Senin, 11 Januari 2016

Jalan raya kopyah dijaga siluman kuda putih

Jalan raya kopyah dijaga siluman kuda putih
Jalan raya Kopyah, di jalan inilah banyak kuda yang ketakutan

Lokasi yang berbalut kental dengan nuansa mistik ini terletal di Desa Kopyah RT. 04/03, Kec. Anjatan, Kab. Indramayu. Tepatnya sekitar 60 meter dari rumah makan tongseng, yang berdiri di tepi ruas jalan alternatif Patrol Haurgeulis, jalan raya kopyah. Dan kekentalan balutan mistik yang ada di sini, berbeda dengan yang ada di daerah lain. Dulu, tiap ada kuda yang melewati ruas jalan raya ini pasti akan ketakutan! Dan tak berhenti sampai disitu saja, kebanyakan kuda-kuda itu akan mati karena dikejar dan dihajar oleh kuda putih ghaib penunggu Kedokan Kopyah.

Cerita tentang kematian misterius dari kuda-kuda yang lewat di sana sampai sekarang masih menjadi buah bibir masyarakat yang tinggal di sekitar tempat keramat ini. Manakala team misteri mendatanginya, di lokasi terdapat dua buah bangunan yang tampak kurang mendapat perawatan. Yang di sebelah selatan, biasa dipergunakan oleh para peziarah yang datang untuk ngalap berkah, sedang yang di sebelah utara berisi dua buah makam. Yakni makam bapak Rasmin, seorang guru spiritual yang mumpuni, dan makam anaknya, ibu Sakem. Sementara, di sebelah timur kedua makam itu terdapat sumur tua yang juga dalam keadaan tak terawat.

Sayang, waktu itu sang juru kunci tak ada di tempat. Team misteri hanya bertemu dengan istrinya, Ani. "Kang Dikin, suami saya, tak mau jika tempat ini di tulis di koran," kilahnya kepada team misteri. Team misteri berusaha meyakinkan Ani, tetapi yang bersangkutan tetap saja bersikukuh dengan pesan suaminya. Di tengah-tengah kebimbangan, beruntung team misteri bertemu dengan Hajjah Wastem yang bersedia untuk menceritakan misteri yang menyungkupi keramat kedokan kopyah.

Konon, waktu itu Embah Buyut kopyah yang menaiki seekor kuda tinggi besar sedang berperang. Sebagai seorang muslim yang saleh, pada saat waktu dzuhur tiba, beliau pun berniat untuk mendirikan sholat di tempat di mana ia berada. Karena kebetulan di tempat itu tak ada air, beliau pun langsung menjejakkan kakinya ke bumi. Ajaib, saat itu juga keluar air dari perut bumi yang lama kelamaan menjadi sumur. Beliaupun langsung berwudhu dan kemudian mendirikan sholat dzuhur. Usai itu, tatkala beliau berniat untuk istirahat barang sejenak, musuh yang mengejarnya pun datang. Karena tergesa-gesa, kopyah yang selama ini menjadi penutup kepalanya pun tertinggal. Agaknya, inilah yang menyebabkan kenapa tempat tersebut pada akhirnya dikenal dengan kedokan kopyah atau Buyut Kopyah.

Yang jelas, dulu jika ada orang yang memelihara kuda dan kuda itu sempat bertemu dengan kuda ghaib milik Embah Buyut Kopyah, maka kuda itu akan mati. Hal ini pernah menimpa Bekel Masduki (Bekel, Kepala Desa, Kuwu, red) saat mengkhitankan anaknya yang bernama Slamet dengan hiburan Kuda Renggong. Dan ketika kudanya hendak di hias, ternyata kuda itu langsung lari dan kemudian jatuh tersungkur. Konon setiba di daerah asalnya, Subang, kuda itu langsung mati.

"Waktu saya kecil, dan bertepatan dengan prepegan lebaran, ada kuda dari Sukatani membawa kursi yang masih belum jadi. Dan setibanya di perempatan jalan, entah kenapa kuda itu langsung menjadi binal dan lari sekencang-kencangnya. Ketika sampai di Blok Konca, kuda itu tersungkur. Mati !. Barangkali kuda itu bertemu atau bahkan dikejar oleh kuda siluman," papar Hajjah Wastem.

"Beruntung, kami tak pernah diganggunya. Bahkan, jika ada kejadian yang tak mengenakkan, daerah ini selalu aman. Maklum, dijaga oleh kuda siluman," imbuhnya.

Karena penasaran, kembali team misteri menemui Wajim yang juga tinggal di seda Kopyah. Ia menuturkan, "Kedokan Kopyah adalah tapakan daru putra sunan Ampel yang dijaga oleh sebangsa makhluk halus, Kaki dan Nyai Puret. Sedangkan yang di makamkan di tempat itu adalah almarhum bapak Rasmin, guru spiritualnya yang berasal dari Kabupaten Brebes. Ini sesuai dengan amanah yang disampaikan langsung oleh sang guru kepada murid kesayangannya."

Ternyata, silang pendapat tentang hal yang satu ini tak pernah usai. Ada yang menebut Kedokan Kopyah sebagai tapakan Embah Salewi dan Raden Patah, sementara Wajim sendiri menyebutnya sebagai tapakan dari Syeikh Putra Sunan Ampel.

Mohammad Tasdik paranormal yang juga suami Hajjah Wastern menuturkan," Menurut almarhum bapak saya, Kodokan Kopyah adalah tapakan dari Raden Patah. Saat itu beliau membantu kerajaan Darmayu yang sedang bersengketa mengenai perbatasan dengan kerajaan Sumedang. Tepatnya antara Pangeran Darma atau wilarodra dengan Raden Sangkuriang. Dan pada saat pertempuran terjadi, kopyah Raden Patah tertinggal di desa ini. Akibatnya, tempat ini dinamakan Desa Kopyah."

"Dul,a pada zaman DI/TII, desa ini memeperlihatkan keistimewaannya. Tak seperti desa lain, kebanyakan penduduk desa ini selamat dari gangguan gerombolan. Bahkan, waktu itu hampir seluruh orang tua sering melihat ada kuda bawuk berbadan tinggi besar dinaiki oleh seorang lelaki yang mengenakan pakian haji sedang mengelilingi desa," imbuhnya bersemangat.

Muhammad Carly Effendy SH, salah satu tokoh masyarakat desa Kopyah juga menuturkan," Di lokasi Kedokan Kopyah ini terdapat burung dari alam ghaib, Burung Banjar Pentung. Bahkan pada tahun '85, saya pernah menembaknya tiga kali dengan senapan angin. Anehnya, walau kena burung itu tidak mati. Hanya bulunya saja yang rontok."

"Bukan hanya itu, menurut Tarsan di lokasi ini juga terdapat harta karun berupa guci, panci, poci, dan banyak lagi yang lainnya yang semuannya terbuat dari emas. Selain itu, disini juga ada mirah delima, dan bahkan ular naga. Dan batu Yaman-nya, sudah berhasil diambil olehnya," katanya menambahkan.

Seiring dengan perjalanan waktu, ternyata juru kunci Kedokan Kopyah pun sudah beberapa kali mengalami pergantian. Diantaranya adalah Taban, Juwid, dan Sutri. Tetapi, pada saat Sutri menjadi juru kunci, entah kenapa tiba-tiba banyak penduduk yang sakit dan langsung meninggal dunia. Agaknya, Embah Buyut Kopyah tak berkenan jika Sutri yang menjadi juru kunci. Dan benar, setelah Sutri diusir, penduduk kembali hidup dengan damai. Bahkan, Dikin juru kunci yang sekarang, konon dipilih langsung oleh penunggu ghaib Kedokan Kopyah.

Dan sebagai tempat yang dikeramatkan, tiap malam jum'at keliwon, di tempat ini selalu diselenggarakan tahlilan sebanyak dua kali. Yang pertama berlangsung usai sholat maghrib, sedang yang kedua usai sholat isya. Tepatnya mulai sekitar pukul 22.00 sampai dengan 24.00. Mungkinkah ada diantara nada yang terpancing untuk memiliki mirah delima yang terdapat di sana? Silahkan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar