Cerita saksi mata penampakan ufo di indonesia

Pesawat Ufo
Pesawat ufo sangat misterius dan memiliki kecepatan yang sangat luar biasa. Sudah banyak ribuan saksi-saksi mata yang melihat penampakan ufo di seluruh dunia, terutama saksi-saksi melihat penampakan ufo di indonesia yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

UFO di selat sunda tanggal 1 januari 2009

Hedy A Sirait melaporkan kepada BETA-UFO bahwa pada tanggal 1 Januari 2009, telah memotret sebuah UFO yang berbentuk silinder. Saat itu ia berada di atas sebuah kapal ferry, dalam perjalanan dari pelabuhan Bakaheuni, Lampung menuju Merak. Sekitar 10 sampai 25 menit setelah meninggalkan Bakaheuni, saat itu di selat Sunda, ia melihat sebuah kapal ferry lain melintas tak jauh dari kapalnya dan ia memutuskan untuk mengambil beberapa foto. Saat itu langit sedang mendung dan nampak pulau kecil di latar belakang. 

Ia tidak langsung mengunduh foto itu ke komputernya dan baru setelah minggu kedua, ia terkejut karena melihat sebuah obyek aneh di atas kapal ferry di salah satu fotonya. Obyek ini tidak nampak di fotofoto yang lain. Ia menyimpulkan bahwa benda terbang aneh berbentuk silinder panjang ini secara tak sengaja tererkam oleh kamera Olympus E-300 Digital SLR miliknya. Obyek itu hanya nampak di satu foto sementara di rentetan foto yang lain yang hanya berbeda beberapa detik, tidak ada benda serupa sehingga dia berkesimpulan bahwa benda terbang aneh ini bergerak dengan sangat cepat.

USO (Unidentified Submerged Object ) di selat Malaka, mei 2005

Kejadian ini dialami oleh Iwan Gunawan pada bulan Mei tahun 2005, Saat itu ia sedang bekerja sebagai port engineer di sebuah maskapai pelayaran tanker nasional. Ini merupakan pengalaman pertama ikut berlayar (sailing) dengan kapal tanker beserta awaknya. Rute sailing waktu itu adalah dari pelabuhan Belawan-Medan menuju pelabuhan Batu Ampar-Batam. Setelah bongkar muatan (discharge) selesai, kapal mulai bersiap-siap untuk manuver masuk ke dalam alur dipandu oleh kapal pandu. Keadaan cuaca, angin, ombak, dan temperatur udara normal. Setelah kapal masuk alur, kegiatannya dan crew yang lain mulai berkurang dan berlanjut dengan acara yang lebih santai di dek. 

Kira-kira 2 sampai 3 jam setelah masuk perairan selat Malaka (sekitar jam 01.00-02.00 WIB), Iwan berdiri bersandar pada pagar dek sambil merokok, menikmati angin dan melepas pemandangan ke arah lautan tiba-tiba dari arah buritan ia melihat sekumpulan cahaya terang berpendar seperti lampu neon/flourescent berputar di kedalaman laut membentuk formasi segitiga dan lingkaran (hampir berbentuk oval) berjalan mendekati kapal (meluncur sejajar dengan sisi kapal). Ia kemudian berteriak bertanya dengan para crew yang sedang asik santai. 

Mereka lalu menghampir pagar dek dan melihat apa yang dilihatnya, namun mereka hanya berucap “owhh...” lalu kembali ke aktivitas m • Foto UFO di Selat Sunda asing-masing seolah-olah tidak ada apa-apa. Tentu saja hal ini membuat Iwan makin penasaran. Benda tersebut semakin dekat terlihat semakin besar, bahkan sangat besar! Iwan membuat sketsa dan perbandingan antara besar kapal tanker dengan benda aneh tersebut. Mengenai ukuran dimensi kapal yang ia tumpangi, menurutnya ukurannya adalah 118m x 22m x 12m dengan 5000dwt. Memang untuk ukuran tanker masih terbilang ukuran kecil. Iwan kemudian pergi ke ruang kemudi untuk bertemu kapten dan berharap bisa melihat lebih jelas benda tersebut di tempat yang lebih tinggi. 

Sesampainya di ruang kemudi ia melihat kapten sedang melihat dengan binocularnya, memandang ke arah haluan dan benda tersebut, lalu bertanya, “Capt.. did you see what I see? What’s that?” Iwan tetap memandang ke arah benda aneh tersebut dari ruang kemudi. Benda itu sangat besar! Kapal tanker terlihat kecil jika dibandingkan dengan benda tersebut. Perlahan tapi pasti benda tersebut tetap berjalan di sisi kapal secara konstan meninggalkan kapal. kecepatan kapal saat itu 9-11 knot. Kembali Iwan mengulangi pertanyaannya kepada kapten dan jawabannya dari kapten “hehe.. bas, welcome to the sea” (‘bas’adalah panggilan untuk seorang engineer di perkapalan). 

Cukup lama penampakan dari benda tersebut, kira-kira berlangsung 8-10 menit. lalu menghilang di kedalaman dan gelapnya malam. Menurut Kapten kapal, selama ini benda-benda itu hanya melakukan penampakan, tidak ada aktivitas yang menggangu dari penampakan mereka. Bahkan di radar pun tidak terdeteksi. Iwan menanyakan apakah tidak khawatir terjadi tabrakan atau kecelakaan karena kemunculan mereka tidak dapat diduga dan bahkan tidak terlacak dengan radar. Kapten menjelaskan, “Mereka sepertinya sudah paham betul dengan teknologi kita, dengan cara kerja kita, dengan rute-rute kita jadi sepertinya mereka sudah tahu jalur-jalur mana yang harus dilewati atau bahkan mereka sepertinya sudah tahu arah kapal ini akan kemana dan kecepatannya berapa. 

Jadi mereka tidak perlu memberi tanda untuk mendahului atau akan melakukan penampakan. Semua sudah diatur dan dimengerti sedemikian rupa oleh mereka. Bayangkan saja kalau tadi kecepatan mereka sangat cepat, tentunya kapal ini sudah jadi berantakan oleh ombak yang dibuatnya. dan itu sudah mereka perhitungkan dengan berjalan lambat lalu menambah kecepatannya secara perlahan dan lalu menghilang dengan cepat setelah posisi aman/jauh dari kapal."

Ufo di Lampung sekitar tahun 1989/1990

Laporan disampaikan oleh Kuku, asal Lampung, sekarang tinggal di Jakarta. Kejadiannya di Lampung, di desa Kangkung Dalam dekat laut. Sekitar tahun 1989 atau 1990, saat saksi mata berumur kira-kira 12 atau 13 tahun. Kira-kira jam 9 atau 10 pagi, ia mendengar suara seperti suara angin yang kencang dan tibatiba dari balik atas rumah muncul piring terbang yang warnanya coklat seperti kayu yang diperhatikannya sampai menghilang. Putarannya sangat cepat dan tidak bergeser sedikitpun (tetap di posisinya). Benda terbang aneh itu besarnya dua kali parabola yang paling besar, melayang setinggi pohon kelapa yang paling tinggi. Nampak jendela atau pintu sebanyak 1 buah. Setelah kapal piring itu hilang ke atas, tidak lama ada bola api jatuh ke laut dan terdengar suara seperti ledakan (tidak terlalu keras, seperti petasan).


UFO di Tol Cikampek, 15 Februari 2009

Hari Minggu tanggal 15 Februari 2009, sekitar jam 23.00 WIB, Icho dan TP sedang melaju di jalan tol Cikampek dari Bandung menuju Jakarta. Kirakira sebelum keluaran Bekasi, mereka melihat sebuah obyek aneh berbentuk oval yang bercahaya sangat terang tidak berkedip di langit. Benda ini tidak bergerak dan diperkirakan melayang tidak terlalu tinggi. Awalnya mereka melihat benda tersebut sekitar 30 derajat di atas horison, namun seiring mobil melaju, dan karena benda tersebut diam, maka benda itu nampak semakin ke atas, dan akhirnya hilang dari pandangan. Benda itu berbentuk seperti piring dan bersinar putih terang seperti lampu neon. Besar benda itu kira-kira sebesar bola rugby, namun lebih pipih.


UFO di jalan tol Merak, 8 Juli 2007

Penampakan benda terbang aneh di jalan tol juga pernah dilihat oleh Angga Avila pada tanggal 8 Juli 2007. Pada waktu pulang dari gereja, Minggu siang, di atas jalan tol Merak, Angga melihat sebuah obyek berbentuk seperti bola berwarna hitam, terbuat dari metal yang melayang. Hanya mengambang di udara, tidak bergerak. Benda itu mengambang dengan ketinggian sekitar 5 atau 6 meter di atas mobil. Sempat dikira sebagai layang-layang namun tidak terlihat kawat penyangga. Karena merasa terheran-heran, benda itu tidak sempat difotonya. 


Benda itu awalnya terlihat dari depan saat mobil meluncur di jalan tol dan Angga duduk di kursi depan samping kiri. Ibunya yang mengemudikan mobil saat itu. Saat mobil melaju, obyek metal hitam itu sempat dilalui sehingga berada di atasnya. Ketika sudah melewatinya, Angga melihat ke belakang dan obyek itu masih ada. Saat itu berada di lajur kiri. Ukuran benda itu menurut Angga kira-kira sebesar bola basket.

Formasi UFO terlihat di Pondok Kelapa, 3 oktober 2008

Sebuah formasi UFO nampak di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada tanggal 3 Oktober 2008, kira-kira jam 19.15 an. Dilaporkan oleh Lintang Kusumawardhani yang sempat memotretnnya bersama Hario Sasongko, adiknya. Selain itu ada juga 4 orang lain yang turut melihat fenomena tersebut. Nampak berupa spot merah, sebanyak 4 buah, berkedip-kedip, diam di tempat sekitar 15 sampai 20 menit, lalu bubar menghilang tinggal satu dengan cepat, di mana yang satu itu juga akhirnya menghilang dengan cepat. Ke empat benda itu membentuk formasi vertikal. Langit di sekitarnya berwarna merah. Saat melihat kejadian itu, mereka ada di sebuah lokasi di perumahan, di mana di sekitarnya ada hutan kecil.


UFO di Waduk Darma, Kuningan Jawa Barat, 5 Apri l 2008

Oji bersama kawannya, Asep tak sengaja melihat benda terbang aneh yang tiba-tiba mendarat di sebuah bukit. Oji mengaku benda aneh itu berjumlah tiga buah. Namun, satu benda yang dianggap UFO semakin lama semakin menjauh. Sedangkan dua lainnya malah mendarat di sebuah bukit dekat dengan air terjun. "Jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari tempat kami berdiri," jelasnya. Dua buah UFO itu mendarat di sebuah bukit dekat Waduk Darma, Kuningan Jawa Barat. Benda aneh itu mendarat tanpa suara. "Awalnya kita melihat benda itu di langit kecil-kecil. 


Makin lama makin mendekat dan mendarat di bukit tanpa suara. Warnanya kelap-kelip merah," kisah Oji. Pemuda asal Cirebon yang menyaksikan kejadian itu menjelaskan bahwa benda asing yang dianggapnya sebuah UFO itu berukuran seperti helikopter. Namun benda itu tak memiliki baling-baling. Diketahuinya, daerah air terjun Waduk Darma Kuningan, Jawa Barat merupakan sebuah desa yang jarang sekali dilintasi pesawat. Namun Oji bersama temannya yang hendak mengabadikan indahnya panorama air terjun itu yakin bahwa benda aneh yang dilihatnya adalah UFO.


Sumber inspirasi dari Beta-Ufo

0 Response to "Cerita saksi mata penampakan ufo di indonesia"

Posting Komentar