Alam Semesta

Alam semesta ini sangat luas, banyak miliyaran bintang-bintang di luar angkasa. Ingin sekali menjelajah antar bintang dengan menggunakan pesawat pribadi. Untuk mengetahui ciptaan allah yang maha besar ini

Arsip Info

Jumat, 21 September 2018

Waspada, penelitian bahaya penggunaan obat nyamuk

 Dampak penggunaan obat nyamuk bagi kesehatan

Obat nyamuk

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis. Hal tersebut sesuai dengan habitat bagi nyamuk untuk berkembang biak. Di Indonesia ada berbagai species nyamuk, diantaranya adalah Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus yang seringkali menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Keduanya merupakan vektor (pembawa dan penyebar) penyakit. Aedes aegypti merupakan vektor penyakit demam berdarah, sedangkan Culex quinquefasciatus merupakan vektor penyakit encephalatis (sleeping sickness/penyakit tidur).

Indonesia mayoritas menggunakan obat nyamuk untuk membasmi nyamuk di dalam ruangan. Obat nyamuk memiliki berbagai jenis, diantaranya obat ati nyamuk liquid, bakar atau coil, aerosol dan, vaporizer (mat, liquid elektrik, lotion). Di setiap jenis obat nyamuk tersebut terkandung bahan aktif yang berbeda-beda tergantung merk dan jenisnya. Misalnya pada obat nyamuk bakar coil antara Baygon dan Tigaroda berbeda, yaitu masing-masing berturut-turut 0,1%% dan 0,25%. Sedangkan pada merk yang sama yaitu Baygon liquid dan aerosol masing-masing mengandung sipermetrin 0,4 g/l dan 0,10%. Kebanyakan masyarakat tidak memperhatikan zat aktif yang terkandung dalam obat nyamuk yang digunakan. Padahal asap yang dihasilkan dari pembakaran mengandung zat karsinogen (pemicu kanker). Berbagai penelitian pun mengungkapkan bahwa paparan asap-asap tersebut dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya penyakit pada saluran pernapasan dan juga meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Juhryyah (2008:32) menunjukkan bahwa pemberian formulasi insektisida yang mengandung bahan aktif metofluthrin, d-phenothrin dan d-allethrin menyebabkan perubahan histopatologi pada organ hati dan ginjal.

Cara promosi produk obat nyamuk juga mempengaruhi meningkatnya pemakaian obat nyamuk oleh masyarakat. Iklan yang beredar dikemas secara menarik sehingga timbul anggapan masyarakat bahwa obat nyamuk tersebut tidak berbahaya sama sekali bagi manusia. Zat aktif dalam obat nyamuk bila digunakan secara rutin lambat laun dapat mempengaruhi dan menyebabkan kelainan pada organ tubuh manusia. Zat aktif dalam obat nyamuk masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan kulit lalu akan beredar bersama darah, masuk ke sel-sel dan organ tubuh.

Darah merupakan cairan yang sangat penting bagi manusia karena memiliki fungsi yang sangat vital bagi tubuh. Darah bertugas mengedarkan berbagai macam zat dan oksigen serta sari-sari makanan yang sangat dibutuhkan tubuh. Sehingga tubuh dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan baik. Adanya gangguan suplay darah terhadap jaringan di seluruh tubuh akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian. Dengan demikian, timbul gagasan dengan mengangkat tema paparan obat nyamuk ini, agar nantinya masyarakat yang membaca atau menerima berita dari hasil penelitian ini dapat mengetahui dan mengerti bahaya obat nyamuk. Dengan demikian masyarakat sadar dan mencari cara agar dapat menghindari pemakaian obat nyamuk secara terus menerus.

Penelitian tentang pengaruh paparan obat nyamuk sebelumnya pernah dilakukan oleh Retno Aryani yang menguji sel darah mencit yang terparan obat nyamuk elektrik dengan bahan aktif d-allethrin. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan 3 (tiga) kelompok perlakuan yaitu dengan paparan 4 jam/hari, 8jam/hari, dan 12jam/hari. Dari penelitian tersebut Aryani (2011) menyatakan bahwa obat nyamuk elektrik berbahan aktif d-allethrin berpengaruh terhadap sel darah yaitu dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin di dalam darah.

Selain itu pada penelitian menguji sel darah putih dan trombosit mencit yang terpapar d-alletrin, menunjukkan bahwa d-allethrin berpengaruh terhadap sel darah putih mencit. Jumlah sel darah putih bertambah namun jumlah trombosit tidak terpengaruh sama sekali oleh d-allethrin. Oleh karena itu, bermula dari hasil penelitian tersebut, maka penulis tertarik untuk penelitian lebih lanjut pada obat nyamuk inhalasi golongan pyrethroid dengan penambahan jenis yaitu jenis transfluthrin. Pada penelitian yang telah ada, penelitian dilakukan selama 30 hari, dan sudah menampakkan pengaruh pada jumlah sel darah mencit. Maka dari itu penulis tertarik ingin mengurangi lama pemaparan yaitu selama 20 hari. Apakah paparan obat nyamuk yang mengandung salah satu maupun kedua jenis bahan aktif tersebut dalam waktu 20 hari dapat mempengaruhi jumlah sel darah mencit.

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh paparan obat nyamuk bakar maupun elektrik terhadap sel darah (Mus musculus, L.). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada guru, peneliti selanjutnya, masyarakat dan pembaca lain tentang pengaruh paparan obat nyamuk bakar (coil) dan mat elektrik terhadap jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, dan kadar hemoglobin, sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi pembaca.

Penelitian dampak penggunaan obat nyamuk
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian dilakukan selama satu semester dimulai pada bulan Mei tahun 2015. Subjek penelitian yang diteliti adalah mencit (Mus musculus), sedangkan objek penelitian yang diteliti adalah sel darah mencit yang meliputi jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, dan kadar hemoglobin.

Alat yang digunakan untuk perlakuan adalah kandang dengan ukuran 30cm x 30cm x 30 cm dan perlengkapannya yaitu tempat makan dan minum mencit, alas kandang, dan ruang buatan yang terbuat dari karton dengan ukuran 70cm x 70cm x 60cm, selain itu juga digunakan seperangkat alat obat nyamuk mat elektrik dan coil. Alat untuk menghitung sel darah dan kadar hemoglobin meliputi timbangan digital, counter, seperangkat alat bedah, spuit, eppendorf, Haemocytometer, Haemometer, mikroskop, pipet dan tabung reaksi. Bahan yang digunakan untuk perlakuan adalah obat nyamuk coil, mat elektrik, dan Mencit (Mus musculus, L.) jantan galur Swiss Webster (memiliki berat badan 25 sampai 35 gram dan umur 1 sampai 2 buan), pakan berupa pelet Par-g yang diproduksi oleh Japfa Comfeed, air diambil dari kran di laboratorium. Bahan yang digunakan untuk menghitung sel darah dan kadar hemoglobin yaitu antioagulan EDTA, alkohol 70%, larutan Hayem, larutan Turk, HCl 0,1 N, dan aquadest.

Sebelum perlakuan mencit diaklimasi didalam kandang selama 3 hari. Kemudian dilakukan penimbangan berat badan awal mencit. Selama penelitian mencit diberi makan dan minum secara ad libitum. Pada saat perlakuan obat nyamuk coil maupun mat diletakkan didekat kandang mencit. Desain penelitian Rancangan Acak Lengakap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Mencit dibagi atas 6 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol, perlakuan yang diberikan adalah variasi dosis/waktu yaitu A1 (coil, 4 jam/hari), A2 (coil, 8 jam/hari), A3 (coil, 12 jam/hari), A4 (mat, 4 jam/hari), A5 (mat, 8 jam/hari) A6 (mat, 12 jam/hari) selama 20 hari. Pada hari terakhir dilakukan pembedahan untuk mengambil darah dari organ jantung pada semua mencit, selanjutnya diambil dengan spuit dan ditampung di dalam eppendorf yang telah diberi antikoagulan EDTA, kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih dan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus, L.).

Hasil penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, leukosit dan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus, L.) setelah diberi perlakuan mengalami peningkatan. Jumlah eritrosit yang terendah ada pada kelompok 0 jam (8.94 juta/mm3) sedangkan yang tertinggi ada pada kelompok 12 jam (9.7 juta/mm3). Jumlah leukosit yang terendah ada pada kelompok 0 jam (6.03 ribu/mm3) sedangkan yang tertinggi ada pada kelompok 12 jam (12.13 ribu/mm3). Kadar hemoglobin yang terendah ada pada kelompok 0 jam (11,6g/100ml) sedangkan yang terendah ada pada kelompok 12 jam (9.77 g/100ml).

Berdasarkan hasil uji normalitas menunjukkan bahwa semua data perlakuan menunjukkan nilai sig (signifikansi) > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji homogenitas menunjukkan keseluruhan data memiliki nilai sig (signifikansi) > 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa sel darah berdasarkan perlakuan mempunyai varian yang sama (homogen). Berdasarkan hasil uji One Way ANOVA di atas menunjukkan sig (0.003) < 0.05 ini dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antaran paparan obat nyamuk coil dan mat elektrik terhadap sel darah pada mencit (Mus musculus, L.). Berdasarkan hasil Uji Lanjut LSD ditunjukkan bahwa perlakuan mat elektrik dengan waktu perlakuan selama 4, 8, dan 12 jam adalah yang paling berpengaruh terhadap sel darah (p-value < 0.05) sehingga dapat disimpulkan perlakuan mat elektik dengan durasi waktu 4, 8, dan 12 jam sangat berpengaruh terhadap sel darah.

Obat nyamuk merupakan salah satu jenis pestisida pembunuh serangga (insektisida). Salah satu bahan aktif yang terkandung dalam obat nyamuk adalah allethrin. Pemberian formulasi insektisida yang mengandung bahan aktif matofluthrin, d-phenothrin dan d-allethrin menyebabkan perubahan histopatologi pada organ hati dan ginjal. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan aktif tersebut sangat berbahaya. Obat nyamuk coil (mosquito coil) dengan Merk Baygon memiliki kandungan bahan aktif d-allethrin dan transflutrin yang masing-masing sebesar 0.1% dan 0.028%. Obat nyamuk mat elektrik (vaporizing mat) dengan merk Baygon mengandung bahan aktif d-allethrin sebanyak 40mg⁄21g atau sebesar 0.19% dan transflutrin sebanyak 3mg⁄21g atau sebesar 0.014%. Kedua bahan aktif tersebut termasuk pada golongan Synthetic Pyrethroid.

Darah adalah suatu cairan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang berwarna merah. Warna merah pada darah disebabkan karena adanya zat warna darah yang disebut hemoglobin. Sel darah merah merupakan cakram bikonkaf dengan diamater sekitar 8,6 μm. Fungsi utama sel darah merah adalah sebagai kendaraan hemoglobin dalam memngangkut oksigen. Komponen utama sel darah merah adalah protein hemoglobin (Hb) yang menyebabkan warna merah pada darah Hemoglobin adalah suatu pigmen berwarna kuning, tetapi efek keseluruhan hemoglobin menyebabkan warna merah pada darah. Sel darah putih adalah bagian dari darah yang berwarna putih dan merupakan unit yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih darah perifer normal terdiri dari tiga jenis yaitu granulosit, limfosit, dan monosit. Granulosit terdiri dari tiga jenis yaitu neutrofil, eosinofil, dan basofil. Sel darah putih dibedakan dari sel darah merah oleh adanya inti sel.

Terjadinya kenaikan jumlah sel darah merah diakibatkan karena hipoksia yang dialami oleh mencit selama diberi perlakuan. Hipoksia adalah kekurangan oksigen di jaringan tubuh. Hipoksia disebabkan karena kadar oksigen dalam udara sekitar ruangan mencit menurun akibat adanya asap obat nyamuk bakar maupun elektrik. Asap obat nyamuk dikategorikan sebagai salah satu sumber polusi udara di dalam ruangan. Obat nyamuk bakar jika dinyalakan akan menghasilkan polutan berupa karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), NO, NO2, dan NH3. Karbonmonoksida adalah salah satu polutan gas terbanyak yang dihasilkan dari pembakaran obat nyamuk bakar (The Hongkong Polytechnic University dalam Arifa, 2010). CO mampu berikatan dengan Hemoglobin (Hb) darah sebesar 250 kali lebih cepat dibandingkan O2, yang mana dari ikatan tersebut akan membentuk CarboxyHemoglobin (COHb) yang berakibat menghalangi fungsi Hb dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh sel tubuh. Akibatnya jaringan tubuh tidak mendapat suplay oksigen yang cukup. Kandungan bahan aktif dalam obat nyamuk yaitu d-allethrin diduga dapat mengikat O2 sehingga kadar O2 didalam udara semakin berkurang.

Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan, akan diikuti dengan peningkatan kecepatan produksi sel darah merah. Saat kekurangan oksigen, tekanan oksigen dalam pertibulus ginjal kecil sehingga akan merangsang produksi hormon eritropoietin. Hormon eritropioetin akan merangsang pembentukan sel darah merah dan membantu mematangkan eritroblas menjadi sel darah merah.

Karbonmonoksia dapat mengganggu hemoglobin dalam membawa oksigen ke organ-organ vital dan jaringan seperti jantung, otak dan otot yang menyebabkan timbulnya stress terhadap organ-organ tersebut. Rendahnya kadar oksigen pada udara sekitar ruangan mencit dapat menyebabkan peningkatan kadar hemoglobin dalam darah. Peningkatan ini terjadi karena reflek dari penyesuaian tubuh terhadap rendahnya kadar oksigen yang berikatan dengan hemoglobin akibat digeser oleh karbon monoksida yang mempunyai afinitas terhadap hemoglobin yang lebih kuat. Akibat dari rendahnya kadar oksigen didalam tubuh, maka tubuh akan meningkatkan produksi hemoglobin. Mekanisme peningkatan kadar hamoglobin yaitu karena karbonmonoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurukan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh. Karbonmonoksida menggantikan tempat oksigen dihemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat pengapuran atau penebalan dinding pembuluh darah. Dengan demikian, karbonmonoksida menurunkan kapasitas, meningkatkan viskositas darah, mempermudah penggumpalan darah, sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar haemoglobin darah.

Paparan asap obat nyamuk juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih. Hal ini disebabkan karena radikal bebas. Kandungan zat kimia dalam obat nyamuk bakar maupun elektrik jika terakumulasi di dalam tubuh dapat menyebabkan radikal bebas. Radikal bebas adalah sekelompok bahan kimia, baik berupa atom maupun molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan pada lapisan luarnya. Atom terdiri dari nukles, proton, dan elektron. Jumlah proton dalam nukleus menentukan jumlah elektron yang mengelilingi atom tersebut. Elektron berperan dalam reaksi kimia dan merupakan bahan yang menggabungkan atom-atom untuk membentuk suatu molekul.

Elektron mengelilingi suatu atom dalam satu lapisan atau lebih. Jika lapisan pertama penuh, elektron akan mengisi lapisan kedua. Lapisan kedua akan penuh jika terisi delapan elektron. Suatu molekul yang memiliki elektron penuh di lapisan terluarnya, tidak akan menimbulkan suatu reaksi kimia. Atom-atom berusaha untuk mencapai keadaan stabilitas maksimum, sebuah atom akan selalu mencoba untuk melengkapi lapisan luarnya dengan dua cara. Yang pertama menambah atau mengurangi elektron untuk mengisi maupun mengosongkan lapisan luarnya. Yang kedua membagi elektron-elektronnya dengan cara bergabung bersama atom yang lain dalam rangka melengkapi lapisan luarnya. Atom sering kali melengkap lapisan luarnya dengan cara membagi elektron-elektron bersama atom yang lain. Dengan membagi elektron, atom-atom tersebut bergabung bersama dan mencapai kondisi stabiltas maksimum untuk membentuk molekul. Oleh karena radikal bebas sangat reaktif sehingga dapat bereaksi dengan berbagai molekul lain, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.

Dalam rangka mendapatkan stabilitas kimia, radikal bebas segera berikatan dengan molekul stabil terdekatnya. Radikal bebas akan mengambil elektron dari molekul yang diikat. Molekul yang kehilangan elektron, selanjutnya akan menjadi radikal bebas sehingga akan memulai reaksi berantai, yang akhirnya akan merusak suatu sel. Kerusakan yang sering ditimbulkan oleh radikal bebas adalah kerusakan oksidatif akibat reaksi oksidasi. Padahal dalam sebuah sel reaksi oksidasi dapat terjadi 10.000 (sepuluh ribu) kali setiap 24 jam.

Di dalam tubuh memiliki mekanisme untuk menetralkan kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Mekanisme tersebut diperankan oleh jaringan antioksidan. Antioksidan akan mendaur ulang antioksidan lain agar dapat bersama-sama melawan senyawa-senyawa oksigen reaktif. Pada dasarnya radikal bebas merupakan bahan kimia yang secara alami terdapat didalam tubuh yang berfungsi mencegah terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh, bakteri, virus, maupun bahan lain. Namun produksi antioksidan secara berlebihan dapat menyerang sel tubuh itu sendiri. Hal tersebut akan memicu tubuh untuk menanggapinya. Tubuh akan merespon bahan aktif dalam obat nyamuk yang menyebabkan radikal bebas sebagai benda asing. Akibatnya, tubuh akan memproduksi sel darah putih lebih banyak di bagian yang membutuhkan. Peningkatan jumlah sel darah putih dalam darah disebut lekositosis.

Penggunaan obat nyamuk coil maupun mat elektrik dilakukan selama 20 hari. Life-span mencit yang dikembangbiakkan di laboratorium diperkirakan sekitar 1,5 hingga 3,3 tahun, sedangkan life expectancy atau harapan hidup manusia di Indonesia pada tahun 2010 hingga 2015 diperkirakan sekitar 70.1 tahun (BPS, 2015). Dapat disimpulkan bahwa dalam 20 hari perlakuan pada mencit setara dengan 424,8 hari pada manusia atau ± 1 tahun 2 bulan. 


Referensi:
Arifa, Y. A. 2010. ”Perbedaan Persentase Nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE) Pada Wanita Yang Terpapar dan Tidak Terpapar Asap Obat Nyamuk Bakar di Bekonang Sukoharjo”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret.
Aryani R., R. Kurniati, dan S. Rahmawati. 2011. Pengaruh Pemakaian Obat nyamuk Elektrik Berbahan Aktif D-Allethrin Terhadap Sel Darah Mencit (Mus
Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.
Baradero, M., W. Dayrit, dan Y. Siswadi. 2008. Klien Gangguan Kardiovaskular: Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC Madical Publisher.
Cutler R. G., Henry R. 2003. Critical Review of Oxidative Strees and Aging: Advances in Basic Science, Diagnosis and Intervention. Singapore: World Scientific Publishing.
Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 1022/MENKES/SK/XI/2008.
Foster, W. A., E. D Walker. 2002. Medical and Veterinary Entomology. Terjemahan oleh Gary M. Dan Lanced. London: Academic Press.
Haws, P. S. 2008. Asuhan Neonatus: Rujukan Cepat. Terjemahan oleh dr. H. Y. Kuncara. 2003. Jakarta: EGC Medical Publisher.
Joharina, A. S., dan S. Alfiah. 2014. Anlisis Deskriptif Insektisida Rumah Tangga Yang Beredar Di Masyarakat. Jurnal Vektora 4 (1): 23-32.
 

Kamis, 20 September 2018

7 Cerita rakyat berkaitan dengan mitos ibu

Mitos Ibu dalam Cerita Rakyat Indonesia

Mitos Ibu dalam Cerita Rakyat Indonesia

Di indonesia, mitologi tentang keberadaan sosok ibu bahkan tersebar di seluruh daerah dengan versi yang berbeda-beda. Misalnya, masyarakat Suku Dayak Iban Sui Utik di Kalimantan, Indonesia, yang menganggap ibu sebagai perempuan dengan kekuatan yang besar dalam hubungannya dengan tanah tempat manusia hidup. Tanah to indai kitai, demikian mereka biasa mengenal istilahnya, yang artinya “tanah adalah ibu kita”.

Duli uhe, pali ara, demikian ungkapannya dalam bahasa Ende di Nusa Tenggara Timur. Artinya, “tanah itu ibu, emas adalah penopangnya“. Masyarakat Ende percaya bahwa tak seorang pun boleh merusak tanah, seperti menggali untuk mengambil kandungan tanah berupa tambang, karena dipercaya akan merusak kehidupan. Demikian pula halnya berlaku pada kepercayaan masyarakat Papua, tanah dianggap seperti ibu yang memberi kehidupan dan tidak boleh disakiti atau dirusak.

Versi lain mengenai gambaran hubungan antara ibu dengan alam ditemukan di Jawa Barat, tepatnya pada sungai yang bernama Cikapundung, dieja ci-ka-pun-indung. Dari sudut kebahasaan, kata cikapundung terbangun dari akar kata indung, yang dalam bahasa Indonesia sepadan dengan kata “ibu”. Bagi masyarakat Sunda, kata cikapundung memiliki arti “kepada ibu cahaya yang terhormat”. Pengertian lebih luasnya, orang Sunda mengungkapkan sosok ibu dalam bentuk cahaya dan menjadi sumber kekuatan yang harus dihormati.

Dari beberapa versi cerita mitologi sosok ibu yang tersebar di beberapa etnik di Indonesia, dapat dilihat bahwa pola matrilineal merupakan kunci pada masa lalu masyarakat tradisi. Untuk lebih memperkaya fakta, berikut ini peneliti cantumkan beberapa cuplikan singkat dari cerita-cerita rakyat dahulu yang tersebar di Indonesia:

1. Malin Kundang
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Padang ini isinya menceritakan tentang perjalanan hidup seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga miskin, lalu membulatkan tekad hendak merantau demi satu tujuan: untuk memperbaiki nasib. Takdir membawa anak laki-laki itu pada kesuksesan di tanah rantau. Berubahlah perangainya, yang paling buruk adalah anak laki-laki itu dihinggapi rasa malu untuk mengakui ibunya yang sudah tua renta dan masih melarat. Karena terlewat sakit hati, jatuhlah sumpah serapah dari mulut ibu untuk anaknya itu, yaitu kutukan menjadi batu.

Mengenai sosok ibu, cerita rakyat Malin Kundang ini menggambarkannya sebagai manusia yang penuh kasih sayang, terutama dalam merawat dan membesarkan anaknya. Pada bagian akhir cerita, tampak betapa sosok ibu memiliki dominasi yang besar atas kehidupan anaknya. Hal tersebut ditunjukkan melalui kekuatan doanya (koneksitasnya dengan kekuatan Pencipta) yang mampu mengutuk anaknya dan mengubahnya menjadi batu. Dengan demikian, pola matrilineal tampak dominan dalam cerita legenda ini.

1. Sangkuriang
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Sunda ini, alkisah menceritakan tentang nilai moral dan sosial. Nilai moral dapat dinukil dari adegan dimana Dayang Sumbi, sebagai seorang perempuan, begitu keras sikapnya dalam memegang teguh janji, betapa pun ia mengetahui akan pahitnya akibat yang mesti ditanggung. Sementara nilai sosial ditunjukkan melalui gambaran Dayang Sumbi sebagai seorang ibu. Ia menegaskan bahwa incest (percintaan atau pernikahan antara ibu dengan anak, dalam konteks ini dengan Sangkuriang) adalah perbuatan yang terlarang.

Pada cerita Sangkuriang ini, sisi dominan dari pola matrilineal adalah ketika sosok ibu ditampilkan sebagai makhluk yang cantik, menarik, teguh memegang janji, dan berupaya untuk menjaga kehormatan. Sementara menganai gambarang Sangkuriang, ia cenderung pemarah dan bermental rapuh.

3. Asal-Muasal Danau Toba
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Batak ini juga mencerminkan nilai moral, baik untuk laki-laki sebagai suami dan ayah, maupun mengenai kekuatan perempuan sebagai istri dan ibu. Bagi laki-laki, cerita ini menonjolkan nilai moral bahwa suami jangan pernah melanggar sumpah terhadap istri, karena akan berakibat sangat fatal bagi kehidupannya. Sedangkan bagi perempuan, sebagi ibu, cerita ini menggambarkan betapa protektifnya sosok ibu dalam melindungi anak, bahkan melebihi sikapnya terhadap suami. Bagian yang terakhir ini sekaligus menunjukan titik tekan adanya pola matrilineal yang sangat dominan dalam cerita rakyat bagi etnik Batak.

4. Legenda Gunung Batu Bangkai
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Dayak di Kalimantan Selatan ini memiliki sisi kesamaan dengan cerita Malin Kundang dari etnik Padang, yaitu tentang anak yang durhaka kepada ibunya. Konon, setelah si anak meraih keberhasilan material, lantas lupa terhadap seluruh kasih sayang ibunya. Lebih parahnya lagi, si anak sampai berani menghina ibunya di hadapan banyak orang. Seperti ibunya Malin Kundang, ibu dalam cerita ini juga kemudian mengeluarkan kata-kata kutukan. Si anak pun berubah wujud menjadi batu berbentuk bangkai manusia.

Pada cerita ini, di satu sisi ibu tampil sebagai sosok yang penyayang dan lemah lembut. Namun, di sisi lain, ibu juga memiliki kekuatan sangat besar (dalam kesatuannya dengan alam), terlebih apabila hatinya tersakiti oleh anaknya (laki-laki), terbukti dari kemampuannya dalam menghancurkan hidup anaknya. Pada cerita ini, pola matrilineal tampak begitu dominan, sebab osok ayah bahkan tidak dimunculkan sama sekali dan sosok anak (laki-laki) tampil sebagai manusia yang berhati lemah, mudah terlena oleh kesenangan duniawi, dan lupa pada jati dirinya.

5. Asal-Usul Ikan Patin
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Dayak di Kalimantan Tengah ini, sebagaimana yang tersebar di tengah-tengah masyarakat lokal di sana, mengisahkan tentang seorang suami yang mengingkari janji dan menyakiti hati istrinya. Tak tahan menahan derita, sang istri kemudian minggat, meninggalkan suami dan anaknya. Beberapa saat kemudian, sang istri kembali dengan wujud yang berbeda, yakni menyerupai ikan patin, yang sekarang orang-orang sering lihat.

Paling tidak, beberapa nilai moral yang pantas untuk diresapi oleh pembaca, atau pendengar, bahwa dari cerita rakyat tersebut adalah jangan sekali-kali seorang suami melanggar sumpahnya terhadap istri. Sebab, selain tidak ada maafnya, juga dapat menimbulkan akibat buruk di kemudian hari. Sementara nilai moral bagi perempuan yang telah berperan sebagi ibu, sumpah terhadap harga dirinya sendiri lebih utama daripada perannya sebagai ibu yang harus melindungi anaknya. Dalam kata lain, pola matrilineal pada kisah ini bahkan mengalahkan nilai keibuannya sendiri.

6. Nyai Balau Kehilangan Anak
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Dayak di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah ini, didalam keutuhan ceritanya tergambar kebesaran hati seorang ibu yang mampu memaafkan pembunuh anaknya sendiri. Tentang sosok Nyai Balau sendiri digambarkan sebagai perempuan yang sakti mandraguna dan bijaksana dalam memimpin serta menjaga rakyatnya.

Dengan demikian, nilai keibuan Nyai Balau yang masuk hingga ke ruang publik menunjukkan bahwa pada masyarakat Dayak di Kabupaten Kapuas, pola matrilineal tampak sedemikian dominan. Dalam redaksi lain, masyarakat Dayak telah memiliki tradisi yang membagi proporsi hak dan kewajiban perempuan dengan laki-laki di ruang publik. Demikianlah, pola genealogis parental (kesetaraan garis keturunan ayah dan ibu) dalam aspek sosial (domestik dan publik), religious, dan kedudukannya dalam adat masyarakat Dayak di Kalimantan.

7. Batu Belah
Cerita rakyat dari masyarakat etnik Manado di Sulawesi Utara ini mengisahkan tentang kehidupan seorang istri, yang hanya mengharapkan materi dari suaminya. Sedangkan sebagai ibu, ia hanya memberi printah kepada anaknya, tanpa memperhatikan kondisi kedua anaknya. Lama-kelamaan, sang anak tak lagi mau patuh pada perintah ibunya, karena itulah kemudian sang ibu memilih untuk meninggalkan keluarganya. Secara sekilas pun gambaran tentang sosok ibu dalam cerita tersebut sudah tampak, yakni sebagi tokoh yang egonya lebih besar daripada rasa keibuannya. Faktor itulah yang menunjukan bahwa pola matrilineal terlihat sangat dominan.

Pendapat Bachofen, sebagaimana dikutip oleh Abdul Aziz Rasjid (2008), dalam penemuannya atas hak ibu (mother right) serta analisisnya terhadap mitos-mitos dan simbol-simbol bangsa Romawi, Yunani, dan Mesir, berkesimpulan bahwa struktur patriarkal dalam masyarakat yang kita kenal melalui sejarah peradaban dunia didahului sebelumnya oleh status kultural yang menempatkan sosok ibu dalam peran yang sangat penting, misalnya sebagai kepala keluarga, kepala pemerintahan, dan Dewi Agung (cf Rasjid, 2008; Daly, 2009; dan Watts, 2013).

Karena ibu lebih mungkin untuk memainkan peran utama didalam kegiatan keterikatan, berbagi, dan berpartisipasi harmonis dengan alam, yang kesemuanya berorienatasi kepada kelangsungan hidup. Alam adalah teman; dan sebagai penjaga kelangsungan hidup alam dan pemangku reproduksi kehidupan, perempuan juga adalah teman.

French, sebagaimana dikutip oleh R. Putnam Tong (2004), juga berspekulasi bahwa dengan bertambahnya populasi manusia, makanan menjadi langka dan manusia merasakan alam bukan sebagai ibu yang baik hati, sehingga mengatasinya dengan mengembangkan berbagai teknik (membuat sumur, menggali tanah) untuk membebaskan diri dari keinginan dan mememperoleh kekayaan yang disembunyikan oleh alam, yang mana “alam” adalah representasi dari perempuan.

Konseptualisasi identitas sebagai proses sosial memungkinkan kita untuk memahami pentingnya rasa dihargai bagi perempuan dalam hubungan interpersonal tertentu, dan memungkinkan kita untuk melihat ini sebagai karakteristik dalam memelihara, peduli, dan tanggung jawab, yang terkait dengan perempuan secara sosial. Konseptualisasi identitas diri yang “merawat” dan “peduli”.

Cinta ibu kepada anaknya sering dianggap sebagai bentuk kemurnian cinta di alam semesta, yang dianggap memiliki kekuatan untuk mempertahankan tantanan moral dan keberlangsungan alam semesta yang mampu melindungi. Ada beberapa tipe penggambaran ibu dalam mitos: menjadi simbol kehidupan (sumber abadi) dengan perannya sebagai pemelihara kehidupan, kelahiran, kesuburan, siklus pertumbuhan, bumi; simbol kekuatan dengan perannya sebagai pelindung dan pembela; serta juga menjadi individu sebagai bagian dari sebuah siklus dalam hubungan dengan pasangannya (dewi Yunani dan Romawi).

Akhirnya, ibu yang pada awalnya memiliki peran yang sangat penting, kemudian menjadi relatif kurang penting. Walau bagaimanapun, representasi ibu dari berbagai cerita rakyat di daerah-daerah Indonesia tersebut menjelaskan tentang kebesaran, sekaligus kompleksitas, mengenai ibu dari masa ke masa.


Referensi:
Susanto, Budi [ed]. (2003): Politik dan Postkolonialitas di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Thurer, Shari L. (1994). The Myths of Motherhood: How Culture Reinvents the Good Mother. USA [United Sates of America]: Houfghton Mifflin.

Junus, Umar. (2001). “Malin Kundang dan Dunia Kini” dalam Journal Sari. Bangi: UKM [Universiti Kebangsaan Malaysia], hlm.69-83.

Kamis, 13 September 2018

13 Alasan allah menciptakan manusia dari tanah itu mulia

adam dan hawa

Dengan berkat rahmat dan inayah-Nya semata, manusia telah diciptakan dengan segala kesempurnaan bahkan dinyatakan secara isyarat di dalam firmanNya: bahwa "manusia adalah makhluk sempurna dan termulia dari seluruh makhluk ciptaan" (QS. 95:4). Demikian itulah keagungan sifat Allah Kepada manusia, Manusia yang sebenarnya dicipta dari bahan yang sangat hina ternyata dengan segala kemurahan kasih-Nya dibimbing dan didekatkan kepada-Nya selaku makhluk termulia atau tertinggi di antara makhluk ciptaan (QS. 17:70).

Sejak awalnya para malaikat dan juga iblis diperintah oleh Allah untuk bersujud (tunduk) kepada Nabi Adam, semua bersujud kecuali iblis.Sejak itulah iblis menjadi makhluk yang hina dan terusir dari surga. Setelah iblis dikeluarkan, Nabi Adam dan istrinya diijinkan oleh Allah untuk makan apa saja yang mereka kehendaki, tapi ada satu larangan bagi keduanya yaitu mendekati pohon terlarang, yang disebut dalam al-Qur’an“syajarah.”

Kemudian iblis yang sudah berada di luar surga itu membisikkan pikiran jahat kepada keduanya.Pada ayat berikutnya iblis dinyatakan dengan kata setan. Itu berarti bahwa iblis adalah setan, dan setan itu adalah jin. Setan itu mengalir mengikuti aliran darah manusia, berarti ia bukan di luar diri manusia tetapi ada di dalam diri manusia. 

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu sehingga kamu tidak bersujud (kepada Adam)ketika Aku menyuruhmu?”Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. al-A'raf).

Maksudnya Iblis ingin mengatakan, “Aku yang lebih berhak atas sujudnya Adam kepadaku, tapi mengapa justru aku yang harus sujud kepadanya?, padahal asal penciptaannya lebih rendah dariku.”Setan (Iblis) menyombongkan diri dengan asal penciptaannya. Ia menggunakan analogi yang salah yang bertentangan dengan nash yang jelas dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Para malaikat menyadari bahwa perintah ini tidak boleh ditangguhkan karema itu adalah tanda ketaatan dan penyerahan diri kepada-Nya, maka merekapun segera sujud tanpa menunda atau berpikir, apalagi perintah tersebut langsung dari Allah swt yang maha mengetahui dan maha bijaksana, bukan dari siapa yang bisa jadi keliru, tetapi iblis yang memasukkan dirinya dalam kelompok malaikat sehingga otomatis dicakup pula oleh perintah tersebut, enggan dan menolak sujud, bukan karena tidak ingin sujud kepada selain Allah, tetapI karena dia angkuh, yakni mengabaikan hak pihak lain, dalam hal ini Adam as serta memandangnya rendah sambil menganggap dirinya lebih tinggi.

Jangan di duga bahwa keenggana ini baru diketahui Allah swt, ketika itu. Tidak, sebab memang sejak dulu dalam pengetahuan Allah, dia termasuk kelompok mahluk-mahluk yang kafir.

Dia enggan sujud padahal sujud tersebut adalah sujud penghormatan bukan sujud ibadah, atau bahkan tidak mustahil sujud yang diperintahkan oleh Allah Swt itu dalam arti sujud kepada Allah swt, dengan menjadikan posisi nabi Adam as. ketika itu sebagai arah bersujud sebagaimana Ka‟bah di Mekkah dewasa ini menjadi arah kaum muslimin sujud kepada-Nya.


Berikut ini adalah alasan secara logis bahwa manusia itu lebih mulia atau sempurna:

1. Sifat api adalah merusak dan menghancurkan apa saja yang mengenainya, berbeda dengan tanah.
2. Sifat api ringan, panas dan kacau, sedangkan sifat tanah tetap dan tenang.
3. Tanah mengandung rizki dan makanan bagi makhluk hidup, sedangkan api tidak.
4. Tanah dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya sangat dibutuhkan oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan, sedangkan api tidak dibutuhkan secara langsung olehnya.
5. Jika bibit tumbuhan diletakkan di tanah, maka tanah itu akan mengeluarkan hasil yang berlipat ganda dari bibit tumbuhan tersebut. Sedangkan api, jika sesuatu diletakkan di atasnya, maka tidak akan ada lagi yang tersisa (hangus).
6. Api tidak bisa berdiri sendiri, tetapi membutuhkan tempat dimana api tersebut menyala. Sedangkan tanah tidak membutuhkan tempat.
7. Api membutuhkan tanah, sedangkan tanah tidak membutuhkan api karena api memerlukan tempat yang ada di atas tanah.
8. Materi penciptaan Iblis adalah dari nyala api, sesuatu yang lemah dan mudah dipermainkan oleh angin. Materi penciptaan manusia adalah tanah, sesuatu yang kuat dan tidak mudah dipermainkan oleh angin.
9. Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an berbagai manfaat tanah dan mendorong kepada manusia untuk memikirkannya dan merenungkan ayat-ayat dan keajaiban yang ada di dalamnya. Namun untuk api, Allah tidak menyebutkannya melainkan dalam konteks ancaman dan siksa, kecuali hanya di beberapa ayat saja.
10. Dalam banyak ayat, Allah menyebutkan bahwa tanah mengandung banyak keberkahan, berbeda dengan api yang tidak disebutkan keberkahannya.
11. Tanah adalah tempat rumah-rumah ibadah untuk menyebut nama Allah, seandainya hanya ada baitullāh (Masjid al-Harām) di muka bumi ini, maka itu sudah cukup sebagai kehormatan bagi tanah.
12. Tujuan diciptakan api adalah untuk melayani kebutuhan tanah, jika tanah membutuhkan api, tanah akan memanggilnya. Jika tidak maka tanah akan meninggalkannya .
13. Bumi terdiri dari dua unsur. Pertama, air yang diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Kedua, tanah yang diciptakan Allah sebagai tempat penyimpanan berbagai manfaat dan kenikmatan.

Kemudian seandainya kita menerima asumsi yang salah dari Iblis yang mengaku bahwa api itu lebih baik dari tanah, tidak berarti apa yang diciptakan dari api itu lebih baik dari yang diciptakan dari tanah. Sebab penilaian itu terletak pada kesempurnaan akhir penciptaan, bukan terletak kepada materinya yang kurang sempurna, sebagaimana Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik, walaupun berasal dari tanah yang hina dan kotor.

Iblis akan selalu berusaha untuk membuat manusia lupa dari mengingat Allah. Segala upaya Iblis dalam menyesatkan manusia akan menjadi tantangan untuk melawan hegemoninya dengan senantiasa memaksimalkan potensi manusia berupa akal dan hati agar memiliki kesadaran untuk tetap berada di jalan yang lurus.

Selasa, 11 September 2018

Inilah mitologi ular di negara jepang

 Cerita Mitologi Ular Yang Ada Di Negara Jepang


Makhluk gaib di Jepang terdiri dari bermacam-macam jenis. Di antaranya yang paling suci adalah para dewa dari mitologi mereka, seperti dewi matahari beserta keturunannya, dan juga arwah-arwah tokoh sejarah, termasuk para pendiri sekte-sekte agama dan pemimpin agama, seperti Minamoto no Yoshitune, Nichiren, Shinran, dan lain-lain. Makhluk gaib dari tingkat yang lebih rendah yaitu roh orang-orang yang telah meninggal, yang kemudian akan mendapatkan status sebagai dewa. Dalam tradisi orang Jepang ada kewajiban bahwa roh almarhum harus tetap diperhatikan oleh keturunannya yang masih hidup. Pemujaan seperti ini dalam istilah antropologi disebut pemujaan roh leluhur. Namun Palth (1964) menganggap bahwa istilah “pemujaan roh leluhur” tidak tepat, sebab yang dipuja bukan saja roh leluhur, melainkan juga kerabat dari generasi yang sama. Selain itu roh leluhur tidak selalu dipuja, kebanyakan hanya dirawat, dimohon bantuannya dengan jalan membujuk dan mengambil hatinya.

Tanaman dan binatang juga dianggap mempunyai jiwa (soul) atau roh (spirit). Namun perbedaannya, bahwa semua jiwa manusia dinilai cukup sakti dan tidak boleh dianggap enteng, sedangkan jiwa binatang dan tanaman tidak selalu demikian. Hal ini terbukti dengan adanya jiwa manusia dan jiwa binatang tertentu yang dapat bertindak secara gaib sewaktu mereka masih hidup.

Diantara jenis fauna, makhluk gaib yang dianggap berbahaya adalah binatang menyusui tertentu seperti rase dan anjing, dan binatang melata seperti ular. Sedangkan diantara flora, yang dianggap berbahaya terutama pohon tua, yang biasanya menjadi tempat bersemayam roh-roh. Selain itu fenomena alam seperti laut, air terjun, bongkahan batu besar dengan bentuk aneh, dianggap sebagai tempat-tempat roh bersemayam. Dan terakhir, roh-roh dapat juga bersemayam di dalam benda-benda buatan manusia, seperti cermin, dapur, jamban (wc), dan sebagainya.

1. Yamata No Orochi
Yamata no Orochi adalah bijuu berbentuk ular. Dia memiliki mata berwarna merah darah, delapan ekor dan delapan kepala (juga digambarkan dililit oleh akar belukar dan semak) dan memiliki kekuatan dari dunia iblis, yang merupakan simbol kejahatan. Setiap kepala orochi melambangkan simbol: jiwa, hantu, kejahatan, iblis, dunia setelah kematian, dan kematian. Kekuatan sebenarnya dari orochi seharusnya tidak terlalu besae, bahkan cendrung lemah. Namun Orochi menjadi kuat karena suatu peristiwa.

Diceritakan seorang dari klan Kusanagi melakukan kecerobohan ketika menggunakan pedang legedaris Kusanagi no Tsurugi untuk menyerang Orochi. Karena itu, sebagai konsekuensinya, Yamata no Orochi menagmbil alih pedang itu dan menyerap kekuatan yang ada di dalamnya sehingga menjadi makhluk yang amat kuat, dan akhirnya menyimpan semua kekuatan dari pedang itu di dalam tubuhnya. Dengan kekuatan barunya, Orochi mengeluarkan kekuatan kegelapan yang amat besar dan akibatnya membangunkan bijuu (jelasin singkat bijuu itu apa) yang lain, serta menjadi arogan. Orochi mengalahkan banyak bijuu tetapi dia akhirnya dikalahkan oleh kyuubi. Penyebabnya sederhana: kekuatan kyuubi tidak terbatas, sehingga membuat sebuah lubang pada Kusanagi yang bahkan Enma dan Sarutobi tidak bisa menggoresnya sedikitpun. Dalam legenda, kekuatan Orochi hampir menyamai kyuubi, tetapi dia mempunyai batasan.

Panjang tubuhnya melebihi besar 8 gunung, dia adalah bijuu yeng terbesar. Aslinya, dia lebih lemah dari Hokou dan Nekomatsu. Tetapi, itu 1000 tahun sebelum pejuang pemberani mencoba mengalahkannya dengan Kusanagi No Tsurugi. Dalam prosenya pedang itu terserap oleh orochi, lalu memperbesar kekuatannya secara masif. Setelah itu dia bebas menggunakan kekuatan pedang itu dari perutnya. Dia berasal dari medan perang kuno di osaka.

Orochi bertarung sebanyak lima kali, menang atas Shukaku, Isonade, Kaku, Raijuu, dan kalah telak melawan Kyuubi. Kemampuannya yang bisa memanggil roh jahat ditambah kekuatan dari Kusanagi sayangnya tidak sebanding alias setingkat di bawah Kyuubi. Karena itu Yamata no Orochi dianggap setan/iblis terkuat yang menempati posisi setelah Kyuubi.

Yamato no orochi menunggu kedatangan jenius dari klan yagami, yaitu musuh bebuyutan dari klan kusanagi. Tujuannya adalah untuk membangkitkan yamato no orochi kembali untuk melawan kyuubi sekali lagi. Karena kekuatan yamato no orochi bersemayam di dalam klan yagami, kalau penerus telah muncul sebagai salah satu jenius dalam waktu 1000 tahun mana yang bisa membangunkan kemampuan orochi, maka kemampuannya akan penuh kembali. Setelah proses ini selesai, maka tubuh jenius tersebut akan hancur dalam proses pemunculan kembali tubuh orochi, yang memiliki kekuatan yang baru. Itu tak akan ditemukan sebelum pertempuran menentukan melawan kyuubi, dan sanggup membunuh apapun, menghancurkan tempat yang seperti apapun, dan mendapatkan penglihatan yang tak terbatas (seperti yang dimilikki kyuubi). Inti kekuatan dari yamato no orochi adalah jutsu penyegelan terlarang. Segera setelah penerus klan yagami cukup mapan untuk itu, kekuatan yang lebih besar akan muncul dalam kembalinya yamato no orochi.

2. Nure Onna
Dalam cerita rakyat Jepang, Nure-Onna adalah yōkai yang menyerupai makhluk amfibi dengan kepala seorang wanita dan tubuh dari ular. Sementara deskripsi penampilannya bervariasi sedikit dari cerita ke cerita, makhluk ini sering digambarkan memiliki panjang sekitar 300 m dan memiliki mata seperti ular, cakar panjang, taring, dan rambut panjang yang indah. Nure-Onna biasanya terlihat di pantai sedang mencuci rambutnya.

Tujuan kemunculan Nure-Onna tidak diketahui. Dalam beberapa cerita, dia adalah makhluk mengerikan yang cukup kuat untuk menghancurkan pohon dengan ekornya dan memakan manusia. Dia membawa sesuatu seperti anak kecil yang ia gunakan untuk menarik calon korban. Jika seseorang bermaksud baik dan menawarkan untuk menggendong bayi baginya, Nure-Onna akan membiarkan mereka. Jika mereka mencoba untuk membuang bundelan itu karena memang bukan berisi anak kecil sama sekali, maka sebaliknya, bundelan itu menjadi sangat berat dan mencegah korban melarikan diri. Dia kemudian menggunakan lidah ular yang panjang untuk menyedot semua darah dari tubuh korbannya. Dalam cerita lain, Nure-Onna hanya mencari keheningan saat ia mencuci rambutnya dan bereaksi keras terhadap orang-orang yang mengganggunya.

Di Tsushima di Prefektur Nagasaki, ketika hujan di malam hari, Bakemono yang di kenal sebagai Nure Onago muncul di dekat air dari kolam kecil hingga laut. Seluruh tubuhnya basah kuyup dari atas kepalanya hingga ujung jari kakinya.

Nure onago dapat ditemukan di beberapa bagian dari Jepang. Di Nuwa di Prefektur Ehime, dikatakan bahwa kita bisa melihat rambutnya terbentang dan mengambang di atas permukaan laut, dan itu berasal dari sana dimana dia muncul . di Distrik Uwa, nure onago tidak datang dari laut, tapi dikatakan bahwa dia muncul dari sebuah rambut yang basah kuyup.

Nure onago selalu mempunyai sebuah senyum jahat, dan tawa yang menyeramkan. Jika kebetulan mendengar tawanya, disarankan ikutlah tertawa bersamanya, kalau tidak dia akan menyerang tanpa belas kasihan.

Di Prefektur Kagoshima, di tanjung Tajiri diadakan festival terkenal untuk dewa Ebisu, dan ada yokai serupa dengan Nure Onna di sana, dinamakan dengan Iso Onna (wanita pantai). Penampilannya pun juga basah kuyup dari kepala hingga kaki. Iso Onna muncul di daerah berpasir, baik di pantai sebenarnya atau daerah pedalaman yang banyak pasirnya. Perbedaan utama antara Nure Onna dan Iso Onna terletak pada bagian bawah tubuh mereka. Dikatakan bahwa Iso Onna tidak memiliki bagian kaki, malah berbentuk seperti ular yang memanjang dari bawah pinggang. Iso Onna dan Nure Onago merupakan jenis Yokai yang disebut Nure Onna.

3. Istri Yang Berasal Dari Siluman Ular Buta 
Seorang tabib muda hidup di desa fukae-mura bersama ibunya. Pada suatu pagi musim gugur ketika hujan rintik-rintik mulai turun, seorang gadis jelita berlindung di emperan rumah kepala desa. Pada mulanya ia mengira hujan takkan turun lama, tetapi kenyataannya tidak demikian, ternyata hujan semakin menjadi-jadi. Lebih repot lagi matahari semakin condong ke barat. Penghuni rumah kepala kampung merasa kasihan pada gadis asing ini, dan mereka pun mengundangnya masuk ke dalam rumah untuk menanti berhentinya hujan.

Melalui pembicaraannya dengan si gadis, kepala desa mengetahui sedikit mengenai hal bahwa ia ternyata berasal dari Higo dan sebagainya. Berhubung kepala desa telah dimintai tolong oleh ibu dari seorang tabib muda untuk mencarikan istri bagi putranya itu, maka pikirnya gadis itu lumayan juga. Maka ia pun segera menjadi perantara, dan berhasil dengan baik. Dengan demikian si gadis dari Higo menjadi istri tabib dari fukae, dan dari perkawinan itu tak lama kemudian lahir seorang anak.

Pada suatu hari sewaktu ibu si tabib memasuki kamar menantunya, ia menemukan seekor ular besar sedang melingkari tubuh cucunya. Keduanya sedang lelap dalam tidurnya. Pada waktu si tabib pulang dari rumah pasiennya, ia mendapatka wajah ibunya dalam keadaan pucat pasi. Karena terus didesak akhirnya si ibu pun menjelaskan apa yang telah disaksikannya tadi. Akan tetapi si tabib tak mau percaya bahwa istrinya sesungguhnya seekor ular. Pada keesokan harinya sewaktu ia mengintip ke dalam kamar istrinya, ia menemukan kenyataan seperti yang di ceritakan ibunya kemarin.

Akhirnya si tabib menceraikan istrinya. Dengan suara iba si istri berkata : “saya telah kau tolong beberapa tahun yang lalu di pantai laut, oleh karenanya saya telah mengubah diri menjadi seorang wanita untuk membalas budimu dengan cara melayanimu. Saya adalah ular dari situ di gunung fugen. Jika engkau tidak dapat memperoleh seorang babu susu yang baik, datanglah ke situ fugen.” Si ular pun meninggalkan suaminya. Si tabib kemudian ingat bahwa beberapa tahun silam ia pernah menolong seekor belut putih yang sedang diganggu oleh anak desa. Mungkin ular ini adalah belut putih itu.

Ia pun mencari asi untuk menyusui anaknya, tapi tidak memperolehnya. Maka ia menuju gunung fugen. Ia bertemu istrinya, istrinya pun mengorek keluar salah satu bola matanya untuk diserahkan kepada suaminya. Pada waktu si tabib memberikannya kepada anaknya, oleh si anak bola mata itu dijilatinya, dan air susu keluar dari bola mata itu. Si tabib meras puas dan ia pun pulang, sambil menggendong bayinya di punggungnya dan menyimpan mata istrinya di dadanya.

Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan samurai. Ketika melihat di dada si tabib ada sesuatu yang menonjol, mereka pun curiga. Pada waktu di periksa mereka menemukan mustika yang indah, sehingga mereka merampasnya. Sesampainya di rumah anaknya menagis. Si tabib pun kembali menemui istrinya. Dengan sedih istrinya mengatakan “ saya hanya mempunyai satu mata, tapi demi anak kita saya rela menjadi buta!”.

Samurai tadi pergi ke gunung fugen untuk mencari mustika yang satunya lagi. Dan kebetulan bertemu dengan si tabib, kemudian mata itu pun dirampas oleh mereka. Karena tidak tega mendengar anaknya menangis kelaparan. Maka si tabib kembali ke istrinya. Mengetahui itu istrinya menjadi murka besar. Menurut kisahnya setelah itu muncul gempa besar di daerah itu.

4. Kuil ular/Hebi Jinja
Ular adalah salah satu makhluk yang sering dianggap sebagai dewa, pesan dewa, atau Nushi ( makhluk yang kuat mempunyai hidup panjang dan dapat mengontrol suatu area). Jika menggangu atau merugikan, ular dipercaya membawa ketidakberuntungan atau kerugian untuk orang-orang, keluarga, atau seluruh desa. Kerena ini dipercaya, masyarakat jepang umumnya kagum akan kehebatan ular dan berusaha menghindari ular atau tidak menggangu area habitat mereka.

Kuil dan Pagoda di Jepang di dedikasikan untuk dewa ular. Sebagai contoh di Tono, Prefektur Iwate, banyak tempat-tempat kuil dewa Horyou, yang mana dipercaya mempunyai tubuh seekor ular. Dan dikatakan bahwa membunuh ular di sekitar area adalah tabu.

Masyarakat Nishinogami, prefektur Hyogo, beranggapan ular sebagai dewa air. Yang mana di dedikasikan Kuil Suwa. Dikatakan bahwa ular tidak merugikan area ini. Di gunung Rokushosan di kota Toyota, prefektur Aichi, ada kuil kecil yang di dedikasikan untuk dewa ular, yang dihormati oleh masyarakat Miyaguchi.

Kuil Zeniarai Benzaiten Ugafuku lebih populer dikenal sebagai Zeniarai Benten, merupakan sebuah kuil Shinto di Kamakura, Kanagawa, prefektur Kanagawa di Jepang. Meskipun ukurannya kecil, itu adalah tempat paling populer di kalangan wisatawan karena air pada musim semi di dalam gua di percaya dapat melipat gandakan cuci uang.

Seekor ular putih legendaris dikatakan tinggal di sekitar kuil dan beranggapan salah satu dewa di sembah di sana. Memang ular – ular dan figur pemujaan ular penting dalam mitos seputar gunung Miwa serta mula Shinto pada umumnya.

Banyak orang mengunjungi kuil Kanahebisui (kuil ular besi dan air) di kota Iwanuma, prefektur Miyagi, dan batu sentuh dengan gambar ular di percaya bahwa menyentuh batu ini akan membawa kemakmuran.

Ada kuil di Jepang di dedikasikan untuk ular putih. Selain itu, di distrik Umatate kota Shiraoka, prefektur Saitama, ular putih diyakini menjadi utusan Benzaiten, anggota yang terkenal Shichi-fuku-jin (tujuh dewa keberuntungan yang baik). Dengan demikian, hal ini adalah tabu untuk menyakiti ular. Hebi Jinja ( kuil ular) di prefektur Tochigi memuja ular sebagai dewa ular.


Referensi:
Danandjaja, James. 1997. Foklor Jepang: Dilihat Dari Kacamata Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Sitomorang, Hamzon. 2013. Minzoku Gaku (Etnologi) Jepang. Medan: Usu Press.

Senin, 10 September 2018

3 Jenis ular yang ada di negara jepang

 Jenis-jenis ular di jepang dan penjelasannya

Banyak orang takut akan ular. Tapi di Jepang, Ular adalah hewan yang melambangkan keberuntungan. Karena ular adalah hewan yang melambangkan uang dan kekayaan di Jepang. Orang-orang percaya bahwa jika mereka menaruh sebuah potongan dari kulit ular di dalam dompet, mereka akan menjadi kaya. Mereka juga meletakkan gambar dari seekor ular putih di dinding. Beberapa orang percaya ular adalah dewa binatang, jadi mereka tidak akan pernah membunuh ular. Dikatakan bahwa jika membunuh seekor ular, maka akan menyebabkan hilangnya uang.

Beberapa keluarga orang Jepang memelihara ular. Orang Jepang percaya bahwa setiap ular, khususnya seekor ular putih, adalah sebuah simbol dari nasib baik. Dalam kepercayaan masyarakat Jepang, di sisi lain, ular diidentifikasikan dengan kecemburuan, gairah, dan keirian dari seorang perempuan, dan ular yang dapat merayu juga menipu biasanya didentikkan dengan sosok perempuan.

Di Asia, ular sering diidentikkan dengan dewa naga. Dalam mitologi India misalnya terdapat Nagas, ular naga besar yang dikaruniai kekuatan magis. Dalam ajaran Budha, Nagas diyakini menghuni sungai dan gua bawah tanah. Ular itu juga menjadi penjaga gunung Sumeru. Dalam riawayat hidup sang Budha, diceritakan bahwa ketika ia duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi, muncul ular berkepala tujuh bernama Mucalinda yang melindungi sang Budha dari hujan lebat dengan membentuk kepalanya menyerupai payung.

Di Jepang, ular tersebut terutama terkait dengan sinkretis Benzaiten, dewi dari segala sesuatu yang mengalir: air, kata, dan musik. Dia adalah dewa utama dari kuil di pulau-pulau sebagai Enoshima dan Chikubushima dan sering di gambarkan dengan ular melingkar di sekitar batu yang dia duduki. Dalam legenda Jepang, ular juga merupakan simbol dari kecemburuan seorang wanita: di cerita terkenal tentang Kiyohime, ketika cemburu mengubah dirinya menjadi ular dan mengelilingi sekitar lonceng kuil di mana kekasih yang dicarinya bersembunyi secara harfiah "membakarnya" dia dengan amarahnya.

Jepang diketahui terdapat banyak ular (sebagai orang yang telah mendaki di hutan Jepang bisa membuktikan); ular merupakan bahan dalam obat tradisional. Jenis ular berbahaya adalah mamushi, pitviper itu, gigitannya menyebabkan kematian setiap tahun (ular berbisa lain adalah Habu, ditemukan di Okinawa).

Inilah jenis-jenis ular di jepang:

Ular Habu dari Okinawa

Ular habu
 
Dalam kata Jepang “Habu” menunjukkan sebuah fakta-fakta jenis ular yang mendiami pulau Ryukyu. Ular-ular ini juga dikenal sebagai ular pohon berbisa atau ular lubang berbisa. Ada tiga spesies dari yang ditemukan di okinawa.

Ketiganya adalah ular berbisa yang biasa memakan hewan pengerat dan mamalia kecil lainnya. Ular Habu berukuran besar, berbisa, juga agresif malah tidak selalu dipandang sebagai makhluk berbahaya oleh penduduk Okinawa. Di sana, ular Habu ditangkap dan dijadikan bahan utama minuman keras yang dikenal dengan sebutan Sake Habu.

Ular habu asli okinawa berwarna kuning pucat kehijau-hijauan dan ditandai dengan corak gelombang dengan bintik hijau gelap dengan kuning di pinggir. Bagian permukaan bawah lebih terang dan hampir putih. Seekor ular habu dapat tumbuh sampai panjang 8 kaki walaupun kebanyakan tidak mencapai ukuran itu. Spesies Habu yang diketahui panjangnya hanya sekitar tiga sampai empat kaki memiliki warna kulit yang lebih berwarna abu-abu coklat daripada Habu asli Okinawa Bila mengunjungi Okinawa, penting mengetahu apa yang seharusnya dilakukan ketika digigit oleh ular Habu.Bisa Habu tidak selalu mematikan, namun hemoxotic, yaitu menyebabkan kekurangan sel darah merah sehingga darah teracuni.

Korban dari gigitan ular habu kemungkinan mati atau menderita cacat permanen jika mereka tidak segera ditangani lebih lanjut. Hal yang seharusnya tidak pernah dilakukan adalah mengikat ketat bagian kulit di sekitar area bekas gigitan sekitar gigitan. Hal ini malah menimbulkan efek yang buruk pada bagian yang terkena gigitan.

Tindakan yang tepat saat digigit ular Habu adalah membersihkan area gigitan demi mencegah infeksi di dalam aliran darah. Tubuh penderita dijaga untuk tidak banyak bergerak sampai datangnya petugas kesehatan. Statistik menunjukkan bahwa populasi okinawa diketahui memiliki beberapa penduduk berumur paling panjang didunia. Kehadiran ular habu jelas bukan ancaman besar untuk semua penduduk okinawa dan selain tersedianya fasilitas pengobatan, yang berarti pengobatan kesehatan yang berarti gigitan tersebut tidak berujung pada kematian.

Ular habu lebih aktif pada saat musim panas dan sering terlihat berjemur di tepian batu. Mereka dapat juga ditemukan gua. Kebanyakan ular menghuni area hutan, tapi mereka dapat pindah ke ladang dan jalanan dekat dengan sumber air. Ular habu juga muncul disekitar pemukiman manusia, dimana diketahui suka bersembunyi didalam kuburan tua dan di dalam dinding yang terbuat dari batu kapur. Beberapa penduduk Okinawa tahu betul di mana habitat ular Habu dan mencarinya dalam jumlah yang banyak untuk menjadikannya bahan pembuat Sake Habu. Minuman keras ini sering diminum dari botol yang berisi bagian tubuh ular Habu. Sake Habu berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit.

Kandungan racun dari bisa ular dinetralkan/ dihilangkan oleh alkohol selama proses pembuatan sake. Botol sake habu mengandung ular habu utuh yang terendam di dalam larutan sake tersebut. Seperti alkohol pada umumnya, bau sake sangatlah kuat, tetapi sake habu memiliki bau yang tidak begitu menusuk ketika usus ular dikeluarkan/ dibersihkan dari dalam tubuh ular sebelum di rendam alkohol. Jika benar ular Habu memberikan efek positif bagi kesehatan, maka boleh jadi hal ini yang menjadikan penduduk Okinawa berumur panjang. Minuman kuat/ keras juga digunakan untuk meningkatkan kejantanan. Khasiat tersebut sama dengan mengkonsumsi Viagra, yang dipercaya mendasari fakta bahwa ular habu dapat berhubungan intim selama berjam-jam.

Ular habu okinawa sangat dihargai sebesar dengan ketakutan manusia terhadap hewan itu. Ular habu harus dihindari di alam liar dan harus dijauhkan dari tempat tinggal masyarakat, tetapi dengan penanganan yang tepat, gigitan ular habu tidak akan menyebabkan kematian atau cacat permanen.

2. Ular Mamushi

Ular mamushi
 
Gloydius blomhoffii kadang-kadang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai copperhead Jepang, kadang-kadang sebagai pit viper mamushi, dan kadang-kadang hanya mamushi. Nama lokal adalah Nihon mamushi, tapi biasanya disingkat menjadi mamushi. Ular ini memiliki panjang antara 45-60 cm, memangsa mamalia kecil seperti burung, reptil, dan katak, dan dapat ditemukan di berbagai jenis habitat. Ular viper pit mempunyai kemampuan berburu dalam kondisi cahaya rendah.

Lebih signifikan lagi, ular ini digolongkan sebagai ular paling berbahaya di daratan Jepang, meskipun demikian Mamushi diperlakukan hormat dan hati-hati.

Gloydius blomhoffii, umumnya dikenal dengan sebutan mamushi, moccasin Jepang, pit viper Jepang, atau mamushi Jepang. Ular ini adalah spesies pitviper berbisa yang biasa ditemukan di Cina, Jepang, dan Korea. Terdapat empat subspesies yang akan dijelaskan di sini.

Selain ular Habu Okinawa, mamushi merupakan ular paling berbisa di Jepang. Setiap tahun, 2000-3000 orang di Jepang digigit mamushi. Untuk korban gigitan ringan, dibutuhkan satu minggu pengobatan di rumah sakit. Sementara bagi korban gigitan parah, memerlukan perawatan intensif, dan sekitar 10 korban meninggal setiap tahun.

Ular mamushi adalah predator penyergap yang memiliki kemampuan kamuflase yang sangat baik, yaitu dengan cara menyembunyikan dirinya di antara vegetasi atau sampah daun.Mangsa utamanya ,tidak hanya tikus, tetapi juga burung kecil, kadal, dan serangga. Karena itu mamushi juga dapat ditemukan di sekitar lahan pertanian sekaitan dengan keberadaan populasi hewan pengerat tersebut.

3. Ular putih 

Ular putih

Ular albino atau yang disebut ular putih adalah objek penyembahan. Biasanya dianggap dewa atau utusan dewa oleh masyarakat Jepang. Ular putih juga dikatakan sebagai dewa penjaga rumah penduduk. Mereka menyembah ular putih sebagai utusan Dewi Benten dan sebagai dewa kemakmuran merangkap keberuntungan. 

Daerah Iwakuni di Prefektur Yamaguchi adalah rumah bagi ular albino yang umumnya juga dapat ditemukan di tempat lain di Jepang. Ular putih ini tidak berbahaya yang dapat tumbuh sepanjang 1,8 m, dan secara resmi ditetapkan sebagai harta nasional. Taman Kikko, di seberang Jembatan Kintai di Iwakuni adalah tempat untuk melihat ular yang dianggap sebagai simbol dari Benten, salah satu dewa dari tujuh dewa keberuntungan (Shichifukujin). Taman ini buka dari pukul 9 pagi sampai jam 5 sore, dan tidak hanya berisikan ular, namun pula terdapat kuil Kikko, museum seni Iwakuni, dan museum Kikkawa.

Ular putih di Jepang dianggap membawa keberuntungan dan dapat mengundang kekayaan sehingga beberapa orang biasa menyelipkan sedikit kulit ular di dalam dompet atau tas mereka, bahkan memakai dompet yang terbuat dari kulit ular.


Referensi:
Opler, Morris Edwar.1945.Japanese Folk Belief Concerning The Snake. Southwestern Journal Of Anthropology. Vol 1 No 2 (Summer, 1945) Pp. 249-259.

Jumat, 07 September 2018

Tahukah kamu, makna ular di negara jepang

  Makna Ular Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

Ular

Menurut Robert N. Bellah (1992: 81) sistem kepercayaan dalam masyarakat Jepang mempunyai dua konsep dasar dalam pandangannya mengenai ketuhanan. Yang pertama adalah Tuhan sebagai suatu jenis identitas yang lebih tinggi dari segala yang ada yang berfungsi memelihara, memberikan perlindungan, berkat dan cinta kepada para pemeluknya. kehidupan beragama di Jepang kaya dan beragam, dengan sejarah panjang interaksi antara sejumlah tradisi keagamaan. Sebagian besar fitur individual agama Jepang tidak unik; kekhasan agama Jepang terletak pada total pola berinteraksi tradisi.

Agama di Jepang adalah untuk meninggikan dan melestarikan alam. Alam adalah peninggalan leluhur dan pemberi kehidupan bagi anak cucu, dan merupakan tempat tinggal roh-roh. Pohon di jaga oleh dewa gunung, sehingga air dapat mengalir ke desa untuk kehidupan anak cucu manusia di desa. Binatang buruan juga di jaga oleh dewa gunung, juga untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu, alam adalah sesuatu yang sangat penting dilestarikan oleh manusia dan dewa. Keselamatan alam dan harmoni untuk kehidupan adalah sesuatu yang paling penting dalam pandangan beragama Jepang.

1. Makna Ular Dalam Agama Shinto
Ular dipandang sebagai dewa gunung, kadang-kadang objek yang dijadikan objek pemujaan dalam kepercayaan Shinto sebuah kuil shinto adalah gunung yang berbentuk ular, yang juga dipercaya muncul dalam wujud seekor ular. Hal ini menjelaskan kenapa ular biru Karena ular dipercaya dapat mengontrol air, yang mana bermanfaat untuk menghasilkan panen yang bagus, ular pun dipuja oleh para petani sebagai dewa air sebaik dewa pertanian. Selain itu, ular dianggap sebagai penjaga rumah karena memakan tikus dan hewan-hewan kecil pengganggu lainnya. Setelah pengenalan kalender Cina pada abad ke-6, ular menempati salah satu simbol hewan di urutan keenam dari dua belas shio. Orang-orang menghitung hari dan tahun dengan menggunakan nama dari hewan-hewan ini. Tradisi ini masih hidup hingga sekarang.

Bukti awal dari kepercayaan ular di Jepang dapat ditelusuri kembali pada pertengahan zaman jomon. Yoshino (2000-2001) berpendapat bahwa ular pada masa itu memiliki kekuatan, dianggap pula sebagai dewa leluhur, bukan dewa tingkat rendah seperti dewa air. Dalam dokumen sejarah yang tertulis pada tahun 700an disebutkan bahwa dewa sering digambarkan dalam wujud ular. Sebuah mitologi dari pulau Miyako, prefektur Okinawa menggambarkan ular besar sebagai pembuat pulau. 

Ular adalah salah satu dari hewan yang dianggap sebagai dewa, pembawa pesan dewa, atau mushi ( makhluk kuat yang berumur panjang dan mempunyai kendali untuk seluruh wilayah). Jika berani menyerang atau menyakiti ular, dipercaya hewan itu akan mendatangkan malapetaka atau kerugian bagi orang tersebut, keluarga ataupun penduduk desa. Lewat kepercayaan ini lah masyarakat Jepang umumnya tidak mengganggu ular dengan menjaga habitat mereka. 

Secara khusus ular dipercaya untuk berhubungan dengan gunung, hutan, sungai dan badan air lainnya. Hebi jinja (kuil ular) di prefektur Tochigi menunjukkan ular sebagai seorang dewi air. Di distrik Yunosawa, kota Murayama, prefektur Yamagata, ular ditemukan di tanah pertanian atau area perumahan di percaya berhubungan dengan dewa hujan/ angin dan dikatakan bahwa tabu membunuh ular.

2. Makna Ular Dalam Agama Budha 
Di sisi lain ular-ular dianggap sebagai renkarnasi dari orang-orang yang telah mati. Ular dipercaya sebagai simbol kekuatan dari orang-orang yang mati, dan simbol dari ketakutan dan pemujaan. Kadang-kadang seorang hantu yang mempunyai dendam dipercaya muncul sebagai bentuk dari ular.

Dikatakan bahwa jika seseorang membunuh mamushi jepang, maka semua mamushi yang tinggal di gunung akan datang membunuh orang tersebut. Oleh karena itu, orang tidak membunuh mamushi di gunung. Menurut Yanagita dalam Sasaki (2009: 477) mengatakan seseorang membunuh yamakagashi dan anaknya menjadi sakit. Menurut cenayang, ular yang ia bunuh adalah reinkarnasi dari nenek moyang keluarganya dan telah mengamati keluarganya.

Ular Budha yang dapat kita identifikasikan berbeda kaitannya dari tradisi yang telah didiskusikan, alih-alih didasari oleh reinkarnasi. Cerita di dalam tradisi cendrung terfokus pada biksu, tetapi wanita dari waktu ke waktu juga diasumsikan sebagai tokoh protagonis.

Ular sering menjadi utusan Benten (dewi ular). Benten adalah dewi cinta, kecantikan, kefasihan, kebijaksanaan, seni dan musik, pengetahuan, nasib baik, dan air. Benten menganggap ular adalah suci. Benten sering digambarkan dalam karya seni di kelilingi oleh ular putih atau menggunakan mahkota ular putih. Bahkan ular hampir selalu dikaitkan dengan Benten. Pada hari-hari penting untuk ular di Jepang, dapat ditemukan banyak festival di berbagai kuil didedikasikan untuk Benten.

3. Makna ular dalam mitos
Banyak mitos-mitos atau cerita rakyat tentang ular di Jepang. Mitos tentang ular di Jepang biasanya berisi cerita tentang ular berubah menjadi wanita yang jatuh cinta kepada manusia, seorang manusia yang telah menolong seekor ular kemudian ular membalas budi, manusia yang berubah menjadi ular akibat kesalahannya, dan sebagainya.

Masyarakat Jepang percaya bahwa setiap mitos atau cerita rakyat mempunyai makna tersendiri. Sebagian besar mitos ular di Jepang bermakna negatif, seperti berbahaya dan pendendam.

4. Makna Ular Dalam Karya Seni Tato
Ular adalah salah satu hewan yang dianggap memiliki karakter negatif. Meskipun tradisi Jepang selalu kosong dari representasi Alkitab ular sebagai dosa asal itu masih memiliki konotasi negatif yang terkait dengan itu. Ular dapat dilihat dalam desain tato tubuh sepenuh baju dalam budaya Jepang. Meskipun ular ini dimaksudkan untuk menggambarkan karakter negatif namun sekarang dipandang sebagai sesuatu yang "cool" oleh pemuda masa kini.

Master tato Jepang dikenal oleh seluruh dunia untuk keterampilan mereka yang tinggi. Namun ironisnya , irezumi  tato sering dicerminkan memiliki citra negatif karena digunakan sebagai hukuman bagi penjahat di masa lampau. Selama periode Meiji (1868-1912), pemerintah Jepang ingin memberikan kesan yang baik bagi dunia Barat maka tato pun dilarang. Pada tahun 1948, pemakaian tato diperbolehkan namun citra buruk dari irezumi tidak bisa dihapuskan karena ada kaitannya dengan yakuza. Bahkan sekarang, banyak pemandian umum, kolam renang atau jangan onsen memungkinkan orang dengan tato untuk masuk.

Menurut Asosiasi Tato Jepang, sekarang hanya tinggal 300 seniman irezumi saja yang ada di Jepang.Salah satu penyebabnya, pada tahun 2012, walikota Osaka memulai kampanye untuk memecat pejabat yang memiliki tato. Hal ini dinilai sebagai tindakan diskriminasi yang mencegah seniman tato melanjutkan tradisi irezumi di Jepang. Ular seperti yang kita ketahui menyimbolkan banyak hal. Pertama adalah wali dan pelindung dari bencana, kemalangan dan penyakit. Kedua, simbol dari kebijaksanaan dan pelingdung manusia dari hasil keputusan yang buruk.Mengingat ular dapat berganti kulit, hal tersebut menyimbolkan untuk kesembuhan dan kebangkitan. Pergantian kulit juga merupakan simbol dari kekuatan pria dan kesucian wanita.

Secara tradisional, tato Jepang awalnya digunakan sebagai penanda dari status sosial serta simbol spiritual yang sering digunakan dalam rangka perlindungan serta melambangkan pengabdian. Seiring waktu, tato dalam budaya Jepang dikembangkan sebagai bentuk hukuman yang sama dengan apa yang diberlakukan di Roma, yang mana tato ini digunakan untuk para tahanan perang, penjahat, dan budak sebagai penanda status mereka dalam masyarakat supaya langsung dikenali. Akhirnya praktek pentatoan seperti itu berangsur pudar dan tato kembali sebagai simbol status di antara kelas pedagang yang dinilai cukup menarik.

Setelah Perang Dunia II, keberadaan tato dilarang oleh Kaisar Jepang dalam upaya meningkatkan citra positif Jepang di mata Barat. Tato di Jepang dinyatakan sebagai bentuk pelanggaran hukum kala itu, tapi hal ini tidak menurunkan minat orang asing yang begitu tertarik akan keterampilan seniman-tato Jepang dan ikut melestarikan praktek irezumi yang dikenal sudah memiliki sejarah panjang. Adanya hubungan antara tato tradisional Jepang dan penggunanya yang kebanyakan pelaku kriminal pada masa lampau menyebabkan tradisi pemakaian tato ini banyai diadopsi oleh Yakuza, alias mafia Jepang. Hal ini juga sebagai upaya memperomosikan estetika tato tradisional Jepang yang bagi kaum Yakuza sangatlah keren.

Saat ini banyak orang yang bangga mengenakan tato gaya Jepang atas dasar keindahan, nilai artistik, dan juga sekaitan makna yang terkandung dalam desain tato itu sendiri. Sebagai desain tato tradisional Jepang, ular mempunyai makna yang mewakili fungsi penting dalam kehidupan. Selain bermakna perlindungan dari penyakit, bencana, dan nasib buruk. tato ular juga meepresentasikan kebijaksanaan dan perlindungan, terutama agar terhindar dari hasil keputusan yang buruk. Ular juga melambangkan regenerasi, penyembuhan, dan obat-obatan seperti yang dihormati dalam budaya Jepang serta berhubungan dengan ritual dan pengobatan. Kemudian sebagai simbol keberuntungan. 

Tato ular Jepang mempresentasikan kefeminiman yang bersifat ilahi atau atribut suci wanita. Hal ini dulu dianggap sama dengan cara ular berganti kulit, seorang wanita dapat mangambil atribut positif milik lelaki. Kelihatannya ada sedikit diskriminasi gender, tetapi ya seperti itulah jepang kuno.


Referensi:
Kelsey, W Michael. 1891. Salvation of the Snake; The Snake of Salvation :Buddhist-Shinto Conflict and Resolution. Japanese Journal of Religious Studies.8, 86-111.