Selasa, 20 Oktober 2015

Fakta dan mitos masyarakat tentang penyakit rematik

Penyakit rematik


Banyak mitos tentang penyakit rematik yang keliru, tetapi tetap beredar secara luas dan tetap diyakini oleh berbagai kalangan masyarakat. Mitos itu berkembang secara turun-menurun. Karenanya, di bawah ini akan memaparkan beberapa fakta untuk menjawab mitos-mitos tersebut.

A. Rematik akibat mandi malam, cuaca dingin, dan ruangan ber-AC
Banyak masyarakat yang mengira mandi malam, cuaca dingin, atau ruangan ber-AC akan mengakibatkan rematik. Kenyataanya, banyak pekerja pabrik yang sering pulang malam dan mandi pada malam hari, tetapi mereka tidak menderita penyakit rematik. Tidak semua penduduk subtropis berhawa dingin menderita rematik. Selain itu, banyak pekerja yang bekerja di rungan ber-AC, tetapi tetap segar. Bahkan ada beberapa terapi pengobatan yang justru menggunakan kompres es sebagai sarana.

B. Rematik penyakit keturunan
Manyarakat juga sering menganggap rematik merupakan penyakit keturunan. Namun kenyataannya, tidak semua anak penderita penyakit rematik akan menderita rematik. Penyakit rematik tidak secara langsung diturunkan, faktor genetik berpengaruh pada penyakti rematik tertentu saja, seperti nodus heberden.

C. Rematik disebabkan makanan
Semua jenis rematik dianggap sebagai penyakit yang disebabkan oleh makanan. Padahal, kenyataannya tidak semua jenis penyakit rematik disebabkan oleh makanan. Hanya penyakit akibat asam urat yang meningkat atau rematik gout yang berkaitan dengtan makanan.

D. Rematik hanya muncul pada usia lanjut
Masyarakat sering menganggap rematik hanya akan muncul pada orang yang sudah lanjut usia. Namun, kenyataan di lapangan menunjukan bahwa rematik menyerang semua usia, baik usia muda maupun dewasa. Rematik usia muda (juvenile rheumatoid arthritis) biasanya menyerang anak yang berusia 4-15 tahun. Gejala yang dirasakan sama dengan gejala yang dirasakan orang dewasa. Rematik usia dewasa, seperti osteoartritis, memang menyerang orang tua, tetapi bukan karena penuaan.

E. Rematik hanya menyerang wanita
Masyarakat menyangka rematik hanya menyerang wanita. Namun, fakta dikalangan menunjukan banyak laki-laki yang menderita penyakit rematik, terutama jenis rematik gout atau asam urat.

F. Rematik tidak dapat dicegah
Umumnya, faktor penyebab rematik belum diketahui, tetapi ada faktor resiko yang dapat dicegah. Contohnya, menjafa berat badan agar tetap ideal dan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur. Kegiatan ini bisa mencegah terjadinya osteoartritis, karena sendi, terutama lutut, menopang badan yang kelebihan berat (overweight). Selain itu, harus menjaga pola makan dan sedapat mungkin menghindari stres baik secara fisik maupun psikis.

G. Rematik hanya menyerang sendi atau tulang
Manyarakat umumnya menyangka rematik hanya menyerang sendi atau tulang. Kenyataannya, rematik juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya, seperti bursitis (radang bursa), tendinitis (radang tendon), fascitis (radang fascia), myositis (radang otot), dan nyeri pada pinggang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar