Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Selasa, 29 September 2015

Dinosaurus Pemakan Daging Terbesar di Dunia


Zaman dinosaurus berakhir pada jutaan tahun yang lalu tapi ahli paleontologi masih berusaha untuk mendapatkan pegangan pada keragaman yang sangat besar dan beragam besarnya makhluk ini. Mengambil laporan bulan lalu bahwa Spinosaurus sekarang resmi dinosaurus karnivora terbesar yang dikenal dengan ilmu. 

Binatang berkaki dua ini benar-benar melangkah ke adegan fosil pada tahun 1915 ketika spesimen digambarkan oleh ahli paleontologi Jerman, Ernst Stromer. Dia pikir theropoda ini (didefinisikan sebagai karnivora berkaki dua) lebih besar dari Tyrannosaurus rex, tetapi tulang Spinosaurus asli dihancurkan oleh bom Sekutu pada tahun 1944. Jadi T. rex memerintah sebagai raja ukuran pada binatang karnivora di bumi selama beberapa dekade.

Di bawah ini adalah dinosaurus pemakan daging terbsear ( karnivora ):

Tyrannosaurus rex

Panjang: 40-50 kaki
Beratnya: 6 ton
Gigi: gigi hingga 13 inci panjangnya
Hidup: 65 juta tahun yang lalu
Kebereadaan: Amerika Utara








Giganotosaurus

Panjang: 47 kaki
Beratnya: 8 ton
Gigi: gigi bergerigi, panjang 8 inci
Hidup: 95 juta tahun yang lalu
Keberadaan: Argentina









Spinosaurus



Panjang: 55 kaki
Beratnya: 8 ton
Gigi: panjang, rahang seperti buaya
Hidup: 100 juta tahun yang lalu
Keberadaan: Argentina, Maroko, Tunisia, Aljazair

Senin, 28 September 2015

Dinosaurus Dengan Kepala Yang Keras

Bayangkanlah seekor dinosaurus pemakan tumbuhan berkaki dua seperti ornithopoda, tetapi berdahi yang sangat tinggi, sehingga tampak cerdas. Gambaran itu adalah pachycephalosauria, yaitu kelompok dinosaurus lain keturunan ornithopoda. Ia hanya tampaknya saja berotak. 

Otaknya kecil dan langit-langit tengkoraknya terbuat dari tulang yang tebal. Kita mengira tulang yang ada di atas kepalanya dipakai sebagai senjata, semacam alat pelantak. Namun sepertinya, tengkorak itu bukan untuk melawan para predator, tapi untuk bertarung memperebutkan pasangan.






Pachycephalosauria




Stegoceras adalah pachycephalosauria terlengkap yang diketahui. Tulang kepalanya yang berat dan kekuatan lehernya mungkin memberikan perlindungan yang sangat mengangumkan. Tampaknya, mereka hidup dalam kawanan. Stegoceras jantan dewasa bertarung dengan jantan yang lain untuk menjadi pemimpin kawanan dan yang terkuat akan mengawini Stegoceras betina.

Berbagai Model Kepala

Homalocephale

Prenocephale

Stygimoloch
Stegoceras

Setiap kelompok pachycephalosauria mempunyai bentuk dan hiasan kepala berbeda. Stegoceras dan Homalocephale dari Mongolia. Mempunyai kepala menurun karena bagian belakangnya lebih tinggi. Sedangkan Homalocephale ditambah hiasan kepala yang rumit. Prenocephale, juga dari Mongolia, mempunyai kepala seperti kubah yang bulat. 

Baik Homalocephale dan Prenocephale, mempunyai gumpalan-gumpalan hiasan di sekeliling mahkota tulangnya. Stygimoloch Amerika Utara mungkin yang paling aneh karena mempunyai paku-paku dan duri-duri aneh di sekeliling kubahnya. Mungkin, perhiasan itu dipakai untuk menakut-nakuti daripada untuk bertarung. Semua pachycephalosaurida hidup di akhir zaman Kapur.


Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Dinosaurus-dinosaurus bertameng kuat

Banyak dari antaranya memakai perisai dan terlalu berat jika berjalan dengan dua kaki. Umumnya mereka menjadi hewan berkaki empat. Salah satu dari kelompok ini mengenakan perisai yang terdiri dari dua baris tulang tipis atau paku-paku dari punggung sampai ekor. Dinosaurus berperisai semacam itu dikenal sebagai stegosaurus.

Stegosaurus


Stegosaurus hidup di Amerika Utara pada akhir zaman Yura. Kita tahu, stegosaurus adalah binatang besar berkaki empat. Panjang badannya sampai 8 meter. Kaki depannya lebih pendek. Dua baris tulang pipih menonjol di sepanjang punggungnya, dan dua pasang paku menonjol di kedua sisi ujung ekornya. Kepala stegosaurus sangat kecil dan semacam perisai pelindung tenggorokannya.

Para ilmuan mengira lempengan tulang ituditutupi tanduk dan membentuk perisai. Ilmuan lain bersikeras tulang pipih itu ditutupi kulit dan berguna sebagai penukar panas. Pada musim dingin, tulang-tulang itu menyerap panas. Sedangkan saat hari panas, hewan itu dapat mendinginkan darahnya dengan memasukan angin.

Struthiosaurus




Struthiosaurus yang ditemukan di batuan akhir zaman kapur di eropa tengah., panjangnya hanya 2 meter dengan tubuh sebesar anjing. Ia muncul sebagai penghuni sebuah pulau. Binatang-binatang cenderung berevolusi menjadi lebih kecil agar dapat menyesuaikan diri dengan persediaan makanan yang terbatas. Contoh yang sekarang dapat kita lihat adalah kuda ponidari pulau-pulau di sekitar skotlandia.

Sauropelta 




Sauropelta dari Montana dan Wyoming, Amerika Serikat, adalah nodosaurida yang paling awal. Punggungnya melengkung, ekornya panjang, dan kaki belakangnya lebih panjang dari pada kaki depannya. Seperti nodosaurida yang lain, leher; punggung, dan ekornya ditutupi tameng. Duri-duri pertahanannya yang panjang menutupi leher dan bahu, dan tersebar ke atas dan ke samping. Sauropelta dengan panjang 5 meter adalah ukuran rata-rata seekor nodosaurida.

Euoplocephalus dan Ankylosaurus 



Ankylosaurida yang terkenal adalah Euoplocephalus. Pnjang hewan ini 6 meter dan hidup sedikit lebih dulu  dibandingkan dengan ankylosaurus di Alberta, Kanada. Punggungnya dilapisi tameng yang berat dan kepalanya dilindungi tameng botak. Bahkan, kelopak matanya dinutupi perisai dan dapat tertutup seperti daun jendela kapal perang ketika bahaya mendekat. Euoplocephalus memakai ekro memukulnya yang kuat untuk menolak serangan, bahkan dari predator yang paling menakutkan seperti Tyrannosaurus rex ini.

Ankylosaurida berkerabat dekat dengan nodosaurida, tetapi baru muncul lama sesudahnya, yaitu menjelang akhir zaman Kapur. Dengan leher dan punggung yang bertameng, mereka sangat mirip kerabatnya. Namun, selain memiliki duri-duri di pundak dan di samping tubuhnya, mereka mempunya senjata yang lain, yaitu tulang pemukul yang berat di ujung ekornya.

Saat dipukulkan, tulang itu dapat menghancurkan musuhnya. Kemungkinan, pemukul itu juga dipakai sebagai tipuan karena kelihatan seperti kepala di leher. Hal itu menyebabkan hewan pemangsa lebih suka menyerang ekornya daripada bagian depannya yang lemah.


Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Minggu, 27 September 2015

Dinosaurus Berkaki Burung


Selama zaman Trias, bersamaan dengan munculnya dinosaurus pemakan daging dan prosauropoda, kelompok dinosaurus pemakan yang lain berkembang.  Perbedaan pada dinosaurus ini adalah susunan tulang pinggul yang memberi ruang lebih besar untuk usus yang besar yang diperlukan oleh hewan pemakan tumbuhan. Namun demikian,  mereka mampu menyeimbangkan diri dengan dengan kaki belakang.

Sebagai hasilnya, kebanyakan binatang-binatang itu adalah pemakan tumbuhan berkaki dua. Para ilmuan Victoria menyebut pemakan tumbuhan berleher panjang sebagai sauropoda (kaki kadal) karena mereka memiliki susunan tulang kaki seperti kadal. Dinosaurus berkaki dua yang berpinggul burung mereka sebut ornithopoda (kaki burung). Sampai sekarang, kita masih memakai istilah-istilah itu.

