Senin, 07 Desember 2015

Cara terapi pengobatan untuk pendarahan otak

Cara terapi pengobatan untuk pendarahan otak
Ilustrasi
Kadang-kadang penyakit pendarahan pada otak ini diakibatkan salah satu dari urat yang menjurus ke otak menjadi terbelah, hal itu terjadi karena kekejangan. Akhirnya, anggota badan yang berdekatan dengan urat yang berlubang itu menjadi lumpuh karena kekurangan makanan, kemudian terjadilah pendarahan pada daerah badan yang berdekatan dengannya.

Parah atau tidak kelumpuhan itu dapat ditentukan dengan mengetahui tempat urat yang kubang pada otak tersebut, sedang fungsi yang dimiliki oleh urat itu dilihat dari segi peredaran darahnya. Apabila kelumpuhan itu mempunyai dampak negatif pada jantung, maka dia dapat meninggal seketika, dan inilah yang disebut "kematian karena serangan jantung yang membahayakan".

Kemungkinan kelumpuhan itu akan menyerang pada salah satu anggota badan, yang akhirnya orang yang sakit tidak dapat bicara dan tidak sadar. Apabila keadaannya sudah sampai yang demikian itu, maka orang yang menderita didudukkan di tempat tidurnya dan kantong yang berisikan es diletakkan pada dahi atau kepalanya. Ketika itu, kamar orang yang menderita hendaknya digelapkan, tidak perlu menggunakan lamp, tidak diperbolehkan seorang pun mengunjunginya, dan tidak diperbolehkan ramai-ramai di kamar tersebut.

Keadaan tidak sadar dan tidak dapat bicara itu kadang-kadang memakan waktu beberapa hari. Maka dari itu, orang yang menderita hendaknya  diberi bantal yang berisikan air dan lubang-lubang yang dapat mengeluarkan udara, sehingga orang yang menderita terhindar dari luka-luka, karena berbaringan yang terlalu lama. Pada kedua mata kakinya, hendaknya diberi juga kapas yang diikat dengan kain. Disamping itu, badannya dibersihkan pula pada setiap hari. Setelah itu, dikeringkan, lalu diusap dengan alkohol atau air kolonia, kemudian diberi bedak talk atau bedak jenis lain yang biasa digunakan untuk kulit.

Setelah itu, Enema (Pengobatan dengan cara memasukkan obat melalui jalan belakang) dilakukan pada setiap hari atau boleh juga diberi cairan dari mulut, apabila masih dapat menelan. Apabila ternyata orang yang menderita sudah mulai sadar, maka perlu diberi pembalut dingin di dada, perut dan betisnya, atau boleh juga dengan pembalut panas, kemudian diganti dengan pembalut dingin.

Kemudian, pada telapak kakinya diberi kantong yang diisi dengan air panas untuk menghangatkannya. Akan tetapi, jangan sampai kantong panas ini diletakkan pada anggota badan yang lumpuh, karena orang yang menderita tidak akan merasakan kepanasan, bahkan nantinya akan berakibat kulitnya terganggu (lecet) karenanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar