Alam Semesta

Alam semesta ini sangat luas, banyak miliyaran bintang-bintang di luar angkasa. Ingin sekali menjelajah antar bintang dengan menggunakan pesawat pribadi. Untuk mengetahui ciptaan allah yang maha besar ini

Arsip Info

Selasa, 07 Agustus 2018

Inilah tips saat terjadi peristiwa bencana alam

Bencana alam
Bencana alam merupakan suatu fenomena alam yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung mengganggu kehidupan manusia. Dalam hal ini, bencana alam dapat menyebabkan kerugian bagi manusia baik secara materi, non materi bahkan jiwa.

Bencana alam merupakan peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan penderitaan luar biasa pula bagi yang mengalaminya. Bahkan, bencana alam tertentu menimbulkan banyak korban cedera maupun meninggal dunia.

Bencana alam juga tidak hanya menimbulkan luka atau cedera fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis atau kejiwaan. Hilangnya harta benda dan nyawa dari orang-orang yang dicintainya, membuat sebagian korban bencana alam mengalami stress atau gangguan kejiwaan. Hal tersebut akan sangat berbahaya terutama bagi anak-anak yang dapat terganggu perkembangan jiwanya.
 
Berikut ini adalah tips jika terjadi bencana alam di sekitar anda.

Jika terjadi bencana banjir/kebakaran/tanah longsor
  • Amankan diri anda terlebih dahulu, lalu amankan keluarga anda. Amankan rumah anda dengan mematikan listrik, kompor, air, dan keluarlah dari rumah dengan membawa tas siaga bencana yang telah anda persiapkan.
  • Beritahukan kepada seluruh keluarga dan masyarakat. Umumkan lewat pengeras suara di tempat ibadah, bunyikan kentongan dan beduk di pos-pos ronda dan masjid dengan ketukan tiga kali berirama secara terus-menerus.
  • Hubungi pihak berwajib melalui telepon atau radio genggam.
  • Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba di lokasi bencana. Berikanlah pertolongan sesuai dengan kemampuan anda. Prioritaskan korban yang mengalami luka serius.
  • Jangan mengganggu kerja aparat yang sedang memberikan bantuan dan mengevakuasi korban.
  • Tetap waspada akan bahaya susulan. Selamatkan diri anda dan keluarga ke tempat aman atau lokasi pengungsian. Jangan kembali ke tempat bencana.
  • Dengarkan informasi tentang perkembangan situasi melalui radio. Jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pihak pemerintah atau aparat yang berwenang.
Jika terjadi bencana gempa bumi
  • Merunduk, Lindungi Kepala dan Bertahan di tempat aman. Beranjaklah beberapa langkah menuju tempat aman terdekat. Tetaplah di dalam ruangan sampai guncangan berakhir dan anda yakin telah aman untuk keluar. Menjauhlah dari jendela.
  • Jika anda sedang di tempat tidur, tunggu dan tetaplah di sana sampai gempa mereda, lindungi kepala anda dengan bantal.
  • Jika anda berada di luar ruangan, carilah titik aman yang jauh dari kemungkinan rubuhnya bangunan, pohon, dan kabel. Rapatkan badan anda ke tanah.
  • Jika anda di dalam mobil, melambatlah dan kemudikan mobil anda menuju titik aman, keluarlah dari kendaraan dan lakukan evakuasi.
  • Beritahukan kepada seluruh keluarga dan masyarakat. Umumkan lewat pengeras suara di tempat ibadah, bunyikan kentongan dan beduk di pos-pos ronda dan masjid dengan ketukan tiga kali berirama secara terus-menerus.
  • Periksalah diri anda, apakah ada yang terluka. Lindungi diri anda dari bahaya selanjutnya dengan memakai celana panjang, baju lengan panjang, sepatu, dan sarung tangan.
  • Tolonglah orang lain yang luka. Berikan pertolongan pertama terhadap korban cedera serius.
  • Jika terjadi kebakaran. Carilah pemadam api. Matikan gas jika anda mencium bau gas atau jika menurut anda gas tersebut mengalami kebocoran.
  • Hidupkan radio untuk mendengarkan instruksi dan informasi.

7 Kesulitan yang dihadapi ketika gempa bumi

Gempa bumi
Bencana alam dapat terjadi setiap saat dan tanpa peringatan sama sekali. Ketika terjadi bencana, bisa dipastikan kita berada dalam keadaan shock atau panik. Kepanikan ini dapat membuat situasi semakin buruk.

Berbagai sejarah bencana alam yang pernah terjadi di indonesia adalah wilayah yang rawan bencana. Setiap kali terjadi bencana alam, setiap kali pula kejadian tersebut menimbulkan banyak korban jiwa. Banyak korban jiwa pada setiap bencana alam pada umumnya disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat bagaimana cara bertindak ketika terjadi gempa bumi.

Gempa bumi terjadi pada saat batuan di kerak bumi mengalami tekanan yang sangat hebat oleh pergerakan lempeng-lempeng. Sebagian besar terjadi ketika dua lempengan di kerak bumi saling bergesekan. Lempengan yang dimaksud yaitu lempeng samudra dan lempeng benua. Ketika lempeng saling bergesek dan bertumbukan, akan menghasilkan gelombang kejut yang kita rasakan sebagai gempa bumi. Gempa bumi antara lain bisa disebabkan karena pergeseran dan pergerakan lempeng tersebut dan bisa juga karena aktivitas gunung api. Gempa bumi dapat terjadi dengan tiba- tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

Dalam setahun, gempa bumi dapat terjadi hingga jutaan kali akibat dari pergerakan lempeng bumi yang sangat aktif. Akan tetapi, getarannya tidak terasa oleh manusia yang ada di atas permukaan bumi. Gempa bumi yang dirasakan oleh manusia hanya puluhan kali pada setiap tahunnya dan akibatnya dapat merusak bangunan yang ada di atasnya. Kekuatan gempa bumi diukur dengan skala Richter. Skala Richter diukur mulai dari 1 (getaran ringan) sampai dengan 9 (getaran merusak).

Ini adalah kesulitan-kesulitan pada saat terjadi gempa bumi, sebagai peringatan untuk anda.

1. Kesulitan mendapatkan informasi
Setelah terjadi gempa bumi, selama beberapa hari ponsel sulit tersambung dan internet susah diakses. Kesulitan lainnya adalah terputusnya aliran listrik sehingga baterai ponsel tidak dapat diisi. Kesulitan ini membuat banyak orang tidak mengetahui info tentang apa yang terjadi saat itu, serta tidak dapat menghubungi keluarga dan teman-teman.

2. Pemadaman listrik
Di beberapa daerah, listrik sudah hidup kembali keesokan harinya. Tetapi di daerah yang terkena dampak parah, listrik baru hidup kembali setelah satu minggu. Pemadaman ini membuat masyarakat khawatir karena melewatkan malam yang gelap gulita.

3. Pemutusan air 
Di banyak daerah, air keran terputus selama beberapa hari sampai satu minggu. Orang-orang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan lainnya.

4. Toilet tidak dapat digunakan
Karena air keran terputus orang-orang mengalami kesulitan menggunakan toilet. Ada yang menggunakan sisa air mandi untuk toilet.

5. Pemutusan gas
Gas terputus di hampir seluruh daerah. Untuk memulihkannya, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Karena itu orang-orang kesulitan untuk masak, menghidupkan pemanas, dan mandi.

6. Kekurangan makanan
Orang-orang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan. Walaupun sudah ikut antrian panjang, bahan makan yang dapat dibeli hanya sedikit karena dibatasi.

7. Alat transportasi tidak beroperasi
Kereta listrik, kereta Shinkansen dan kereta bawah tanah tidak beroperasi beberapa hari, serta jumlah bus yang beroperasi pun dikurangi. Karena kekurangan bensin, mobil dan motor tidak dapat digunakan. Saat itu, pengguna sepeda bertambah banyak.

Selasa, 17 Juli 2018

7 Faktor pertimbangan memilih perguruan tinggi

Mahasiswa
Seseorang lulusan SMA berkeinginan untuk melanjutkan studi, jelaslah siswa tersebut mempunyai tujuan. Dalam benaknya terdapat gambaran masa depan yang dipandang terbaik, misalnya menjadi dokter, manajer, gusu, dan sebagainya. Tujuan dapat terwujud bila telah menyelesaikan studi. Oleh karena itu, lulusan SMA mempunyai tujuan yang ingin dicapai, yaitu kuliah di perguruan tinggi. Keputusan untuk memilih perguruan tinggi mana yang akan dimasuki, merupakan realisasi dari pencapaian tujuan.

Setelah tujuan ditetapkan, segala daya dan upaya dicurahkan guna mencapai tujuan. Namun, tak setiap orang bisa meraihnya. Seringkali terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Bagi lulusan SMA yang bertujuan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, akan timbul masalah bila belum mendapat perguruan tinggi yang diharapkan, misalnya perguruan tinggi negeri. Karena terbatasnya daya tampung PTN, maka lulusan SMA perlu bersikap realistis dengan melakukan pembatasan masalah pada tujuan utama yang ingin dicapai yaitu melanjutkan studi. Dengan menganalisis masalah secara mendalam, maka dapat dilakukan pemecahan masalah dengan mencari
jalan keluarnya.

Pada kenyataannya, menentukan pilihan memiliki banyak dimensi dan dampak. Memilih merupakan bagian dari suatu upaya pemecahan masalah sekaligus sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. Dampak penetapan pilihan akan membawa pengaruh jangka pendek/panjang, baik berupa keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung. Demikian juga, memilih perguruan tinggi merupakan keputusan yang akan berdampak pada masa depan seseroang.

Sebelum calon mahasiswa memilih perguruan tinggi untuk dimasuki, biasanya mereka memiliki beberapa faktor yang dijadikan dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan. Pada umumnya kriteria yang dipilih meliputi status akreditasi, citra, fasilitas fisik, biaya, mutu dosen, mutu lulusan, prospek, dan sebagainya.

1. Minat
Faktor utama yang harus anda pertimbangkan adalah minat. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi andalah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda.

2. Biaya
Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya, mulai dari pendaftaran, biaya praktikum, biaya KKN, dan sebagainya. Selain itu masih perlu dipikirkan biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan lain-lain. Sebelum mendaftar ke perguruan tinggi, perlu ditanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di perguruan tinggi yang bersangkutan. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Hal yang demikian perlu diperhitungkan jika tidak ingin gagal.

3. Status akreditasi
Status akreditasi sering digunakan sebuah perguruan tinggi, negeri maupun swasta, untuk mengiklankan dirinya. Status akreditasi menunjukkan mutu atau kinerja suatu perguruan tinggi dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini diberikan oleh Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan, seperti fasilitas pendidikan, perbandingan dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan sebagainya. Namun demikian, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini dan tampaknya banyak perguruan tinggi yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut.

Perlu diketahui bahwa status akreditasi diberikan kepada suatu program studi di suatu perguruan tinggi dan bukan kepada perguruan tinggi yang bersangkutan. Jadi perlu dipahami bahwa sebenarnya tidak dikenal istilah perguruan tinggi yang terakreditasi, melainkan terdapat satu atau lebih program studi di suatu perguruan tinggi yang terakreditasi. Dimungkinkan, suatu perguruan tinggi memiliki 3 program studi, satu di antaranya terakreditasi A, sedangkan dua lainnya belum atau memperoleh akreditasi C. Tidak benar jika perguruan tinggi tersebut menyebut atau mengiklankan dirinya sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi A.

4. Jalur dan jenjang pendidikan
Berapa lama seorang mahasiswa menghabiskan waktu di bangku kuliah? Selain ditentukan oleh kemampuan mahasiswa tersebut, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang diambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu.

Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 dan 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan.

Perlu diketahui bahwa jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun sekarang ada program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Hal ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya ke jenjang yang lebih tinggi.

5. Gelar dan sebutan
Setelah lulus dari perguruan tinggi, seseorang akan mendapat ijazah dan gelar akademis, seperti Sarjana Sains (S.Si), Sarjana Pendidikan Sains (S.Pd.Si.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Ekonomi (SE), dan lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana). Sedangkan bagi yang menempuh jenjang atau jalur profesional (jenjang diploma) tidak memperoleh gelar akademis melainkan sebutan profesional, seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi.

6. Fasilitas pendidikan
Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses pembelajaran yang baik. Fasilitas pendidikan pada suatu perguruan tinggi lebih pada ketersidiaan dan kelengkapan laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio, dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya, tetapi juga diharapkan dapat menerapkannya di lapangan. Terlebih untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada keterampilan. Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang perlu perhatikan. Boleh saja suatu perguruan tinggi memasang foto-foto gedungnya yang megah atau laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya untuk mencoba menanyakan kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut.

7. Kualitas dan kuantitas dosen
Perkembangan suatu perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa perguruan tinggi tersebut. Bagi PTS, banyaknya mahasiswa sering menjadi indikator utama berkembangnya PTS tersebut karena mahasiswa sebagai sumber utama, bahkan mungkin satu-satunya sumber pendapatan. Dari mahasiswalah, suatu PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas, seperti memperbesar uang gedung dan uang kuliah, maupun kuantitas, seperti dengan menerima sebanyak mungkin mahasiswa.

Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya perbandingan antara dosen tetap dan mahasiswa adalah 1 : 30 untuk bidang sosial dan 1 : 25 untuk bidang ilmu alam. Sering, faktor ketercukupan dosen tetap merupakan masalah utama suatu PTS. Mereka mungkin membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebelum mendaftar, seorang calon mahasiswa perlu mengetahui banyaknya dosen tetap di suatu perguruan tinggi. Perhatikan juga berapa dosen yang bergelar S2, S3, atau yang sudah bergelar profesor. Bagaimanapun juga kualitas mahasiswa sangat ditentukan oleh kualitas keilmuan mereka.

Senin, 16 Juli 2018

4 Sebab maraknya perdukunan

Dukun

Dukun atau yang sering juga disebut dengan ‘orang pinter’, adalah suatu profesi yang tidak asing kedengarannya di telinga masyarakat Indonesia pada umumnya. Walaupun nama atau istilahnya berbeda antar satu daerah dengan yang lainnya, dukun adalah profesi yang sangat popular masyarakat. Keterlibatan mereka dalam kehidupan masyarakat selama ini sangat kuat. Bagi orang yang belum pernah berinteraksi dengan dukun secara langsung, atau minta bantuannya dan memanfaatkan jasanya, umumnya mendengar profesi perdukunan ini dari radio atau dari mulut ke mulut, membaca iklan di majalah, tabloid, koran atau buku-buku, atau pernah melihat sosok di antara dukun yang bertebaran dalam tayangan layar kaca atau televisi.

Keberadaan dukun secara fungsional masih tetap dibutuhkan: Dalam kehidupan sosial di kota Madya Ujung Pandang, fungsi sistem media kedukunan masih tetap dibutuhkan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap dukun tetap berlangsung seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa dukun masih dianggap fungsional sehingga masyarakat tetap memiliki kepercayaan terhadapnya.

Maraknya perdukunan disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
 
1. Lemah iman dan kurangnya pemahaman agama
Lemah iman (kurangnya keyakinan bahwa Allah adalah tempat meminta segala keperluan) adalah faktor utama bagi seseorang untuk mencari alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi Islami dan tepat untuk menyelesaikan masalah. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).

2. Membungkus dunia perdukunan dengan agama
“Kami tak melakukan apa-apa, hanya berdoa kepada Allah, dan atas ridhaNyalah doa kami itu terkabul”, tutur seorang paranormal di sebuah media. Ungkapan di atas dan semisalnya adalah ucapan klise yang sering keluar dari mulut paranormal/dukun. Mereka berlindung di balik kata “doa” dan nama “Allah” untuk mengelabui orang dan meyakinkan bahwa kemampuan yang dimilikinya itu adalah pemberian dari Allah dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Untuk membantah syubhat (kerancuan) ini, perhatikanlah firman Allah: “Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan (izzah) Engkau,aku akan menyesatkan mereka semuanya’.”( Shad: 82). Iblis makhluk yang telah nyata kekafirannya kepada Allah (Al-Baqarah: 24) menggunakan sifat Allah (Al-Izzah) dalam bersumpah. Maka bukan suatu hal aneh jika mereka menggunakan nama Allah, membaca (potongan) ayat-ayat Al-Qur’an sebagai mantera.

Penggunaan simbol-simbol agama bukan ukuran kebenaran. Bukankah iblis yang menggunakan sifat Allah ketika bersumpah tidak menjadi pembenaran bahwa ia sesungguhnya tidak sesat dan menyesatkan. Selain itu, mereka mengatakan bahwa ilmu yang diberikan berdasar pada agama (Al-Qur’an). Tapi pada saat yang sama, mereka juga memberikan syarat, azimat dan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an atau tidak diajarkan oleh Al-Qur’an.

3. Ajaran Sufisme
Ajaran Sufisme mempunyai andil dalam memupuk mistikisme. Lipstik agama yang membungkus ritual sufisme banyak mengelabui umat. Cerita-cerita mistik tentang hal-hal ghaib Allah, malaikat, jin banyak mewarnai ajaran mereka.

4. Animisme, Dinamisme, Sinkretisme
Kepercayaan masyarakat yang suka mistik adalah sisa-sisa pengaruh dari ajaran anismisme, yakni kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami semua benda dan dinamisme, yakni kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia- kemudian ajaran Hindu (tentang roh dan dewa-dewi). Termasuk budaya sinkretisme yang mencampuradukkan ajaran berbagai agama untuk mencari penyesuaian.

Kamis, 12 Juli 2018

6 Penyebab orang percaya pada dukun

dukun
Manusia dalam menghadapi berbagai permasalahan memilih jalan keluar yang rasional, ada pula yang irasional. Jalan yang rasional tentu dilakukan berkaitan dengan melalui cara berpikir logis dan empiris. Namun fakta sosial menyatakan bahwa masyarakat banyak mencari hal-hal mistis. Salah satu nya mereka mencari jalan keluar permasalahan hidupnya melalui pertanyaan atau paranormal. Agama seringkali menjadi salah satu jalan keluar dari berbagai persoalan tersebut. Walau begitu, tak sedikit pula yang bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri. Fenomena sebuah fakta sosial yang nyata terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, dari mulai pemilihan kepala desa, pencalonan anggota dewan, bupati, gubernur dan presiden tak bisa dilepaskan dari hal tersebut.

Masyarakat memiliki reaksi yang bersifat menggunakan warisan sistem budaya dan ada pula yang bereaksi dengan yang tidak tersistem. Warisan sistem budaya dalam kaitannya dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah warisan budaya mengenai kepercayaan masyarakat terhadap dukun. Jika dihubungkan dengan kepercayaan terhadap dukun yang memang telah menjadi tradisi dari nenek moyang maka dapat dipahami bahwa masyarakat yang masih memiliki kepercayaan terhadap dukun saat ini adalah mereka yang tetap mempertahankan warisan sistem budaya yang telah terinternalisasi dalam individu di masyarakat.

Secara umum status paranormal dan dukun dalam kacamata masyarakat awam Indonesia dipandang sebagai sebuah status sosial yang terhormat dan bergengsi. Hal tersebut terlihat dari maraknya kalangan pejabat, pengusaha kecil, konglomerat, pedagang asongan, petani, nelayan, kaum pelajar, politikus hingga pelacur, untuk melancarkan usahanya datang ramai-ramai ke paranormal, dukun atau kyai karomah.

Terdapat beberapa faktor penyebab mayoritas masyarakat Indonesia mempercayai dukun, yaitu: 
1. Akar budaya Indonesia. keyakinan yang dianut masyarakat nusantara sebelum masuk agama Islam adalah agama Hindu, Budha, Animisme, dan Dinamisme.
2. Mereka tidak berpegang teguh kepada akidah yang benar ditambah jauhnya mereka dari ilmu agama dan para ulama rabbani.
3. Kurang sabar dalam menerima ujian kemiskinan, baik yang menimpa para dukun maupun pasiennya.
4. Banyak kalangan bisnisman dan elit politik yang memanfaatkan jasa dukun dan paranormal untuk kelancaran usaha dan politiknya, sehingga mereka menjadi panutan orang-orang awam untuk mendatangi para dukun karena ngiler dengan kesuksesan dan keberhasilan mereka.
5. Jalan pintas untuk mencapai kesuksesan ini dianggap paling mudah dan ringan, apalagi setelah melihat banyak bukti dan beragam cerita dari orang-orang yang berhasil dalam waktu singkat dengan
memanfaatkan jasa paranormal. 
6. Pemerintah yang terkesan membiarkan, bahkan cenderung mendukung praktik perdukunan, karena tidak ada sanksi tegas dan hukuman yang jelas buat mereka yang menyesatkan umat dunia. Mereka
menjadikan orang pintar, paranormal, dukun, tabib dan sebagainya sebagai tempat bertanya, tempat mengadu, tempat mencurahkan segala keluh kesah dan tempat bersandar serta bergantung layaknya seperti tuhan; kesembilan, mayoritas masyarakat lebih percaya terhadap wejangan dukun ketimbang para ulama yang memahami Al-Quran dan As-Sunnah.

Jumat, 29 Juni 2018

Rahasia dan kepercayaan mistis di hutan wonosadi

Hutan wonosadi
Masyarakat pemangku adat Hutan Wonosadi utamanya adalah warga dusun Duren dan Sidorejo yang termasuk dalam wilayah Desa Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Beji terdiri 14 pedusunan, selain dua yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu: Tungkluk, Serut, Ngelo Kidul, Ngelo Lor, Beji, Grojogan, Banaran, Bejono, Bendo, Tegalrejo, Daguran Lor dan Daguran Kidul. Dusun-dusun tersebar di antara tanah perbukitan dan di antaranya berbatu-batu besar.

Wilayah hutan Wonosadi terdiri dari kurang lebih seluas 25 ha hutan inti. Tanah ini merupakan tanah negara dan berstatus sebagai Tanah Oro-Oro. Wilayah hutan bahkan sedang diajukan untuk menjadi Hutan Adat. Pengajuan dilakukan kepada Menteri Kehutanan melalui Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah hutan inti didukung oleh wilayah hutan penyangga yang merupakan hutan rakyat seluas kurang lebih 25 ha (sumber lain mengatakan luas hutan penyangga adalah 28,7 ha) yang terdiri dari 15 ha berada di wilayah Dusun Duren dan 10 ha berada di wilayah Dusun Sidorejo. Wilayah hutan penyangga ini merupakan tanah hak sehingga masyarakat berhak untuk menanami dan mengelolanya sendiri meskipun tetap dalam koordinasi dengan pengelola hutan karena keberadaannya sangat mendukung hutan inti. Selebihnya adalah hutan produksi yang dikelola masyarakat yang berupa sisa lahan dari luas wilayah 725,88 ha.

Mengenai nama Wonosadi ada beberapa tafsir. Wonosadi, asal katanya Wonosandi, yang terdiri dari kata wono yang artinya hutan dan sandi yang artinya rahasia. 

Tafsir tentang rahasia apa yang ada di hutan Wonosadi antara lain:

1. Rahasia Pertama. Hutan Wonosadi berasal dari hutan alam belantara yang luas. Ketika datang pelarian Majapahit yang hendak mencari wahyu kraton dan tempat pertapaan datanglah mereka di wilayah ini. Wilayah hutan diyakini dihuni oleh kawanan jin yang dipimpin Gadhung Melati. Ketika Rara Resmi dengan kedua putranya menemukan tempat ini, mereka harus bertarung dengan raja jin tersebut. Setelah kawanan jin kalah dari dua pangeran Majapahit ini, maka mereka bersama-sama hidup menunggu hutan Wonosadi. Hutan Wonosadi menjadi keramat bagi masyarakat sekitar.
2. Rahasia Kedua. Karena wilayah hutan menjadi tempat tinggal dan pertapaan orang-orang Majapahit, maka dimungkinkan di hutan ini disimpan pusaka-pusakn kraton Majapahit.
3. Rahasia Ketiga. Hutan Wonosadi dikenal mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati yang banyak. Berbagai jenis flora dan fauna hidup di sini. Oleh karenanya ia menjadi pusat studi berbagai ilmu seperti biologi, kehutanan, dan lainnya. Kekayaan tanaman obat sangat dikenal masyarakat sejak dulu. Bila ada orang melahirkan atau sakit lainnya, maka dianjurkan mengambil tanaman obat di sini. Mbah Ongoloco dikenal dengan jiwa penolongnya. Karena fungsi obatnya ini hutan Wonosadi dikenal dengan Wono Usodo (hutan penyembuhan). Rahasia yang ketiga inilah yang paling dipahami masyarakat.

Pernik-pernik mitologis ini masih hidup sampai sekarang. Rahasia hutan masih menjadi pertanyaan. Banyak tafsir dikemukakan mengenai rahasia ini. Ada tafsir yang mengatakan bahwa rahasia yang dimaksud adalah kekayaan obat-obatan. Tafsir yang lain adalah kemungkinan harta benda yang dibawa para nenek moyang dari Majapahit ketika melarikan diri kala itu. Tafsir yang lain lebih menunjuk pada keanehan-keanehan yang terjadi yang dirasakan masyarakat sampai saat ini.

Keangkeran hutan masih menjadi hal yang dipertimbangkan apabila anggota masyarakat akan melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan adat. Hal ini menyebabkan tidak adanya anggota masyarakat yang berani merusak hutan. Keberadaan Ki Onggoloco dan dimungkinkan juga raja jin Gadhung Melati memberikan aura tersendiri bagi eksistensi hutan. Beberapa pendapat dari narasumber penelitian menunjukkan masih berkembangnya kepercayaan ini. Tidak hanya dari para orang tua yang relatif masih mendapatkan cerita langsung dari para orang tua mereka, pendapat para pemuda pun tidak berbeda. 

Di bawah ini beberapa kepercayaan yang hidup di masyarakat yang menunjukkan ”kekuatan” mitologis hutan Wonosadi.

1. Munculnya suara dan angin dalam prosesi ritual Sadranan Wonosadi sebagaimana sudah dijelaskan di bagian atas. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa ada makhluk lain yang tinggal di hutan.
2. Dipercaya sering didengar suara tetapi tidak ada wujud.
3. Bahkan sampai sekarang masih diyakini adanya makhluk aneh yang sering merasuki raga manusia dan juga menunjukkan diri misalnya dalam foto yang terekam oleh pengunjung hutan. Gangguan-gangguan kepada pengunjung atau peneliti atau tamu yang lain juga sering terjadi.
4. Sangat diyakini, terlarang memanfaatkan kayu untuk dijadikan bangunan rumah. Hal ini akan menyebabkan rumah gampang lapuk, roboh atau terbakar. Keperayaan ini sangat dipegang teguh terutama oleh warga Duren. Masyarakat mempercayai pohon-pohon tersebut ada yang menunggu.
5. Kekeramatan hutan dirasakan masyarakat sampai sekarang. Salah satu sumber, forum.infojawa.org, menginformasikan bahwa pernah suatu saat masyarakat menebang pohon akasia karena dianggap banyak menyerap air sehingga diyakini mematikan mata air sekitarnya. Akan tetapi ketika batang-batang pohon dibawa dengan truk, enam ban truk yang membawanya meletus dan orang-orang yang membawanya cedera. Mungkin bisa saja dijelaskan bahwa barang bawaan truk tersebut terlalu berat, Tetapi mengapa harus enam ban sekaligus meletus menjadi bahan pertanyaan masyarakat. Percaya dan tidak percaya, mungkin itu yang dihadapi masyarakat sekarang yang sudah memikirkannya secara rasional.
6. Tidak hanya mengambil batang kayu, mengambil rumput pun dipercaya dilarang. Sebagian mereka mempercayai bila hal ini dilakukan maka ternak akan mati. Pernah suatu saat terjadi, ada keluarga yang mempunyai areal tegalan di dekat hutan, salah satu dari mereka memetik buah di hutan. Ternyata mereka, ibu dan anak-anaknya, diserang oleh segerombolan lebah. Meskipun mereka mengalami luka serius tetapi tidak sampai meninggal. Masyarakat memaknai ini sebagai peringatan karena dalam tahap tertentu serangan lebah yang hebat dapat menyebabkan kematian.
7. Hutan Wonosadi tidak mentolelir mereka yang berkeinginan jahat atau berbuat tidak senonoh. Sebagai contoh pernah ada pencuri yang merasa aman berlindung di hutan Wonosadi, tetapi ternyata malah secara lebih terang terlihat oleh warga sekitar. Pernah juga ada sepasang anak muda yang berasyik-masyuk (berpacaran) di wilayah hutan. Mereka ternyata masuk (”dimasukkan” oleh ”penguasa” hutan) ke areal perdu-perdu berduri dan mereka keluar dengan keadaan yang tidak mereka inginkan sebelumnya. Masyarakat memahami hutan sebagai tempat yang suci. Termasuk di dalamnya, hutan ini dianggap”tidak mau menerima” rabuk kotoran binatang.
8. Tentang perlindungan terhadap masyarakat, terdapat cerita mengenai seorang pencuri sapi di dusun Duren. Setelah mendapatkan seekor sapi, seorang pencuri membawa sapinya keluar dusun dengan memegangi talinya. Tetapi ternyata dalam perjalanan, sapi tersebut berubah menjadi seekor macan putih. Setelah itu tidak ada lagi pencuri yang berani masuk dusun.
9. Masyarakat mempercayai keberkahan lain. Bila ada warga (bahkan dari luar daerah) yang mempunyai keinginan yang kuat misalnya untuk mempunyai keturunan, menginginkan suatu jabatan, mereka bisa berdoa di Ngenuman dengan perantara Juru Kunci akan ”dimintakan” bantuan doa dari Mbah Onggoloco. Dan ketika keinginan terkabul, mereka disyaratkan untuk mengikuti Sadranan (istilahnya ”ngluwari” atau ”ngudari”) untuk menunjukkan kesyukuran karena keinginannya telah terwujud.

Masih banyak kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Di antara mereka yang berpikiran masih terbelakang, mungkin akan memahami hal tersebut sebagai kepercayaan semata. Meskipun demikian kepercayaan ini masih hidup bahkan sampai generasi muda sekarang ini. Mereka mengatakan antara percaya dan tidak percaya. Dalam perkembangannya warga memahami dalam konteks yang lebih rasional terkait dengan akibat dari adanya kepercayaan dan mitos-mitos tersebut. 


Referensi:
Plamondon, Ann L., 1979, Whitehead Organic Philosophy of Science, University of New York Press, Albany.
Sartini, 2009, Mutiara Kearifan Lokal Nusantara, Kepel Press, Yogyakarta
Heddy Shri Ahimsa-Putra, 2009, ”Model-model Analisis Data Kualitatif”, makalah dalam Pelatihan Metodologi Penelitian Kualitatif dan Metode Flsafat, Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta.

Rabu, 27 Juni 2018

Mitos gerhana matahari dan bulan pada zaman dulu

Fenomena gerhana matahari
Matahari dan bulan adalah benda langit yang akrab dalam pandangan manusia di bumi. Peredaran yang silih berganti dengan begitu teraturnya merupakan ketetapan dari sang Pencipta alam semesta, yakni Allah swt. Di antara peristiwa yang diakibatkan oleh dinamisnya pergerakan kedua benda tersebut adalah gerhana, baik matahari atau pun bulan. Gerhana bulan diakibatkan oleh pergerakan bulan yang memasuki bayangan inti bumi, sehingga cahaya bulan yang merupakan cahaya pantulan matahari tidak dapat terlihat dari bumi kita. Sedangkan gerhana matahari adalah peristiwa di mana fisik bulan menghalangi sinar matahari yang menuju ke bumi, sehingga matahari akan tidak nampak dari bumi.

Fenomena yang alamiah terjadi pada saat-saat tertentu di setiap tahun ini mendapat tanggapan yang berbeda dari masyarakat. Di antara mereka ada yang menghubung-hubungkan fenomena gerhana dengan kepercayaan-kepercayaan lokal yang tengah berkembang. Bahkan kejadian ini sering juga dikaitkan dengan kelahiran atau pun kematian seseorang, atau merupakan tanda akan terjadinya musibah yang akan menimpa penduduk setempat.

Gerhana yang sering kita jumpai, di mata masyarakat merupakan suatu peristiwa yang penuh dengan sesuatu yang berbau mitos. Dengan segala cerita yang berkembang turun-temurun, yang berawal pada gerhana yang terjadi pada saat Rasulullah SAW. Gerhana terjadi bertepatan dengan kematian seseorang, sehingga kemudian berkembang mitos yang semakin banyak sesuai dengan peristiwa yang terjadi bertepatan dengan terjadinya gerhana.

Gerhana dalam dimensi mitos pada orang-orang zaman dulu
Fenomena gerhana matahari maupun bulan telah biasa dialami oleh umat manusia sejak zaman dahulu kala. Sejalan dengan perkembangan intelektual dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, tanggapan terhadap terjadinya gerhana pun menjadi beragam. Pada zaman dahulu, keterbatasan intelektual, ilmu pengetahuan dan sejalan dengan keyakinan primitif manusia, setiap gejala alam selalu dikaitkan dengan kekuatan-kekuatan supranatural, mitos-mitos dan keyakinan keagamaan. Mitos-mitos yang muncul pada zaman dahulu, bahkan sebagian masih ada yang mempercayainya hingga sekarang ini.

Adapun mitos-mitos mengenai gerhana matahari antara lain:

1. Di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, ada sebagian kelompok masyarakat yang mempunyai kepercayaan bahwa gerhana yang terjadi karena adanya sesosok raksasa besar (Buto) yang sedang berusaha menelan matahari. Agar raksasa itu memuntahkan kembali matahari yang ditelannya, maka
orang-orang diperintahkan untuk menabuh berbagai alat, seperti kentongan, bedug, bambu atau bunyi-bunyian lainnya.
2. Kepercayaan lain bahwa matahari itu ketika beredar itu seperti dibawa dalam sebuah gerobak besar. Gerhana itu terjadi karena gerobak tersebut memasuki sebuah lubang dan kemudian keluar lagi.
3. Sebagian kalangan meyakini bahwa matahari dan bulan adalah sepasang kekasih, sehingga apabila mereka saling berdekatan, maka akan saling memadu kasih sehingga menimbulkan gerhana sebagai bentuk percintaan mereka.
4. Hingga kini masih ada sebagian masyarakat yang meyakini bahwa wanita yang sedang hamil diharuskan bersembunyi di bawah tempat tidur atau bangku saat terjadi gerhana matahari, agar bayi yang sedang dikandung lahir tidak dalam keadaan cacat (wajahnya hitam sebelah).
5. Masyarakat Cina sekitar 20 abad yang lalu mempunyai keyakinan bahwa gerhana matahari terjadi karena adanya seekor naga yang tidak terlihat oleh mata sedang memakan matahari. Kemudian mereka membuat kegaduhan dengan menabuh drum dan melepaskan anak panah ke langit. Hal ini dilakukan agar sang naga ketakutan dan sinar matahari akan muncul kembali. Pada suatu saat ada dua orang ahli perbintangan Cina yang bernama His dan Ho. Mereka tidak dapat memperkirakan datangnya gerhana. Kaisar yang berkuasa saat itu sangat marah karena ia tidak mempersiapkan apa-apa untuk mengusir sang naga. Meskipun akhirnya hari kembali terang, Kaisar tetap memerintahkan agar kedua astronom itu dibunuh karena dianggap telah gagal.
6. Di Asia Tengah, gerhana matahari yang terjadi tanggal 28 Mei 585 M mengakhiri perang dua negara timur tengah. Selama pertempuran, hari-hari menjadi gelap seperti malam. Gerhana menyebabkan kedua negara tersebut menyatakan perdamaian serta menghentikan pertempurannya.
7. Di Jepang, masyarakat setempat mempercayai bahwa racun telah jatuh dari langit selama terjadi gerhana matahari. Untuk mencegah racun itu jatuh ke dalam air, mereka menutupi seluruh sumur dan mata air selama terjadinya gerhana.
8. Di India, masyarakatnya mempercayai bahwa ada seekor naga yang bertanggung jawab atas terjadinya gerhana matahari. Selama gerhana, masyarakat di sana membenamkan diri mereka ke dalam air sampai sebatas leher mereka, dengan harapan matahari dapat mempertahankan dirinya dari Naga.

Mitos Mengenai Gerhana Bulan, antara lain:
1. Apabila terjadi gerhana bulan, sebagian masyarakat di Jawa mempercayai akan terjadinya bencana atau bala’ bagi orang-orang yang tidak mau menghalaunya. Hal yang biasa dilakukan ialah, bila sedang musim tanam, maka mereka akan ke sawah atau ladang untuk membangunkan tanaman-tanaman tersebut agar tidak menjadi korban keganasan makhluk yang tengah memakan bulan. Bagi mereka yang berternak, maka akan segera ke tempat peternakan dan membangunkan hewan-hewan ternak tersebut, agar selamat dari kejahatan gerhana. Serta masih banyak hal yang dilakukan masyarakat ketika terjadi gerhana bulan ini.
2. Bila terjadi peristiwa gerhana bulan di bulan Muharam, maka akan terjadi wabah penyakit yang dibarengi harga semua kebutuhan pokok manusia akan meningkat dan akan ada raja/pemimpin suatu negeri yang meninggal.
3. Bila kejadian gerhana bulan terjadi pada bulan Shafar, bermakna akan selama tiga bulan tidak akan turun hujan, yang diselingi oleh angin kencang.
4. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Rabiulawwal, bermakna sang raja/pemimpin negeri sedang bersusah hati tanpa diketahui oleh rakyat yang sedang berbahagia.
5. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Rabi’ al-akhir, bermakna akan ada wabah penyakit yang menimpa orang miskin.
6. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Jumadi al-awwal, berarti akan ada kebaikan yang seperti harga sandang pangan akan turun.
7. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Jumadi al-akhir, bermakna akan datang hujan dan akan banyak hewan peliharaan yang mati.
8. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Rajab, bermakna kebutuhan hidup akan mudah dan murah. Namun banyak manusia yang berselisih paham
9. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Sya’ban, bermakna akan datang wabah penyakit menular. Tapi harga sandang pangan akan turun dan mudah didapat.
10. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Ramadhan, bermakna akan datang musim hujan yang berkepanjangan disertai kilatan dan gemuruh guntur.
11. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Syawal, bermakna semua harga kebutuhan bahan pokok akan naik.
12. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Dzulqa’dah, bermakna banyak rakyat yang akan menderita akibat kerusuhan di dalam negeri.
13. Bila gerhana bulan terjadi pada bulan Dzulhijjah, bermakna akan ada kebaikan seperti akan selamat dan sejahtera bagi seluruh warga negeri.
14. Disarankan kepada anda untuk mandi di telaga pada waktu gerhana bulan, bermakna akan membuat wajah dan tubuh anda bersinar, sehingga membuat anda disayang semua orang.
15. Disarankan kepada anda untuk mandi sinar bulan purnama, bermakna akan menimbulkan kharisma pada diri anda.
16. Disarankan kepada anda untuk menyebutkan keinginan anda ketika bulan purnama, bermakna agar segala keinginan anda terlaksana.


Matahari dan bulan berada dalam takdir pengaturan Ilahi sangat teliti dan konsisten. Dengan pederadan masing-masing yang memiliki ketelitian sedemikian rupa, sehingga masing-masing tidak akan keluar dari garis edarnya, ataupun saling mendahului satu dengan yang lainnya. Tetapi, semuanya telah Allah atur silih berganti dan masing-masing, baik Matahari maupun Bulan bahkan semua benda-benda langit, pada garis edarnya saja yang telah Kami tentukan terus-menerus beredar tidak dapat menyimpang darinya.


Dilansir dari berbagai sumber

Sabtu, 23 Juni 2018

Misteri penemuan makhluk putri duyung


Dongeng tentang putri duyung (mermaid) sebagai makhluk setengah manusia (biasanya digambarkan sebagai putri cantik) dan setengah ikan telah dikisahkan sejak ribuan tahun lalu di berbagai penjuru dunia dengan berbagai variasinya. Tak ayal, hal ini sering menimbulkan tanda tanya, apakah putri duyung itu memang benar ada wujudnya, atau pernah ada, atau hanya sekedar mitos belaka. Pertanyaan semacam ini sering menimbulkan rasa penasaran bagi banyak orang hingga berkembanglah banyak cerita atau berita simpang siur yang kontroversial tentang hal ini.

Christopher Columbus dalam pelayarannya yang terkenal “menemukan” benua Amerika melaporkan bahwa ketika berada di perairan Haiti pada tanggal 8 Januari 1493 ia sempat melihat tiga “mermaid” muncul naik ke permukaan laut. Tetapi ia memberikan kesaksiannya bahwa “mermaid” yang disaksikannya itu ternyata wajahnya jauh dari kecantikan seorang putri seperti yang sering didongengkan. Kini orang menduga bahwa apa yang dilihat oleh Columbus itu kemungkinan besar adalah sepupu dugong yakni manatee (Trichechus manatus) atau West Indian manatee yang memang menghuni kawasan itu.

Di masa maraknya perkembangan Darwinisme di dunia Barat di abad 19, banyak kalangan yang menduga kemungkinan adanya temuan-temuan hewan baru atau mungkin monster yang belum pernah dikenal sebelumnya. Rasa penasaran untuk mencari dan menghadirkan putri duyung (mermaid) dalam wujud yang nyata menjadi dambaan banyak orang. Tetapi sejalan dengan itu berkembanglah pula berbagai tipuan dan kepalsuan yang membohongi masyarakat seolah-olah mermaid itu memang nyata, ada wujud fisiknya.

Berita paling heboh tentang keberadaan wujud nyata putri duyung berkembang di pertengahan tahun 1840-an lalu yang populer dikenal sebagai skandal “Feejee Mermaid”. Adalah P.T. Barnum yang mengangkat dan mempopulerkan ditemukannya “Feejee Mermaid” ini. Adapun yang dimaksud dengan “Feejee Mermaid” adalah hewan yang telah dikeringkan yang menampilkan wujud separuh manusia dan separuh ikan. Wajah mermaid yang mirip manusia itu bukannya cantik malah lebih memberikan kesan menyeramkan dan menakutkan. Barnum mendapatkan mermaid itu dari pelaut yang konon asalnya dari Feejee (Fiji). 

Ia melakukan promosi yang gencar dan menyelenggarakan pameran keliling di beberapa kota di Amerika untuk meyakinkan masyarakat bahwa mermaid itu mempunyai wujud yang nyata. Dari kegiatan itu tentu saja ia dapat meraup keuntungan finansial yang besar. Sempat para ilmuwan menantangnya untuk membuktikan keaslian mermaidnya itu. Tetapi Barnum tak kehabisan akal. Ia pun mencari dukungan dari ilmuwan lainnya yang dikenal sebagai Dr. J. Griffin yang disebut sebagai penemunya (ternyata kemudian bahwa Griffin adalah doktor gadungan). 

Pertunjukan dan pameran “Feejee Mermaid” itu berakhir dengan terbongkarnya tipuan besar itu. Ternyata bahwa “Feejee Mermaid” itu sebenarnya terdiri dari tengkorak dan badan monyet (ada yang menyebutkan dari orang utan) yang dipadukan dengan bagian bawahnya dari ikan salmon besar, tetapi teknik penggabungannya begitu cermat hingga sangat sulit melihat sambungannya. Di kemudian hari, museum Barnum itu terbakar dan ikut melenyapkan “Feejee Mermaid” yang pernah tercatat sebagai salah satu hoax (tipuan besar) yang paling heboh yang pernah dikenal di dunia. Sampai lebih seratus tahun sesudahnya orang masih memperbincangkan hoax konyol itu. Di belakang hari, muncul banyak lagi tiruan-tiruan “Feejee Mermaid” dengan berbagai versinya. termasuk yang dipamerkan dalam museum “Ripleys’s Believe It Or Not”.

temuan putri duyung
 Kiri: “Feejee Mermaid” dalam pameran yang menghebohkan di
tahun 1842 (gioclairval.blogspot.com). Kanan: detail tampilan “Feejee
Mermaid” (commons.wikipedia.org).

Mengapa hoax semacam itu masih terus saja terjadi? Bella Galil dari National Institute of Oceanography, Israel, yang banyak menulis tentang mahluk laut yang sering dimitoskan, merujuk pada adanya perasaan yang terpendam jauh dalam diri kita yang kadang mengimajinasikan ditemukannya temuan-temuan makhluk baru yang menghebohkan dari alam sekitar. Ketika daratan sudah habis dijelajahi maka orang berharap hanya dari laut peluang itu masih terbuka, karena masih banyak bagian laut yang belum tereksplorasi dan masih diliputi misteri.

Dalam kenyataannya memang kadang kala dari laut terungkap temuan-temuan spektakuler yang menghebohkan dunia, seperti kasus ditemukannya ikan Coelacanth. Pada tahun 1938 dunia tiba-tiba digemparkan dengan ditemukannya seekor ikan Coelacanth yang hidup di perairan bagian timur Afrika Selatan. Mulanya ikan Coelacanth dipercaya sebagai ikan purba yang hidup sekitar 400 juta tahun lalu. Diperkirakan ikan ini telah punah sekitar 80 juta tahun lalu yang diketahui dari jejak hidupnya yang terekam berupa fossil. Tetapi tiba-tiba seekor Coelacanth hidup ditemukan di abad modern ini, yang tentu saja menghebohkan dunia ilmu pengetahuan. Setelah itu ditemukan lagi beberapa ekor fossil hidup ikan sejenis di sekitar tempat temuan awalnya. Tahun 1998 dunia ilmu pengetahuan sekali lagi digemparkan dengan ditemukannya ikan Coelacanth lainnya di perairan Sulawesi Utara yang terpisah sekitar 10.000 km dari Afrika timur. Jadi banyak yang percaya bahwa laut masih menyimpan misteri yang sewaktu-waktu dapat menghadirkan makhluk atau monster yang di luar dugaan.

penemuan putri duyung
Foto “mermaid” yang konon terdampar di pantai
Chennai, India, oleh hempasan gelombang tsunami Desember 2004,
yang tersebar lewat jaringan email (youtube.com).