Hypsilophodon


Dari kejauhan, ornithopoda kecil agak mirip dinosaurus pemakan daging yang kecil. Namun demikian, ada beberapa perbedaan penting. Mereka mempunya tubuh yang lebih besar untuk membawa usus pencernaan tumbuhan, kepalanya berparuh dan ada kantong pipi. Lengan-lengannya juga berbeda karena mempunyai empat atau lima jari, sedangkan dinosaurus pemakan daging hanya mempunyai dua atau tiga jari. Ciri-ciri itu sudah cukup membedakan, jauh lebih sederhana daripada ciri-ciri pada dinosaurus pemakan daging.

Tengkorak Hypsilophodon


Tengkorak ornithopoda berbeda berbeda dengan  tengkorak sauropoda. Pada ornithopoda selalu ada paruh di bagian depan untuk memotong makanan. Gigi tidak hanya untuk memetik dedaunan, tetapi juga untuk mengunyah ataupun memotong  dan menggiling. 

Bagian yang rendah  di setiap sisi tengkorak itu memperlihatkan letak kantong-kantong pipi yang dipakai untuk menyimpan makanan saat diproses. Susunan itu jauh lebih rumit daripada susunan pada prosauropoda dan sauropoda.


Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Dinosaurus Bertanduk Yang Primitif

Kelompok terakhir dinosaurus pemakan tumbuhan hidup dari pertengahan sampai akhir zaman kapur. Seperti ankylosaurida dan nodosaurida, merekahidup di Amerika Utara dan Asia. Mereka juga berkembang dari ornithopoda. Mereka diperlengkapi tameng. Namun, pelindung itu hanya terdapat di kepala.

Jenis-jenis yang pertama tubuhnya ringan dan sangat menyerupai ornithopoda. Namun belakangan, tameng di kepalanya semakin berat, segingga mereka harus berjalan dengan empat kaki. Tameng leher dan tanduk yang meriah ber-evolusi dan dinosaurus-dinosaurus bertanduk tadi dikenal sebagai ceratopsians.

Archaeoceratops


Archaeoceratops adalah yang paling primitif dari kelompok ceratopsians. Binatang ini sangat kecil, panjangnya kira-kira 1 meter dan gesit berlari dengan kaki belakangnya. Mereka hidup di daratan Cina pada akhir zaman Kapur. Kepala Archaeoceratops sangat mirip dengan kepala Psittacosaurus. Tengkoraknya sangat primitif dan sangat mungkin keturunannya memunculkan ceratopsians yang besar.

Diabloceratops


Diabloceratops berarti "wajah setan bertanduk". Fosilnya ditemukan di Utah. Dinosaurus ini memiliki tanduk pada hidung yang kecil, tetapi tanduk pada keningnya sangat besar, dan tanduk yang ada di rumbainya jauh lebih besar lagi. Keempat tandunya itu, dengan dua buah tanduk yang ada di keningnya, membuat penampilannya sangat aneh, sangat berbeda dengan dinosaurus lain yang pernah ditemukan. 

Diabloceratops diperkirakan sebagai dinosaurus bertanduk yang primitif, karena memiliki beberapa persamaan anatomi dengan protoceratosids. Rahangnya sangat padat dan kuat, serta tanduk dan tubuhnya sangat kokoh, sehingga diperkirakan dinosaurus ini menggunakannya untuk melawan predator yang mengancam mereka.

Saudara Tua



Pada saat Montanoceratops ber-evolusi, menjelang akhir zaman Kapur akhir, ceratopsians menjadi lebih besar dan telah mengembangkan tanduk-tanduk di kepala mereka. Panjang Montanoceratops kira-kira 3 meter dan berjalan dengan empat kaki. Bagaimana pun juga, seperti nenek moyangnya yang berkaki dua.

Montanoceratops masih mempunyai cakar pada kakinya. Pada ceratopsians yang muncul kemudian, kuku jari kaki berkembang menjadi kuku belah yang lebih mampu menopang beban binatang besar.


Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Jumat, 25 September 2015

Dinosaurus Terbesar Pemakan Tumbuhan (Sauropoda)


Dinosaurus terbesar adalah dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang yang dikenal sebagai sauropoda (kaki kadal). Badan sauropoda itu seperti gajah dan lengan-lengannya seperti batang pohon. Kepalanya relatif kecil dan ekornya seperti cambuk panjang. Sauropoda ini berkerabat dengan dinosaurus pemakan daging dan prosauropoda. Mereka ber-evolusi pada awal zaman Yura dam mencapai puncaknya pada akhir zaman Yura. Mereka punah pada zaman kapur.

DIPLODOCUS 

Mungkin, Diplodocus adalah sauropoda berleher panjang yang paling dikenal. Dengan panjang 27 meter, Diplodocus adalah salah satu sauropoda yang menjelajahi daratan dan hutan-hutan Amerika Utara pada akhir zaman Yura. Sambungan tulang-tulang leher memberitahukan kepada kita bahwa Diplodocus memakan tumbuhan paku yang rendah.

Mungkin Diplodocus memetik tumbuhan arc (sejenis tumbuhan bercabang banyak) raksasa dengan lehernya yang panjang. Keseimbangan otot-otot pada pinggang memampukan mereka merentang pinggul untuk mencapai pohon-pohon itu. Tanda-tanda pada gigi menunjukan mereka mencari makan dengan dua cara itu.

Kepala yang kecil dan mulut sauropoda tidak dirancang untuk mengunyah. Untuk membantu menghancurkan makanan, sauropoda menelan batu-batu kecil. Batu-batu itu dipakai untuk menggiling tumbuhan yang dimakannya. Kita mengetahui karena gastrolith (batu-batu pencernaan) ditemukan diantara tulang-tulang mereka. Sekarang ini, banyak burung pemakan tumbuhan melakukan hal yang sama.

Jejak-jejak cara hidup 

Dulu kita mengira sauropoda terlalu berat jika berlama-lama di darat. Pastilah sebagian besar hidupnya mengarungi air yang dalam. Namun, dari jejak kaki yang memfosil kita tahu bahwa sauropoda bergerak dalam kawanan di daratan yang kering.

Jejak-jejak kaki besar dan kecil yang ditemukan bersama-sama memperlihatkan bahwa sauropoda hidup berkelompok. Karena tidak ada tanda-tanda bekas ekor pada jejak-jejak kaki tadi, sauropoda itu pasti membiarkan ekornya terangkat.


Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Dinosaurus Pemakan Tumbuhan Pertama (Prosauropoda)


Dinosaurus pemakan tumbuhan (herbivora) adalah raksasa-raksasa sebenarnya dari zaman dinosaurus. Termasuk di dalamnya Diplodocus dan Seisomosaurus yang kuat, sebaiagi binatang terbesar yang pernah berkelana di bumi. Dinosaurus pemakan tumbuhan berasal dari awal zaman reptil, 350 juta tahun yang lalu. Dinosaurus pemakan tumbuhan pertama berevolusi pada akhir zaman trias.

Mereka muncul hampir bersamaan dengan dinosaurus pemakan daging. Karena tulang punggul dari kedua kelompok dinosaurus itu bentuknya sama, kemungkinan dinosaurus pemakan tumbuhan berevolusi dari dinosaurus pemakan daging.

PLATEOSAURUS


Dinosaurus pertama pemakan tumbuhan termasuk kelompok prosauropoda. Plateosaurus adalah prosauropoda yang unik. Leher panjang dan kepala kecil. Mungkin, ciri-ciri terpenting adalah badannya yang besar. Dibandingkan dinosaurus pemakan daging, pemakan tumbuhan memerlukan usus yang lebih besar untuk mencerna makanan.

Usus prosauropoda yang besar menyebabkan tulang pinggulnya tertarik ke depan, sehingga pemakaian kaki belakangnya menjadi tidak seimbang. Dengan demikian, kelompok prosauropoda menjadi dinosaurus berkaki empat yang pertama dalam sejarah dinosaurus.

Kehidupan Prosauropoda

Sejak munculnya tumbuhan, hewan pemakan tumbuhan memakan tumbuhan-tumbuhan itu. Sejak hewan pemakan tumbuhan hidup, hewan pemakan daging memangsa hewan pemakan tumbuhan. Contoh rantai makanan semacam ini dapat kita lihat di padang rumput afrika. Di sana, zebra dan kawanan binatang liar pemakan tumbuhan memakan tanaman rendah di padang rumput yang sangat luas.

Selanjutnya, binatang-binatang itu dimangsa oleh binatang pemakan daging . seperti singa dan cheetah. Hal yang sama terjadi pada zaman dinosaurus. Prosauropoda hidup dari tumbuhan dan mereka dimangsa oleh pamakan daging saat itu, termasuk dinosaurus pemakan daging pertama.


Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Kamis, 24 September 2015

Dinosaurus Bertanduk Besar Kelompok Ceratopsians

ceratopsians
Mungkin kelompok ceraptosian besar adalah dinosaurus paling mengagumkan dari zaman kapur. Kelompok ini adalah hewan berkaki empat yang kebanyakan sebesar badak modern. Tulang-tulang di sekeliling leher telah berkembang  menjadi tameng yang lebar. Ceraptosian ini juga mempunyai perhiasan dari tanduk yang panjang di wajahnya.

Tengkorak ceraptosian besar ini keras dan kuat, sehingga dapat menjadi fosil. Dengan demikian, kita dapat mengetahui lebih banyak tentang kepala-kepala mereka. Ada dua jalur evolusi yang pokok. Satu kelompok mengembangkan jumbai-jumbai dan sepasang tanduk panjang di atas matanya, dan kelompok yang lain mempunyai jumbai-jumbai lebih pendek dan cenderung hanya mempunyai satu tanduk di hidungnya.

SEMUA UNTUK SATU

Tanduk-tanduk ceraptosian dipakai untuk membela diri dan kawanannya melawan pemangsa yang besar. Selain itu, tanduk-tanduk itu juga dipakai untuk berkelahi untuk memperebutkan kekuasaan dalam kawanannya. Dengantanduk pengunci, mereka akan mendorong dan mendesaknya, sampai salah satu dari mereka menyerah. Mereka yang kalah hanya akan mengalami sedikit kerusakan.

Ketika mengembara, ceraptosian melindungi anak-anaknya dengan meletakannya di tengah kawanan. Jika diserang oleh binatang pemangsa, mereka akan membentuk lingkaran dengan binatang-binatang muda di tengahnya. Ceraptosian dewasa menghadap keluar, sehingga para penyerang menghadapi tameng dan tanduk semua kawanan. Lembu-lembu jantan modern melindungi kawanan mereka dengan cara demikian.

TRICERATOPS 




Ceraptosian terbesar dan paling terkenal adalah Triceratops. Triceratops juga mempunyai tanduk-tanduk yang panjang di atas matanya, sekalipun termasuk keturunan berjumbai pendek yang cenderung hanya mempunyai satu tanduk di hidung. Panjang triceratops kira-kira 9 meter dan beratnya bisa mencapai 6 ton.

Beberapa spesies Triceratops menjelajahi dataran antara Alberta, Canada, dan Colorado, Amerika serikat pada akhir zaman kapur. Seperti semua ceraptosian, Triceratops mempunyai tameng yang mungkin berguna untuk melindungi leher dan pundaknya, tetapi mungkin juga untuk hiasan kepala.

Berbagai macam kepala

Semua ceraptosian mempunyai bentuk tubuh yang sama, tetapi bentuk perisai dan susunan tanduk yang berbeda membuatnya mudah dikenali oleh kawanannya.

Styracosaurus1. Styracosaurus

Mempunya tanduk yang sangat besar di hidungnya dan hiasan tandung sekeliling perisainya.


Achelousaurus2. Achelousaurus

Mempunyai alat pelantak di hidungnya, sepasang tanduk pendek seperti pisau di atas matanya, dan sepasang tanduk melengkung di tepi tamengnya.











Chasmosaurus
3. Chasmosaurus
  
Mempunyai perisai seperti layar yang sangat besar.


Einiosaurus
4. Einiosaurus

Mempunyai tanduk hidung yang panjang dan melengkung ke depan, serta sepasang tanduk tegak lurus di tepi tamengnya.
















Sumber: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo

Nama ilmiah dan fakta kepunahan dinosaurus

Tahukah kalian


Dinosaurus diberi nama ilmiah yang panjang  dan biasanya dalam bahasa latin  atau yunani kuno. Dengan demikian, dapat dipahami oleh para ilmuan di seluruh dunia. Nama ilmiah dinosaurus terdiri dari dua bagian. Contoh, Tyrannosaurus rex. Bagian pertama adalah nama jenis dan bagian kedua adalah nama spesies. Biasanya di luar lingkuangan penelitian hanya nama jenisnya sajayang dipakai.

Namun, nama lengkapnya ternyata mengesankan banyak orang, sehingga orang-orang terus memakainya. Jika kita menyebut Triceratops, maka yang dimaksud adalah Triceratops prorsus. Sesudah menunjuk pada nama ilmiah seekor binatang, para ilmuan kemudian memendekkannyadan mengganti nama jenis dengan singkatannya. Contohnya, Tyrannosaurus rex menjadi T.rex.

Nama ilmiah itu selalu ditulis dengan huruf miring. Bagian nama jenisnyaselalu ditulis dengan huruf kapital, sedangkan bagian spesiesnya tidak. Sekalipun nama itudidasarkan pada nama orang atau tempat. Contohnya,Protoceratops andrewsii.

Nama dinosaurus dapat saja berubah. Buku-buku lama biasanya menunjuk Apatosaurus sebagai Brontosaurus.  Pada akhir abad ke-19, fosil-fosil itu ditemukan oleh dua orang yang berbeda. Fosil pertama ditemukan pada tahun 1877 oleh seorang kolektor bernama Arthur Lakes. Ia mengirimkan fosil itu kepada Othniel Charles Marsh, seorang ahli palaentologi. 

Othniel Charles Marsh memberi nama fosil itu Apatosurus ajax. Dua tahun kemudian. seorang kolektor bernamaWilliam Reed menemukan kerangka yang lebih baik. Ia mengirimkan kerangka itu kepada Marsh. Marsh memberi nama kerangka itu Brontosaurus excelsus. Selama hampir satu abad, kedua kerangka itu dianggap sebagai binatang yang berbeda dan Brontosaurus yang lebih terkenal.

Akhirnya, disadari bahwa kedua fosil itu ternyata sama. Ketika kebingungan seperti itu terjadi, maka yang sah adalah nama pertama yang diberikan. Dengan demikian, yang dipakai adalah Apatosaurus dan Brontosaurus yang lebih dikenal tidak lagi dipakai. Kadang-kadang, seekor dinosaurus diberi nama yang sudah diberikan oleh orang lain.

Ketika dipelajari pada tahun 1998, burung/dinosaurus, Rahonavis ostromi aslinya bernama Rahona ostromi. Nama itu harus diubah ketika didapati bahwa nama Rahona sudah diberikan untuk seekor kumbang. Mononychus diubah menjadi Mononikus juga dengan alasan yang sama. Perubahan ejaan kadang-kadang terjadi jika diperlukan.

Ini adalah fakta terbaru dari kepunahan dinosaurus

Kini bukti baru didapatkan. Kawah di Ukraina yang usianya ribuan tahun lebih tua dari Chicxulub, menimbulkan dugaan bahwa Dinosaurus mungkin dihantam lebih dari satu meteorit. Kawah Boltysh di Ukraina pertama kali ditemukan pada tahun 2002. Meski demikian, belum dipastikan waktu kejadian jika dihubungkan dengan dampak Chicxulub.

Di Boltysh, kejutan didapatkan. Ditemukan  rongga kedua dalam kawah yang diyakini terbentuk justru setelah jatuhnya meteorit Chicxulub. Ini menunjukkan bahwa dua serangan meteor terjadi terpisah ribuan tahun -- sebagai bagian dari peristiwa hujan meteor yang luas.

Para ilmuwan menentukan umur dua zona dampak ledakan meteor Boltysh dengan cara memeriksa serbuk sari dan spora fosil tumbuhan di lapisan lumpur di dalamnya. Salah satunya, pakis. Tanaman ini adalah yang kali pertama tumbuh dalam area yang hancur akibat hantaman meteor. Pakis meninggalkan lapisan spora yang jadi petunjuk penting.

Para peneliti menemukan spora pakis berada di lapisan satu meter di atas kawah Boltysh - yang menunjukkan bahwa serangan dua meteor  terjadi dalam jeda ribuah tahun. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal geologi oleh tim yang dipimpin Profesor David Jolley dari Aberdeen University.

Salah satu anggota tim, Professor Simon Kelley dari Open University mengatakan para ilmuwan menginterpretasikan lapisan kedua terjadi setelah dampak Chicxulub. "Sangat mungkin di masa depan kita akan menemukan bukti lain, dampak dari hujan meteor," kata dia, seperti dimuat Telegraph, Senin 30 Agustus 2010.

Menurut Profesor Monica Grady, ahli meteorit di Open University, hujan meteor bisa diakibatkan adanya tubrukan benda langit yang terjadi dekat Bumi. Badan Antariksa AS (NASA) baru-baru ini meluncurkan program yang disebut "Spaceguard" yang bertujuan untuk memantau objek dekat Bumi sebagai sistem peringatan dini tubrukan benda langit di masa depan.

Dikutip dari: telegrap, BBC
Sumber inspirasi: Dinosaurs Herbivores.
By Dougal Dixon B.SC. (HONS), M.SC
Jakarta, tahun 2013. Elek Media Komputindo