Jumat, 16 Oktober 2015

Rahasia dan khasiat daun binahong bagi kesehatan

Daun Binahong untuk kesehatan
Binahong (Anredera cordifolia) merupakan tanaman asli Amerika Selatan. Binahong merupakan tumbuhan menjalar, yang bisa mencapai panjang 5 m dan umurnya bisa belasan tahun. Tanaman ini tumbuh baik di cuaca tropis dan subtropis. Secara morfologi, binahong mudah dikenali. Daunnya tunggal, berwarna hijau, bertangkai pendek (subsessile), susunannya berseling, berbentuk jantung (cordata) dengan perbandingan panjang dan lebar 2:1. Helaian daunnya tipis berujung meruncing serta memiliki pangkal berlekuk (emerginatus).

Batang tanaman binahong seperti batang kangkung, lunak, dan silindris. Batangnya saling membelit dengan permukaan halus berwarna kemerahan. Bunganya majemuk rimpang, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun dengan warna mahkota krem keputihan berjumlah lima helai. Bunga binahong berbau harum. Akar binahong berupa rimpang dan bila diprgang terasa lunak. Akarnya bisa diperbanyak secara vegetatif atau secara generatif melalui biji.

Rahasia di balik daun binahong

Daun binahong

Tanaman binahong sudah sejak lama terkenal memiliki khasiat dalam mempercepat pemulihan kesehatan pascaoperasi. melahirkan, khitan, dan segala luka-luka dalam. Daunnya pun mujarap untuk mengobati radang usus, melancarkan dan menormalkan peredaran darah, serta tekanan darah, mencegah stroke, asam urat, maag, menambah vitalitas tubuh, mengatasi ambeien, diabetes, hingga menjadi obat konspitasi atau sembelit.

Berbagai khasiat binahong tersebut tidak lepas dari kandungan kimia yang ada di dalamnya:

1. Flavonoid

Beragam riset menunjukan flavonoid dari ekstrak daun binahong memiliki aktivitas farmakologi sebagai antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan. Mekanisme antiinflamasi, misalnya terjadi melalui efek penghambatan pada jalur metabolisme asam arakhidona, pembentukan prostaglandin, hingga pelepasan histamin pada radang.

2. Asam oleanolik

Asam oleanolik termasuk golongan triterpenoid yang merupakan sumber antioksidan di tanaman. Sistem pelindung oleh asam oleanolik adalah dengan mencegah racun menyusup ke dalam sel dengan cara meningkatkan sistem pertahanan sel. Asam oleanolik juga bersifat antiinflamasi. Kandungan nitrit oksida di asam oleanolik merupakan antioksidan kuat yang bersifat racun pada bakteri merugikan, yang dapat berfungsi sebagai toksin yang kuat untuk membunuh bakteri.

Dengan demikian, kehadiran asam oleanolik akan memperkuat daya tahan sel terhadap infeksi sekaligus memperbaiki sel rusak. Senyawa golongan triterpenoid pada daun binahong juga dapat menurunkan kadar gula darah sehingga luka pada penderita diabetes yang selama ini sulit diobati, bisa sembuh.

3. Protein

Binahong juga jaya protein dengan berat melekul besar. Hal tersebut menjadi keuntungan karena protein dapat menjadi antigen yang memacu pembentukan atibodi. Protein ini juga mampu menstimulasi produksi nitrit oksida sehingga dapat meningkatkan aliran darah berisi nutrisi ke tiap jaringan sel. Nitrit oksida juga penting untuk merangsang produksi hormon pertumbuhan.

4. Asam askorbat

Asam askorbat dikenal sebagai vitamin C. Kehadiran asam askorbat dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, memelihara membran mukosa, mempercepat penyembuhan, serta antioksidan. Asam askorbat pun memiliki peranan penting untuk mengaktifkan enzim prolil hidroksilase yang menunjang tahap hidroksilasi ketiga kolagen dibentuk.

5. Sponin

Saponin adalah glikosida, yaitu metabolit sekunder yang banyak terdapat di alam, terdiri dari gugus gula yang berikatan dengan aglikon atau sapogenin. Pada tanaman saponin banyak ditemukan pada akar dan daun. Kehadiran saponin memberi banyak manfaat karena memiliki sifat antibakteri dan antivirus. Riset Blumert dan Liu pada 2003 yang tertuang dalam buku China Immortal Herb edisi ketiga mengungkapkan isolasi dari senyawa saponin berkhasiat sebagai obat antikanker, antitumor, dan penurun kolesterol.

Bihanong di dunia

Amerika: sebagai obat luka, antiinflamasi, dan antihepatotoksik.
Kolombia: sebagai obat diabetes dan pereda sakit.
Meksiko: Umbinya digunakan sebagai obat patah tulang dan luka bakar.
Cina: Sebagai tanaman obat yang sudah digunakan secara turun-menurun.
Filipina: Sebagai obat tradisional.
Laos: Sebagai obat radang dan diare.
Taiwan: sebagai obat diabetes dan pereda sakit.
Vietnam: Sebagai makanan wajib pada setiap hidangan khas.


Daun Binahong Menurut Riset

Diantara famili Basellaceae, binahong termasuk salah satu tanaman yang mempunyai potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan sebagai fitofarmaka. Kemampuan binahong menyembuhkan berbagai jenis penyakit ini berkaitan erat dengan senyawa aktif yang ada seperti flavonoid dan saponin.

1. Ampuh atasi gagal ginjal

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Elin Yulinah Sukandar, Apt dan rekan di sekolah farmasi, Institut Teknologi Bandung mmebuktikan bahwa binahong dapat mengatasi gagal ginjal. Pada penelitian tersebut, Elin menginduksi tikus dengan nefrotoksik selama tiga hari. Tujuannya agar tikus mengalami gagal ginjal. Kemudian, Elin membagi 25 tikus dalam 5 kelompok dengan kelompok 1 sebagai kontrol positif. Pada kelompok itu, Elin menginduksi nefrotoksik tanpa memberikan ekstrak binahong. Kelompok 2 menjadi kontrol negatif (normal), tanpa induksi nefrotoksik maupun ekstrak binahong. Kelompok 3-5, Elin memberikan nefrotoksik dan ekstrak binahong dengan dosis masing-masing 50 mg, 100mg, dan 200mg per bobot tubuh selama 11 hari. Setelah itu fungsi ginjal tikus diamati pada hari ke-4 dan ke-11 dengan mengukur kadar kreatinin serum tikus.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun binahong dalam tiga dosis berbeda mampu memperbaiki fungsi ginjal tikus yang terlihat dari penurunan kadar kreatinin darah. Penurunan kadar kreatinin darah paling besar terjadi pada pemberian ekstrak daun binahong sebesar 100mg/kg bobot tubuh. Penurunan kadar kreatinin tersebut terjadi karena adanya homeostasis, yaitu keseimbangan cairan di sekitar sel dengan ion hidrogen. Akibatnya, kerja ginjal membaik dengan pengontrolan asam basa tubuh melalui pembuangan urin. Elin menduga khasiat itu berkat kandungan flavonoid, saponin, kuinon, dan steroid (triterpenoid) pada binahong.

2. Obat luka mujarab

Saponin memacu pembentukan kolagen, yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka, misalkan luka pada saat olahraga. Luka yang sering terjadi akibat benturan dapat menimbulkan pendarahan di bawah kulit (hematoma), terutama di daerah paha bagian depan atau punggung. Daun binahong juga berfungsi untuk mengurangi inflamasi berupa penurunan sel radang dan peningkatan proliferasi sel-sel fibroblast di jaringan subkutan.

Penelitian binahong di Korea Selatan menunjukan adanya kandungan flavonoid (quercetin) 0,6mg di dalam 100g umbi binahong dalam bentuk bubuk kering. Flavonoid dalam menghambat terjadinya inflamasi melalui 2 cara, yakni menghambat pelepasan asam arakidonat dan sekresi enzim lisosom dari sel netrofil dan sel endoteil serta menghambat fase proliferasi dan fase eksudasi dari proses inflamasi.

Penelitian Tshikalange pada 2004 menunjukan akar binahong juga berkhasiat. Ekstrak akar binahong dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli dengan kosentrasi hambat minimumnya sebesar 60mg/ml.


Sumber inspirasi dari buku berjudul "Daun ajaib tumpas penyakit".

1 komentar: