Orang bunian dikabarkan suka menculik manusia

Orang bunian dikabarkan suka menculik manusia
Ilustrasi orang bunian

Fenomena orang bunian lebih dikenal di Malaysia dan di Kalimantan. Banyak cerita tentang orang bunian yang dianggap sebagai makhluk halus ini, terutama dari kawasan pedalaman. Ada sebuah kasus yang dianggap berkaitan dengan orang bunian, menimpa empat atau lima orang yang hilang saat mereka berkemah di Gunung Tebu, Jerteh, Terengganu. Mereka hilang selama hampir dua minggu. Sebelum mereka dinyatakan hilang, ada penduduk desa yang melihat mereka bersama teman perempuan serta gitar dan radio. 

Dilansir dari berbagai sumber, ketika ditemukan, mereka dijumpai dalam keadaan yang menyedihkan, dengan pakaian terkoyak-koyak, tangan serta mulut mereka penuh dengan lumpur. Menurut penduduk di sekitar itu, Gunung Tebu merupakan salah satu tempat yang dipercaya berkaitan dengan orang bunian. Konon, orang Bunian melakukan aktivitas sebagaimana layaknya manusia. Mereka berbelanja, beranak pinak dan memiliki wilayah yang jelas.

Orang bunian sering menampakan diri di Jambi dan di Kalimantan Timur. Ada yang pernah bertemu dengan Eyang yang berbadan besar dan matanya mengeluarkan api. Ada juga yang berupa badan cahaya tantric berbentuk bola-bola api yang terlihat di sebuah mess basecamp. Menurut kepercayaan agama Hindu, mereka itu semacam Purodha di Ananda Marga (Sadhaka yang kehilangan jasad manusia dan terbelengu kesaktian) - Anandamurti paling murka, kalau melihat ada Acarya/Margii yang terlalu terikat pada mencari Kesaktian, karena bukan Moksa yang didapat dari Tantra yoga, tetapi menjadi mahluk gentayangan di alam Jin.

Sebuah kejadian di Terengganu, seorang ibu yang hamil memukul seekor ular tetapi anehnya ular tersebut tibatiba menghilang dari pandangan. Setelah anak yang dikandungnya itu lahir (anak perempuan) yang saat itu berusia sekitar 11 tahun, anak tersebut sering didatangi ular yang akan membelit tubuhnya dan membawanya terbang ke tempat yang tidak diketahui dimana dan saat anak tersebut pulang, dia membawa sesuatu yang sebutnya BUNGA. Yang dimaksudkan sebagai Bunga sebenarnya adalah sisik ular.

Kabarnya, pintu masuk ke negeri ini sangat angker. Kecelakaan yang menelan korban secara misterius masih mewarnai tempat ini. Jika melewati jalan di sepanjang Bukittinggi - Payakumbuh, cobalah tatap sejenak tebing di dekat PLTA. Sepintas, tebing itu tak ada bedanya dengan tebing-tebing yang lain. Namun, konon bila melihat dengan mata batin dan konsentrasi yang penuh mungkin akan menemukan sisi lain dari tempat ini. Kabarnya inilah pintu masuk menuju Negeri Bunian.

Cerita seram, ngeri dan menakutkan sering terdengar dari tempat ini. Para pedagang di kecamatan Baso sering mengeluh, dagangannya terjual ludes dibeli oleh orang-orang tak dikenal. Tapi, ketika mereka melihat ke tempat uang sebagian uangnya telah berubah menjadi daun kayu. Kabarnya, daun kayu itu adalah uang yang dipakai belanja oleh para makhluk halus. Anehnya, pedagang tidak tahu bila yang diterimanya adalah selembar daun. Mereka tetap melihatnya sebagai uang.

Kisah misterius lain adalah lenyapnya korban kecelakaan sepeda motor. Seorang saksi melihat motor itu melaju kencang di jalan aspal, tiba-tiba saja menghantam rumpun bambu yang ada di tempat itu. Anehnya, motor tersebut tak mengalami kerusakan apa pun, termasuk goresan-goresan pada catnya. Tetapi ketika penduduk mencari pengendaranya, tak satu pun yang berhasil menemukan.

Usaha pencarian selama sehari penuh tak membawa hasil. Bahkan hari berikutnya, pengendara itu tetap menghilang. Baru pada hari ketiga, mayatnya ditemukan mengapung di sungai beberapa kilometer dari tebing tersebut. Selain jauh dari lokasi kecelakaan, pada hari sebelumnya di tempat itu sudah dilakukan pencarian. Masih banyak cerita-cerita misteri yang berasal dari tempat ini. Ada sopir yang menabrak domba kemudian didatangi oleh orang yang mengaku domba itu sebagai anak kandungnya kepada sopir tersebut untuk datang ke rumahnya. Setelah sopir tadi mendatangi denah yang diberikan oleh orang itu, ternyata denah tersebut menuju ke tebing tadi, tepatnya di bawah pohon beringin yang besar.

Kejadian-kejadian misterius itu menyebabkan sebagain besar orang makin mempercayai bila tempat ini adalah pintu masuk ke Negeri Bunian. Meski demikian, tidak setiap orang bisa melihat pintu tersebut dan memasuki negeri para lelembut. Hanya mereka yang memiliki kekuatan supranatural saja yang mampu menembusnya. Negeri Bunian yang berada di Gunung Sibayak, Sumatra memang dikenal sebagai negeri mahkluk gaib. Seorang perempuan mantan mahasiswi Universitas Sumatra Utara mengaku menjadi permaisuri Pangeran Bunian. Dia diajak menikah ketika bertamasya ke Brastagi bersama teman-teman sekampusnya.

Tatkala bertamasya itulah Sinta mengalami keajaiban. Bila temantemannya hanya melihat barisan pohon di sekitar gunung maka ia melihat sebuah kerajaan yang amat megah. Tak pernah terlintas dalam pikiran Sinta bilamana kerajaan itu adalah Negeri Bunian yang sering didengar dari cerita nenek moyang. Di tengah-tengah keheranan itu, munculah seorang pemuda yang sangat santun dan ganteng. Ia mengaku bernama Tengku Suradi, anak Raja Bunian. Pandangan pertama Sinta terhadap Tengku Suradi menimbulkan benih-benih cinta. Rupanya Tengku Suradi pun menaruh perasaan yang sama. Buktinya, hanya Sinta yang dapat melihat alam gaib itu, sementara teman-teman yang lain tak ada yang mengetahuinya.

Setelah berbasa-basi sejenak, Sinta dan Tengku Suradi berjalan menuju ke istana yang amat megah. Mereka ingin menemui Baginda Raja untuk mengajukan permohonan untuk meminang Sinta. Meski berbeda alam, tetapi Sinta dan Tengku Suradi sudah membulatkan tekadnya. Rupanya Raja Bunian cukup bijak dalam menghadapi dilema itu. Beliau mengabulkan permohonan anaknya untuk menikah bersama Sinta. Saat itu Sinta seperti berada dalam alam bawah sadar. Ia tak pernah tahu lagi bersama siapa ia pergi dan untuk tujuan apa kepergian itu. Ia tak tahu lagi bila sanak keluarga dan teman-teman sekampusnya kebingungan karena kehilangan dirinya.

Orang bunian suka menculik manusia

Bunian dikabar sering menculik manusia. Dua kakak beradik asal Jerman, Christina Erichhorn, 30 tahun, dan Hans Jorg Erichhorn, 27 tahun, yang hilang di Gunung Sibayak sejak 31 Maret 1997. Merry dan sekitar 50 dukun lain berusaha menemukan mereka dalam keadaan hidup atau mati. Dukun Merry Silaban duduk bersila di kaki puncak Gunung Sibayak. Ia mengenakan jubah hitam plus ikat kepala merah. Mulutnya berkomatkomit membaca mantra. Dan perhatiannya terpusat pada sebuah kendi di depannya yang berisi bara api.

Bau kemenyan menyebar ke manamana. Sesekali dukun asal Simalungun itu berteriak-teriak memanggil nama Christina Erichhorn dan Jorg Erichhorn. Dengan “mata” batin, Merry mengatakan, dua turis Jerman itu masih hidup. Mereka tengah terjerat makhluk halus bunian atau umang sehingga tak mampu menemukan jalan keluar. Agar kembali sadar pada fitrahnya, kedua orang itu harus diteriaki. Mereka tersesat karena pipis sembarangan tanpa permisi. Padahal di hutan pun perlu aturan, misalnya dengan meludah atau batuk. Begitu adat sopan santunnya bagi yang percaya.

Ihwal bunian itu, dalam legenda Batak Karo, adalah makhluk halus penghuni Sibayak. Puncak Gunung Sibayak diibaratkan rumah gedung bertingkat, yang dijaga beberapa satpam. “Kita tak bisa masuk sembarangan,” kata Raja Dath Surbekti, seorang pamong desa yang tinggal di kaki Gunung Sibayak, kepada Bambang Sukma Wijaja dari Gatra. Pada tahun 1996, Tony, bukan nama sebenarnya, pernah hilang di Sibayak. Pemuda kelas II SMA Brastagi ini dicari ke mana-mana tak ketemu. Pencarian secara mistis, yaitu membunyikan gendang untuk membangunkan para roh, juga dilakukan. Toh hasilnya nihil. Setelah tiga bulan tanpa hasil, keluarga Tony pun pasrah.

Tahu-tahu Tony muncul. Warga pun heboh. Legenda umang kembali diyakini kebenarannya. Kepada Surbekti, Tony bercerita bahwa ia diajak seseorang melihat sebuah “kota” bergemerlapan emas di Gunung Sibayak. Dari cerita itu Tony diduga tersesat di Sipiangsa, yang diyakini warga sebagai wilayah maut. Konon, burung melintas pun mati oleh pengaruh asap belerangnya. Sipiangsa sudah “menelan” tiga pesawat terbang dan lima helikopter. Kejadian ini mengingatkan pada kisah Segitiga Bermuda di Amerika.

0 Response to "Orang bunian dikabarkan suka menculik manusia"

Posting Komentar