Senin, 16 November 2015

Kisah nyata anak sekolahan kebal berkat azimat

Kisah nyata anak sekolahan kebal berkat azimat
Ketua OSIS dari salah satu SMU di jakarta, ternyata mempunyai ilmu kebal. bahkan kebisaan tangannya, mampu membuat lawan-lawannya terpental. Sabtu siang itu, tanpa didudga-duga atau mungkin memang sudah menjadi kebiasaan, dua SMU yang sejak lama memang menjadi musuh bebuyutan, bertemu di ruas jalan Gajah Mada. Akibatnya sudah dapat diduga. Tanpa perlu komando, para pelajar itu langsung saling baku hantam hingga memacetkan arus lalu lintas.

Batu, pentungan bahkan senjata tajam pun tampak saling bersliweran diantara mereka. Benda-benda itu bagai malaikat el mautyang tengah menari-nari mencari mangsanya. Tampaknya, tak ada lagi rasa takut atau iba pada hati mereka. Tekadnya hanya, siapapun lawan yang dihadapinya harus jatuh. Sementara itu, para pedagang, masyarakat setempat atau yang kebetulan lewat. tak ada yang mau melerai. Mereka enggan untuk terlibat ataupun melibatkan diri pada tawuran pelajar yang hampir setiap hari terjadi di jakarta.

Pada saat yang demikian genting, terdengar teriakan lantang yang menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya."semua teman-teman, mundur... mundur... mundur. Masuk ke dalam...!. Bagai kerbau di cocok hidung, mereka pun mundur. Dan berjalan dengan teratur menuju ke sekolahnya yang letaknya kebetulan tak jauh dari arena tawuran tadi. Dan untuk beberapa saat, rombongan penyerang menghentikan pengejarannya. Mereka benar-benar terkesima. Dan anehnya, teriakan atau tepatnya perintah itu bukan keluar dari mulut seorang guru, tetapi dari Surya, sebut saja begitu, yang kala itu dipercaya sebagai ketua OSIS di sekolahnya.

Begitu teman-temannya masuk ke dalam, dengan sigap Surya mengunci pintu gerbang dari luar. Masih dalam hitungan detik, di kejauhan, sambil berteriak-teriak dan mengacung-acungkan pentungan atau senjata tajam, bahkan ada satu dua yang melempar dengan batu tampak rombongan penyerang yang penasaran mendekati sekolahnya.

Dengan wajah tenang dan ampuh, lelaki krempeng berkulit putih, berwajah ganteng, dan jagoan basket itu berjalan menuju kerumunan pelajar yang menyerang ke sekolahnya. Perbuatan yang dianggap kelewatan nekat itu, sudah barang tentu  membuat hati semua teman-teman sekolah maupun gurunya menjadi dag, dig, dug. Ttepai apa daya mereka, pintu gerbang dikunci oleh Surya dari luar. Merekapun tak berdaya apa-apa..!.

Kecemasan semua yang ada di dalam sekolah kian memuncak tatkala mereka melihat ketong, sosok yang belakangan ini menjadi momok bagi para pelajar di Jakarta Pusat mulai menampakan diri. Dengan lagaknya yang jumawa, sang jagoan yang terkenal keganasannya itu memainkan ikat pinggang berkepala besi di tangan kanannya. Benda itu adalah senjata andalan Ketong. Konon, ia banyak menjatuhkan jagoan-jagoan SMU bahkan beberapa preman kelas atas, dengan senjata yang khas itu.

Dan tanpa perlu basa-basi lagi, begitu berhadapan, Kentong langsung mengayunkan senjata andalannya ke wajah surya. Anehnya, Surya seolah enggan untuk menghindar. Dengan tabah, ia menerima kepala ikat pinggang yang terbuat dari besi itu menghajar wajahnya." A..aa...ah!" Hanya teriakan itulah yang terdengar dari dalam sekolah. Dan tak lama kemudian, terdengar sorak kemenangan tatkala Surya memalingkan wajahnya ke arah sekolah. "Hore.......!"

Melihat lawannya tak jatuh, ketong pun menjadi penasaran. Dengan membabi buta ia menyerang Surya dengan sabetan yang bertubi-tubi. Tak kenal ampun. Dan anehnya, Surya pun hanya diam. Tidak membalas sama sekali, ia seolah akan memberi pelajaran kepada ketong, sang jagoan yang jumawa itu. Hanya saja, tangan kanan Surya tampak bergetar, seolah terasuki oleh kekuatan yang tak kasat mata.

Dan pada saat yang tepat, seiring dengan sabetan sabetan ikat pinggang ketong yang tak mengenai sasarannya, pukulan Surya dengan deras mampir ke wajah sang jagoan. Tepat pada dagunya, ketong langsung terpental sejauh tiga meter dan langsung tak sadarkan diri. Keempat teman dekat sang jagoan langsung menyerang Surya, tetapi apa lacur? Seiring dengan Surya mengibaskan tangan kannya, tubuh keempat teman sang jagoan terpental. Mereka seolah terdorong oleh suatu kekuatan yang maha dasyat. Dan sisanya, langsung menjatuhkan berbagai benda yang mereka bawa. Dengan wajah penuh ketakutan dan menghiba, mereka menatap surya seolah memohon pengampunan atas ulahnya.

"Angkat tuh jagoan, juag empat teman lu. Gua cuma mo pesen, elu-elu boleh reseh ama sekolah lain, tapi jangan ama sekolah gua," demikian kata Surya. Tanpa banya bicara, dengan wajah menunduk mereka pun mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Surya. Sorak sorai kemenangan terdengar membahana dari dalam sekolah tatkala Surya membuka kembali pintu gerbang dan langsung masuk ke kelasnya. Teman-teman dan bahkan para guru mengikutinya dari belakang. Mereka memberi selamat atas tindakan yang dilakukan oleh sang ketua OSIS, sambil dengan diam-diam mengamati wajah surya yang terkena sabetan kepala ikat pinggang yang terbuat dari besi. Aneh! tak ada luka, bahkan lecet barang sedikitpun!.

Dan ketika pulang, andi sahabat karibnya, langsung saja bertanya,"Sur, gua kagak sangka klo elo punya simpena ilmu yang begitu hebat . Klo boleh tahu, elo belajar dimana sih!?" Surya hanya tersenyum, tak menjawab. Kerna pertanyaan itu diulang-ulang sampai beberapa kali, akhirnya Surya pun tak sampai mati." Asal elo tahu aja, gua dapat ini semua dari Bang Udin," jawabnya sambil memperlihatkan sebuah bungkusan yang terbalut dengan kain hitam.

"Wow! jimat. Elo pake puasa segala? Tanya andi penasaran. " Enggak, cuman ada syarat khusus yang harus gua kerjain tiap malam jum'at atau selasa kliwon, terus ada sedikit amalan yang harus gue baca untuk sehari-hari," jawab Surya. '' Ngomong-ngomong ,ada pantangannya kagak?' potong Andi. "Pokoknya elo jangan melanggar larangan agama dan negara. Itu saja," ungkap Surya.

Kembali kedua sahabat itu berjalan beriringan sambil berdiam diri. Wajah Andi tampak berkerut tanda ia sedang berpikir keras. "Eh! ngomong-ngomong Bang Udin saudara lu?" Tanyanya tiba-tiba. "Bukan, tapi dia ngaggep siapa saja yang ditulungnya sebagai saudara. Klo elo penasaran, kapan-kapan gua ajak ke rumahnya," imbuh Surya.

Surya pun menerangkan dengan gamblang kepada sahabatnya tentang pribadi Bang Udin. Sosok yang selama ini dianggapnya begitu lengkap. Sebab selama ini, Bang udin dapat berlaku sebagai orang tua, guru, kaka, sahabat, bahkan teman.

Andi hanya bisa mengangguk-nganggukan kepalanya saja. Ia sadar, apa yang dikatakan oleh Surya itu benar adanya. Buktinya, Surya mampu mengatasi keganasan ketong bahkan menundukkannya berkat azimat yang diberikan oleh Bang Udin. Dan bukan hanya itu, Surya adalah sosok yang disegani dan sekaligus disayangi oleh teman dan para guru di sekolahnya.


Berdasarkan kejadian sebenarnya dan diceritakan oleh Trie, yang bersumber dari Majalah Misteri Indonesia.

2 komentar: