Sabtu, 17 Oktober 2015

Rahasia dan manfaat dari daun sirih merah

Daun sirih merah
Manfaat daun sirih sebagai tanaman obat memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Jika selama ini masyarakat lebih mengenal sirih berdaun hijau dengan kandungan antiseptiknya, kini ada jenis sirih merah yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang lebih beragam. Bentuk dan tampilannya pun jauh terkesan lebih cantik daripada sirih biasa. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila beberapa tahun lalu sirih merah sempat sangat populer di kalangan hobi tanaman hias.

 Sirih merah (Piper crocatum) merupakan jenis sirih yang banyak tumbuh di daerah tropis, khususnya indonesia. Sirih jenis ini populer sebagai tanaman hias pada tahun 1990'an. Khasiat sirih merah sebagai obat mulai teungkap sejak diperkenalkan oleh seorang produsen obat di Bulnyaherjo, Yogyakarta.

Sirih merah (Piper crocatum) biasanya tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas sirih merah adalah batangnya bulat, berwarna hijau keunguan, dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Daun yang subur berukuran 10cm dan 5cm. Bila dipegang, daun terasa tebal dan kaku (tidak lemas). Sirih merah cenderung tumbuh di tempat teduh, misalnya di bawah pohon besar yang rindang. Bisa juga tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk.

Kalau tumbuh di tempat teduh, daunnya akan melebar. Warna merah marunya yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya, bila terlalu banyak terkena air maka akar dan batangnya akan membusuk. Yang membedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.

Awalnya pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya berdasarkan dari pengalaman yang dilakukan secara turun-menurun. Di jawa, terutama di Keraton Yogyakarta, tanaman sirih merah telah dikonsumsi sejak dulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bahkan, sirih merah merupakan salah satu bagian penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ngadi saliro. berdasarkan pengalaman suku Jawa, tanaman sirih merah bermanfaat menyembuhkan penyakit ambeien, keputihan, dan obat kumur.

Dalam perkembangannya, diketahui bahwa daun sirih merah bisa dipakai untuk mengobati penyakit diabetes. Dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Selain itu, daun sirih merah juga terbukti ampuh mengobati penyakit kanker.

Rahasia di balik daun sirih merah

sirih merah
Pemanfaatannya untuk mengobati beragam jenis penyakit, tidak bisa luput dari kandungan yang ada dalam daun sirih merah. Senyawa Fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah meliputi alkaloid, flavonoid, karvakol, eugenol, saponin, dan tanin. Menurut Ivorra M.D. dalam buku A Review of Natural Product and Plants As Potensial Antidiabetic, senyawa aktif alkaloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Senyawa flavonoid dan polivenol juga berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, antiseptik, dan antiflamasi. Senyawa alkaloid pada sirih merah juga dapat dimanfaatkan sebagai penghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Kandungan karvakol pada daun sirih merah bermanfaat sebagai desinfektan dan antijamur sehingga berfungsi sebagai obat kumur dan obat keputihan. Kandungan senyawa eugenol berfungsi sebagai penyembuh sakit perut khususnya diare. Sementara itu, senyawa tanin dan saponin juga dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).

Riset membuktikan

Sampai saat ini, memang belum terlalu banyak riset ilmiah mengenai khasiat sirih merah. Akan tetapi, dari beberapa riset yang diketahui bahwa daun sirih merah dapat menurunkan kadar glukosa darah, mengandung senyawa kimia bermanfaat, dan aman dikonsumsi.

1. Penurunan glukosa darah

Uji praklinis dilakukan oleh Balai Peneltian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Bogor menunjukan bahwa pemberian ekstrak sirih merah 20g per Kg bobot tikus menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3%. Hasil ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan obat antidiabetes komersial yang hanya menurunkan 27% glukosa darah. Hasil uji paklinis pada tikus ini dapat dipakai sebagai acuan penggunaan pada orang yang menderita diabetes.

2. Kaya akan senyawa kimia yang bermanfaat

Hasil penelitian Andayana Puspitasari, Apt, dari Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta, sirih merah mengandung flavonoid, alkoloid, senyawa polifenolat, tanin, dan minyak atsiri. Memanfaatkan daun sirih merah ini, selain dalam bentuk segar, bisa juga dengan teknik pengeringan memakai sinar matahari.

3. Aman dikonsumsi

Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun sirih merah dan kemampuannya dalam menrunkan gadar glukosa darah tikus. Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efek samping daun yang bersifat antiseptik ini, dilakukan uji toksisitas. Ekstrak dengan konsentrasi 0,5,10 20g per Kg bobot badan diberikan secara oral pada masing-masing enam ekor tikus Sparague Dawley. Setelah tujuh hari, bobot tubuh ke-24 tikus bertambah, tanpa gangguan kesehatan . Hal tersebut menunjukan bahwa pemberian ekstrak hingga dosis 20g per Kg berat badan aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksin (racun).


Sumber inspirasi dari buku berjudul "Daun ajaib tumpas penyakit".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar