Sabtu, 31 Oktober 2015

Adakah kehidupan di satelit yupiter europa

Adakah kehidupan di satelit yupiter europa
Gambar permukaan satelit yupiter, Europa.

Teka-teki sekitar kehidupan di luar Bumi tampaknya mulai tersibak. Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat, melaporkan kemungkinan ditemukannya kehidupan di seputar Planet Jupiter. Menurut para peneliti NASA, ada bukti meyakinkan bahwa salah satu bulan yang mengelilingi Jupiter,  yang dikenal dengan nama Europa, terdapat lautan air yang diselubungi permukaan es. Kesimpulan itu berasal dari pembacaan magnetik yang direkam oleh Galileo, kendaraan ruang angkasa milik NASA, ketika mendekati planet itu sejak Desember 1995. 

Wahana tak berawak Galileo mendeteksi adanya fluktuasi medan magnetik yang menunjukkan adanya cairan air di Europa. Adanya lautan air itu semakin memperkuat kemungkinan ditemukannya tanda kehidupan di sana. Europa sendiri adalah salah satu dari empat bulan terbesar Jupiter. Para ilmuwan sebenarnya telah lama menduga Europa memuat kandungan air dalam jumlah besar. Gambaran permukaan bulan planet Jupiter itu menunjukkan sejumlah bongkahan es yang tampak mengapung di atas lautan air. 

Namun mereka tak begitu yakin, apakah lautan air itu tetap ada sampai kini atau telah membeku sejak ribuan tahun lalu. Data terbaru yang dikirim Galileo boleh jadi akan menjawab misteri itu. Galileo merekam sejumlah pola medan magnetik internal dari Europa yang sangat kuat menunjukkan adanya sebentangan laut, atau sebuah samudera, di sana.

Menurut Margaret Kivelson, Ketua Peneliti Instrumen Magnetometer Galileo, medan magnetik Jupiter berubah secara konstan dan semakin kuat ketika Europa bergerak mendekati Jupiter. Ini berarti, bulan tersebut mengandung pengantar listrik dan menciptakan medan magnetiknya sendiri. “Medan magnetik menjadi lebih besar ketika satelit mendekat ke Europa,” katanya. Kivelson mengatakan, medan magnetik itu sangat mungkin ditimbulkan oleh pengantar listrik entah berupa air garam maupun asam, dari bawah permukaan planet itu.

Sedangkan es, yang nyaris membungkus seluruh permukaan Europa adalah penghantar listrik yang buruk. Meski demikian, para ahli belum bisa menyimpulkan apakah air dalam lautan itu asin atau tidak. Cuma, jika bukti terakhir yang ditemukan itu benar menunjukkan adanya sebuah lautan, maka ia adalah tempat yang baik untuk mencari tanda-tanda kehidupan di Europa. “Air adalah lingkungan yang sangat ramah bagi bentuk kehidupan,” tambah Kivelson, profesor fisika ruang angkasa itu.


Sumber inspirasi dari majalah ufo indonesia (Info Ufo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar