Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Jumat, 26 Februari 2016

Mengenal sikap pada diri sendiri

Sikap
Adalah fakta yang diaku, bahwa sikap akan memandu perilaku dan pasti punya peran penting dalam susunan kepribadian. Kita bisa, sampai batas tertentu, memprediksi perilaku seseorang jika kita mengetahui sikapnya. Tetapi bagaimana sikap dan hal-hal lain memengaruhi perilaku harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati.

Sikap adalah susunan keyakinan, perasaan, dan kecenderungan yang relatif stabil tentang sesuatu atau seseorang yang disebut objek sikap. Sikap memiliki 3 komponen utama: keyakinan evaluatif tentang suatu objek, perasaan tentang objek itu, dan kecenderungan perilaku kepada objek itu. Keyakinan mencakup fakta, opini, dan pengetahuan umum kita tentang objek itu. Perasaan mencakup cinta, benci, suka, tidak suka, dan perasaan-perasan sesejenis. Kecenderungan perilaku mencakup kecenderungan kita untuk bertindak dengan cara-cara tertentu kepada objek itu, mendekatinya, menghindarinya dan seterusnya.

Tiga aspek sikap itu sering kali konsisten satu sama lain. Sebagai contoh, bila kita punya perasaan positif terhadap sesuatu, kita akan cenderung mempunyai keyakinan positif tentang hal itu, serta berperilaku positif terhadapnya. Namun demikian, tidak berarti bahwa tiap tindakan kita akan secara akurat mencerminkan sikap kita. Yang penting adalah memgembangkan sikap positif yang kuat sehingga akan tercermin pada sikap kita.

Pengembangan sikap
Sikap manusia berkembang seiring perkembangan dirinya. Tetapi tidak seorang pun yang berkembang terpisah dari kehidupan masyarakat. Sebagaimana kehidupan tiap orang pasti bersinggungan dengan kehidupan orang lain meski hanya pada titik-titik tertentu dan sebagaimana kisah hidup seseorang mirip dengan namun tidak indentik dengan kisah hidup tetangganya, sikap seseorang juga akan mirip dengan keluarga, teman, tetangga, dan rekan senegaranya.

Sikap berkembang dalam proses pemuasan keinginan
Bersamaan dengan usaha mengatasi berbgai masalah untuk memuaskan keinginan, individu akan mengembangkan sikap-sikapnya. Seseorang akan mengembangkan sikap baik terhadap objek dan orang yang memuaskan keinginannya, dan sebaliknya, ia akan mengembangkan sikap negatif terhadap objek dan orang yang menghambat pencapaian tujuan.

Sikap seorang individu mungkin memiliki nilai yang lebih instrumental. Individu itu mungkin mengembangkan sikap dalam menanggapi situasi yang menantang, atau dengan kata lain, dalam upaya memuaskan keinginan tertentu. Selama sikap seseorang merupakan sistem yang relatif stabil, sikap itu tetap ada pada dirinya dan dapat dipakai memecah masalah yang berbeda-beda untuk memuaskan sejumlah keinginan.

Dengan demikian, faktor penting dalam pembentukan sikap adalah "pemuasan keinginan". Sikap bukan hanya memberi makna pada dunia seorang individu, tapi juga berguna malayani pencapaian berbagai tujuan lain yang dicoba. Sebuah sikap dapat berguna untuk mencapai berbagai keinginan, dan keinginan apa pun akan memunculkan sikap yang sama.

Sikap seseorang dibentuk oleh informasi yang diterimanya
Sikap bukan hanya terbentuk dalam proses memenuhi keinginan; sikap juga dibentuk oleh informasi yang diterima seorang individu. Agar dapat memuaskan beragamnya keinginan, seorang individu mengembangkan sikap yang membantunya mencapai tujuan. Ada sikap yang terbentuk dari fakta yang didapat seseorang dari berbagai sumber. Karena kita hidup dalam dunia yang kompleks, muatan kognitif sikap yang dimiliki seseorang dipengaruhi otoritas di luar dirinya. Otoritas itu acap kali tidak dapat diandalkan, entah karena ketidakpedulian atau kesengajaan. Selain itu, seorang individu mungkin tidak bisa membedakan kebenaran dengan kebohongan, atau antara fakta yang aktual dengan yang menyesatkan, dan ketika ia menanggung risiko dibohongi. Terakhir, bila seseorang gagal menemukan fakta, dia terpaksa mengarang fakta.

Semua hal ini menunjukan bahwa takhyul, delusi, dan prasangka kita akan terkait dengan keandalan otoritas di mana kita bergantung (guru, surat kabar, buku, televisi, radio), kisaran pengalaman yang kita alami, dan sejauh mana keinginan utama kita terpuaskan.

Afiliasi kelompok seseorang juga membentuk sikap
Afiliasi kelompok seseorang punya peran penting dalam pembentukan sikap. Sikap seseorang dibentuk baik oleh keanggotaannya dalam suatu kelompok maupun oleh kelompok yang ingin dimasuki oleh orang itu.

Meskipun demikian, seorang individu tidak begitu saja secara pasif menyerap sikap-sikap yang ada pada berbagai kelompok afiliasinya. Sikap, seperti kognisi, berkembang secara selektif dalam proses pemuasan keinginan. Seorang individu akan memungut dan memilih, dari kumpulan sikap yang ditawarkan, sikap yang dapat memuaskan keinginannya. Dan tiap individu pasti berafiliasi dengan banyak kelompok, yang mungkin mendukung sikap yang searah maupun yang berlawanan. Dengan demikian, pengaruh kelompok pada pembentukan sikap bersifat tak langsung dan kompleks.

Apakah sikap seseorang mencerminkan kepribadiannya?
Salah satu pengaruh kelompok terhadap pengembangan sikap adalah menghasilkan keseragaman sikap di antara anggota-aggotanya. Tetapi di tengah keseragaman itu terdapat juga keragaman. Faktor utama di balik keragaman itu adalah perbedaan kepribadian antar individu. Seorang individu cenderung menerima sikap yang menyokong kepribadiannya. Hal ini berlaku untuk berbagai sikap, termasuk etnosentrisme, sikap keagamaan, sikap politis, dan sikap tentang hubungan luar negri.

Namun demikian, kepribadian orang individu bukanlah sistem yang terintegrasi secara sempurna, dan individu bisa saja memiliki sikap yang inkonsisten atau kontradiktif karena tiga alasan: Berbagai otoritas mengajarkan hal-hal berbeda untuk bidang yang berbeda, afiliasi kelompok yang saling bertentangan, serta kebutuhan yang saling bertentangan. Manusia mampu dan memang melayani banyak tuan.

Ubahlah cara pandang anda
Kita melihat dunia melalui kacamata kita sendiri. Kita melihat kebaikan dan kejahatan. Kita melihat keindahan dan keburukan. Tetapi sesungguhnya apa yang kita lihat bukan selalu merupakan realitas. Kita melihat apa yang kita rasakan dari dalam dan apa yang memang ingin kita lihat. Persepsi kita merupakan cermin siapa diri kita. Sikap, keyakinan, dan perasaan kita memaksa kita untuk menemukan konsistensi di dunia luar. Perhatian kita menjadi selektif dan kita tidak melihat realitas secara utuh, tetapi hanya dalam segmen-segmen.

Informasi semacam ini bukan hanya merugikan diri kita sendiri, tetapi juga orang lain yang berinteraksi dengan kita. Sebelum mengemukakan pendapat kta, kita harus meninjau situasi secara utuh dan menimbang-nimbang untung ruginya. Pendek kata, kita harus mengubah fokus perhatian kita. Lihatlah sisi baik dari pengalaman dan orang lain. Semua orang punya kelemahan, tetapi kekuatan kitalah yang penting. Kita harus mengenali dan mewujudkan potensi kita dan orang-orang lain untuk hidup efektif.

Hitunglah karunia yang anda miliki sebutkan satu persatu
Hitunglah karunia anda dan sebutkan satu persatu. Anda akan terkejut menyadari apa yang sudah dilakukan oleh orang lain untuk anda. Kebanyakan dari kita cenderung memikirkan dan mendaftar apa yang belum dilakukan orang lain untuk kita. Tentu saja, kita punya harapan agar orang lain memenuhi kebutuhan kita, tetapi mereka tidak mungkin diharap memenuhi seluruh kebutuhan kita. Kita harus menempatkan diri di tempat mereka, dan kemudian memikirkan apakah hal itu mungkin.

Anak-anak sering meminta hal-hal yang tidak perlu kepada orangtua, tetapi orangtua tidak selalu memenuhi permintaan itu. Hal itu bukan karena orangtua tidak mencintai anak-anak mereka, melainkan karena mereka menggunakan kebijaksanaan dan berindak dalam keterbatasan mereka. Demikian juga, ketika permintaan kita tidak dipenuhi, kita tidak perlua merasa iri. Seharusnya kita bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah dilakukan untuk kita sejauh ini dan untuk yang akan mereka beri dalam waktu dekat. Karena ini lah kita harus mengembangkan sikap bersyukur.

Pendidikan moral adalah sebuah keharusan menguatkan superego
Apakah anda melek huruf? Apakah anda orang yang terdidik? Kedua pertanyaan mungkin tampak sama bagi anda, tetapi sebenarnya tidak. Ada perbedaan sangat besar antara melek huruf dan pendidikan. Kita semua mungkin melek huruf tetapi tidak terdidik. Beberapa orang mungkin buta huruf tetapi terdidik. Orang yang melek huruf adalah yang dapat membaca dan menulis. Sedangkan individu terdidik adalah orang yang telah menerima pelatihan mental dan moral.
Kita harus memiliki moral. Masyarakat kita tidak menerima orang yang tak bermoral. Kita harus mendidik diri kita dengan apa yang benar secara moral. Kita harus memperkuat superego kita yang merupakan perwakilan internal dari nilai-nilai tradisional dan ide-ide masyarakat, hal yang membuat kita sadar atas yang benar dan yang salah. Bila hal ini kita miliki, barulah kita mampu membedakan yang benar dari yang salah serta mengevaluasi diri kita dan orang lain.

Kembangkan perasaan positif tentang diri anda
Dalam bahasa psikologis, perasaan tentang diri disebut sebagai kepercayaan diri (self-esteem). Kepercayaan diri yang tinggi perasaan bahwa diri kita berharga adalah hal yang menguntungkan. Orang yang merasa nyaman dengan diri mereka lebih jarang sakit maag dan tidur lebih nyenyak, lebih kuat menghadapi tekanan, memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menggunakan narkoba, lebih gigih mengerjakan tugas-tugas sulit, serta lebih bahagia.

Orang yang kepercayaan dirinya rendah tidak selalu melihat diri mereka tidak berharga atau buruk. Yang pasti, mereka sulit mengatakan hal-hal bagus tentang diri mereka sendiri. Kepercayaan diri yang rendah punya dampak merugikan. Lebih sering daripada tidak, ketidakbahagiaan dan keputusasaan berpasangan dengan kepercayaan diri yang rendah. Orang yang merasa gagal memenuhi harapannya rentan terhadap depresi. Orang dengan citra diri yang lebih buruk dibanding yang seharusnya rentan mengalami kecemasan. Dengan demikian, penting bagi kita untuk menghargai hal-hal baik tentang diri kita, menerima kelemahan kita serta berusaha memperbaikinya. Mencintai diri sendiri adalah awal dari kisah cinta yang abadi.

Gunakan kearifan anda
Kita semua dikarunai kemampuan untuk bertindak dengan tujuan, untuk berpikir secara rasional, dan untuk berhubungan dengan lingkuangan secara efektif. Kita harus mempunyai tujuan dan arah yang pasti dalam hidup. Kegiatan yang salah arah namun menarik mungkin menggoda kita untuk berpindah jalur. Namun semikian, ingatlah bahwa dalam hidup, anda mempunyai misi untuk dipenuhi dan tujuan untuk dicapai. Godaan itu mungkin saja menyenangkan, tapi anda punya janji yang harus dipenuhi dan jarak yang harus ditempuh sebelum mencapai tujuan. Anda harus berpikir secara rasional. Nalar dan pemahaman adalah esensial bagi pengembangan kepribadian yang positif. Kita harus bisa menggunakan lingkungan kita secara efisien untuk mencapai tujuan kita. Kita harus menggunakan kearifan untuk menilai yang baik dan yang jahat. Kita harus memilih yang baik sekaligus berusaha mengekang yang jahat.

Cintai pekerjaan anda
Kita semua punya pekerjaan atau hal lain yang harus dikerjakan. Suka atau tidak, pekerjaan itu harus diselesaikan. Bila kita bersikap negatif terhadap pekerjaan itu, kita akan kesulitan mengerjakannya. Coba bangkitkan minat terhadapnya. Coba atur dengan cara yang berbeda. Hal ini tak hanya akan meningkatkan kinerja anda, tapi juga akan memacu kreativitas. Strategi terbaik untuk melaksanakan pekerjaan yang tidak begiru menarik adalah dengan mencoba mengerjakan dahulu apa yang esensial. kemudian beranjak pada apa yang mungkin, dan pada akhirnya anda akan menyadari bahwa anda sedang mengerjakan yang tidak mungkin. Sikap yang anda gunakan untuk memandang persoalan lah yang menjadi daya dorong di balik tindakkan anda. Berpikir positif, bertindak positif.

Awal yang baik sama dengan separuh kemenangan
Kata-kata apa yang anda ucapkan saat bangun di pagi hari: "Ya, Tuhan! Sudah pagi" atau "Terima kasih Tuhan, pagi telah datang!'' Pernyataan pertama adalah pandangan pesimis untuk memulai hari, sedang pernyataan kedua adalah yang optimis. Bagaimana anda mengawali hari adalah hal yang penting. Pikirkan semua hal yang harus anda capai hari ini. Setiap pagi, menolehlah ke belakang untuk melihat apa yang anda kerjakan kemarin, dan kemudian cobalah untuk melampauinya. Anda harus terus maju dalam kerangka referensi yang sehat bagi anda dan bagi orang lain.

Anda memilikinya di dalam diri
Pengembangan sikap positif memiliki titik awal, namun tidak memiliki garis akhir. Akhir berarti selesai. Penyempurnaan tidak mengenal akhir. Ini lah yang terus-menerus bermula dari titik baru. Tidak seorang pun yang sempurna. Seberapa keras pun seseorang berusaha, kita semua tetap manusia. Kita mencoba, kita berhasil, tetapi kita juga gagal. Namun, siapa yang berhenti mencoba berarti gagal, dan siapa yang mencoba kembali akan mencapai apa yang sebelumnya tak terjangkau. Mencapai kesempurnaan adalah proses berulang tanpa akhir. Jadi, teruslah mencoba. Jangan menyerah. Anda memilikinya di dalam diri anda. Ini hanya soal waktu dan upaya. Anda pasti akan berhasil mendekati kesempurnaan.

Senin, 22 Februari 2016

Cara menuju aktualisasi diri dan ciri-cirinya

Aktualisasi diri
Aktualisasi diri adalah ketepatan seseorang di dalam menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya. Aktualisasi diri merupakan istilah yang telah digunakan dalam berbagai teori psikologi. Tidak ada rumus ajaib untuk menjalani kehidupan yang lebih kreatif. Aktualisasi diri pada dasarnya adalah sebuah proses, bukan tujuan ataupun titik akhir. Dengan demikian, ini membutuhkan kerja keras, kesabaran, dan komitmen anda. Barikut adalah 9 cara untuk memulainya.

1. Bersedia berubah
Mulailah dengan bertanya pada diri anda sendiri, "Apakah saya menjalani kehidupan yang memuaskan dan yang benar-benar mengekspresikan diri saya?" Bila tidak, bersiaplah untuk membuat perubahan dalam hidup anda. Seringlah mengajukan pertanyaan ini pada diri anda sendiri dan terimalah  kebutuhan akan perubahan berkelanjutan.

2. Memikul tanggung jawab
Anda dapat menjadi arsitek bagi diri anda dengan bertanggung jawab secara personal atas setiap aspek kehidupan anda. Memikul tanggung jawab dengan cara seperti ini mengakhiri kebiasaan menyalahkan orang lain atas hal yang sebenarnya terjadi karena keterbatasan anda

3. Pelajari motif anda
Pencarian diri melibatkan risiko. Jika sebagian besar sikap anda tampaknya dikendalikan oleh hasrat keselamatan atau keamanan, mungkin tiba saatnya untuk menguji batas-batas kebutuhan itu. Cobalah untuk membuat setiap keputusan sebagai pilihan untuk berkembang, bukan sebagai tanggapan atas ketakutan atau kecemasan.

4. Mengalami dengan jujur dan langsung
Wishful thinking (berandai-andai) adalah hambatan lain bagi perkembangan kepribadian . Orang yang mengaktualisasi diri cukup memercayai diri mereka sendiri untuk menerima segala bentuk informasi tanpa mendistorsinya sesuai dengan ketakutan dan hasrat mereka. Cobalah untuk melihat diri anda sendiri seperti orang lain melihat anda. Bersedihlah untuk mengakui "saya salah" atau "saya gagal karena tidak bertanggung jawab".

5. Manfaatkan pengalaman positif
Anda harus secara aktif mengulangi kegiatan yang menimbulkan perasaan kagum, heran, gembira, pembaruan, hormat, penghargaan, kerendahan hati, pemenuhan, atau keriangan.

6. Bersiaplah menjadi yang berbeda
Setiap orang mempunyai potensi untuk menjadi "besar", tetapi kebanyakan takut akan apa yang mungkin terjadi. Sebagai bagian dari pertumbuhan pribadi, bersiaplah untuk memercayai impuls dan perasaan anda sendiri; jangan secara otomatis menilai diri anda sendiri dengan standar orang lain. Terimalah keunikan anda.

7. Terlibatlah
Libatkan diri anda secara pribadi dan buatlah komitmen. Alihkan perhatian anda pada persoalan di luar anda sendiri.

8. Jagalah kecemasan pada tingkat rata-rata
 Riset telah menekankan kontribusi konstruktif dari kecemasan pada pertumbuhan diri. Aktualisasi diri, penggunaan talenta seseorang secara kreatif, hanya muncul melalui perjumpaan dengan pengalaman yang memunculkan kecemasan. Kemungkinan baru untuk mengatasi ancaman potensial dapat meluaskan lingkup aktivitas seseorang dan meningkatkan kebebasan pribadi.

9. Nilailah kemajuan anda
Karena tidak ada titik final yang menjadi tanda bahwa seseorang telah mencapai aktualisasi diri, penting untuk terus mengukur kemajuan dan memperbarui upaya. Jika anda merasa bosan di sekolah, di tempat kerja, atau dengan sebuah hubungan, anggap saja itu sebagai tantangan atau indikasi bahwa anda belum bertanggung jawab atas pertumbuhan pribadi. Hampir segala aktivitas dapat digunakan sebagai peluang untuk pengembangan diri jika hal itu didekati secara keratif.

Ciri-ciri menyeluruh orang yang mengaktualisasi diri menurut Abraham Maslow

1. Mereka memiliki persepsi atas realitas yang lebih efisien dan merasa nyaman dengannya.
2. Mereka menerima diri dan sifat-sifat mereka hampir tanpa memikirkannya.
3. Perilaku mereka ditandai oleh kesederhanaan dan kealamiahan, tanpa kepalsuan atau efek yang dipaksakan.
4. Mereka berfokus pada masalah-masalah di luar diri mereka, memerhatikan isu dasar dan pertanyaan abadi.
5. Mereka menyukai privasi dan cenderung menyendiri.
6. Mereka relatif independen dari lingkungan fisik dan sosial mereka; mereka bergantung pada pengembangan dan pertumbuhan berkelanjutan mereka sensiri.
7. Mereka tidak menganggap karunia yang diterima sebagai hal yang memang sudah semestinya begitu, melainkan terus-menerus mengapresiasi kesenangan hidup yang mendasar.
8. Mereka memiliki cakrawala pandang yang tak terbatas dan mengalami intensifikasi pengalaman "di luar kesadaran", sering kali dalam bentuk mistik.
9. Mereka merasakan persaudaraan yang mendalam dengan orang lain.
10. Mereka mengembangkan ikatan mendalam dengan sedikit individu yang juga memiliki aktualisasi diri tinggi.
11. Mereka benar-benar demokrasi. Walaupun tidak pilih-pilih, mereka tidak begitu melihat adanya perbedaan.
12. Mereka sangat etis, dengan standar moral yang pasti, walaupun sikap mereka konvensional; mereka lebih menekankan hasil daripada cara.
13. Humor mereka bersifat nyata dan terkait dengan filosofi, tidak menyakitkan. Mereka cenderung serius dan penuh pengertian.
14. Mereka orisinil dan penuh daya cipta, lebih lentur dan lebih segar daripada orang lain.
15. Sementara mereka condong ke arah konvensional, dan berdamai dengan kebudayaan, mereka hidup lebih mengikuti hukum dari karakter mereka sendiri daripada hukum masyarakat.
16. Mereka mengalami ketidaksempurnaan dan memiliki respons emosional sebagaimana orang lain.

Jumat, 19 Februari 2016

29 Cara untuk mengembangkan pikiran positif

Berpikir positif
Manusia pasti terlahir bebas, namun di mana-mana ia mendapati dirinya terikat. Manusia terikat oleh apa yang dipikirkan orang tuanya tentang dirinya dan apa yang orang tua harapkan untuk dilakukannya. Kita terikat oleh harapan masyarakat. Kita terikat oleh ajaran agama dan filsafat. Kita terikat oleh apa yang dipikirkan orang lain tentang kita. Pendek kata, kita terikat oleh segala sesuatu yang berarti. Kita harus membebaskan diri kita sendiri dari keterikatan. Kita harus membebaskan diri kita sendiri dari dalam. Kita harus berkembang sebagai pemikir independen. Tanpa pikiran yang independen, kita takkan bisa mengembangkan "diri" kita menjadi lebih baik. Namun, meski independen, pikiran kita tetap harus mempertimbangkan bukan hanya satu orang, tetapi juga seluruh manusia dan hewan yang hidup berdampingan dengan kita. Jadi marilah kita mulai mengembangkan dan memperluas cakrawala kita sebagai pemikir yang independen.

Poin-poin di bawah ini tidak disusun dengan urutan hirarkis. Poin-poin ini itu hanyalah pemandu untuk mengembangkan pikiran positif. Pikiran positif tak punya batas dan berlanjut tanpa akhir. Berikut ini adalah cara untuk mengembangkan pikiran positif:

1. Lakukan evaluasi diri secara konstan
Kita umumnya cenderung untuk percaya pada apa yang bukan diri kita karena hal itu memuaskan ego kita. Orang memberi pujian pada kita, dan kita memercayai mereka. Secara umum kebanyakan kita menganggap sesuatu pantas dipercayai jika hal itu sulit untuk dipercaya. Tetapi kita harus mengevaluasi diri kita secara kritis. Kita harus mengenal kualitas diri yang baik maupun buruk. Kita harus mengolah kualitas buruk dan memperbaikinya. Kita adalah diri kita, dan kita harus berjuang untuk menjadi seperti yang kita idamkan. Jadi, teruslah melakukan evaluasi diri yang jujur dan kritis. Evaluasi diri ini akan membuka jalan bagi anda menuju berpikir positif.

2. Terimalah realitas
Kebenaran selalu lebih aneh ketimbang fiksi, dan kebenaran tak dapat diingkari. Kebenaran tak berubah, dan akan tetap tinggal sebagai kebenaran. Kita harus menerima kebenaran karena kita tidak dapat menghindarinya. Menyangkal realitas mungkin melegakan untuk sesaat, namun kemudian hal itu akan menimbulkan persoalan psikologis bagi kita. Hal ini tidak baik bagi kesehatan mental kita. Jadi mengapa kita berkeliling dan bermain petak umper? Terimalah apa yang ada dan hiduplah dengannya. Benarlah komentar Harry Truman:" Saya tidak pernah memberi mereka neraka. Saya hanya menyampaikan kebenaran dan mereka anggap itu neraka." Jadi jangan biarkan kebenaran menjadi neraka bagi anda. Biarkan kebenaran menang.

3. Terimalah orang lain sebagaimana adanya
Tiap orang berbeda dalam banyak dimensi, dan penilaian kita tentang seseorang harus mempertimbangkan hal ini. Saya adalah saya, dan anda adalah anda. Tetapi bersama-sama kita membentuk masyarakat. Harus ada keharmonisan dalam perbedaan. Belajarlah menerima orang lain seperti apa adanya dan, sebagai balasannya, anda akan diterima juga.

4. Evaluasilah perilaku dalam kerangka situasional
Perilaku seseorang terutama merupakan buah dari stimulasi yang diterima dari lingkungan langsungnya. Hal ini harus kita pertimbangkan saat menilai perilaku seseorang. Banyak tindakan yang dapat dibenarkan dalam situasi tertentu. Tempatkan diri anda pada posisi orang lain dan kemudian pikirkan bagaimana anda seharusnya bertindak jika berada dalam situasi yang sama. Mungkin anda akan mampu untuk membentuk lebih banyak opini positif tentang perilaku orang lain.

5. Kembangkan keyakinan terhadap diri dan kemampuan anda
Kurangnya kepercayaan diri akan menimbulkan rasa rendah diri yang kompleks. Kita cenderung menyerah bahkan sebelum mencoba. Lakukan apa yang bisa dilakukan, dengan apa yang anda miliki, dan dari tempat di mana anda berada. Mulailah dengan apa yang mungkin dilakukan dan perlahan-lahan anda akan melakukan yang tadinya tidak mungkin. Semuanya mungkin dicapai jika anda mempunyai kemauan. Jadi, kembangkan rasa percaya diri dan yakinlah pada kemampuan anda.

6. Jangan memandang rendah orang lain
Jangan pernah menganggap diri anda sendiri lebih tinggi dibanding orang lain. Seseorang menjadi superior karena ada orang lain yang inferior. Memandang rendah orang lain akan membangkitkan rasa superioritas dalam diri anda. Pada gilirannya hal ini membuat anda merasa inferior terhadap banyak orang lain. Putih adalah putih, dan hitam adalah hitam karena memang demikianlah adanya. Jadi jangan pernah merasa superior dengan diri anda, karena itu akan membuat anda menjadi inferior terhadap banyak orang. Semakin terhormat seseorang, semakin sulit baginya untuk memandang orang lain inferior.

7. Hormati kemampuan orang lain
Cara yang benar melakukan suatu pekerjaan adalah dengan tidak memikirkan siapa yang akan mendapat pujian atas hasilnya. Kita harus mengenali dan menghormati kemampuan orang, dan semaksimal mungkin memanfaatkan potensi mereka untuk kepentingan mereka dan kita.

8. Sambut dan hargai kritik yang sehat
Mengkritik orang lain adalah hal yang amat mudah, namun menerima kritik orang terhadap kita sungguh sulit. Kritik menjadi kekuatan pemandu dan motivasi bagi kita. Kritik membantu kita untuk berkinerja lebih baik dan melangkah ke depan. Kalau hanya penghargaan yang kita terima atas hal-hal yang kita kerjakan, berarti kita sedang berjalan di tempat.

9. Jangan suka memfitnah
Jangan menikam orang lain dari belakang. Ini kebiasaan para pengecut. Jadilah orang yang pemberani dan ungkapkan perasaan anda di hadapan orang yang bersangkutan. Hal ini akan membuat anda dan juga orang itu merasa lebih baik.

10. Hargai fisik anda
"Kecantikan terletak pada mata yang memandang" dan "kecantikan adalah kebahagiaan abadi" adalah dua pepatah yang sangat terkenal tetapi terlalu sering disalahartikan. Kecantikan bukan hanya berarti bentuk tubuh bagian luar, tetapi juga kecantikan dari dalam. Kecantikan di dalam diri adalah sumber kebahagiaan abadi. Saya pria yang sangat kurus dan langsing, dan banyak orang yang mengkomentari hal ini. Jawaban saya pada mereka adalah, "Karena hal itu menganggu anda dan tidak mengganggu saya. Saya tahu siapa saya dan seperti apa saya ini." Jadi, belajarlah untuk menghargai bentuk fisik anda. Itu adalah karunia Tuhan untuk anda.

11. Jadilah pendengar yang baik
Kebanyakan dari kita punya kebiasaan untuk tidak mendengarkan ketika orang lain sedang bicara. Kita selalu mencoba untuk memasukkan dan memaksakan. Sangatlah penting bagi kita untuk menjadi pendengar yang sabar, karena tanpa sadar kita akan belajar banyak. Hal ini bukan akan membantu kita mengukur pikiran dan perasaan orang lain, yang pada gilirannya akan membantu mereka memahami dengan lebih baik.

12. Ingatlah bahwa tiap masalah punya solusi
Sebuah masalah muncul karena ada solusi untuk masalah itu. Tanpa solusi, masalah itu takkan muncul dengan sendirinya. Masalah muncul ketika sesuatu menjadi rumit. Cobalah metode dan pendekatan yang berbeda-beda dalam mencoba menyelesaikan masalah anda. Fleksibilitas adalah kunci utama pada solusi. Jangan menyerah pada saat mencoba memecahkan masalah. Anda pasti akan sukses.

13. Gunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang membangun
Sering dikatakan bahwa pikiran kosong adalah bengkelnya setan. Gunakan waktu luang anda untuk mengerjakan hal-hal yang membangun. Hal itu juga akan meningkatkan kreativitas anda. Kreativitas membawa ke inovasi dan anda akan bergerak menuju aktualisasi diri.

14. Bebaskan pikiran dari pikiran buruk
Kemurnian pikiran, tubuh, dan jiwa adalah unsur-unsur penting dari berpikir positif. Jangan dengarkan kejahatan, jangan melihat kejahatan, dan jangan membicarakan kejahatan. Perhatikan perbedaan yang terjadi bila ini anda lakukan.

15. Hidup adalah sebuah pengalaman, nikmati saja
Hidup adalah seperti pelangi dengan berbagai warna, tetapi secara bersama-sama, warna-warna itu terlihat indah. Terimalah hidup ini apa adanya. Semua terjadi untuk satu kebaikan atau yang lain. Kita hidup dan berpikir hanya dalam konteks saat ini. Ini tidak selalu mendapatkan hasil yang menguntungkan untuk masa depan kita. Hal-hal yang tidak dapat kita terima saat ini mungkin mempunyai kebaikan-kebaikan bagi kita di masa depan. Jadi, alami tiap warna kehidupan yang datang dan belajarlah untuk menikmatinya. Lagipula, kita hanya hidup sekali.

16. Selalu ada kesempatan kedua
Orang menyesali kesempatan dan peluang yang gagal ditangkap. Menyesal tidak akan membantu anda. Bahkan seandainya anda mendapatkan kesempatan itu anda juga tidak tahu secara pasti masa depan anda. Tak seorang pun telah melihat hari esok. Mungkin akan ada kesempatan yang labih baik bagi anda. Saya sangat percaya akan kehendak dan keinginan Tuhan, dan saya petikkan di sini, "Aku telah belajar untuk bersabar menunggu kehendakNya terwujud, karena Dia memiliki banyak karunia yang tersembunyi." Sering kali segala sesuatu menjadi untuk kebaikan. Tidak ada gunanya menyesali nasi yang sudah menjadi bubur.

17. Jujurlah dan hargai kejujuran
Kejujuran selalu menjadi kebijakan terbaik. Kejujuran bukanlah sekedar istilah yang berhubungan dengan masalah finansial. tapi mencakup seluruh bidang karakter manusia. Pertama-tama, jujurlah dengan diri anda sendiri dan kejujuran kepada orang lain akan mengikuti.

18. Belajarlah menerima kesalahan
Seseorang yang tidak pernah berbuat salah biasanya memang tidak pernah berbuat apa-apa. Ada tiga jenis manusia. Jenis pertama adalah mereka yang berkata "Aku selalu benar dan orang lain selalu salah," Yang kedua adalah mereka mengatakan, "Aku selalu salah," dan terakhir adalah mereka yang mengatakan, "Aku terkadang benar dan terkadang salah." Cobalah untuk menjadi jenis yang terakhir. Mengakui kesalahan kita menunjukan kebesaran jiwa dan membantu menghilangkan perasaan bersalah.

19. Ekspresikan diri
Ekspresikan perasaan adalah kunci menuju kesehatan mental yang baik. Perasaan tidak pernah salah. Perasaan adalah cermin kejujuran anda dari dalam. Menahan perasaan akan membebani diri dan membuat kita berperilaku secara tidak alami. Jadi bebas sajalah menyatakan pendapat, isi hati, dan perasaan anda dengan mempertimbangkan situasi dan kenyataan yang ada. Mengekspresikan diri itu baik untuk meluaskan ruang bagi perasaan-perasaan yang baru dan sehat.

20. Jangan biarkan hati menguasai pikiran anda
Pikirkan dan pikirkan lagi. Apakah memang hal itulah yang benar-benar telah anda pikirkan. Bertindaklah berdasarkan pikiran, dan bukan karena emosi.

21. Terimalah tantangan
Nasib bukan masalah kesempatan, nasib adalah masalah pilihan; nasib itu bukan sesuatu untuk ditunggu, melainkan sesuatu yang harus dicapai. Jadi jangan melarikan diri dari situasi sulit. Maju terus dan hadapi.

22. Hindari ketergantungan
Belajarlah untuk menjadi mandiri. Mandiri dalam pikiran, ucapan, dan tindakan. Sebelum anda belajar untuk memercayai diri anda sendiri, anda tidak dapat memercayai orang lain. Jadi buanglah sikap tergantung yang masih anda miliki. Berkembanglah.

23. Jangan membuat alasan yang mengada-ada
Banyak orang terbiasa membuat alasan yang mengada-ada untuk membenarkan tindakan. Rantai kebiasaan semacam ini begitu halusnya untuk dirasakan sampai menjadi terlalu kuat untuk dipatahkan. Jadi waspadalah sebelum terlalu terlambat. Membuat alasan yang mengada-ada tidak akan membantu anda berkembang dan tumbuh. Terimalah kebenaran dan tanggung jawab alih-alih membuat-buat alasan.

24. Berbuat baiklah kepada orang lain
 Sebuah tindak kebaikan, seberapa pun kecilnya, tak pernah sia-sia. Ada sebuah pepatah lama yang menyatakan bahwa Tuhan membantu siapa yang membantu dirinya, tetapi saya tidak sepenuhnya setuju dengan pepatah ini. Saya percaya bahwa Tuhan membantu orang yang membantu orang lain. Jadi bantulah orang yang membutuhkan dan nikmati kepuasan dan kebahagiaan sebagai buah tindakan anda.

25. Anda bukan orang yang tak tergantikan
Jangan pernah mempunyai anggapan salah bahwa anda tak tergantikan. Terimalah kenyataan bahwa sudah ada dan masih akan ada orang lebih baik daripada anda dalam setiap bidang. Jika anda mulai menganggap diri tak tergantikan, hal ini menjadi akhir perjalanan anda. Berilah ruang untuk diri anda sendiri maupun orang lain untuk berkembang. Menerima hal ini akan mendorong anda untuk terus maju dan tidak berjalan di tempat.

26. Jangan terperangkap pada pujian
Para pengambil muka atau penjilat adalah orang yang paling berbahaya. Mereka jarang memiliki pendapat baik mengenai orang yang mereka puji-puji. Orang menjilat hanya untuk satu tujuan, yaitu mendapatkan keuntungan. Orang seperti ini jarang membicarakan sisi baik dari orang yang mereka puji. Jadi janganlah memberi dorongan atau memercayai para pengambil muka dan jangan terperangkap pada pujian-pujian. Ucapan yang tepat bagi para pengambil muka adalah, "Jangan coba-coba mengatakan padaku siapakah aku karena aku tahu apa yang bukan diriku.

27. Ingatlah bahwa sebenarnya kita tak pernah kalah
Bila anda telah memberanikan diri mengerjakan sesuatu dan anda tak berhasil mencapai hasil yang diinginkan, jangan pernah berpikir bahwa anda gagal. Evaluasilah seluruh situasinya. Carilah di mana anda keliru dan cobalah memperbaikinya. Dengan demikian anda telah belajar, dan belajar tidak pernah merugikan anda. Yang anda dapatkan adalah keuntungan.

28. Selalu berbicara positif
Kita dapat mengenal seseorang dari bahasanya. Cobalah untuk tidak menggunakan kata-kata negatif. Urutan kata-kata yang dipilih oleh seseorang sangat menunjukkan proses berpikirnya. Bahasa yang rumit mengindikasikan rumitnya individu itu. Ambiguitas berbahasa harus dihindari. Pernyatan-pernyataan kita harus mencerminkan dan berisi pikiran yang positif. Sewaktu berbicara ikuti prinsip SAAD: Sederhana, Aktif, Afirmatif, dan Deklaratif. Gunakan kata dan pernyataan yang sederhana, aktif, afirmatif, dan deklaratif secara gramatikal. Berpikirlah positif dan berbicaralah positif.

29. Jadilah positif tanpa batas
Secara matematis pun, dua negatif mengahasilkan nilai positif. Tidak ada akhir bagi pikiran dan perbuatan positif, Semua yang baik di dunia ini bernilai positif. Semua yang buruk di dunia ini juga mempunyai sisi positif. Kita harus mencari kebaikan. Jika kita berbuat demikian, segala keburukan akan terhapus dengan sendirinya. Jadi, mari selalu berpikir tentang sisi yang lebih cerah dalam kehidupan.

Saya ingin memetikkan pernyataan Theodore Roosevelt: Dunia ini tidak akan menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi siapa pun kecuali jika kita membuatnya menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang.

Selasa, 16 Februari 2016

Dinamika berpikir positif pada diri kita dan orang lain

Berpikir positif
Berfikir adalah tindakan jiwa untuk menghasilkan pemikiran. Pikiran bisa negatif atau positif. Pikiran positif mengarah pada perilaku pemecahan masalah. Pikiran negatif terungkap dari pembenaran atas kegagalan atau penghindaran dari perilaku pemecahan masalah. Orang yang berfikir negatif disebut seorang pesimis, sedangkan yang berfikir ke arah positif disebut seorang optimis.

Pikiran berada di antara dua ekstrim autistik dan realistik. Pikiran autistik disetir terutama oleh kebutuhan, keinginan, dan perasaan anda sendiri, sedangkan pikiran realistik dilandaskan terutama pada kebutuhan situasi yang objektif. Pikiran autistik mungkin sering kali dimanjakan oleh pemuasan diri tanpa mempertimbangkan kenyataan. Tipe pikiran semacam ini adalah model pemikiran yang lebih primitif, ciri khas alam ketidaksadaran. Tipe pikiran ini mewujud paling jelas dalam mimpi, tetapi diduga juga hadir sebagai perasaan terpendam pada saat terjaga.

Pikiran-pikiran campur aduk pada orang yang mentalnya bermasalah dan pada orang normal, serta orang yang berada di bawah pengaruh obat-obatan tertentu menggambarkan aktivitas ini: gagasan dipandu semata-mata oleh hasrat untuk pemenuhan keinginan yang segera tanpa memerhatikan logika, moral, urutan waktu, hubungan sebab akibat, atau tuntutan realitas luar. Berfikir pada tingkat ini mematuhi prinsip kesenangan (reality principle) pencarian kesenangan dan penghindaran rasa sakit. Keraguan, ketidakpastian dan kontradiksi tidak mendapat tempat dalam pemikiran autistik.

Sebaliknya, pemikiran realistik cenderung produktif ditujukan pada tindakan atau solusi masalah. Tipe pemikiran ini adalah ciri khas alam prasadar dan alam kesadaran. Berfikir pada tingkat ini mematuhi prinsip realitas pengaturan dan pengendalian perilaku menurut tuntutan dunia luar. Adanya antisipasi atas kemungkinan perubahan dalam lingkungan dan atas konsekuensi dari suatu tindakan meningkatkan kemampuan untuk menunda kesenangan dengan meninggalkan pemuasan segera dan menggantinya dengan rencana tindakan jangka panjang yang lebih sesuai dan adaptif.

Untuk dapat memahami landasan dari proses berfikir, kita juga harus mengetahui dinamika perilaku. Perilaku merujuk pada pola reaksi yang mengarah pada tujuan yang dapat diamati secara objektif. Selain itu, perilaku juga merujuk pada proses internal seperti berfikir dan reaksi emosional, yang dapat diamati secara introspektif atau disimpulkan dari perilaku eksternal.

Untuk dapat memahami dan menilai perilaku secara keseluruhan, kita harus memecah seluruh proses itu menjadi berbagi komponen dan membangun hubungan yang jelas di antara komponen-komponen itu. Setelah itu, barulah kita dapat mengevaluasi orang lain dan diri kita sendiri dalam arah yang positif. Pola reaksi yang mengarah pada tujuan, atau perilaku eksternal lain, merupakan hasil akhir dari stimulasi. Stimulasi ini dapat berasal dari sumber eksternal atau internal. Organisme menerima stimulasi dan memberi tanggapan. Tanggapan inilah yang menjadi perilakunya.

Banyak proses yang terlibat dalam keseluruhan mekanisme ini. Mula-mula stimulus diperhatikan dan dikenali, kemudian terjadi persepsi. Banyak aturan dan faktor yang mengatur persepsi. Faktor yang paling penting adalah pengalaman masa lalu kita, antara lain, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai kita. Secara bersama-sama, faktor-faktor itu membentuk persepsi dan kesadaran. Kesadaran berarti pengalaman masa lalu dan masa kini. Jadi, masa lalu dan masa kini keduanya menentukan persepsi kita dan dengan demikian juga perilaku kita.

Pikiran kita tentang orang lain dan diri kita dipengaruhi oleh empati. Empati berarti memahami dan ikut merasakan pengalaman emosional orang lain dalam situasi tertentu. Dengan kata lain, empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain untuk memahami pandangan dan perasaan  (pikiran) orang itu. Tanpa empati, takkan ada pikiran positif mengenai orang lain.

Motivasi adalah aspek penting lain dalam perilaku. Perilaku apapun pasti dipandu oleh pola-pola kondisi internal dan eksternal. Kondisi kompleks internal dan eksternal ini, yang disebut motif atau semangat, berfungsi untuk mengerahkan organisme menuju tujuan yang spesifik. Jadi, motivasi menjawab "mengapa"-nya perilaku. Perilaku dapat diarahkan menuju ke atau menjauh dari tujuan, tergantung tipe dan macam motivasinya. Kita berfikir dan kemudian bertindak sesuai dengan pikiran kita.

Perilaku pada akhirnya merupakan hasil dari intelegensi seorang individu. Intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas global individu untuk bertindak dengan suatu tujuan tertentu, untuk berfikir rasional dan untuk berhubungan secara efektif dengan lingkungannya. Definisi ini perlu kita telaah dan pelajari komponen-komponennya.

Komponen pertama yang harus dipelajari adalah tindakan bertujuan
Hal ini berarti bahwa perilaku kita harus mempunyai tujuan dan arah yang pasti, atau, dengan kata lain, harus mempunyai motif. Kebanyakan dari kita tidak bertindak dengan tujuan tertentu. Kita bertindak kebanyakan karena mengekor orang lain. Walau manusia dilahirkan bebas, tetapi di mana-mana ia terikat. Kita harus membebaskan diri kita dari belenggu ini. Berfikir dan bertindaklah dengan sikap positif terhadap kehidupan. Ini adalah langkah pertama menuju berfikir positif.

Komponen kedua yang harus kita pelajari adalah berfikir rasional
Hal ini berarti mempunyai alasan dan pemahaman. Alasan dan pemahaman adalah hal esensial untuk berfikir positif. Sebagian besar dari kita tidak berfikir rasional. Pikiran kita terpusat pada dan dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan orang lain tentang diri kita. Kita hidup, berfikir dan bertindak untuk orang lain. Psikologi persepsi manusia mengatakan bahwa kita melihat dunia melalui kacamata perseptif kita, yaitu kita melihat orang lain dan mengevaluasi mereka dengan mengacu pada diri kita. Jadi kita mengevaluasi orang lain menurut apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Mempunyai pikiran positif tentang diri kita akan membantu kita berfikir dengan lebih rasional. Hal itu akan membantu pengembangan nalar dan pemahaman menjadi jauh lebih baik.

Komponen ketiga adalah menghadapi lingkungan dengan efektif
Ini berarti manipulasi lingkungan secara efesien untuk kesejahteraan psikologis, sosial, dan ekonomi. Namun demikian, hal ini baru mungkin terjadi bila seseorang merasa yakin tentang kemampuan dan potensinya. Hal ini pada gilirannya berasal dari persepsi sendiri. Sangatlah penting untuk tidak merendahkan kemampuan dan potensi diri sendiri atau orang lain. Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang harus kita lakukan adalah berfikir positif tentang diri kita, kemampuan dan potensi kita, serta menerima kelemahan kita dan mencoba mengatasinya. Hal ini akan berhasil secara menakjubkan.

Senin, 15 Februari 2016

Faktor pengaruh dan cara menjadi sehat secara mental

cara menjadi sehat secara mental
Untuk berkembang menjadi manusia yang sehat, orang harus mempunyai kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental berarti keadaan kesejahteraan psikologis, dicirikan dengan pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan, kesadaran akan adanya tujuan hidup, penerimaan diri, dan hubungan positif dengan orang lain.

Faktor yang berpengaruh pada kesehatan mental


Banyak aspek yang berbeda dalam kehidupan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Di antaranya bidang itu adalah kehidupan kantor, kehidupan keluarga, dan peran sosial seseorang dalam komunitas. Pengalaman negatif di bidang-bidang itu. semisal bos yang bertindak tidak masuk masuk atau kehidupan keluarga yang bergejolak, dapat mengikis kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.

Pengaruh penting lain pada kesehatan mental adalah stres. Pada umumnya, orang mengalami stres ketika tuntutan-tuntutan yang dialami melampaui sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi tuntutan itu. Sumber stres yang signifikan termasuk peristiwa penting akan kehidupan, misalnya perceraian, kematian pasangan, kehilangan pekerjaan, dan keluarga yang sakit. Peristiwa itu dapat menenggelamkan kemampuan seseorang menangani masalah (coping) dan berfungsi secara efektif. Di samping itu, satu sumber stres dapat memicu stres yang lain, seperti ketika kesulitan finansial mengikuti hilangnya pekerjaan. Orang yang mengalami peristiwa traumatis luar biasa seperti perkosaan dan bencana alam mungkin mengalami gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder).

Orang dapat mengalami stres kronis bila dihadapkan pada serangkaian tuntutan yang terus-menerus mengganggu kemampuan mereka untuk berfungsi. Contoh tuntutan semacam ini termasuk bekerja jangka panjang di bawah situasi sulit dan mengurus kerabat yang sakit kronis. Kesulitan ekonomi, pengangguran, dan kemiskinan dapat juga menyebabkan stres kronis dan merongrong kesehatan mental.

Beberapa studi menunjukkan bahwa faktor genetik dapat menentukan tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental seseorang. Orang tamnpaknya menunjukkan tingkat kesejahteraan psikologis yang bersifat karakteristik; ada orang yang biasanya merasa bahagia, sedang yang lain secara tipikal cenderung sedih atau tidak bahagia. Para peneliti menemukan bahwa walaupun suasana hati orang dapat berubah dalam menanggapi peristiwa positif dan negatif, pengaruhnya akan berkurang setelah beberapa waktu.

Sebagai contoh, orang yang menang undian atau menerima promosi tak terduga mungkin mula-mula merasa lebih bahagia, tetapi dengan berjalannya waktu, mereka kembali ke tingkat karakteristik kesehatan mental semula. Penelitian juga menunjukan bahwa pembawaan genetis seseorang, yaitu gen yang diturunkan dari orang tua, dapat menjelaskan lebih dari separuh perbedaan dalam tingkat suasana hati seseorang. Gen juga sebagian menentukan kisaran perubahan yang dirasakan orang, mulai dari yang mengalami perubahan suasana hati yang besar, sampai yang dari hari ke harinya stabil.

10 Cara untuk menjadi sehat secara mental


Jika anda mempunyai kesehatan mental yang buruk atau sangat buruk, tak perlu kawatir. Cobalah melakukan hal-hal berikut ini:

1. Kembangkan di dalam diri anda perasaan-perasaan aman yang memadai
Kenali perasaan tak aman di dalam dan di sekililing anda. Beberapa mungkin memang nyata, tapi sebagian besar hanyalah imajiner. Susunlah solusi untuk yang nyata dan lupakan saja yang tidak nyata. Perasaan tidak aman biasanya muncul karena kita kurang yakin pada diri sendiri. Kita merasa tidak mampu menangani situasi sulit dalam kehidupan. Kita mulai khawatir tentang masa depan kita. Kita berhenti berjuang melawan kesulitan dan menyerah. Jangan menyerah. Uruslah masa kini, maka masa depan akan mengurus dirinya sendiri.

2. Buatlah evaluasi diri yang jujur dan memadai
kenali diri anda sendiri. Kenali kekuatan anda dan terimalah kelemahan anda. Menerima dan kemudian mengatasi kelemahan anda akan memperkuat anda. Anda akan mempunyai tandon yang lebih kuat.

3. Kembangkan spontanitas dan emosionalitas yang memadai
Anda harus  bersikap spontan dalam semua tindakan anda. Jangan menunggu tarikan atau dorongan. Isilah energi anda dan tetaplah terisi penuh. Bersikaplah hangat secara emosional kepada orang lain karena anda akan menuai apa yang anda tabur. Menerima kehangatan emosional dari orang lain adalah hal yang baik untuk kesehatan mental anda.

4. Peliharalah kontak yang efesien dengan realitas 
Diana Hayden mengatakan pada pemilihan Miss Universe, "Dari mimpilah realitas lahir." Bahkan jika anda adalah seorang pemimpi, buat mimpi itu berorientasi positif sehingga anda dapat mengubahnya menjadi realitas. Belajarlah untuk hidup di dalam dunia ini, dan bukan di luarnya.

5. Miliki hasrat jasmani yang memadai dan kemampuan untuk memenuhinya
Orang tentu saja tidak dapat hidup hanya dengan makanan semata. Dia juga butuh memenuhi kebutuhan biologis lainnya dan mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya. Makan, minum, tidur, dan bergembiralah. Anda harus makan dan tidur secara cukup. Namun, tiap orang membayar harga yang berbeda-beda untuk memenuhi hasrat-hasrat itu. Banyak orang harus mengeluarkan biaya besar untuk makan dan tidur yang memadai. Jika anda termasuk dalam kelompok itu, anda harus menyusun rencana agar anda dapat membiayai kemewahan seperti ini. Ini tentu akan bermanfaat bagi anda. "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat" adalah peribahasa yang sangat tua.

6. Miliki pengetahuan yang memadai tentang diri anda
Kenali diri sendiri dan kesehatan akan mengikuti. Banyak orang yang acuh terhadap diri sendiri. Kita cenderung memandang diri terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keduanya mempunyai kerugian masing-masing. Kita adalah apa adanya diri kita, dan bukan apa yang kita anggap sebagai diri kita. Namun demikian, kita harus selalu berpikir positif tentang diri kita sendiri.

7. Miliki kepribadian yang utuh dan konsisten
Kita harus mengintegrasikan diri kita. Kita harus mempunyai konsistensi dalam pikiran dan tindakan. Hindari kepribadian yang terbelah. Ingatlah bahwa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Hal yang sama berlaku untuk kepribadian. Individu yang utuh dan konsisten dengan pikiran seimbang akan selalu kuat dan sehat secara mental.

8. Miliki tujuan hidup yang memadai
Hidup tanpa keinginan sesungguhnya adalah hidup tanpa tujuan. Keberadaan anda di dunia ini punya tujuan tertentu. Definisikan maksud dan tujuan anda dalam hidup. Tentukan tujuan anda dan lekukan sesuatu untuk mencapainya. Raih nikmatnya berhasil mencapai sesuatu. Hal-hal seperti ini memberi kebahagiaan dan kegembiraan bagi anda, yang menjadi kunci kesehatan mental.

9. Belajarlah dari pengalaman
Seorang anak yang pernah terbakar merasa takut pada api. Tetapi setelah dia tumbuh menjadi dewasa dia juga mempelajari kegunaan api yang positif. Kita semua mempunyai pengalaman baik atau buruk dalam hidup, dan kita belajar dari keduanya. Pengalaman buruk mengajari kita agar terus mencari pengalaman baik. Sesungguhnya tidak ada guru yang lebih baik di dunia ini kecuali pengalaman.

10. Kembangkan kemampuan unttuk memuaskan kebutuhan kelompok
Manusia adalah makhluk sosial yang secara konstan berinteraksi aktif dengan individu lain. Kita memberi dan kita menerima. Kita harus mengikuti norma-norma dan memenuhi kebutuhan sosial dari masyarakat. Kita harus berguna dalam keselarasan untuk menghindari ketidakselarasan.

Sabtu, 13 Februari 2016

Kisah mengerikan saat syuting film horor di villa mewah

Kisah mengerikan saat syuting film horor di villa mewah
Villa Country, dihuni makhluk beneran
Penduduk desa Warudoyong tahu persis bahwa villa bergaya country road di atas bukit Beauty berpenghuni hantu. Banyak penduduk melihat makhluk aneh gentayangan menakuti warga. Bahkan orang-orang film menginap di situ pun, jadi sasarannya. Aktor kepala botak Luis Fablo, dicekik oleh kepala wanita berambut  panjang tanpa badan. Tengah malam, saat para kru dan pemain terlelap, dari jendela kamar Luis, muncul bayang-bayang hitam. Setelah diamati dengan tekun oleh Luis, bayangan itu tiba-tiba berubah wujud jadi kepala manusia dan langsung menyerangnya. "Makhluk itu tembus kaca jendela dan langsung mencekik leher saya," sorong Luis.

Cengkeraman tangan genderuwo yang diduga arwah Maria yang penasaran karena mati bunuh diri di sekitar Warudoyong tahun 1969 itu, baru bisa lepas setelah Mbak Nunuk, istrik Luis terbangun. Nunuk yang penyanyi jazz di tahun 1980-an itu, langsung menampar Si Genderuwo sambil komat-kamit dengan ayat-ayat suci AlQur'an yang dihafalnya. Belakangan diketahui, bahwa Nunuk ternyata punya imu khusus mistik, terutama dalam hal mengusir hantu. Selain Luis, sutradara dan bintang film Agust Melasz juga didatangi oleh arwah Maria. Agust bahkan bukan cuma dicekik tapi juga ditombak pakai tongkat bambu oleh Maria. "Saya berteriak minta tolong tapi suara saya tersumbat," desis Agust.

Agust Melasz ternyata memang berlangganan syuting di villa ini. Agust yang memang menyenangi suasana pegunungan menganggap Villa Country ini sangat cocok untuk dirinya. Agust menyenangi udara sejuk dan daerah landai dengan hamparan rumput hijau di seputar villa. Pandangan mata melihat alam begitu terbuka tanpa penghalang sedikitpun. Tetapi, beberapa paranormal setempat, termasuk Ajengan Haji Jajang, melihat bahwa daerah villa itu jadi tempat pertemuan roh-roh halus yang lewat di kawasan Puncak. Dan tempat itu ternyata sangat disenangi kuntilanak, arwah penasaran, genderuwo, wewe gombel, dan macam-macam makhluk gaib di Jawa Barat. Bahkan Ki Joko Tole, menyebut bahwa di daerah Warudoyong itu adalah terminal dan tempat pertemuan hantu-hantu di Pulau Jawa.

Menurut Ajengan Jajang, syutinh film-film horor sangat mmepengaruhi hantu-hantu yang lewat di situ. Syuting horor itu, sama saja dengan orang mancing dengan menggunakan umpan-umpan yang lezat bagi ikan yang dibutuhkan. Syuting film horor adalah upaya kesenian yang memancing arwah gaib dan makhluk halus yang lewat untuk berhenti. Hantu-hantu itu paling senang jika ada manusia yang bermain-main dengan darah. Dan biasanya, syuting horor selalu menggunakan darah. Baik itu darah binatang atau darah dari bahan kimia untuk mencari efek yang menyerupai darah sungguhan.

Tapi hantu-hantu, genderuwo, atau kuntilanak yang sedang lewat menjadi terangsang untuk singgah bila melihat ada merah-merah yang menyerupai darah sedang dipermainkan. "Mereka mengira daerah lokasi syuting itu sedang membuat satu pesta darah untuk habitat mereka. Untuk itu mereka mampir dan bergabung dengan orang film. Jika mereka merasa nyaman, bukan tak mungkin mereka jadi ngendon dan tak mau pergi dari situ. Bahkan, banyak yang menjadi penghuni tetap," terang Ajengan Jajang.

Sejak dibangun pada tahun 80-an, Villa Warudoyong yang berlokasi di Cisarua, Puncak, Jawa Barat ini telah dilakukan syuting film dan sinetron tak kurang dari 200 judul. Sang pemilik yang punya banyak rumah mewah ini, sengaja membangun villa ini untuk disewakan. Selain disenangi kaum bule, villa ini disenangi pula oleh orang-orang film karena bentuknya yang unik dan asri. Walau diketahu banyak makhluk gaibnya, tapi pekerja-pekerja asing tetap saja berminat tinggal di situ. 

Begitu juga dengan orang film yang sedang menjadikan villa ini sebagai set syuting dan sekaligus mess tinggalnya. "Kalau pemilik villa mau mengusir roh halus yang ada di situ, banyak paranormal yang bisa melakukannya. Tapi sejauh ini ternyata pemilik tak berniat mengusir roh-roh gaib itu. Bahkan Bu Hajjah Sayarifah yang dihubungi membantah bahwa villanya dihuni makhluk halus. Sejak membangun villa itu hingga sekarang, Bu Hajjah tak sekalipun menemukan hal-hal aneh di villanya. "Tak ada hantu-hantu itu di villa saya!" bantahnya.

Menurut Ki Joko Tole, bisa saja pemilik rumah itu menemukan apa-apa di villanya. Tapi berbeda dengan tetamu. Terkadang justru tamu-tamulah yang jadi sasarannya. Terbukti banyak orang yang pernah menginap menyaksikan hal-hal aneh bahkan disakiti oleh roh halus yang maujud jadi manusia tanpa kepala dan perempuan yang dikenal bernama Maria yang jahil itu.

Sinetron dan film horor yang pernah syuting di sini diantaranya adalah berjudul Jeritan Tangah Malam, Tamu Tak Diundang, Ranjang Setan, Bangkit Dari Kubur, dan Darah Perawan. Hampir semua kru film dan sinetron di atas, yang menginap di villa ini, didatangi roh gaib. Yang datang itu, bisa berbentuk macam-macam, ada manusia berkaki kuda, wanita tanpa badan, badan tanpa kepala, dan pocong penuh darah. "Tapi walau di situ banyak hantu, saya tak pernah perduli, saya suka tidur di sana," kata sutradara film Abrar Siregar, yang belakangan banyak main ketimbang menyutradarai. Abrar ternyata bukan saja tidak takut  pada hantu di villa itu, malah dia menantang agar dapat bertemu hantu-hantu itu untuk bercanda. "Jangan salah, hantu juga doyan bergurau. Dia menakut-nakuti orang yang hidup itu juga dalam rangka bercanda!" sorong Abrar.

Makhlus halus ternyata bukan cuma mengganggu kru yanmg sedang syuting di malam hari. Makhluk halus yang berpenampilan mengerikan malah mengganggu peei di siang bolong. Kala itu peei sedang ikut syuting Sinetron Misteri Gunung Merapi, sebagai figuran peei memang tak banyak muncul di sinetron yang dikenal orang dengan sebutan Sinetron Mak Lampir itu. Ia hanya kebagian peran kecil sebagai jin kerdil bala tentara Mak Lampir dari alam gaib.

Hari itu sekitar pukul 14.00, peei yang berukuran tubuh short size hendak pipis di sebuah pohon besar. Di lokasi syuting, yang kebetulan mengambil tempat di daerah Cibubur memang banyak terdapat pohon-pohon besar yang mendukung alur cerita. Namun, sebelum niat itu kesampaian, ia melihat sesosok makhluk hitam besar berambut gimbal. Makhluk berwajah mengerikan itu berdiri tepat di bawah pohon yang hendak dipipisi peei. Melihat makhluk itu Peei kontan lemas, lunglai seperti tak bertenaga.

Ketika peei masih dalam keadaan shock, makhluk mengerikan itu mengatakan agar ia tidak kencing di bawah pohon itu. Katanya pohon itu adalah istana makhluk halus yang tinggal di wilayah Cibubur. Siapapun yang kencing sembarangan, tidak numpang-numpang, akan kena itulah dari mereka. "Waktu itu memang saya sendirian di sana, niatnya juga mau kencing. Ternyata, selain sepi lokasi itu juga angker," cerita Peei.

Sebenarnya masih banyak kru dan pemain lain yang mengalami kejadian mengerikan saat syuting Sinetron Misteri Gunung Merapi, tapi mereka tidak mau cerita. Maklum tidak semua orang mau menceritakan pengalaman mistik, katanya kuno. Tapi sesungguhnya hal-hal seperti ini memang sering terjadi hampier di setiap tempat dan menimpa pada siapa saja. Peei adalah salah satu orang yang mau menceritakan pengalaman mistiknya. "Agar orang lain lebih waspada dan tidak mengalami kejadian seperti saya." tuturnya.


Sumber inspirasi dari majalah misteri indonesia.