Tanaman kelor kaya akan manfaat untuk kesehatan

Tanaman kelor
Kandungan senyawa tanaman kelor terbilang sangat lengkap. Variasi dan kadar kandungannya sangat tinggi, jauh melampaui kandungan tanaman lain. Tanaman kelor mengandung lebih dari 90 nutrisi dan 46 jenis antioksidan. Selain itu, ada lebih dari 46 antioksidan dan 36 senyawa antiinflamasi yang terbentuk secara alami. itulah sebabnya kelor disebut sebagai sumber antioksidan alami terbaik. Kelor juga merupakan sumber serat terbaik, bahkan memiliki kandungan beta karoten empat kali lipat lebih besar dari wortel.

Selain itu, kelor juga mengandung banyak minyak omega-3 dan klorofil. Semua kandungan senyawa yang ada pada tanaman kelor sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, khususnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Apalagi tidak ada efek samping yang pernah dijumpai sehingga aman dikonsumsi, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Daun kelor mengandung beberapa senyawa aktif, antara lain arginin, leusin, dan metionin. Kandungan arginin pada daun kelor segar mencapai 406,6mg, sedangkan pada daun kering 1.325mg. Arginin berperan dalam meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh . Disamping itu, arginin juga mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kemampuan untuk melawan kanker, dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Kandungan leusin pada daun kelor segar adalah 492mg. Leusin berperan dalam pembentukan protein otot dan fungsi normal. Sementara itu, kandungan metionin pada daun kelor segar sebesar 117mg dan 350mg pada daun kelor kering. Metionin berperan dalam menyerap lemak dan kolestrol serta kunci kesehatan organ hati.

Ini adalah manfaat dari tanaman kelor untuk kesehatan:

1. Daun

Antimikroba, antibakteri, antiinflasi (antiradang), infeksi, virus Ebstein Barr (EBV), virus herpes simplek (HSV-1), HIV/AIDS, cacingan, bronkitis, gangguan hati, anti tumor, demam, kanker prostat, kanker kulit, anemia, diabetes, tiroid, gangguan saraf, kolik di saluran pencernaan, rematik, sakit kepala, antioksidan, sumber nutrisi (protein dan mineral), dan tonik.

2. Kulit batang

Mengatasi gangguan pencernaan, flu, sariawan, antitumor, dan rematik. Bersifat detoksifikasi, yaitu menetralisir racun ular serta kalajengking. Bahan ini juga dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi dan afrodisiak. Selain itu, dapat mencegah pembesaran limpa dan pembentukan kelenjar TB leher. Zat yang dikandung pun dapat menghancurkan tumor dan menyembuhkan bisul.

Getahnya dimanfaatkan sebagai antimikroba, antitifoid, dan meredakan demam, asma, disentri, antiinflasi, rematik, dan gangguan saraf. Digunakan pula untuk karies gigi. getah yang dicampur minyak wijen dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala, demam, gangguan usus, disentri, dan asma.

3. Akar

Dapat dimanfaatkan sebagai bumbu campuran perangsang nafsu makan. Bersifat antimikroba, menghilangkan karang gigi, flu, demam, asma, penguat jantung, antiinflamasi, rematik, bengkak kaki (edema), epilepsi, sakit kepala, afrodisiak, menjaga kesehatan organ reproduksi, penyegar kulit, mengobati penyakit ginjal, dan pembesaran hati (hepatamegali).

4. Bunga

Mengatasi flu dan pilek berat, dipakai sebagai stimulan, afrodisiak, dan menyembuhkan radang tenggorokan, penyakit otot, tumor, pembesaran limfa, serta menurunkan kolesterol dan lemak fosfolipid.

5. Buah

Polong mengandung protein dan serat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit gizi buruk dan diare. Bagian ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing, hati, dan limpa, serta mengobati masalah nyeri sendi. Bila dimakan mentah. dapat mengeluarkan cacing dari perut. polong juga dimanfaatkan sebagai antimikroba, antihipersnesitif, antiinflamasi, rematik, menjaga kesehatan organ reproduksi, dan tonik.

6. Biji

Biji yang sudah tua bermanfaat sebagai antimikroba, antibakteri, kutil, penyakit kulit ringan, antitumor, luka lambung, demam, rematik, antiinflasi, meningkatkan kekebalan tubuh, sumber nutrisi. Ekstrak biji memberi efek pelindung dengan mengurangi peroksida lipid hati, antihipertensi senyawa thiokarbamat. Tepung biji dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aereus dan Pseudomonas aeruginosa kerena mengandung antibiotik yang kuat.

Riset membuktikan

Walaupun tren kelor baru mulai marak setahun terakhir ini, tetapi sebenarnya berbagai reset ilmiah untuk menguji khasiat kelor telah dilakukan sejak lama. Jed W. Fahey, ahli biokimia nutrisi dari John Hopkin School of Medicine di Amerika Serikat pada tahun 2005 telah merangkum berbagai riset tentang khasiat kelor. Dalam Trees for Life Journal: A Review of the Medical Evidence for Its Nutritional, Theurapeutic, and Prophylactic Properties, Part 1, Jed W. Fahey menyebutkan terdapat 169 riset yang melibatkan seluruh bagian tanaman kelor untuk kesehatan.

Salah satu riset yang terbolong istimewa dilakukan oleh Prazuk dan kawan-kawan dari Groupe d'Etudes Epidemiologiqueset Prophylactiques, Villeneuve St Georges di Prancis. Publikasinya di jurnal AIDS volume 7 pada 1993 itu menyebutkan peran daun tanaman kelor sebagai sumber nutrisi yang kaya protein dan mineral. Nutrisi tanaman kelor terbukti dapat memicu sisitem kekebalan tubuh alami pada anak-anak pengidap HIV di burkina, Faso, Afrika Selatan.

Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Kasolo JN dkk, membuktikan kelor mengandung zat fitokimia yang membuat tanaman mampu melakukan mekanisme pertahanan diri. Fitokimia yang dikandung, diantaranya: tanin katekol, tanin galia, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, antrakuinon, alkaloid, dan gula pereduksi. Senyawa fitokimia ini telah diteliti dan mempunyai kemampuan sebagai obat. Manfaatnya yaitu sebagai detoksifikasi dan pemurnian air, antibiotik, perawatan kulit, antiinflamasi, bisul, tekanan darah, diabetes, dan anemia.


Sumber inspirasi dari buku berjudul "Daun ajaib tumpas penyakit".

0 Response to "Tanaman kelor kaya akan manfaat untuk kesehatan"

Posting Komentar