11 Tips kompak dalam pekerjaan rumah tangga

11 Tips kompak dalam pekerjaan rumah tangga
Seberapa besar suami anda membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu, mengepel, atau mencuci baju? Ayaukah selama ini anda yang mengerjakan semua pekerjaan itu, sementara suami hanya duduk manis saja? Tak dipungkiri kebanyakan tugas rumah dikerjakan para perempuan atau istri. Apalagi jika tak ada asisten rumah tangga yang membantu. 

Tentu saja, tidak semua suami seperti itu. Ada juga koq, yang dengan senang hati membantu. Lalu, bagaimana agar pasangan mau melakukannya? Berikut 11 tipsnya. Tapi ingat, tujuannya bukan untuk mebuat pasangan anda menderita, namun, kerja sama yang baik bisa menciptakan kedamaian dan keseimbangan dalam rumah tangga.

1. Apa yang dilakukan
Sebaiknya anda mencatat beberapa tugas rumah tangga yang harus dilakukan. Buatlah daftar pekerjaan harian atau mingguan yang rinci hingga suami tahu apa saja yang selama ini anda kerjakan. Seperti merapikan rumah, mencuci dan menyetrika baju, belanja bulanan, memasak, mencuci piring, membayar tagihan, membersihkan halaman, mengatar anak ke sekolah atau ekstrakurikuler, mendampingi belajar, atau ke dokter.

2. Membagi tugas
Urutkan pekerjaan dari yang mudah, sedang, dan sulit dengan mmepertimbangkan berapa lama waktu  yang dihabiskan, seberapa beratnya, dan seberapa sering harus dilakukan. Misalnya, mengepel lantai mungkin menjadi tugas yang cukup sulit bagi suami dibanding menyapu. Pertimbangkan apakah ada cara yang bisa membuat pekerjaan tersebut lebih mudah dilakukan. Misalnya, apakah saat membersihkan lantai anda menyuruh suami memakai vacuum cleaner atau menguunakan pembersih lantai biasa.

3. Meminta bantuan
Jika anda tidak meminta bantuan suami, dari mana suami tahu kalau anda butuh bantuannya? Bahkan anda mungkin tidak tahu seberapa banyak dan besarnya kontribusi yang bisa diberikan suami pada anda. Carilah waktu yang tepat dengan suami untuk meminta bantuan tersebut.

Mulailah dengan mengatakan betapa anda menghargai jika suami bisa membantu melakukan pekerjaan rumah. Bahkan bisa mengambil alih sebagian dari yang anda kerjakan. Tunjukkan padanya daftar tugas yang sudah anda buat tadi. Tapi jangan coba-coba mengatakan selama ini pekerjaan yang anda lakukan terasa berat karena semua dilakukan sendiri.

4. Periksa ulang
Mintalah suami kembali memeriksa daftar pekerjaan tersebut. Siapa tahu dia menemukan pekerjaan yang dirasa terlalu berat dikerjakan. Mulailah dengan pekerjaan yang mungkin tidka terlalu sulit, seperti menyapu lantai.

5. Jelaskan caranya
Pekerjaan rumah tangga mungkin baru bagi suami, tetapi tidak bagi anda. Jadi, jangan menyuruh suami menyelesaikan pekerjaan tanpa memberitahu caranya. Terangkan dengan jelas caranya tanpa bermaksud memerintah. Tak perlu panik jika dia tidak sempurna menyelesaikan pekerjaan tersebut. Namanya juga baru dilakukan, pasti saja ada yang kurang berkenan di hati anda.

6. Kerjasama tim
Mengerjakan pekerjaan rumah tangga dalam sebuah tim pasti terasa lebih enak. Bagaimana jika anda melakukan berdua? Sisihkan satu hari dalam seminggu dimana anda berdua melakukan pekerjaan rumah tangga bersama-sama. Sabtu pagi bisa menjadi waktu yang tepat jika tidak ada rencana lain. Jika tidak ada waktu di akhir pekan, pilih waktu lain yang cocok dan memungkinkan anda berdua melakukan pekerjaan rumah tangga bersama-sama. Setelah itu, anda bisa bersantai atau jalan-jalan keluar.

Dalam semangat kerja sama tim, anda bisa berbagi tugas. Misalnya, anda memasak, suami mencuci piring. Anda mengantung pakaian di jemuran, setelah kering suami mengambil dan melipatnya. Anda menyapu, suami mengepel, atau sebaliknya.

7. Jangan kecewa
Memang butuh waktu mengubah rutinitas dan kebiasaan lama, terutama jika selama ini andalah yang mengerjakan urusan rumah. Ketika bantuan itu datang dari suami, namun hasilnya jauh dari sempurna, anda tidak perlu kecewa. Karena jika anda masih mengharapkan bantuan suami, anda harus rela menerima kenyataan tersebut.

Mungkin berikan suami pekerjaan yang lebih mudah lagi, seprti membuang sampah ke tong sampah, mengambil laundry, atau menyapu lantai. Tunggu sampai dia mampu lebih baik untuk mengatasi tugas-tugas yang agak berat, seperti mencuci baju.

8. Saling menghargai
Biasakan mengucapkan terima kasih satu sama lain di saat pekerjaan itu selesai dikerjakan. Anda berdua berkontribusi pada keharnonisan rumah tangga, sehingga harus saling menghargai sepanjang waktu. Semakin anda menunjukan penghargaan pada suami, ia akan merasa dihargai.

9. Batasi waktu
Jika anda bersama-sama membereskan rumah, jangan sampai seharian menghabiskan waktu hanya untuk beres-beres rumah saja. Batasi waktunya agar suami mau terlibat lagi di lain waktu. Kalau seharian penuh, suami mungkin sebal dan kecapekan. Akhirnya malah kapok tak mao membantu lagi.

10. Pekerjaan anak
Berikan beberapa pekerjaan rumah untuk anak-anak. Anak-anak perlu belajar bagaimana mengelolah pekerjaan rumah. Misalnya, membereskan tempat tidur adalah awal yang baik. Lama-lama berikan tugas yang lebih sulit. Sampai akhirnya anda tak perlu meminta lagi karena anak-anak sudah terbiasa mengerjakannya.

11. Tetap membantu
Jika anda dan suami bekerja sampai sore di kantor, mungkin bisa menjadi pertimbangan menyewa asisten rumah tangga yang biasa pulang pergi. Itu juga dengan pertimbangan kalau keuangan kelurga mencukupi.

Berikan tugas mana yang ingin dilakukan asisten rumah tangga dan mana yang masih menjadi tanggung jawab anda. Biasanya mereka mengerjakan tugas harian seperti mencuci baju, menyetrika, atau mengepel. Sementara anda berdua bertanggung jawab melakukan pekerjaan lain.

0 Response to "11 Tips kompak dalam pekerjaan rumah tangga"

Posting Komentar