Tanggal 26 Desember 2004 terjadi tsunami besar di Samudra Hindia yang meluluh-lantakkan pantai Aceh. Gelombang dahsyat tusnami itu juga merambat dan melanda pantai beberapa negara lainnya seperti Thailand, India, Srilanka. Beberapa saat setelah itu, terbetik berita heboh yang segera mendunia bahwa ada putri duyung alias mermaid yang terdampar oleh hempasan gelombang dahsyat tsunami di pantai Marina Beach, Chennai, pantai timur India. Berita itu menyebutkan bahwa mermaid itu, yang dalam bahasa Tamil setempat disebut “Kadal Kanni”, telah dipreservasi di Egmore Museum di bawah pengamanan ketat. Di era digital sekarang ini berita heboh yang disertai foto mermaid yang terdampar itu segera tersebar mendunia lewat jaringan internet. Tak kurang koran The Sunday Times di Singapura mengangkat berita itu dengan judul: “Mermaid or Man-Made?”. Berita itu segera mengharuskan Professor Peter Ng, Direktur Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura, angkat bicara. Penelitian Peter Ng atas foto yang tersebar luas itu menyimpulkan bahwa “tsunami mermaid” itu tak lain dari tipuan belaka. 

Beberapa alasan yang dikemukakannya antara lain bahwa foto itu menunjukkan sampel yang telah mengering yang mengindikasikan telah ada perlakuan taxidermi (taxidermi adalah teknik pengeringan dan pengawetan hewan dalam bentuk yang menyerupai bentuk aslinya seperti yang lazim ditemui di museum zoologi). Kalau memang benda itu baru terdampar seharusnya wujudnya tidak kering tetapi agak basah dan mulai menunjukkan gejala membusuk. Tulang lengannya tak cocok dengan rongga tempat kedudukannya di bagian dada, hingga dengan konstruksi seperti itu, makhluk itu pasti tak dapat bergerak dan tak dapat hidup dalam air. Kesimpulannya, spesimen dalam foto itu adalah hasil rekayasa menyambungkan tengkorak kepala monyet dan ikan pada bagian bawahnya. Setelah dikonfirmasi ke Chennai, ternyata Museum Egmore itu memang ada disana, tetapi lebih dikenal sebagai Government Museum, dan pejabat museum setempat membantah adanya “tusnami mermaid” yang disimpan di bawah pengawasan ketat di museum itu.

Dr. Terence Sim dari School of Computing NUS (National University of Singapore) juga menganalisis foto heboh itu. Ternyata bahwa foto itu menunjukkan arah bayangan yang ditimbulkan dari ekor tak sama dengan arah bayangan dari anggota lainnya, hingga dapat disimpulkan bahwa ini adalah hasil rekayasa foto semata. Lalu dari mana sumber tipuan besar lewat email ini? Penelusuran lewat Internet Service Provider (ISP) juga tak berhasil mengungkap dari mana asal mula tipuan besar yang konyol ini.

Tetapi heboh putri duyung (mermaid) tak kunjung berakhir. Yang paling hangat belum lama ini adalah tayangan televisi dengan judul “Mermaid: the Body Found” yang disiarkan melalui saluran televisi Animal Planet (27 Mei 2012) dan Discovery Channel (17 Juni 2012) dengan durasi kurang lebih dua jam. Tayangan ini dikemas dengan memadu fakta dan teori ilmiah dan fiksi (science fiction) menjadi suatu rangkaian liputan bergaya dokumenter yang menggambarkan adanya wujud mermaid yang setengah manusia setengah ikan yang hidup dalam laut, dengan judulnya yang sangat provokatif. Dengan merujuk berbagai temuan sejarah di berbagai penjuru dunia dan fakta serta teori ilmiah, film ini berspekulasi tentang adanya makhluk mermaid yang hidup di bagian laut-dalam yang sukar dicapai oleh manusia. Pada awal evolusi hayati manusia bukankah bisa terjadi sempalan evolusi menuju ke terbentuknya mahluk mirip manusia yang kemudian hidup dan beradaptasi sepenuhnya dalam lingkungan perairan laut?

Tayangan “Mermaid: the Body Found” tentu saja menghebohkan. Masyarakat luas mempertanyakan apakah tayangan itu dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Pihak Discovery Channel sendiri menyatakan bahwa film itu adalah “science fiction” tetapi didasarkan pada berbagai bukti yang nyata serta teori-teori ilmiah. Masyarakat dunia banyak yang bingung dengan keterangan ini. Sebagian menyatakan bahwa film itu adalah tayangan yang menyesatkan, tetapi sebagian lainnya masih mempertanyakan, betulkah mermaid ada wujudnya?

Ribuan pertanyaan semacam itu dialamatkan ke NOAA (National Oceanic and Atmospheric Adminstration) sebagai lembaga yang paling berwibawa dalam hal kelautan di Amerika Serikat. Pada akhirnya NOAA pada tanggal 1 Juli 2012 mengeluarkan pernyataan dan klarifikasi bahwa; “... no evidence of aquatic humanoids have ever been found” (tak ada bukti bahwa mahluk air menyerupai manusia yang pernah ditermukan).


Menurut anda percaya atau tidak tentang makhluk putri duyung? 
Ataukah hanya mitos belaka ?
Hanya sang pencipta yang tahu. 


Referensi:
WWF. 1981. Conservation Indonesia, Newsletter of the World Wildlife Fund Indonesia Program. WWF Indonesia, p. 24.
WWF. 2004. Eastern African Marine Ecoregion. Towards a Western Indian Ocean Dugong Conservation Strategy: The Status of Dugongs in the Western Indian Ocean Region and Priority Conservation Actions. Muir, C.Ngusaru, A. Mwakanema, L. Dar es Salam, Tanzania, WWF, 68 p.

Selasa, 19 Juni 2018

8 Sistem IT dan ancaman pada pengguna internet

Resiko dan ancaman pada pengguna internet

Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi yang harus ditanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terhubung ke internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka kemungkinan besar jaringan yang terhubung ke internet, akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak berhak dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan berpengaruh besar terhadap keamanan jaringan.

Berikut ini adalah 8 sistem informasi teknologi, resiko, dan ancamannya:

1. Keamanan telepon pintar
Smartphone saat ini sangat populer di seluruh dunia, dan persentase smartphone dalam penjualan ponsel juga meningkat. Smartphone merupakan perangkat yang sangat canggih dibandingkan dengan telepon selular tradisional yang memungkinkan kita untuk melihat situs yang dirancang untuk Komputer Pribadi (PC) serta berbagai macam aplikasi yang dapat didownload dan digunakan secara bebas.

Resiko dan ancaman
1. Jumlah malware pada smartphone saat ini meningkat. Jika perangkat Anda terinfeksi oleh malware, isi buku alamat atau informasi pribadi lainnya mungkin dapat terkirim ke server eksternal atau SERVER yang tidak sah.
2 Selain terinfeksi oleh malware, ketika men-download aplikasi, aplikasi dapat meminta informasi perangkat atau meminta isi buku alamat untuk dikirim ke server eksternal. Misalnya, ada kasus aplikasi yang mengaku dirancang untuk meningkatkan waktu baterai, namun sebenarnya aplikasi tersebut berfungsi untuk mencoba mengirim informasi alamat kepihak eksternal yang tidak relevan dengan penggunaan aplikasi.

