Rahasia senjata sorot partikel tesla

senjata sorot partikel tesla
Ilustrasi senjata sorot partike tesla

Gelombang elektromagnetik low-frequency dapat menembus benda padat, dan cenderung “merangkul bumi”, sedangkan gelombang high-frequency tidak mempenetrasi benda padat, menimbulkan “skin effect” pada benda padat, dan tidak “merangkul bumi”, tapi lebih cenderung pergi keluar bumi dalam garis lurus. Nikola Tesla, dalam Colorado Springs Experiments-nya, merupakan orang pertama yang menyelidiki gelombang low-frequency dan high-frequency bervoltase tinggi, dan efeknya terhadap bumi, atmosfer, dan benda padat. Lingkup eksperimen Colorado Spring Tesla itu begitu luas, sehingga sangat sedikit atau tidak ada yang dikatakan dalam jurnal-jurnal ilmiah mengenainya, karena eksperimen tersebut membuat ilmuwan lain begitu tercengang hingga dilumpuhkan oleh kesalahpahaman.

Banyak dari ujicoba Tesla di Colorado yang berkaitan dengan elektropulsi. Gelombang panjang mempengaruhi massa internal sebuah kapal antariksa, “mengumpulkan momentum”, dengan memanggil gerak berotasi elektromagnet, untuk menciptakan mikroheliks (“pipa gaya”) elektromagnetik mirip bor yang “mengebor” eter selagi massa bergerak. Pada waktu yang sama, frekuensi lebih tinggi di ujung lain kapal, berlawanan dengan arah tempuh perjalanan, menyebabkan eter mencepat sewaktu menembus massa kapal dan isinya, dengan sudut pitch yang naik, sehingga aksi pengeboran mikrohelikal mendorong kapal menerobos ruang angkasa.

Gelombang low-frequency memungkinkan untuk memproyeksikan getaran elektromagnetik longitudinal yang sangat kuat ke titik jauh tertentu, dengan mengirimkan gelombang tersebut sepanjang konduktor atau “carrier beam” atmosferik terpolarisasi dari Ultra Violet atau radiasi berfrekuensi lebih tinggi. Gelombang panjang bervoltase tinggi, yang diangkut ke titik jauh oleh carrier beam (sorot pengangkut), pada gilirannya dapat mengangkut gelombang high-frequency tambahan yang melapisinya (superimpose), guna mengirimkan energi pembangkit berfrekuensi tinggi, pada puncak gelombang panjang yang kuat. 

Ini adalah dasar penemuan Tesla, “Transmisi Energi Listrik Tanpa Kabel”, power beam, dan death ray, karena sistem yang sama dapat digunakan untuk ketiganya. Manipulasi karakteristik gelombang ini pasti dilibatkan dalam elektropulsi, didorong oleh studi Tesla atas penelitian “fisikawan eter” abad 19, serta intuisi kreatif dan briliannya sendiri terhadap medan magnet berotasi, di Budapest Hongaria, pada 1882. Penemuan medan magnet berotasi terliputi dalam penemuan elektropulsi, karena Tesla sadar bahwa gaya berotasi medan magnet dapat dipakai untuk mengumpulkan “pipa gaya” berotasi fenomena alami dalam benda padat yang dibicarakan oleh Faraday dan Maxwell serta diketahui oleh Tesla, guna menggerakkan kapal menerobos ruang angkasa. Pipa-pipa tersebut juga dibahas pada tahun 1881, oleh J.J. Thomson di Inggris, tapi Thomson tak pernah secara spesifik mengaitkan pipa itu dengan eter sampai Nikola Tesla menghubungkan pipa itu dengan calon elektropulsinya. 

Tesla menemukan bahwa dengan menggunakan getaran low-frequency yang diarahkan oleh sorot, dirinya dapat menghasilkan, pada seperempat panjang gelombang, letusan getaran elektromagnetik besar yang mampu, dengan mengangkut gelombang pembangkit yang jauh lebih tinggi, membangkitkan gas atmosfer di satu kawasan, untuk secara eksplosif mengembangkan/memperluasnya, diikuti oleh implosi (ledakan ke dalam) sangat besar dan penyerapan sejumlah besar panas di kawasan tersebut, menyebabkan pembekuan segera. Proses ini akan menciptakan gelombang kejut eksplosif awal yang diikuti oleh gelombang balik implosif, serupa dengan peledakan nuklir. 

Sebagai contoh, dengan menggunakan frekuensi rendah 60 putaran per detik, dengan panjang gelombang 3.100 mil, yang diarahkan oleh carrier beam, sebuah getaran dapat dibuat meletus pada seperempat panjang gelombang -775 mil, terkoreksi menjadi 751 mil karena faktor kecepatan. Dengan melapiskan frekuensi pembangkit misalnya 50 MHz atau lebih, gas atmosfer dapat dibangkitkan untuk menimbulkan “implosi dingin” yang menyerap panas. Dengan mengubah panjang gelombang dan arah perambatan (propagation), hasilnya dapat diantarkan ke titik manapun di bumi.

Bulb ion Tesla, yang fundamental untuk sorot Tesla, adalah belahan bola aluminium padat, yang terlingkungi dalam selubung vakum kaca, dibangkitkan oleh D.C. bervoltase tinggi yang dikenakan pada pusat ujung belahan bola. Sorot terpolarisasi dipancarkan normal ke pusat muka yang flat. Frekuensi ditentukan oleh voltase. Sorot ion mempolarisasikan, mengkonsentrasikan, dan memandu front gelombang panjang bundar, yang diperkuat oleh “gulungan ekstra” (extra coil) Tesla, ke target jauh, yang memperkuat front gelombang berfrekuensi lebih tinggi yang melapisinya, yang akan “berdering” di kawasan target pada seperempat panjang gelombang, yang kenyataannya berdering berkali-kali.

Di bagian luar bulb, dekat dengan sorot Tesla, A.C. (“gelombang tenaga”) low-frequency bervoltase tinggi dipancarkan oleh elektroda berbentuk cincin, dan diarahkan sepanjang jalur konduktif (yang dihasilkan oleh sorot Tesla secara atmosferik), dan diproyeksikan ke target jauh di mana puncak gelombang seperempat mengantarkannya pada “titik” tenaga tertinggi. Ide Tesla ini mungkin didorong oleh konsep Maxwell bahwa konduktifitas sebenarnya terdapat pada zat dielektris sekeliling konduktor, di mana ‘konduktor’ bertugas “memandu” arus saja.

 Ledakan/implosi di Tungushka, Siberia, 30 Juni 1908, mungkin merupakan ujicoba beresiko atau akibat kecerobohan menggunakan osilator Wardenclyffe raksasa temuan Tesla, dan mungkin menjadi alasan tersembunyi mengapa proyek tersebut tak pernah dirampungkan. Juga harus dikatakan bahwa metode ini melibatkan penyerapan energi “dari lingkungan”, sebab panas berubah menjadi dingin. Ini adalah penemuan hebat lainnya dalam energi. Metode Tesla “membuka” atmosfer terhadap kemungkinan ini, konsisten dengan apa yang dia katakan mengenai energi nuklir yang berasal dari “lingkungan”.

Ledakan Tungushka mungkin juga merupakan pendorong atas “tawaran amat menggiurkan” yang disodorkan kepada Tesla bertahun-tahun sebelum V.I. Lenin, disebutkan dalam tinjauan kembali dalam surat Tesla kepada J.P. Morgan tertanggal 29 November 1934 (mikrofilm, Perpustakaan Kongres). Lenin mengajukan penawaran antara tahun 1917 dan 1934, dan disebutkan tidak berhasil dalam upaya menggoda Morgan.

0 Response to "Rahasia senjata sorot partikel tesla"

Posting Komentar