Azimat, benarkah bisa dibuktikan secara langsung

RAHASIA BENDA-BENDA BERTUAH UNTUK KESELAMATAN DIRI.
Azimat-azimat miliknya diburu oleh masyarakat.
Benarkah bisa dibuktikan secara langsung?

Azimat, benarkah bisa dibuktikan secara langsung
Salah satu warisan nenek moyang kita adalah budaya mistik. Kepada generasi sesudahnya, mereka telah memberikan begitu banyak khasanah kegaiban yang bisa dimanfaatkan. Seperti jimat atau mantera yang memiliki energi gaib tertentu ternyata bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Saefudin adalah salah satu pewaris dari kerahasiaan keilmuwan gaib. Tapi beberapa rahasia gaib itu dibuka untuk bisa digunakan oleh masyarakat banyak.

Di tahun 2002, beliau telah memberikan kepada banyak orang benda-benda bertuah semacam azimat kesaktian. Menurutnya, ajian itu sangat bermanfaat pada saat kondisi seperti sekarang ini. Paling tidak, dengan azimat itu seseorang bisa menjaga diri dari ancaman yang muncul sewaktu-waktu. Saefudin sempat memperlihatkan keampuhan beberapa jimat yang dimilikinya. Misalnya untuk jimat anti bacok, anti santet, dan anti pukul. Dengan benda yang tersembunyi di balik baju, seseorang tak akan bisa diserang oleh musuh. "Secara otomatis lawan akan terpental dengan sendirinya," kata Saefudin.

Kenapa beliau harus merelakan azimat-azimat itu kepada masyarakat umum, mungkin karena rasa keprihatinannnya pada situasi yang tak menentu. Beberapa kali ia didatangi oleh orang-orang karena pernah terancam di jalanan. Mereka meminta keselamatan, dan beliau memberikan asal digunakan untuk tujuan positif. Tapi rupanya, orang-orang tadi menyebarkan berita dari mulut ke mulut sehingga beberapa hari kemudian Saefudin didatangi oleh anggota masyarakat lain yang ingin mendapatkan azimat yang sama.

Meski sempat menolak, tapi beliau akhirnya meluluskan permintaan mereka karena pertimbangan kebutuhan mendesak akan keselamatan diri. "Yah, sampai sekarang saya masih terus dimintai azimat keselamatan diri," kata Saefudin di suatu sore yang sejuk di rumahnya di bilangan Kampung Pangkalan Semanan Kalideres Jakarta Barat. Memang agak merepotkan, rumahnya yang dulu biasa sepi akhirnya selalu ramai mulai dari pagi hingga malam hari. Untungnya, tuan rumah tidak pernah merasa mengeluh dengan keadaan seperti itu. "Namanya juga membantu orang," katanya merendah.

Kalau semula azimat keselamatan, lama-lama orang-orang mulai meminta yang lain. "Ada yang minta pelet, enteng jodoh, wibawa, dan pesona diri," katanya. Biasanya, ia akan memberikan berupa benda-benda ataupun jimat. Tentu saja, Saefudin memberikan metode yang praktis dan mudah dibawa. Benda-benda itu bisa disimpan di dalam dompet, tas, atau khusus untuk rompi dipakai di balik baju.

Dengan rendah hati beliau mengaku beberapa pasiennya datang mengeluh karena kehilangan daya ampuh dari jimat yang diberikannya. "Biasanya saya tanya dulu, kenapa koq bisa nggak ampuh lagi? Oh, rupanya mereka telah melanggar pantangan, dan biasanya ada juga yang amalannya jarang dibaca, karena amalan itu berfungsi untuk mempertajam kekuatannya, ibarat pisau jika tidak pernah diasah maka akan tumpul. Mereka tidak bisa bohong kepada saya. Ya, sudah, saya harus mengisi ulang lagi energi gaib dari benda bertuah itu," kata Saefudin menjelaskan.

Ada memang beberapa pantangan yang harus dipatuhi pengguna azimat atau benda-benda bertuah milik beliau. Misalnya, mereka tidak boleh buang air kecil dengan membawa benda-benda bertuah itu, tidak boleh berzinah, mabuk, dan berjudi. Kalau dilanggar keampuhannya bisa hilang dengan sendirinya. Pesan orang pintar lulusan pesantren itu, benda-benda itu lebih bagus lagi kalau dirawat oleh si pemiliknya, biar semakin tajam. "Yaitu setiap malam Jum'at Kliwon dikasih minyak misik, dan lebih bagus lagi kalau diasapi dengan kemenyan Arab," paparnya menjelaskan.

Di rumah beliau, memang tersedia banyak benda-benda bertuah atau azimat. Beberapa diantaranya: masker pemutih, bedak cahaya rembulan, sapu tangan raja karomah (untuk pagar diri, badan seperti baja bila dipukul), batu pelaris usaha, pagar gaib rumah (menjaga rumah dari kebakaran, serangan gaib, pencurian, dan masih banyak lagi. Benda-benda itu memang sudah diritualkan secara khusus oleh Saefudin. Tapi bila ada yang berminat bisa juga belajar secara pribadi keilmuwan gaib. Kelak bila sudah mampu bisa mempraktekkan gaib seperti paranormal-paranormal.

Saefudin banyak diminta pertolongan untuk azimat keselamatan. Kadang-kadang instansi-instansi tertentu memesan khusus padanya. Bahkan diam-diam pejabat penting pernah meminta sapu tangan raja karomah kepadanya. "Soalnya pejabat itu ingin menjaga diri," kata Saefudin.

Khusus untuk kalangan bisnis, azimat yang diberikan adalah ilmu asihan atau batu pelaris. Khasiatnya memang untuk memperlancar usaha, melapangkan lobi agar dapat proyek, menang tender dan sebagainya. Tapi memang benda-benda itu agak terbatas jumlahnya. Sebab Saefudin butuh waktu untuk proses ritualnya. Jadi, setiap pemesanan harus bikin janji untuk bisa mendapatkan keinginannya.

Uniknya, benda-benda milik beliau bisa langsung dibuktikan secara langsung. Jadi, jangan kaget bila berdatang ke rumahnya, anda akan lihat sendiri pengujian atas benda-benda bertuahnya. Misalnya saja, seseorang diserang dengan senjata tajam tiba-tiba terjatuh, atau tubuh yang dibacok sama sekali tidak mengeluarkan darah atau malah tidak merasakan apa-apa. "Semua itu bukan karena kehebatan saya. Tetap Tuhan yang memberi kekuatan terhadap benda-benda itu. Saya ini cuma sarana," katanya bijaksana.


Sumber inspirasi dari majalah misteri indonesia.

0 Response to "Azimat, benarkah bisa dibuktikan secara langsung"

Posting Komentar