2. Keamanan jaringan nirkabel
Dalam beberapa tahun terakhir ini, Komputer Pribadi (PC) menjadi lebih ringan dari sebelumnya serta smartphone menjadi lebih populer, dimana telah mempercepat penggunaan "LAN Nirkabel" yang memungkinkan akses ke internet melalui komunikasi nirkabel di dalam dan bahkan di luar rumah atau kantor.

Selain layanan berbayar oleh para penyedia, fasiltas layanan Wi-Fi gratis yang tersedia di bandara, stasiun kereta api dan bangunan komersial meningkat.

Resiko dan ancaman
1. Sejak LAN nirkabel di rumah atau kantor dapat dihubungkan secara bebas dalam wilayah yang dicakup oleh gelombang radio, komunikasi dapat disadap kecuali langkah-langkah PENGAMANAN yang sesuai sudah diambil.
2. Selain itu, akses tidak sah ke jaringan LAN nirkabel dapat mengakibatkan kebocoran informasi pribadi atau rahasia perusahaan, atau digunakan sebagai batu loncatan untuk menyerang server. Saat menggunakan layanan LAN nirkabel publik, PC atau smartphone dapat terhubung ke titik akses palsu. Dalam hal ini, komunikasi Anda mungkin didengar orang lain (eavesdropped) walaupun LAN nirkabel yang Anda gunakan telah dienkripsi.

3. Penipuan dengan satu kali KLIK
Satu-klik penipuan mengacu pada menipu uang dengan menampilkan layar untuk tagihan untuk biaya pendaftaran atau biaya pemakaian layanan setelah mengklik gambar atau video di situs Web. Baru-baru ini, ada penipuan “satu-klik” yang menggunakan aplikasi smartphone dan layanan media sosial seperti blog*1 / SNS*2. Selain kasus "satu klik", layar penagihan dapat ditampilkan setelah beberapa klik seperti verifikasi usia, dll Dalam beberapa kasus lain teknik yang digunakan menjebak dan canggih, seperti layar penagihan tidak bisa hilang walaupun perangkat sudah dimatikan.

Resiko dan ancaman
1. Mengklik gambar atau video yang membuat pengguna tertarik dapat menyebabkan penagihan tidak sah atau mengarahkan pengguna akses ke situs palsu.
2. Ada beberapa kasus di mana alamat IP*3 dan / atau informasi penyedia terdaftar pada layar penagihan untuk menciptakan rasa takut dengan cara membuatnya terlihat, seperti individu tersebut telah teridentifikasi.

4. Target serangan surat elektronik
Serangan email yang ditargetkan adalah serangan yang email dikirim menyamar seolah-olah dikirim dari seorang kenalan pengguna, email tersebut kemungkinan akan berisi lampiran berbahaya yang ketika diakses akan menginfeksi sistem dengan virus atau trojan.

Sebuah contoh sederhana adalah target adalah organisasi tertentu atau pengguna individu. Sebuah email dengan lampiran yang terinfeksi virus dikirim dari penyerang berpura-pura pihak terkait atau rekan organisasi. Kasus laporan password yang dicuri atau terinfeksi virus, dll disebabkan oleh serangan email yang ditargetkan.

Resiko dan ancaman 
1. Untuk modus baru serangan, metode yang digunakan semakin canggih dan maju, yaitu dengan menyamarkan sebagai email terpercaya Nama departemen dan / atau individu yang digunakan benar adanya, selain menggunakan isi atau informasi dimana hanya pihak terkait yang tahu.
2. Jika sudah tersusupi virus, kemudian bila pengguna membuka lampiran maka secara otomatis akan menyebabkan koneksi ke server eksternal yang dikehendaki penyusup dan informasi dalam komputer akan bocor.

5. Serangan DDoS
Sebuah serangan DDoS adalah serangan pada server tertentu yang dibombardir dengan paket-paket dari sejumlah besar komputer yang sudah terinfeksi (compromised) di beberapa jaringan, hingga komunikasi meluap (overload) dan server berhenti berfungsi.

Resiko dan ancaman
1. Seorang penyerang secara diam-diam dapat menginstal program jahat tersebut untuk melakukan serangan ke komputer yang tidak terhubung dengan target akhir (server). Oleh karena itu, pengguna dapat menyerang komputer lain tanpa mengetahuinya.
2. Komputer yang terinfeksi (compromised) dapat melakukan serangan-serangan lain selain serangan DDoS seperti menginfeksi komputer lain dengan virus, mengirim email spam atau mengotori website atas nama anda sebagai penyerangnya.

6. Etika menggunakan internet
Karena peningkatan penggunaan SNS (layanan jaringan sosial), masalah di internet yang sebelumnya tidak terpikir telah datang. Ada kasus bahwa individu memposting konten di internet di mana individu yang difitnah dapat teridentifikasi atau dimana perusahaan harus mengeluarkan permintaan maaf kepada publik.

Resiko dan ancaman
1. Ada kemungkinan di mana posting umum di SNS dapat mengakibatkan informasi pribadi terungkapkan atau pencemaran nama baik dari orang lain atau pelanggaran privasi.
2. Sebuah posting umum di internet dapat menyebabkan permintaan pembayaran atas suatu kerusakan, teguran oleh hukum atau bahkan penangkapan.

7. Pengaturan yang tepat untuk ID dan Password
Untuk penggunaan email, belanja di internet, internet banking dan layanan lainnya di internet dengan aman, ada banyak jenis skema otentikasi, sedangkan yang paling populer adalah ID / password kombinasi. Baru baru ini telah terjadi peningkatan serangan cyber dimana targetnya adalah informasi akun pengguna seperti ID dan password.

Resiko dan ancaman
1. Pihak ketiga berbahaya (malicious third party) dapat menyamar sebagai pengguna dan dapat mengungkapkan informasi atau menyebabkan permasalahan keuangan jika kombinasi ID / password pengguna sangat sederhana (seperti tanggal lahir 4 digit, atau "9999", dll) atau jika ID / password tersebut sembarangan dikelola. (misalnya, password ditempel pada layar komputer, dll).
2. Apabila menggunakan ID / password yang sama untuk beberapa situs dan ada informasi yang bocor dari salah satu situs, maka pengguna akan menjadi korban dari akses yang tidak sah di situs lain.

8. Surat elektronik yang berisi SPAM
Email adalah alat komunikasi yang cukup nyaman dengan pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan di mana penerima berada atau seberapa jauh mereka. Namun, dari sudut pandang penerima mungkin ada banyak email yang tidak perlu, pesan spam, yang dikirim dan diterima.

Karena sejumlah besar pesan adalah spam email yang dikirim, ada masalah di mana fasilitas peralatan di penyedia bisa jadi kelebihan muatan yang mana dapat menyebabkan penundaan untuk mendapatkan pesan lain yang dikirim / diterima.


Resiko dan ancaman
1. Terdapat kasus bahwa komputer secara acak akan menghasilkan sejumlah besar alamat email dan mengirimkan pesan email tersebut. Oleh karena itu, penggunaan alamat email yang pendek dan nama-nama populer di alamat email dapat menyebabkan kemungkinan peningkatan menerima email spam.

2 Beberapa alamat email yang valid untuk mengirim email spam yang terkumpul melalui pendaftaran layanan gratis palsu atau melalui prosedur untuk berhenti berlangganan fiktif. Selain itu, membuka file lampiran di email atau mengakses link dalam email dapat menyebabkan teraksesnya sebuah website yang tidak sah atau menyebabkan infeksi virus.