8 Teknologi hemat bbm pada mobil

8 Teknologi hemat bbm pada mobil

Naiknya harga bbm, membuat anda perlu lebih selektif dalam memilih kendaraan baru. Bukan berarti pilihan hanya ada di mobil-mobil dengan mesin berkapasitas mesin kecil seperti city car, melainkan lebih kepada teknologi yang diusung. Apa saja teknologi yang membuat dapur pacu dapat bekerja seefisien mungkin?

1. Pengaturan Waktu Bukaan Katup
Ini merupakan teknologi yang kini telah menjadi standar produsen mobil. Dengan mengatur waktu bukaan katup, rentang tenaga menjadi lebih rata di setiap tingkat putaran mesin. Efeknya, anda tak perlu lagi menekan pedal gas lebih dalam saat berakselerasi. Penamaan teknologi ini berbeda di setiap produsen mobil seperi WT-i di Toyota atau CVTC di Nissan dan lainnya.

2. Throttle By Wire
Sistem ini meniadakan peran kabel gas, sehingga pergerakan throttle atau sering disebut skep menjadi tidak terlalu responsif. Saat pedal gas diinjak penuh, sebuah potensiometer di pedal memproses melalui ECU lalu meneruskannya untuk menggerakan throttle. Jadi besar bukaan throttle bukan semata-mata berdasarkan injakan di pedal, melainkan kebutuhan udara di mesin.

3. Posisi Intake Dan Exhaust Manifold
Pada mesin-mein di era 1970-an, posisi intake dan exhaust berada di satu sisi. Kemudian berkembang dengan menempatkan posisi intake yang berseberangan dengan exhaust. Dengan pola pemikir bahwa intake harus berada sejauh mungkin dari sumber panas di ruangan mesin: exhaust manifold, radiator, dan kondensor AC. Pada mobil berpenggerak depan dengan mesin melintang, hal ini bisa dilihat posisi intake berada di belakang atau dekat fire wall sementara exhaust ada di depan.

Rancangan ini semakin disempurnakan dengan penggunaan intake manifold dari bahan plastik. Dengan begitu, suplai udara segar ke mesin tak lagi terganggu oleh panas radiator maupun kondensor AC. Selain itu, sudut tekukan exhaust manifold juga dibuat selandai mungkin sehingga mesin dapat bekerja lebih efisien.

4. Program Ecu Close Loop
Ini merupakan langkah produsen mobil untuk memperoleh efisiensi bahan bakar terbaik. Dengan menempatkan sensor di exhaust manifold membuat jumlah kandungan oksigen setelah pembakaran dapat terdeteksi. Hal ini berfungsi untuk menentukan campuran bahan bakar dengan udara ketika sensor menangkap kejanggalan. Alhasil, campuran bahan bakar akan selalu berada salam batas ideal sehingga efesiensi mesin menjadi jauh lebih baik.

5. Electronik Power Steering
Power steering memang membantu pengemudi meringankan olah stir saat mobil berhenti atau berjalan pelan. Namun sistem hidraulisnya bekerja dengan memanfaatkan putaran mesin untuk menggerakan pompa, sehingga membuat mesin bekerja lebih berat, Karena itu sekarang semakin banyak digunakan power steering elektrik yang memiliki tingkat efisiensi lebib tinggi.

Sistem Electric Power Steering ini hanya memerlukan arus listrik untuk memutar motor agar sistem kemudi menjadi ringan. Selain menghemat tenaga, tidak adanya minyak power steering membuat biaya perawatan kendaraan semakin murah.

6. Distributorless
Sistem pengapian tanpa distributor membuat akurasi waktu pengapian di ruang bakar semakin baik. Hambatan pada kabel busi dan distributor ditiadakan. Efeknya, pembakaran setiap silinder semakin akurat dan berdampak pada pembakaran sempurna  untuk menghasilkan daya ledak optimum.

7. Direct Injection
Meletakan posisi injection dalam ruang bakar dapat meminimalkan bahan bakar yang terbuang percuma. Dengan jumlah bahan bakar akurat, menjadikan mesin bekerja lebih efesien.

8. Dual Spark
Teknologi ini telah diterapkan pada produk unggulan Honda (i-DSI). Dengan menempatkan dual busi di setiap silinder, membuat proses pembakaran dapat berlangsung sempurna tanpa sisa bahan bakar.

1 Response to "8 Teknologi hemat bbm pada mobil"