.
Christopoulos, C., Cohn, D., Shaw, D., Joyce, S., Sullivan-Hanson, J., Kraft, S. and Emery, R. (1987), 'Children of abused women: adjustmenet at time of shelter residence', Journal of the Marriage and the Family, vol. 49, pp. 611-19.
Mathias, J., Mertin, P. and Murray, B. (1995), 'The psychological functioning of children from backgrounds of domestic violence', Australian Psychologist, vol.30, no.1 (March).

Selasa, 01 Mei 2018

2 Tempat persekutuan dengan setan

iblis/setan

Proses ritual yang dikatakan mampu memperkaya para pelakunya, awalnya saya menduga luasnya implikasi fenomena ini terkait dengan berbagai isu-isu sosial dan ekonomi. Tetapi, selama empat bulan di lapangan, tujuan saya berubah. Meskipun masih memperhatikan isu-isu sosial dan ekonomi, tetapi yang lebih penting ternyata pengertian peranan kegiatan ritual ini dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Berikut ini adalah dua tempat persekutuan dengan setan/iblis

Di pemandian wendit
Pemandian Wendit adalah suatu tempat yang terletak di kota Malang. Cerita ritual yang ada di sana mengatakan siapa pun yang melakukan pemujaan di tempat tertentu di dalam lokasi pemandian, akan cepat kaya raya. Namun, tumbalnya yaitu mengorbankan nyawa anak atau orang yang amat disayangi, setiap tahun. Disamping pengorbanan itu, ketika pemuja meninggal dunia, dia menjadi pengikut siluman kera yang berada di Pemandian Wendit.

Tempat ini tidak lebih dari lokasi pemandian, terutama bagi anak SMA. Keramaian biasanya terjadi ketika Idul Fitri. Di tepi pemandian, ada beberapa warung kecil dan laki-laki yang menawarkan perjalanan naik perahu. Di lokasi pemandian terdapat banyak kera, yang juga suka mencopet. Juga ada seorang ibu yang menjual pisang. Mereka hanya berada di pintu gerbang masuk ke dalam taman.

Ningsih "kadung (terlanjur) tergiur dengan limpahan kekayaan" dan mempersiapkan sesaji yang diperlukan. Dipandu oleh Juru Kunci Pemandian Wendit, Ningsih masuk ke dunia persekutuan dengan setan. Sebulan kemudian, pesugihan mulai mengalir. Akan tetapi, setiap tahun, sejak melakukan persekutuan itu, salah seorang anak Ningsih mati akibat kecelakaan tragis, tanpa sebab yang jelas. Kematian ini terus menerus terjadi menimpa ketiga anaknya. Waktu terus berlalu dan terakhir kalinya terjadi di malam Jumat Kliwon. Rumah Ningsih didatangi ratusan kera. Kera itu mulai merusak rumahnya bahkan membakarnya. Kini, kehidupan Ningsih kembali seperti semula, penuh penderitaan. Hartanya habis dan semua anaknya mati.

Peziarahan ke pesarean gunung kawi
Gunung Kawi sangat terkenal sebagai salah satu tempat ritual yang dapat mengabulkan permohonan. Kesohorannya itu membuat banyak sekali pengunjung yang datang, bahkan dari seluruh dunia. Salah satu lokasi yang sangat terkenal di sana adalah Pesarean. Di Pesarean ini ada dua makam tokoh penyebar agama Islam, yang dipercayai memiliki kekuatan penyembuhkan penyakit. Mereka hidup sekitar abad ke-18. Kedua tokoh ini bernama Eyang Djoego dan Raden Mas Imam Soedjono, dipercaya memiliki sifat-sifat luhur dan jiwa kepahlawan. 

Eyang Djoego adalah keturunan Kerajaan Surakarta yang berkuasa pada abad ke-18 dan Imam Soedjono adalah keturunan Kerajaan Yogyakarta yang berkuasa di era yang sama. Dua tokoh ini memiliki wasiat agar jika meninggal, jenazahnya dimakamkan di Gunung Kawi. Jadi, sesudah kemangkatannya, mereka dimakamkan tepat di titik di Gunung Kawi, yang dianggap keramat. Eyang Djoego dan Imam Soedjono dipercaya memiliki wasilah Tuhan. Dengan demikian, setiap permohonan yang diajukan di makamnya sangat mungkin terwujud atau terkabul. Ada tiga permohonan utama yang diajukan peziarah saat mengujungi makam tersebut. Permohonan ini adalah keselamatan, sehat dan sembuh dari penyakit serta banyak rezeki.

Selain pemakaman itu, di Pesarean Gunung Kawi ada lokasi yang juga menarik perhatian, yaitu bangunan Cina, Dewa Ciam Si dan Dewi Kwan Im. Tempat ini dipergunakan bagi mereka yang ingin meramalkan atau menentukan nasib dengan bersembahyang.Kemudian, ada sebuah pohon keberuntungan yang disebutkan pohon Dewa Dam (Dewandaru, dalam Bahasa Jawa). Buah pohon ini dipercaya membawa banyak rezeki. Dan yang terakhir adalah Pemandian Sumber Urip, yang dijadikan tempat mandi.

Dampak globalisasi dan modernisasi, masyarakat Jawa mengalami moneterisasi dan sekarang lebih menujukkan ciri-ciri konsumerisme dan materialisme. Yang merupakan dampak krisis moneter, mencari uang menjadi lebih sulit dan tentu saja menimbulkan perasaan ketidakpastian.

Jadi, apa arti semua ini? Sebagian budaya Jawa, kegiatan mistis turut berubah. Menurut budaya Jawa, lingkungan kegiatan mistis juga bergerak menjadi lebih modern dan dalam keadaan tertentu, perubahan itu mulai muncul dengan banyaknya pelayanan ritual mistis yang dilakukan dengan tujuan menghasilkan uang. 

Saya menduga bahwa kemiskinan, yang diciptakan oleh kesulitan ekonomi dan kekacauan politik, ditambah dengan perhatian terus-menerus terhadap Kejawen dan agama, akan mendatangkan kepopuleran kegiatan ritual ini. Bahkan kondisi ini akan berlangsung lama.

Senin, 30 April 2018

Inilah tempat ritual mistis pesugihan dan pengasihan

ritual mistis pesugihan dan pengasihan

Ternyata, menurut budaya masyarakat Jawa, istilah kekayaan tidak terbatas arti harta atau uang saja. Di Jawa, orang kaya bisa saja berarti orang yang memiliki jabatan dan sukses berusaha, atau menemukan jodoh yang baik dan mempunyai keluarga yang sehat. Tidak hanya itu, bisa juga berarti mencapai tujuan lain yang sangat diinginkan, misalnya menjadi cantik dan terkenal.

Ada dua istilah yang biasanya terkait dengan ritual mistis, pertama adalah pesugihan, Orang yang mencari pesugihan adalah mereka yang menjalankan proses ritual mistis untuk menambah kekayaan harta dan uang, lebih dari pada yang dimilikinya saat ini.Sedangkan istilah lainnya adalah pengasihan. Pelaku pengasihan adalah mereka yang melakukan ritual mistis dengan tujuan-tujuan tertentu yang diinginkan, misalnya ingin hidup sehat/naik jabatan, mendapat jodoh, cantik dan disenangi atasan, atau ingin menimba ilmu tertentu misalnya ingin kebal atau berumur panjang.

Makam walisongo di masjid ampel surabaya
Makam Walisongo tersebar di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Walisongo adalah sembilan orang wali atau sunan, orang-orang yang pertama menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Ada yang menggambarkan, karena kedekatannya dengan Allah, maka permohonannya selalu dikabulkan dan mereka juga memiliki kekuatan mistis yang sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu makam mereka tidak pernah sepi sari peziarah. Mereka beralasan jika berdo'a di makam Walisongo akan cepat mendapat wasilah Allah. Dengan demikian, apa yang menjadi permintaan mereka akan segera terwujud atau dikabulkan. Dari peziarah yang datang, sebagian besar berdo'a memohon kekayaan, dengan berbagai cara. Misalnya ada yang memohon tambah rezeki,kelancaran profesi dan usaha atau penglaris atau bahkan meminta pesugihan. Sangat terkenalnya makam Walisongo ini sehingga banyak dimanfaatkan beberapa orang dengan membuka paket tour berkeliling Jawa khusus mengunjungi kesembilan pemakaman Walisongo ini. Bahkan kegiatan tour ini sudah sangat terkenal dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

Dukun dan paranormal di kabupaten banyuwangi
Wilayah Banyuwangi di Jawa Timur adalah satu tempat yang sangat terkenal dengan perdukunan dan kegiatan paranormal, atau lebih spesifik lagi dukun santet. Di sini saya bertemu dengan dukun yang pandai meramal. Di antara para dukun dan paranormal yang saya temui, ada yang mengakui kekuatan yang mereka miliki merupakan berkah untuk menyampaikan keinginan Allah. Disamping juga ada dukun dan paranormal yang mengaku kekuatannya terkait dengan kebatinan. Saya diberitahu oleh orang yang mempergunakan jasa dukun atau paranormal ini, keinginan yang mereka sampaikan bermacam-macam, termasuk mencari kekayaan.

Dari dukun yang saya temui, orang yang datang biasanya memiliki masalah tertentu yang spesifik. Misalnya perempuan yang saya lihat sedang berbicara dengan dukun, punya masalah suaminya ingin menikah lagi dan ia tidak ingin kehilangan suaminya. Dukun itu menyuruh dia melakukan beberapa hal termasuk mengumpulkan beberapa barang tertentu milik suaminya, kemudian membungkus dengan kemeja dan membakarnya.

Kemudian, saya juga bertemu dengan seorang peramal. Peramal itu menggunakan alat kartu untuk meramalkan kejadian di masa depan. Dia mengakui kekuatannya yang dimiliki merupakan keturunan dari neneknya. Selanjutnya, untuk menambah kekuatannya, sebulan sekali, dia harus ke kuburan untuk melakukan ritual tertentu.

Cara yang dipergunakan hampir sama dengan dukun yang saya temui sebelumnya, peramal ini juga bertujuan memecahkan masalah yang spesifik. Misalnya, setelah saya berkonsultasi, ada dua perempuan datang untuk bertemu dengan peramal. Salah seorang dari mereka, ingin menanyakan kecocokan lelaki, sebagai calon suaminya. Ia melakukannya karena sudah lama gagal mencari jodoh.

Ilmu susuk di kabupaten banyuwangi
Ilmu susuk adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara memasukkan benda tertentu dalam tubuhnya. Susuk, biasanya berbentuk jarum atau bola yang sangat kecil terbuat dari emas atau perak, dipasang di salah satu atau beberapa anggota tubuh oleh seorang dukun. Cara yang digunakan sesuai ajaran yang dianut oleh sang dukun. Jika seorang dukun yang mempergunakan ajaran Islam, sambil memasukkan susuk pada seseorang, akan membaca do'a biar berkah Allah masuk dan mengaliri badan orang yang disusuk. Sedangkan, jika dukun menganut ajaran selain Islam, yang dipakai adalah mantra meminta kekuatan gaib memasuki dan mengaliri badan orang yang disusuk.

Tujuannya susuk, bermacam-macam tergantung keinginan dan keadaan. Misalnya, menurut seorang dukun dari Banyuwangi, ada banyak wanita tuna susila yang menghendaki dipasang susuk agar bertambah cantik atau penampilannya lebih muda dan menarik. Bahkan, ada juga wanita tuna susila yang disusuk dengan tujuan penglaris atau dalam kata lain, biar usahanya tetap lancar (atau banyak lelaki yang datang).

Rabu, 28 Februari 2018

Waspada, merubah guna lahan bisa menyebabkan banjir

Banjir

Bencana banjir
Banjir dapat berupa genangan pada lahan yang biasanya kering seperti pada lahan pertanian, permukiman, pusat kota. Banjir dapat juga terjadi karena debit/volume air yang mengalir pada suatu sungai atau saluran drainase melebihi atau diatas kapasitas pengalirannya. Luapan air biasanya tidak menjadi persoalan bila tidak menimbulkan kerugian, korban meninggal atau luka-2, tidak merendam permukiman dalam waktu lama, tidak menimbulkan persoalan lain bagi kehidupan sehari-hari. Bila genangan air terjadi cukup tinggi, dalam waktu lama, dan sering maka hal tersebut akan mengganggu kegiatan manusia. Dalam sepuluh tahun terakhir ini, luas area dan frekuensi banjir semakin bertambah dengan kerugian yang makin besar.

Secara umum dampak banjir dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung relative lebih mudah diprediksi dari pada dampak tidak langsung. Dampak yang dialami oleh daerah perkotaan dimana didominasi oleh permukiman penduduk juga berbeda dengan dampak yang dialami daerah perdesaan yang didominasi oleh areal pertanian.

Banjir yang menerjang suatu kawasan dapat merusak dan menghanyutkan rumah sehingga menimbulkan korban luka-luka maupun meninggal seperti yang terjadi di Wasior maupun Bohorok. Banjir juga dapat melumpuhkan armada angkutan umum (bus mikro, truk) atau membuat rute menjadi lebih jauh untuk bisa mencapai tujuan karena menghindari titik genangan seperti yang sering terjadi di jalur pantura Jawa. Banjir mengganggu kelancaran angkutan kereta api dan penerbangan. Penduduk seringkali harus mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, bebas banjir seperti yang setiap tahun terjadi di Cienteung, Bandung Selatan.

Banjir juga merupakan bencana yang relatif paling banyak menimbulkan kerugian. Kerugian yang ditimbulkan oleh banjir, terutama kerugian tidak langsung, mungkin menempati urutan pertama atau kedua setelah gempa bumi atau tsunami. Bukan hanya dampak fisik yang diderita oleh masyarakat tetapi juga kerugian non-fisik seperti sekolah diliburkan, harga barang kebutuhan pokok meningkat, dan kadang-kadang sampai ada yang meninggal dunia.

Penyebab Terjadinya Banjir: Perubahan Guna Lahan
Terjadinya banjir disebabkan oleh kondisi dan fenomena alam (topografi, curah hujan), kondisi geografis daerah dan kegiatan manusia yang berdampak pada perubahan tata ruang atau guna lahan di suatu daerah. Banjir di sebagian wilayah Indonesia, yang biasanya terjadi pada Januari dan Februari, yaitu diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi, misalnya intensitas curah hujan DKI Jakarta lebih dari 500 mm (BMKG, 2013).

faktor penyebab banjir adalah perubahan guna lahan, pembuangan sampah, erosi dan sedimentasi, kawasan kumuh di sepanjang sungai, system pengendalian banjir yang tidak tepat, curah hujan tinggi, fisiografi sungai, kapasitas sungai yang tidak memadai, pengaruh air pasang, penurunan tanah, bangunan air, kerusakan bangunan pengendali banjir.

Berdasarkan kodisi geografisnya, kawasan yang terletak di dataran banjir mempunyai resiko yang besar tergenang banjir. Selain Jakarta, beberapa kota besar di Indonesia terletak di dataran banjir sehingga mempunyai resiko yang besar tergenang banjir. Banjir saat ini banyak yang terjadi pada wilayah dataran banjir. Sebanyak 13 sungai di Jakarta berpotensi banjir (Bisnis Indonesia, 2012).

Terjadinya banjir juga dipengaruhi oleh kegiatan manusia atau pembangunan yang kurang memperhatikan kaidah-kaidah konservasi lingkungan. Banyak pemanfaatan ruang yang kurang memperhatikan kemampuannya dan melebihi kapasitas daya dukungnya.

Di wilayah perkotaan, ruang terbuka hijau dan taman kota luasnya masih banyak yang dibawah luas yang ideal untuk sebuah kota, kini semakin berkurang terdesak oleh permukiman maupun penggunaan lain yang dianggap mampu memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.

Akibat dari berkurangnya RTH kota maka tingkat infiltrasi di kawasan tersebut menurun sedangkan kecepatan dan debit aliran permukaannya meningkat. Ketika turun hujan lebat dalam waktu yang lama, maka sebagian besar air hujan akan mengalir diatas permukaan tanah dengan kecepatan dan volume yang besar dan selanjutnya terakumulasi menjadi banjir. Banyak kawasan atau jalan-jalan di Bandung yang mengalami hal seperti tersebut sehingga mirip sungai di tengah kota.

Dalam hal perilaku atau kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, masih banyak masyarakat yang belum atau kurang menyadari bahwa perilaku sehari-hari atau kegiatan yang dilakukannya dapat merugikan orang lain, baik di daerah tersebut maupun di daerah lain.

Banjir di DAS Citarum juga disebabkan oleh beragam persoalan seperti penggundulan kawasan hulu DAS, penurunan muka tanah akibat penggunaan air yang berlebihan, sedimentasi, dan perilaku masyarakat di sekitar sungai yang kurang baik dalam memperlakukan lingkungan, terutama dalam membuang sampah ke badan sungai (Kodoatie dan Syarief, 2006; Rosyidie dkk, 2012).

Salah satu penyebab terjadinya banjir Bandung Selatan adalah terjadinya perubahan guna lahan di wilayah hulu DAS Citarum terutama di kawasan Gunung Wayang. Kawasan yang semula penggunaan lahannya didominasi oleh hutan, baik yang dikelola oleh perhutani maupun pihak lain (termasuk masyarakat), kini telah banyak yang berubah menjadi pertanian hortikultura dengan tanaman musiman seperti kentang, wortel, dll yang memerlukan waktu singkat untuk dapat dipanen (Rosyidie dkk, 2012).

Kegiatan tersebut dalam waktu singkat memang mampu memberikan pendapatan yang cukup besar kepada petani, namun dampak lingkungan yang ditimbulkan cukup serius bukan hanya bagi wilayah tersebut tetapi juga bagi wilayah dibawahnya. Banyak tanah dengan kelerengan tinggi/terjal ditanami tanaman musiman sehingga tidak mampu melindungi tanah dari erosi. Walaupun masyarakat sudah dihimbau untuk beralih ke pekerjaan lain dan menanami lahan mereka dengan tanaman keras atau tanaman tahunan, namun dengan pertimbangan ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maka tidak banyak penduduk yang bersedia merubah pola tanam mereka. Akibatnya, tingkat erosi di kawasan tersebut tetap tinggi sehingga menimbulkan sedimentasi dan banjir di wilayah bawahnya.

Berdasarkan kualitas atau kondisinya, banyak DAS yang dalam kondisi kritis. Jumlah DAS kritis mengalami peningkatan dari 22 DAS (1970) menjadi 36 DAS (1980) dan sejak tahun 1999 menjadi 60 DAS. Peningkatan jumlah DAS kritis tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan DAS selama ini belum benar (Departemen Kehutanan, 2009).

Dari 458 DAS yang ada di Indonesia, sebanyak 282 daalam kondisi kritis (terdiri dari 222 DAS kritis dan 60 DAS termasuk kritis berat) dan 176 berpotensi kritis, yang diakibatkan terutama oleh alih fungsi lahan. Semakin hilangnya vegetasi di bagian hulu DAS menyebabkan DAS tidak mampu berfungsi menyerap air hujan, bahkan mengalami erosi dan menyebabkan aliran air banyak membawa sedimentasi ke arah hilir (AntaraJawaBarat 2013).

Dari 41 DAS di Jawa Barat, banyak yang berada dalam kondisi kritis dan sangat kritis. DAS Citarum merupakan salah satu DAS di propinsi Jawa Barat, yang dalam kondisi kritis (Pikiran Rakyat, 2012). Kekritisan DAS dapat dilihat dari berbagai kriteria seperti perbedaan debit minimum dengan debit maksimum, luas lahan kritis, tingkat erosi dan sedimentasi, kualitas atau pencemaran air, dll.

Kekritisan DAS juga dapat dilihat dari berkurangnya luas vegetasi penutup permanen dan bertambah luasnya lahan kritis sehingga menurunkan kemampuan DAS dalam penyimpanan air yang berdampak pada meningkatnya frekuensi banjir, erosi dan tanah longsor pada waktu musim penghujan dan kekeringan pada waktu musim kemarau (Departemen Kehutanan, 2009).

Salah satu penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung dan Sumedang adalah penurunan alih fungsi lahan DAS Citarum. Pada saat ini kondisi hutan di hulu DAS Citarum sudah sangat kritis akibat perambahan hutan atau illegal logging, yang dilakukan oleh masyarakat untuk kemudian ditanami tanaman hortikultura seperti sayuran (Pikiran Rakyat 2010). Akibatnya, pada waktu turun hujan maka hutan sudah tidak mampu untuk menyimpan air. Air hujan akan langsung mengalir sebagai aliran permukaan dan terjadi banjir.

Saat ini hulu DAS Citarum sudah tidak dapat lagi menyerap atau menahan air hujan sehingga terjadi erosi dan kemudian material hasil erosi tersebut terbawa air mengalir ke wilayah hilir (Pikiran Rakyat, 210).

Kompleksnya permasalahan banjir di Kabupaten Bandung dan wilayah lainnya ternyata juga terkait dengan kelemahan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan dan perilaku manusia (Pikiran Rakyat, 2010).

Banjir di luar Jawa dari tahun ke tahun juga meningkat dengan salah satu penyebab utama karena pembalakan liar. Daerah yang semula mengalami genangan biasa sekarang sudah menjadi bencana karena bertambahnya tinggi dan lama genangan (Kodoatie dan Syarief, 2006).

Diantara berbagai faktor penyebab terjadinya banjir tersebut diatas, faktor perubahan guna lahan atau tata ruang merupakan penyebab utama terjadinya banjir di banyak daerah (Kodoatie dan Syarief, 2006).

Di Gunung Wayang, hulu DAS Citarum, kawasan yang semula didominasi oleh hutan kini telah banyak yang berubah menjadi pertanian holtikultura dengan tanaman kentang, wortel, dll yang memerlukan waktu singkat untuk dapat dipanen (Lestari, 2012; Rosyidie dkk, 2012). Akibatnya, tingkat erosi di kawasan tersebut tinggi sehingga menimbulkan sedimentasi dan banjir di wilayah bawahnya.

Kondisi DAS Citarum yang kritis juga akibat pola penggunaan lahan dan juga terjadinya fenomena perubahan iklim berpotensi mengakibatkan banjir dengan frekuensi yang lebih sering.

Menurut Rizaldi (Kompas, 2013), sampai tahun 2025 guna lahan di DAS Citarum yang paling tinggi tingkat pertumbuhannya adalah permukiman. Bila pola penggunaan lahannya sampai tahun 2010 tidak mengalami perubahan maka pertambahannya bisa mencapai 4.000 Hektar per tahun. Pertambahan areal permukiman yang sangat pesat berasal dari alih fungsi lahan dari hutan dan persawahan menjadi permukiman dan non sawah. Diperkirakan per tahun sekitar 2.500 hektar hutan dan 2.600 hektar sawah mengalami perubahan.

Luas daerah di cekungan Bandung yang sering terkena banjir mencapai 22.000 hektar dengan periode ulang banjir lebih dari 25 tahun. Bila kecenderungan perubahan kondisinya masih seperti saat ini maka diperkirakan pada 2025 periode ulang banjir di kawasan tersebut akan menjadi lebih cepat, yaitu antara 10-25 tahun (Kompas, 2013).

Rizaldi menegaskan bahwa di Cekungan Bandung terdapat 2.000 hektar lahan yang biasanya mengalami banjir setiap 2 atau 3 tahun, akan menjadi banjir tahunan akibat dari perubahan guna lahan dan perubahan iklim (Kompas, 2013).


Referensi:
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (2013): Analisis Hujan Bulan Januari 2013. Buletin BMKG.
Bisnis Indonesia (2012): 13 Sungai di Jakarta Berpotensi Banjir. Edisi 21 November 2012.
Kodoatie, Robert, J dan Roestam Sjarief (2006): Pengelolaan Bencana Terpadu.
Penerbit Yarsif Watampone, Jakarta. Rosyidie, Arief, dkk. (2012): Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum. Laporan Penelitian LPPM, ITB
Kodoatie, Robert, J dan Roestam Sjarief (2006): Pengelolaan Bencana Terpadu. Penerbit Yarsif Watampone, Jakarta. Departemen Kehutanan (2009): Kerangka Kerja Pengelolaan DAS di Indonesia.