Kamis, 05 November 2015

8 Agenda harus dihadiri oleh pasangan yang bercerai

8 Agenda harus dihadiri oleh pasangan yang bercerai
Semua orang pasti menginginkan perpisahan yang baik-baik. Namun ketika bercerai, ada beberapa hal yang sangat sensitif untuk diskusikan. Umumnya, permasalahan hak asuh anak dan harta gono-gini menjadi alasan utama yang dapat menyulut pertengkaran.

Proses perceraian yang memakan waktu lama memang melelahkan, baik secarafisik maupun mental. Secara umum, setidaknya ada delapan agenda yang harus dihadiri oleh pasangan yang bercerai di pengadilan, yaitu:

1. Sidang perdamaian atau mediasi
Pada sidang mediasi, biasanya hakim akan menanyakan kepada pasangan yang hendak bercerai apakah keputusan itu sudah mantap atau belum. Hakim lalu menganjurkan pasangan untuk mencoba rujuk terlebih dahulu. Sidang ini maksimal diadakan tiga kali. Jika dalam proses mediasi tidak tercapai perdamaian, maka sidang perceraian akan dimulai dua minggu setelah mediasi.

2. Sidang jawaban
Pihak suami atau tergugat menyerahkan surat jawaban atas gugatan istri kepada hakim. Setelah itu, sidang ditunda sampai satu minggu kemudian.

3. Sidang replik
Penggugat atau pihak istri menyerahkan surat kepada hakim. Isi suratnya adalah menanggapi dan merespon surat jawaban dari tergugat. Umumnya sidang hanya berlangsung singkat, karena agendanya hanya penyerahan surat replik saja. Setelah itu sidang kembali ditunda selama satu minggu.

4. Sidang duplik
Sidang duplik adalah tanggapan dan respon dari tergugat kepada replik dari penggugat. Serupa dengan sidang replik, sidang ini berlangsung singkat. Setelah itu sidang kembali ditunda satu minggu.

5. Sidang pembuktian saksi dari penggugat
Sidang ini bisa disebut sebagai sidang terpenting dalam porses perceraian. Segala bentuk bukti-bukti dan saksi-saksi pendukung harus dipersiapkan dengan matang. Sidang kembali ditunda selama satu minggu.

6. Sidang pembuktian saksi dari tergugat
Prosesnya sama dengan sidang sebelumnya, namun kali ini bukti-bukti dan saksi-saksi dipersiapkan oleh penggugat. Sidang kembali ditunda selama satu minggu.

7. Sidang kesimpulan
Sidang ini adalah kesimpulan dari proses sidang-sidang sebelumnya. Penggugat dan tergugat menyerahkan masing-masing sebuah surat kesimpulan kepada hakim. Sidang ini hanya berlangsung sebentar dan tidak ada tanya jawab antara kedua pihak. Hakim lalu menunda sidang selama dua minggu untuk sidang pembacaan putusan (sidang terakhir).

8. Sidang putusan
Sidang ini adalah sidang terakhir dalam proses persidangan perceraian. Pada tahap ini, kedua belah pihak diwajibkan hadir. hakim akan membacakan isi putusan, apakah gugatan istri dikabulkan atau tidak.

Namun keputusan hakim ini belum berkekuatan hukum alias belum sah. Penggugat harus menunggu 14 hari dihitung sejak dibacakannya putusan. Jika dalam jangka waktu 14 hari tergugat tidak mengajukan keberatan (banding), barulah keputusan pengadilan dianggap sah. Apabila penggugat mengajukan banding, maka status istri dan suami belum bercerai, dan pasangan ini harus mengikuti lagi proses pengadilan di pengadilan tinggi agama.

Setelah putusan hakim selesai dibacakan, panitera akan memberikan surat tanda selesai sidang yang harus ditebus oleh penggugat di kasir pengadilan. Surat ini nantinya akan ditukarkan dengan akta cerai yang baru dapat diambil 3 minggu setelah sidang putusan. Umumnya ada biaya tersendiri untuk mengambil akta cerai tersebut. Bila akta cerai sudah didapat, maka kedua pihak sudah berstatus 'single' kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar