Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Rabu, 30 Maret 2016

Kisah nyata pengalaman seseorang melihat ufo

Penampakan ufo
Ilustrasi
Dikutib dari berbagai sumber, kasus penculikan alien tidak pernah berhenti. Dan munculnya mahluk-mahluk alien itu telah lama tercatat dalam sejarah. Beberapa orang yang mengalami melihatnya sebagai peristiwa spiritual, atau bahkan menganggap sebagai kereta terbang. Di tahun 1890’an banyak laporan di Amerika mengenai pesawat-pesawat berbentuk cerutu. Hal yang sama juga terjadi di Inggris di tahun 1909. Di tahun 1930’an orang-orang melihat “pesawat hantu” di atas Swedia, dan saat perang dunia kedua, benda-benda berkilau banyak melintas di langit yang disebut Foo Fighter.

Ada sebuah kasus menarik pada tahun 1976. Empat mahasiswa berkemah di daerah hutan yang masih liar di sebelah utara kota Maine, pantai timur Amerika Serikat. Suatu malam mereka melihat sebuah benda aneh bersinar terang di langit. Mereka menyaksikan sebuah benda oval bercahaya terang melayang-layang di atas mereka. Kemudian mereka merasa mengalami “waktu yang hilang” dalam ingatan sadar mereka. Baru bertahun-tahun kemudian ketika mereka dalam keadaan dihipnotis, barulah mereka bisa mengingat kembali suatu periode yang terhapus itu sebagai sebuah pengalaman traumatik. Ternyata yang dialami adalah mereka diculik oleh mahluk dari dunia lain. Mereka mengatakan bahwa mereka dibawa dengan piring terbang, dan di sana mereka diperiksa oleh mahluk-mahluk aneh.

Di jaman dahulu, barangkali kasus penampakan UFO (Unidentified Flying Objects) lebih banyak dihubungkan dengan mahluk dari dimensi lain, misalnya seperti malaikat. Banyak cerita beredar mengenai kunjungan malaikat ataupun jin (makhluk halus) ke bumi. Tapi semakin dekat ke masa sekarang, fenomena UFO atau piring terbang ini makin sering berisi cerita-cerita penculikan oleh mahluk asing. Yang pasti, meskipun fenomena UFO masih merupakan misteri, tapi berbagai kesaksian dan pengalaman orang yang berhubungan dengan makhluk dari dunia lain ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Uniknya, entah kenapa, banyak korban penculikan ternyata tidak ingat akan kejadian yang menimpa dirinya. Ingatan itu biasanya muncul secara tak sadar, misalnya dalam mimpi atau perasaan takut terhadap sesuatu benda. Pengalaman itu terkuak setelah korban menjalani hipnotis.

Berikut ini kasus cerita pengalaman seseorang melihat penampakan ufo

Oleh Totok Sudiarto

Saya ingin menyampaikan sekelumit pengalaman mengenai kejadian yang pernah saya saksikan dengan mata kepala sendiri, sehingga meyakinkan saya bahwa apa yang disinyalir selama ini adanya makhluk luar yang datang ke planet Bumi kia ini memang benar. Peristiwa yang langka ini terjadi ketika saya menempuh perjalanan dengan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta pada kira-kira pukul 03.00 dini hari tahun 1983 sedangkan hari dan tanggal-nya saya lupa, benda aneh bercahaya terang kebiru-biruan terbang melintasi jendela kereta api yang sengaja saya buka untuk mengurangi kegerahan dalam gerbongkereta.  Mula-mula hanya nampak bulatan kecil bercahaya redup tetapi dalam waktu yang singkat berubah menjadi bulatan cahaya agak besar mendekati kereta. 

Kejadian seperti ini terjadi berulang-ulang, seakan-akan kendaraan yang saya tumpangi menjadi obyek perhatiannya. Saya menjadi terperangah lagi pada saat bola cahaya tersebut melesat dengan gerakan yang sangat-sangat-sangat cepat sekali untuk dapat dilihat dengan mata telanjang dan kemudian meng-hilang. Sungguh sangat fantastis dan spektakuler, benar-benar mengesankan, membuat penasaran dan sekaligus salut. Atraksi semacam itu berulang beberapa kali sepertinya mereka sengaja memperlihatkan kebolehannya. Inilah pengalaman saya yang akan saya kenang sepanjang hidup saya dan mudah-mudahan dapat memberikan manfaat serta se-bagai masukan kepada Anda walaupun belum memenuhi apa yang diharapkan.

Oleh Agus Prasetyo

Langsung saja, waktu saya pulang kampung, saya di beri kabar oleh kakak bahwa dia pernah membaca dan sempat mencatat alamat Bapak. Bahwasanya dalam majalah Bapak ini siap memberi dan menerima informasi mengenai benda terbang tak dikenal atau UFO. Terus terang saya gembira sekali, karena saya ini termasuk salah satu manusia yang paling penasaran dengan bangsa alien ini. Dan saya butuh banyak masukan tentang hal itu. Pengalaman saya tentang UFO, pernah pada suatu malam, sewaktu saya berkumpul bersama rekan-rekan kost kira-kira jam 10.00 malam, ada benda berbentuk segitiga berwarna keperakperakan melesat cepat dan menghilang di balik awan. 

Kontan kami berdebat seru tentang apa yang sebenarnya benda tadi. Ada yang berkata itu panah santet, adalagi merupakan pesawat jin kafir, tapi sayang pembicaraan kami hanya berakhir disitu, karena tidak ada yang tertarik untuk mendalami dan berusaha membicarakannya. Saya sengaja sering begadang untuk berharap bisa melihat kembali, hasilnya nihil. Hingga pada suatu hari, saya mengambil air wudlu untuk sembahyang subuh, benar-benar sebuah keajaiban ! benda segitiga perak tadi muncul dan melesat cepat diangit disebelah tenggara (yang pertama kali muncul dari arah barat daya) hal ini benar-benar membuat saya penasaran, Mungkinkah UFO ? tak tahulah sulit menetukan klasifikasinya. Tidaka ada yang bisa diajak diskusi. Makanya saya senang sekali mendengar tentang Bapak yang siap memberi informasi. Sudah lama saya memendam keinginan ini. Demikian informasi yang bisa saya sampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak untuk bisa berdiskusi lebih lanjut dengan saya.

Selasa, 29 Maret 2016

Alasan pencarian dan strategi kontak dengan alien

Kontak dengan alien
Pencarian ilmiah untuk keberadaan makhluk angkasa luar (Search For Extraterrestrial Intelligence = SETI) tengah memperluas tatanan strategi pencariannya. Hal ini adalah sebuah perubahan yang sangat tepat. Bagian berikut menjelaskan tujuh alasan mengapa perluasan tatanan begitu tepat. Khususnya lima dari strategistrategi tersebut menjanjikan. Karena sebuah peradaban yang sangat maju dapat mengirimkan satelit inteligensi untuk memonitor masyarakat dan telekomunikasi kita, kita harus:

1. menemukan macam-macam sarana untuk mencari system tata surya dan bumi sebagai bukti fisik obyek makhluk angkasa luar /alien atau efeknya.
2. mengundang makhluk angkasa luar (ETI) untuk berdialog dengan manusia.
3. bersiap secara lengkap untuk kontak sedemikian rupa sehingga mendorong ETI untuk merespon.
Sebagai bukti dari berjuta tahun cahaya jauhnya.
4. suatu pencarian untuk proyek rekayasa astro (astroengineering) dan produk-produk sampingannya.
5. SETI radio dan optikal. Bagian terbesar paper ini ditujukan untuk kelima strategi menjanjikan tersebut.

Lahan SETI disatukan tujuan umumnya dalam mendeteksi bukti ilmiah yang tak dapat disangkal dari ETI yang sesungguhnya. Kebijakan terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah untuk mendorong dan mendukung keempat strategi yang paling menjanjikan. Manfaat-manfaat berharga untuk umat manusia mungkin menjadi jauh lebih besar dibanding biaya keseluruhan lima strategi. Kebanyakan literature SETI sepakat kecenderungan manfaat kontak dengan ETI akan terentang dalam dan luas.

Beberapa manfaat akan muncul bahkan sebelum kontak (Tough 1998a).Tapi manfaat terbesar akan muncul sesudah kontak murni dikonfirmasi, khususnya jika semacam dialog timbul. Fakta ini menggarisbawahi pentingnya pertanyaan inti dalam paper ini : Bagaimana mendapatkan kontak? Bagaimana kita berhasil memperoleh sebuah dialog atau sejenisnya dengan ETI? Hingga kita berhasil menjawab pertanyaan ini, umat manusia tidak akan mendapatkan manfaat-manfaat utama.

7 Alasan Memperluas Pencarian

Pencarian ilmiah untuk ETI telah mencapai tingkat yang menarik. Hanya bersandar pada sebuah strategi tunggal selama empatpuluh tahun, bidang ini sekarang secara aktif mempertimbangkan sebuah tatanan yang lebih luas dari strategi pencarian yang menjanjikan. Hal ini adalah sebuah perubahan yang sangat tepat untuk paling sedikit tujuh alasan.

Pertama, sejarah penemuan ilmiah mengajarkan kita nilai perluasan tatanan dari metode riset.Hal ini cukup umum untuk sebuah terobosan sebagai hasil dari sebuah metode riset atau strategi yang baru, segar, dan tidak ortodoks.

Kedua, bidang SETI tengah mencoba mendeteksi sesuatu yang benar-benar tidak diketahui dan diduga kuat makhluk angkasa luar/alien. Kita bahkan tak tahu apakah pencarian untuk kecerdasan biologis didasarkan pada otak dari darah dan daging, kecerdasan mesin buatan, atau suatu integrasi yang maju dari keduanya. Kita tidak tahu asal usul , sejarah, kapasitas, pola pemikiran, emosi, etika, norma, tujuan, kapasitas teknologi atau karakteristik-karakteristik utama ETI.

Kemungkinan ETI secara mengejutkan akan berbeda dengan yang kita harapkan betul-betul alien, memusingkan, tidak seperti yang telah kita temukan sebelumnya. ETI, namun demikian, mungkin berkembang pada suatu level teknologi dan pengetahuan yang berada ribuan juta tahun di atas tingkat manusia kita sekarang. Karena kita menghadapi sesuatu yang sangat tidak diketahui, sikap dari kerendahan hati dan keterbukaan pikiran ilmiah sepertinya tepat. Pencapaian tatanan yang lebih beragam dari strategi pencarian tampak lebih bijaksana dibandingkan membiarkan metodologi terlalu sempit.

Ketiga, kita harus ingat kemungkinan bahwa lebih dari satu peradaban ETI itu dapat dideteksi. Terlalu mudah untuk berpikir tentang pertama, tidak menghiraukan kemungkinan deteksi ganda sepanjang waktu. Tahun-tahun awal dari milenium baru memberikan sebuah kesempatan baik untuk melihat ke depan pada pola kecenderungan deteksi untuk ribuan tahun ke depan. Jika beberapa peradaban telah muncul di galaksi kita, seperti telah banyak dihipotesakan kebanyakan ilmuwan SETI, maka kita dapat mendeteksi sinyal radio buatan, sebuah pesan laser ensiklopedi, sebuah satelit besar ditempatkan di sabuk asteroid, dan sebuah satelit kecil dekat permukaan bumi.

Keempat, memperluas asumsi dan strategi untuk lahan SETI dapat memperkuat kembali orang-orang, konferensi, dan penulisan di lapangan. Ide-ide segar dan pengkonsepan yang berani, perhatian pada visi jangka panjang, dan variasi yang lebih luas dalam paper konferensi dapat menjaga semangat intelektual dan menghindari perasaan bosan, lelah, dan kekecewaan.

Kelima, ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak berubah dalam empat puluh tahun sejak lahan SETI memilih teleskop radio sebagai strategi kuncinya. Hal itu adalah pilihan logis empat puluh tahun yang lalu. Teleskop radio baru saja menjadi populer di antara para ahli astronomi, dan ilmuwan-ilmuwan ulung menulis paper mendesak penggunaan teleskop radio untuk SETI, dan seorang ahli ternama menulis menulis paper mengklaim bahwa alat pelontar antar bintang itu lamban hingga tidak memungkinkan, dan mahal. Tapi pengetahuan rekayasa dan ilmiah kini berbeda secara dramatis dibandingkan empat puluh tahun yang lalu. 

Keputusan-keputusan kini tentang strategi-strategi yang tepat harus didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kita dapat mengantisipasi dengan yakin sekarang, bukan dalam statusnya di tahun 1959.Pilihan-pilihan sekarang harus diperhitungkan perkembangan kita kini dalam beberapa bidang seperti komputer, kecerdasan buatan (artificial intelligence), robotika, metode survey, manufaktur molecular (teknologi nano/nanotechnology), penjelajahan ruang angkasa, laser, dan optik fiber.

Keenam, walaupun bidang SETI berusia empat puluh tahun, tapi belum menghasilkan adanya bukti yang dikonfirmasi dari ETI. Fakta ini menunjukkan perlunya memperluas tatanan strategi pencarian.Untungnya, beberapa strategi yang sangat menjanjikan dan baru telah siap.

Ketujuh, mereka yang ada dalam bidang SETI jangan membiarkan reputasi tentang UFO menakuti kita untuk terlalu membatasi strategistrategi kita sendiri. Kita semua dalam komunitas SETI khawatrir untuk menjadi bingung dengan soal UFO. Kita temukan kebingungan ini dalam ruangan-ruangan kelas kita, di klub fakultas, di perkumpulan-perkumpulan sosial, di studio-studio televisi, di pemerintahan, dan di kantor-kantor donor.Tapi tak perlu membiarkan ketakutan dan kemarahan kita memancing keputusan yang kurang baik tentang strategi-strategi ilmiah kita sendiri. 

Jika penaksiran bijak kita menyimpulkan bahwa satelit-satelit cerdas seharusnya sudah bisa mencapai system tata surya kita, sebagai contoh, maka kita harusnya punya keberanian untuk mencari satelit-satelit tersebut. Untuk mengurangi kebingungan, kita harus seringkali mengingat bahwa pendekatan ilmiah kita berbeda dari bidang UFO dalam tiga jalan kunci:

a. Kita sangat berkomitmen pada
skeptisme, verifikasi, review rekan
kerja, dan metode ilmiah.
b. Kita membangun penjagaan
yang ketat terhadap cerita bohong,
khayalan pribadi, dan data yang keliru.
c. Kita mengadaptasi protokol
untuk menghindari klaim yang
prematur dan tidak sopan.

Dari semuanya, sebuah tatanan yang lebih luas dari strategi pencarian sepertinya condong mengarah pada keberhasilan dibandingkan bersandar pada hanya satu atau dua strategi. Fenomena yang kita coba untuk deteksi begitu tidak diketahui, tua, maju, sehingga kita harus melakukan dengan bersemangat semua strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan kesempatan-kesempatan kita untuk mendapatkan kontak. Mana dari banyak strategi yang telah diusulkan bertahun-tahun yang lebih mungkin untuk mendeteksi ETI? Paper ini merekomendasikan lima strategi yang sangat menjanjikan. Adalah sangat tepat bagi bidang SETI untuk secara antusias mendukung dan dengan
bersemangat mengejar pencapaian kelima strategi.

Belum ada Panggilan Telepon dari Makhluk Alien

Landasan pemikiran para astronom yang tengah mencari kehidupan cerdas di luar planet bumi sesederhana ini, jika benar di langit ada makhluk cerdas (extra terrestrial - ET), dia ingin tahu kemungkinan adanya makhluk cerdas lain. Karena itu, seperti yang dilakukan para astronom bumi, mereka akan mengirim sinyal ke angkasa luar, untuk mengontak makhluk lain itu. Bila pun ternyata makhluk itu introvert, sebagai makhluk cerdas mereka pasti melakukan komunikasi lewat sinyal elektromagnetik dengan sesamanya. Bolehlah jika kita, di bumi, berharap ada sinyal yang lepas ke angkasa, mengembara ke sana kemari, memasuki atmosfir bumi, dan pada akhirnya memukul permukaan bumi. Untuk itu, bumi perlu kuping yang sanggup menangkap sinyal mereka.

Bumi, seperti terungkap dalam pertemuan American Astronomical Society di San Diego, Selasa (9/6), telah memasang telinga untuk menangkap sinyal itu dan membentuk banyak tim penguping dan, Hollywood, bahkan telah membuatkan filmnya: Contact. Tim itu, salah satunya, tim University of California, Berkeley, yang tergabung dalam proyek bernama Search for Extraterrestrial Radio Emissions from Nearby Developed Intelligent Populations. Selain tim Berkeley, ada tim lain dari Search for Extraterrestrial Intelligence Institute, Harvard University, dan Ohio State University. Diperkirakan, setiap bulannya seluruh tim penguping itu menyapu ‘suara-suara’ dari sepertiga bidang langit.

Tapi, sejauh ini, hasilnya belum menggembirakan. Sesudah bertahun-tahun melakukan analisa sangat hatihati atas sinyal radio yang mungkin dikirim makhluk angkasa luar, para periset menyimpulkan, belum ditemukan adanya bukti tentang upaya makhluk asing untuk melakukan kontak dengan bumi. ‘’Kita tak berhasil menemukan apapun. Belum. Tapi kami masih terus melakukan pencarian,’’ kata Sabine A Airieau, anggota tim Berkeley mengungkapkan hasil pemantauan timnya, dalam pertemuan tersebut.

Sayang, memang, karena mereka sudah bekerja sangat keras menganalisa sinyal-sinyal itu. Yang mereka lakukan Belum ada Panggilan Telepon dari Makhluk ET termasuk, misalnya, memisahkan sinyal yang mungkin datang dari makhluk ET dan mana yang berasal dari TV, radio, atau bahkan sekadar cemaran elektromagnetik yang keluar dari mesin motor. Menurut catatan, selama enam tahun di proyek itu, mereka telah meneliti lebih dari 500 triliun sinyal.

Tapi, tim Berkeley sendiri belum putus asa. Kata Dan Werthimer, asisten direktur proyek Berkeley, belum ditangkapnya sinyal-sinyal itu tak berarti di langit sepi kehidupan cerdas. Setidaknya karena pencarian oleh timnya masih dihalangi berbagai keterbatasan teknologi. Radio yang dipasang timnya, katanya, hanya sanggup menangkap sebagian kecil sinyal dari total keseluruhan spektrum radio. Airieau sendiri mengatakan, wilayah penjelajahan timnya belum besar. ‘’Masih ada banyak bagian lain langit yang belum diselidiki,’’ ujarnya, sembari mengatakan, sejauh ini mereka baru meneliti sembilan bintang yang diperkirakan menjadi sistem tata surya dari planet yang mengelilinginya.

Dan, memang, masih banyak bagian langit yang belum tersentuh. Buktinya, galaksi baru terus ditemukan. Salah satunya adalah yang dilaporkan radio teleskop Dwingeloo yang ditempatkan di Belanda dan Parkes di Australia dalam pertemuan itu. Keduanya, kata Patricia Henning, astronom University of New Mexico, menemukan 143 galaksi baru Dwingeloo 40 galaksi dan Parkes 103 lainnya. Kata Henning, galaksi itu sebelumnya tersembunyi dari pandangan teleskop optik oleh debu di galaksi kita, Milky Way (Bima Sakti). 

Padahal, untuk diketahui, galaksi sebanyak itu pun cuma bagian dari seperempat jagat raya yang diketahui yang tersembunyi debu. Lantas, seperti apa peradaban makhluk tersebut dalam bayangan astronom itu? Werthimer mengatakan, peradaban mereka mungkin lebih tua dari bumi. Umurnya mungkin sekitar 10 ribu hingga satu milyar tahun lebih tua. Atau dengan kata lain, kita paling tidak lebih primitif 10 ribu tahun dibanding mereka. 

Senin, 28 Maret 2016

Tragedi alien dan pesawat meledak ditembak ufo

Mulai dari Ledakan Tunguska, UFO Jatuh
di Siberia, Mayat Alien Sampai Pesawat MIG-29
Meledak Ditembak oleh UFO.

Ledakan tunguska
Ilustrasi ledakan tunguska

Peristiwa aneh di daerah Siberia tahun 1908 sampai sekarang terus menimbulkan keheranan, kontroversi dan banyak teori bermunculan. Apa yang terjadi waktu itu? Pada pukul 7.15 pagi tanggal 30 Juni, cahaya putih yang terang terlihat turun di atas hutan timur laut Danau Baykal dekat sungai berbatu Tunguska. Benda itu begitu terang, sehingga membayang di tanah di bawahnya. Benda itu melayang, setinggi pohon dan menabrak rumah, akhirnya meledak dengan ledakan dahsyat sehingga kejutan seismiknya terasa di seluruh bumi. Tiap api yang besar membumbung naik dan terlihat ratusan mil. seperti semburan petir yang menggema ke seluruh langit, arus panas yang hebat membakar seluruh daerah itu, menyulut hutan kota. Sekurangkurangnya tiga kejutan gelombang mengikuti gelombang panas.

Kerusakan besar pun terjadi, meluas sampai 375 kilometer. Awan tebal dan gelap naik di atas tempat ledakan, dan hujan hitam yang terdiri dari hujan kotor dan partikel di Rusia Tengah. Malam itu langit sangat cerah di seluruh Eropa Utara. Diharapkan misteri alam ini dapat dipecahkan para ilmuwan yang dapat pergi ke sana segera. Namun, situasi politis Rusia yang tidak stabil, beberapa tahun kemudian meletus perang dan revolusi, mencegah perhatian para ilmuwan ke hal itu. Ekspedisi pertama, dijumpai oleh Leonid Kulik, dari Institut Meteorologi Rusia, tidak ke daerah itu sampai 13 tahun berikutnya.

Anggota ekspedisi berharap dapat menemukan bungkahan meteor, tapi mengherankan sekali tidak menemukannya. Sebagai gantinya mereka menemukan bahwa pepohonan rusak dari atas. Selanjutnya, semua yang terdapat di tempat kejadian tetap berdiri, meskipun tanpa ranting dan cabang. Pepohonan yang jauh jaraknya meranggas dan terlihat dari jauh. Kulik dan temannya mencari dengan cermat tapi tidak berhasil menemukan pecahan meteor. Kendati Kulik terus bekerja sampai pecahnya Perang Dunia II, dan tetap percaya bahwa meteorlah sebabnya. Seorang temannya, Vasil Sytin, tidak setuju. Karena tidak adanya bukti dari dunia luar, jelas dia, logika menuntut adanya penjelasan dari bumi: badai besar yang luar biasa.

Setahun sebelum munculnya serangan bom atas Hiroshima dan Nagasaki, penulis fiksi ilmiah Rusia A. Kasantsev menerbitkan cerita dalam Vokrug Sveta terbitan Januari 1964. Dalam cerita itu pesawat ruang angkasa Martian menguap dalam ledakan atom di atas Tunguska. Meskipun ceritanya itu khayalan, Kasantsev diserang oleh ilmuwan Soviet atas usulannya tentang sesuatu yang mereka percaya sebagai penjelasan yang tidak masuk akal. Namun, saran bahwa tabrakan pesawat ruang angkasa telah melekat ada imajinasi rakyat, pertama bagi orang Rusia dan kemudian orang seluruh dunia. Dua ilmuwan besar Rusia, Felix dan Aleksey Zolotov, menguasai pendapat dekade berikutnya, yang kemudian mengaku mendeteksi radioaktivitas yang abnormal di tempat itu.

Namun beberapa test oleh para ilmuwan lain tidak memperkuatnya. Pada tahun 1967 buku populer, The Fire Came By, mengalahkan hipotesis pesawat ruang angkasa, tapi ide itu hanya sedikit didukung oleh ilmuwan Barat dan Rusia. Dewasa ini banyak spekulasi yang memusatkan pada meteor, komet, dan asteroid. Hampir disetujui umum bahwa benda itu, mungkin sebesar 200 meter garis tengahnya, tidak pernah menabrak bumi tapi meledak di udara karena tekanan udara memilinnya sebelum turun.

“Apakah benda Tunguska itu komet”, tulis Stephen P. Maran dalam Natural History, ”kegagalan menemukan batu atau besi dari letusan itu tidak dapat dipahami. Setiap es komet yang sampai ke tanah mungkin telah mencair sebelum ekspedisi ilmiah sampai ke tempat itu. Jika benda Tunguska itu adalah asteroid atau meteor dan karena itu terdiri dari batu dan besi, yang seharusnya ditemukan oleh banyaknya ekspedisi ilmiah Soviet, atau benda yang tidak ditemukan itu tercerai-berai menjadi debu saat meledak.

Ghufoa

Rusia saat ini diperkirakan masih menyimpan sesosok kerangka yang diperkirakan makhluk asing dari angkasa luar, yang pernah ditemukan oleh seorang wanita tua di sebuah desa di kawasan pegunungan Ural. Sebuah situs web Rusia, ‘Ghufoa’, dalam laporannya Minggu dinihari wib mengungkapkan bahwa di desa Kashtim di kawasan pegunungan Ural pada tahun 1996 lalu diketahui seorang wanita tua telah menemukan sesosok makhluk angkasa luar yang tengah dalam keadaan sekarat, tergeletak di jalan. Bentuk dan ukuran tubuh makhluk itu yang kecil dikira oleh wanita tua sebagai bayi. Wanita itu lalu membawanya pulang ke rumahnya untuk dirawat dan diberinya makan.

Tidak diketahui persis seberapa lama makhluk itu berada dalam perawatannya. Namun demikian, wanita tua yang tidak disebut identitasnya tersebut kemudian mengalami sakit-sakitan hingga suatu saat tetangganya perlu memanggil ambulan untuk membawanya ke rumah sakit. Ditinggal sendirian, makhluk asing itu akhirnya menemui ajal. Sampai akhirnya diketahui pada 13 Agustus departemen kepolisian di desa tersebut menemukan jasad makhluk itu dan kemudian mengadakan pemeriksaan.

Proses pemeriksaan itu direkam dalam pita video, dan setelah diukur makhluk asing itu hanya berukuran panjang 21 cm. Jasad tersebut kemudian dibawa untuk penelitian lebih jauh. Namun, ‘Ghufoa’ melaporkan pula bahwa jasad tersebut akhirnya disebutsebut telah lenyap karena dicuri. Pencurinya diduga adalah dinas rahasia Rusia sendiri.

31 Mayat Alien Ditemukan

Ilmuwan Rusia dilaporkan telah menemukan bongkahan piring terbang (UFO) yang diselimuti bongkahan es raksasa di Siberia secara tidak sengaja ketika mereka mencari tambang uranium. Tabloid The News yang terbit di New York, Senin, mengutip pernyataan ilmuwan Rusia Dr. Yuri Gortonin bahwa penemuan rongsokan piring terbang berdiameter 50 yard adalah “penemuan paling bersejarah di dunia”.

“Selama bertahun-tahun ratusan ribu saksi mata melaporkan telah melihat UFO dan bahkan ada yang mengaku diculik makhluk ruang angkasa itu. Tapi kami telah menemukan UFO yang sebenarnya. Inilah penemuan terbesar abad ini,” kata Dr. Yuri Gortonin, yang memimpin 22 anggota tim riset yang menyelidiki fenomena UFO. Berdasarkan komputer ‘scanning’ dan foto ultrasonik, menurut Yuri Gortonin, pada rongsokan piring terbang itu terdapat 31 mayat makhluk angkasa luar. “Karena medannya sulit dan piring terbang itu jauh terbenam di dalam bongkahan es raksasa, maka kami baru bisa mengevakuasi mayat makhluk asing itu pada pertengahan Desember mendatang,” katanya.

Berdasarkan penyelidikan awal tim yang dipimpin Gortonin, piring terbang itu diduga jatuh di Siberia karena “kecelakaan”. “Kemungkinan piring terbang itu kehabisan bahan bakar dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di padang es yang membeku dimana suhu udaranya 50 derajat di bawah nol,” katanya.

”Dugaan kami piring terbang itu mengalami musibah ketika melakukan pendaratan darurat di Siberia sekitar 100 tahun lalu,” lanjutnya. Peralatan canggih yang digunakan untuk menyelidiki rongsokan pesawat asing itu tidak mendeteksi adanya kehancuran total piring terbang tersebut. “Jadi, kami perkirakan makhluk asing itu tewas bukan karena benturan atau luka-luka, melainkan membeku karena hawa dingin yang luar biasa,” katanya.

Selama puluhan tahun piring terbang itu tertimbun es dan setelah 100 tahun timbunan es tersebut mencapai 26 kaki ketebalannya. Pembongkaran bongkahan es raksasa tersebut, menurut Gortonin, membutuhkan waktu beberapa pekan. Apalagi mereka harus menggali dengan hati-hati supaya tidak menghancurkan rongsokan piring terbang itu. “Kita harus membongkarnya secara bertahap dan secara perlahan, sehingga membutuhkan waktu. Tapi, manakala semua pembongkaran itu selesai dilakukan, kami akan menggegerkan dunia dengan temuan kami,” demikian Dr. Yuri Gortonin.

Pesawat MIG 29 Ditembak oleh UFO

MIG 29 Ditembak oleh UFO
Sebuah pesawat UFO dikabarkan telah menghancurkan MIG-29 dengan tembakan sinar laser tanggal 8 april 1995 dan sempat direkam dalam kamera.Serangan ini adalah yang pertama kali dan yang paling menakutkan. Laporan ini di tulis oleh Rex wolfe dari Moscow, Rusia. Foto-foto menunjukkan dengan jelas bagaimana pesawat tempur MIG-29 yang sangat canggih itu terputus menjadi dua dan terbakar diatas angkasa Rusia. bahkan foto itu menunjukkan dengan jelas pilot AU Rusia Kapten (penerbang) Alexie Duryev terlontar bersama kursinya saat MIG-29 yang dikemudikannya meledak dan terbakar. Alexie menyebutkan peristiwa itu sebagai “pengalaman paling menakutkan di dalam hidupku!.

“Saya terbang sekitar 1000 meter dari pesawat UFO itu ketika tiba-tiba saya melihat sinar yang menyilaukan menuju pesawatku tiba-tiba terasa pula guncangan dahsyat dan suara yang memekakkan telinga. Saat itulah saya sadar telah diserang dan pesawatku rusak berat,” kata kapten Alexia yang masih berusia 32 tahun itu. Menceritakan pengalamannya. “Saya berusaha sekuat tenaga bertahan di posisi semula tapi sedetik kemudian saya memutuskan untuk melompat keluar pesawat. Hal terakhir yang kulihat adalah pesawat UFO tersebut!” lanjut Alexie. “Pesawat luar angkasa tersebut berbentuk piring besar sekali, dilindungi cahaya hijau abu-abu.

Tak ada tanda atau inisial apa-apa ditubuhnya. Tak ada sedikitpun petunjuk bahwa pesawat itu berasal dari bumi kita”tambahnya. Saat itu aku merasa pusing lalu ketakutan dan akhirnya shock. Sinar laser itu terpancar dari perut piring terbang itu,menghantam pesawatku. Satu lagi ditujukan kepadaku tetapi meleset atau memang sengaja diluputkan,” kenangnya lagi “sekejap kemudian UFO itu menghilang meninggalkan pesawatku terbakar dan jatuh terhempas di permukaan tanah”,katanya.

Pejabat militer Rusia yang telah dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya telah dapat menangkap kedatangan pesawat UFO tersebut ketika terbang sekitar 6mil dari pangkalan angkatan udara Rusia di selatan Moscow pada 08 April pukul 09:03 waktu setempat waktu kapten Alexie Duryev sedang menerbangkan pesawat MIG-29 dalam misi latihan. Karena posisinya paling dekat. Maka kapten Alexie diperintahkan segera melakukan investigasi.beberapa detik kemudian sebuah pesawat jet lain diperintahkan menyusul Alexie.

Pilot pesawat MIG-29 yang menyusul Alexie tidak disebutkan namanya, sempat membuat foto-foto otamatis saat pesawat UFO itu menembak Alexie dengan sinar laser dan menghancurkan pesawat itu. Menurut juru bicara AU Rusia Mayor Dmitri Ivanov, sebenarnya Alexie dan pilot satunya hanya di perintahkan untuk melakukan investigasi dan bukan untuk menyerang “Sebenarnya pesawat satunya lagi bisa membalas serangan tersebut. Sayangnya UFO itu langsung menghilang setelah mematahkan MIG-29. tak ada yang terlihat lagi setelah itu,” tambah Ivanov.

Memang dari catatan markas besar AU Rusia, Pesawat UFO itu menghilang setelah menghancurkan MIG-29 tersebut. Radar hanya mampu menangkap keberadaannya selama 43 detik. Dengan sedikit keberuntungan kami akan dapat meneliti dari reruntuhan pesawat, sinar macam apa dipakai UFO untuk menghancurkan MIG-29 kami itu,” ujar mayor Ivanov lagi. “Selain itu kami tak punya apa-apa lagi. seperti biasanya, kedatangan UFO selalu merupakan misteri yang sangat sulit diungkapkan,” tambahnya. Terlepas dari apakah berita ini benar atau tidak, hancurnya pesawat ini mengingatkan pada tragedi Kapten Mantell.

Sabtu, 26 Maret 2016

Apakah kehidupan manusia berasal dari luar angkasa

Bumi

Banyak orang yang percaya bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan, tapi ada juga yang percaya bahwa manusia dan semua makhluk hidup yang ada sekarang adalah hasil proses evolusi yang berlangsung selama milyaran tahun. Kata orang yang percaya teori evolusi ini, makhluk pertama yang dianggap sebagai manusia, berkembang di benua Afrika, dan dari sana menyebar ke seluruh dunia. Tapi ada teori lain yang mengatakan, semua bentuk kehidupan di bumi ini, lama sebelum berkembang menjadi bentuknya yang sekarang, berasal dari planet ataupun galaksi lain.

Teori yang terakhir ini disebut teori Panspermia; dan sebuah tim pakar dari India dan Inggris mengatakan, mereka punya bukti-bukti tentang hal itu. Katanya, mereka telah berhasil menemukan contoh-contoh udara yang diambil dari lapisan stratosfir, kirakira 40 km di atas permukaan bumi, yang mengandung sel-sel hidup. Chandra Wickramasinghe adalah pakar yang memimpin proyek itu, dan sekaligus periset Panspermia yang utama. Katanya, penemuan sel-sel itu adalah bukti adanya kehidupan mikroba yang berasal dari luar bumi. Ini menunjukkan bahwa kehidupan di bumi berasal dari ruang angkasa, dan bukannya dimulai dari persenyawaan bahan-bahan kimia yang terdapat di bumi bermilyar tahun yang lalu.

Kalau teori ini bisa dibuktikan lebih lanjut, katanya, ini adalah bukti kuat bahwa manusia dan hewan serta semua makhluk hidup lainnya berasal dari kosmos, atau alam raya. Penemuan Chandra Wickramasinghe itu disampaikannya dimuka pertemuan International Society for Optical Engineering hari Senin di San Diego, California. Chandra yakin, penemuannya itu akan membawa dampak besar dalam studi tentang evolusi kehidupan di bumi. Para pakar yang bekerja-sama dengan Chandra menggunakan balonbalon yang bisa terbang tinggi dan membawa peralatan untuk mengambil contoh-contoh udara dari ketinggian sekitar 40 km.

Kata Chandra Wickramasinghe, udara yang terdapat dekat permukaan bumi biasanya tidak bisa naik sampai ketinggian itu, dan karena itulah dia yakin bahwa bentuk-bentuk kehidupan tadi tidak berasal dari bumi, tapi dari luar bumi. Tapi beberapa pakar lainnya meragukan penemuan Chandra itu. Kata Jay Melosh, mahaguru ilmu keplanitan di Universitas Arizona, “saya kira sel-sel atau bakteria yang mereka temukan itu berasal dari bumi, dan saya tidak yakin bahwa mereka berasal dari luar-bumi.” Jay Melosh sendiri percaya bahwa di masa lampau, ada bentuk-bentuk kehidupan sederhana yang berpindah dari satu planit ke planit lainnya; tapi penemuan Chandra itu, katanya bukanlah bukti adanya perpindahan antar-planet.

Kata pakar lainnya, dr. Norman Sleep, mahaguru geofisika di Universitas Stanford, ada kemungkinan ledakan gunung berapi telah mendorong udara yang mengandung mikroba sampai ke lapisan stratosfir. Bumi ini, kata dr Sleep, penuh dengan mikroba, dan kalau angin berhembus, mikroba itu bisa saja terbawa arus angin. Tapi Chandra Wickramasinghe mempertahankan teorinya dengan mengatakan, pada waktu dia mengadakan pengumpulan contoh udara, tidak ada letusan gunung berapi atau bencana alam lainnya. Kata Chandra, langkah berikutnya adalah mempelajari mikroba mikroba itu dan menjabarkan susunan DNA-nya; dan kalau bisa, akan diusahakan mengembangbiakkan mikroba itu guna penelitian lebih lanjut.

Jumat, 25 Maret 2016

Kisah peristiwa kasus alien yang tertangkap

Alien
Ilustrasi

Sekitar tengah malam di antara 19-20 Januari, NORAD (North American Air Defense Command atau Komando Pertahanan Udara Amerika Utara) menghubungi badan sejenis di Brasil, CINDACTA (I Centro INtegrado de Defesa Aerea e Contral.e de Trafego Aereo atau Pusat Terintegrasi untuk Pertahanan Udara dan Kontrol Lalu Lintas Udara), dan memperingatkan mereka bahwa sebuah UFO sedang turun di atas bagian utara negara bagian Minas Gerais. Ini disaksikan dan dibocorkan oleh seorang anggota Angkatan Udara Brasil dan seorang karyawan di fasilitas radar di Basis Angkatan Udara VI Comar, yang menerima informasi tersebut, ini semua berdasarkan keterangan John Carpenter and Ricardo Varela Correa.

Pada tanggal 20 Januari, selewat tengah malam, pada sekitar pukul 1.30 dini hari, sepasang pekerja peternakan Augusta dan Eurico Rodrigues dibangunkan oleh lenguhan sapi-sapi dan domba- domba ternak. Ketika mereka menengok ke luar jendela untuk melihat apa yang terjadi, mereka melihat hewan-hewan itu berlari dari satu sisi ke sisi lainnya. Ketika mereka memandang ke atas ke langit mereka melihat sebuah UFO tak bersuara tanpa cahaya. John Carpenter melukiskan pada kita gambaran UFO: “Benda itu adalah suatu “mini bis” yang berbentuk kapal selam yang bergetar seperti tirai dan mengeluarkan asap atau kabut ketika turun sedikitnya 5 meter di atas tanah. Seorang saksi militer sekarang mengakui bahwa benda itu jatuh dan hancur dan dia adalah bagian dari puing-puing yang dikumpulkan. Bahannya dianyam dan beratnya ringan.

Peternakan pasangan Rodrigues terletak di suatu daerah kopi yang berjarak 10 kilometer (6 mil) arah barat laut dari kota Varginha, di tengah-tengah di antara Varginha dan Tres Coracoes. Rumahnya terletak di ujung jalan. Dan UFO itu diyakini telah jatuh dan hancur antara pukul 1.30 dan 5 pagi hari itu. Seorang warga sipil Amerika hadir ketika UFO yang berbentuk cerutu itu dimuat ke atas sebuah truk berlantai datar di pagi-pagi buta tanggal 20 Januari hari Sabtu, menurut majalah UFO Brasil. Di antara lokasi yang disebutkan sebagai tempat jatuhnya UFO dan daerah pinggiran taman jardim Andere, di mana EBE kemudian terlihat dan ditangkap untuk pertama kali, terdapat sebuah hutan. 

Suatu skenario yang mungkin terjadi adalah sejumlah EBE selamat dari kecelakaan tersebut dan berjalan melalui hutan dan berakhir di taman Jardim Andere sejauh 6 mil arah tenggara. Warga setempat segera menghubungkan kapal luar angkasa ini dengan para EBE yang muncul beberapa jam kemudian. Juga ada pernyataan dari sumber militer yang mengatakan bahwa seorang pemilik peternakan (bukan Rodrigues) menembak satu dari EBE yang merangkak keluar dari UFO berbentuk cerutu yang jatuh dan hancur.

EBE pertama ditangkap di taman kota

John Carpenter memberi gambarannya tentang taman itu: “Jardim Andere adalah suatu daerah atau lingkungan luar kota di mana beberapa rumah sedang dalam pembangunan. Ada suatu lereng yang berumput menuju ke hutan di antara daerah ini dan daerah Santana di dekatnya.” Pukul 8 pagi Mahasiswa Hiido Tucio Gaidino, 20, yang tinggal di bagian Jardim Andere dari Varginha, diberitakan telah memberitahukan kepada para penyelidik UFO, Ub-’Lralara Franco Rodrigues dan Vitorio Pacacc-Lni, bahwa dia melihat salah satu dari makhluk luar angkasa yang selamat sesaat setelah pukul 8 pagi hari itu. Sambil membuka jendela kamar mandinya, Hildo melihat ke luar dan melihat “seekor makhluk dengan kulit coklat matang yang berminyak sedang meringkuk di jalan setapak di tengah taman.” Alien itu, seperti yang dilukiskan Hildo, mempunyai tangan yang sangat kecil dengan 3 jari yang teramat panjang, seperti yang dimiliki bintang laut, lari menjauh ketika Hildo berteriak.

Makhluk itu tidak mempunyai rambut, tidak berpakaian dan tingginya 4-5 kaki. Beberapa telepon  ditujukan  kepada departemen pemadam kebakaran (paling awal jam 7 pagi) tentang binatang liar yang lepas di bagian utara taman kota Jardim Andere, seperti seekor jaguar atau babi liar. Dan dalam sebuah wawancara rahasia yang direkam, seorang sersan dari departemen pemadam kebakaran memastikan bahwa pada pukul 9 pagi semua stasiun pemadam kebakaran di Varginha diminta untuk menangkap seekor binatang aneh di daerah itu. Ketika  4 orang petugas pemadam kebakaran tiba dengan mobil pemadam kebakaran, mereka melihat bahwa makhluk itu sama sekali bukan seekor binatang aneh, dan mereka juga menemukan bahwa pihak militer telah berada di sana.

Orang yang bertanggung jawab yang mengirim keempat  petugas pemadam kebakaran tersebut ke Jardim Andere untuk memeriksa keadaan  adalah Mayor Maciel. Para petugas ini, pada saat mereka tiba di sana, menghubungi sang Mayor melalui radio dan memintanya untuk juga datang karena keadaannya lebih rumit daripada yang mereka bayangkan. Mayor itu tiba sekitar pukul 10.30 pagi, tapi pada saat itu penangkapan EBE sudah selesai dilakukan. Penangkapan dilakukan dengan sebuah jaring untuk hewan-hewan liar dan mereka menggunakan sarung tangan biasa, tapi mereka takut akan radiasi.

Menurut para saksi di tempat kejadian, ada beberapa orang termasuk anak-anak yang melempar batu ke arah EBE, yang kelihatannya bersikap masa bodoh akan perlakuan terhadapnya. Dia hanya mengeluarkan suara seperti lebah yang mendengung. Tempat di mana EBE tersebut ditangkap adalah di depan rumah di Jalan Rua Suecia nomor 3, Jardim Andere. EBE itu kemudian ditempatkan di dalam kotak kayu yang ditutupi kain terpal plastik berwarna putih, ditarik kencang supaya tidak mungkin untuk melihat isinya, dan dibawa pergi dengan truk tentara. Pihak militer dan petugas pemadam kebakaran yang berada di tempat kejadian adalah : Letnan Kolonel Olimpio Wanderley (Pemimpin operasi), Letnan Tiberio, Kapten Ramirez, Sersan Pedrosa (dinas rahasia S-2 militer Brasil) Para pengemudi truk dari ESA (sekolah militer, 25 kilometer dari Varginha di kota Tres Coracoes) Kopral Cirilo, Tentara Vassalo, Tentara De Mello Dan juga pemimpin dari operasi penangkapan pertama - MAYOR MACIEL.

Semua ini didukung oleh seorang saksi di dalam departemen pemadam  kebakaran  yang mempunyai akses ke informasi yang dirahasiakan. Juga oleh para saksi warga sipil seperti Henrique Jose da Silva. Jardim Andere (2 kilometer dari pusat kota) Lilliane Fatima melihat ke samping kirinya dan berteriak. Seekor  makhluk dengan tiga tonjolan di kepalanya dan kulit yang gelap dan berminyak sedang berada dalam jarak 7 meter di samping tembok dari sebuah garasi tua. Makhluk itu sedang berjongkok di atas tanah seperti sedang terluka. Ini dari majalah Brasil Isto E: “makhluk itu sedang jongkok, dengan tangannya yang panjang di antara kakinya” gadis itu menceritakan. “Pada awalnya saya melihat matanya, besar dan merah.” Karena takut, Liliane membelakangi makhluk itu, sedangkan saudara perempuannya Valquiria dan temannya  Katia  terus memperhatikan. “Makhluk itu bukan binatang ataupun manusia, dia adalah makhluk yang mengerikan”, Katia berkata. “Dia kelihatannya  bodoh,  tidak mengeluarkan suara”, tambah Valquiria. Kemudian makhluk itu kelihatannya  menggerakkan kepalanya sedikit dan ketiga gadis itu lari.

Empat puluh menit kemudian, ibu dari Lilliane dan Valquiria, Luiza Helana Silva (38), pergi ke tempat itu untuk melihat apa yang telah menakutkan anak-anak perempuannya (suaminya Jose Lopes da Silva sedang bekerja sebagai seorang kondektur bis) Dia tidak menemukan apapun kecuali bau aneh yang dilukiskan seperti ammonia oleh para saksi lainnya yang mendengar kabar itu dan bergegas ke tempat kejadian di mana EBE terlihat. Bau yang sama kemudian dilaporkan secara terpisah oleh seorang karyawan di Rumah Sakit Umum, tempat alien itu dibawa pada malam hari tanggal 20 Januari. Profesor Harvard dan peneliti tentang penculikan Dr. John Mack mendatangi dan melakukan wawancara yang direkam dengan ketiga gadis tersebut.

Kepada Carpenter, Mack telah berkata: “Dia berani bertaruh karir dan ijinnya bahwa ketiga gadis itu berkata yang sebenarnya” Selama sore hari itu orang-orang menonton sejumlah truk tentara melakukan patroli di dalam kota dan sekitar pukul 7-8 malam pihak militer dari Escola de Sargentos, bersama dengan para perwira dari dinas polisi militer (dinamakan P-2) sekali lagi memasuki taman itu (menurut John Carpenter ini terjadi pada pukul 11 malam) dan menangkap seekor EBE yang terluka (saya belum menemukan kesaksian tentang penangkapan ini) Penangkapan ini jauh lebih terjaga kerahasiaannya daripada penangkapan yang pertama (pukul 10.30 pagi), karena pihak militer tiba dengan pakaian sipil dan menggunakan kendaraan sipil. Makhluk itu berada di daerah dekat hutan, di mana pihak militer mengepung dan menangkapnya.

EBE dibawa ke RS Daerah

EBE tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit Umum di pusat kota di mana dokter memerintahkan bahwa makhluk itu harus dipindahkan ke rumah sakit Humanities yang lebih besar dan lebih lengkap peralatannya, di mana lebih mudah untuk menahan dan menyembunyikan makhluk itu dari warga yang ingin tahu. Rumah sakit Humanities juga bertempat 1.5 kilometer dari pusat kota (Varginha mempunyai 3 rumah sakit). Beberapa perawat dan karyawan dari Rumah Sakit Umum Daerah telah memastikan bahwa mereka semua mendapat tekanan. Orang-orang yang telah berhubungan dengan makhluk kedua dinasihatkan untuk menghindari pers dan para peneliti UFO dan untuk tidak membicarakannya    dengan siapapun, bahkan tidak dengan keluarga dan relasi mereka.

Peneliti Ubirajara Franco Rodrigues berhubungan dengan salah satu dari perawat yang mulanya ragu-ragu untuk membicarakan keributan di Rumah Sakit Daerah tapi kemudian mengungkapkan bahwa satu dari bagian di rumah sakit itu ditutup selama beberapa jam untuk menghindari keluar masuknya para karyawan rumah sakit, pasien dan pengunjung dan juga bahwa para dokter datang dari kota lain selain Varginha. Menurut kesaksiannya, direktur rumah sakit berkata bahwa semua pergerakan harus dibiarkan, karena “itu hanyalah pelatihan untuk para dokter dan anggota militer.” Menurut saksi itu (seorang perawat) pertemuan itu memuncak dengan pernyataan berikut dari direktur tersebut: “Di sini di Varginha ada orang yang senang berurusan dengan “hal- hal ajaib”, yang saya maksudkan, gaib, aneh. Mungkin orang-orang ini akan mencari kalian, terutama pengacara bernama Ubirajara itu. KEPADA ORANG-ORANG INI    KALIAN    HARUS MENYANGKAL SEGALANYA. Yang saya maksudkan, kalian harus menyangkalnya.” Polisi dan anggota tentara menjaga bagian rumah sakit yang ditutup itu selama EBE berada di sana. Tapi beberapa warga sipil melihat makhluk itu dari dekat dan kabar burung terus berlanjut.

Seorang saksi lain, teman dari Ubirajara sendiri, mengungkapkan bahwa dia berada di pintu masuk rumah sakit pada pukul 10.30 malam, bersama dengan seorang temannya. Dia bertanya pada petugas penerima tamu apakah benar kabar burung yang mengatakan bahwa “monster kecil” telah masuk rumah sakit. Petugas itu mengiyakan, tapi juga mengatakan bahwa makhluk itu telah dipindahkan ke rumah sakit Humanities. Ini diberitakan terjadi sekitar tengah malam antara 20 Januari, hari Sabtu, dan hari Minggu tanggal 22. Jadi suster itu mungkin tidak tahu bahwa makhluk itu masih berada di rumah sakit itu menunggu untuk dipindahkan, di dalam bagianyang ditutup. Pemindahan dilakukan
oleh pasukan pemadam kebakaran.

Kapten Alvarenga dari pasukan pemadam kebakaran menyangkal keikutsertaan  bagian  dari pasukannya untuk memindahkan EBE yang sekarang telah mati ke rumah sakit Humanities. Tapi sebelumnya dia menyangkal bahwa Ubirajara telah berhubungan dengan direktur Rumah Sakit Daerah Adilson Usier, yang memastikan bahwa departemen pemadam kebakaran Varginha telah ikut serta dalam pemindahan jenasahnya. Kapten Alveranga kemudian berkata bahwa itu merupakan kesalahan Usier. Usier selanjutnya menyangkal pernyataan itu sendiri kepada majalah UFO Brasil, katanya: “Kita tidak dapat menyimpan makhluk luar angkasa di sini, kita tidak dapat menanganinya, kita hanya dapat menangani manusia.” Di rumah sakit itu alien itu akan dirawat oleh dokter Rogeric (seorang ahli penyakit tulang). Dia berkata: “Saya tidak tahu kalian dapat menghabiskan waktu kalian untuk hal-hal semacam itu, itu semua omong kosong. Tidak ada makhluk luar angkasa”. Di lain pihak dokter Rogerio yang sama berkata kepada seorang reporter dari berita Varginha: “Saya tidak tahu apa itu (makhluk ET itu), bisa seorang manusia aneh, tapi saya tidak pernah melihat hal semacam itu”

Tiga tembakan

Pada saat yang sama ketika para petugas pemadam kebakaran menangkap EBE yang terlihat pertama kali, lebih banyak saksi melihat pergerakan yang aneh. Seorang pengacara di Varginha dan seorang   mantan   militer menyaksikan 2 pesawat terbang yang dia kenali sebagai F-50, pada ketinggian yang amat rendah. Sebagai seorang mantan pegawai militer dia memperhatikan bahwa kedua pesawat itu tidak dalam formasi yang biasa tapi dalam formasi menyerang.  Dia juga menyaksikan kendaraan militer dekat hutan (dekat dengan tempat di mana petugas pemadam kebakaran menangkap EBE) Dia senang melewati tempat itu dan melihat sebuah truk yang memuat sekitar tujuh orang prajurit dalam seragam operasi militer (kamuflase) dan beberapa dalam pakaian sipil. Bahkan ada lebih banyak orang yang menyaksikan kegiatan mereka.

Seorang teman dari saksi ini berada di tempat lainnya dan berkata bahwa dia mendengar tiga tembakan dan para prajurit keluar dari hutan dengan dua karung operasi militer, satu diam dan satu bergerak-gerak. Sebuah sumber lain telah mengungkapkan bahwa satu dari para prajurit itu menembak satu EBE tiga kali di dadanya dan makhluk itu mati seketika. Senjata yang digunakan mungkin jenis FAL (FAL - Fuzil de Artilharia Leve, atau Senapan Artileri Ringan). Perincian sekitar hal ini masih sedang diselidiki oleh peneliti Claudeir Covo. Operasi yang dilakukan pihak militer dan departemen pemadam kebakaran dilakukan dengan sangat tenang dan lancar, dan keduanya mundur sekitar pukul 10.30-11 pagi, bersama dengan operasi militer yang kedua (yang melepaskan tiga tembakan). EBE yang tertangkap menggunakan jaring diberitakan telah dibawa langsung ke Escola de Sargento das Armas (EAS) – sebuah sekolah militer di kota Tres Coracoes, 25 kilometer dari Varginha.

Beberapa hari selanjutnya total sejumlah 6 orang EBE hidup dan 2 mati dikunci di basis ESA. Beberapa warga sipil yang ingin tahu menyusuri taman ketika anggota militer/S2 telah pergi dengan truk mereka, tapi tidak menemukan apa-apa. Ini adalah semua informasi dari operasi S-2 (Dinas Rahasia Militer Brasil) yang selanjutnya pada sekitar pukul 7-8 malam tanggal 20 Januari, ketika sejumlah EBE ditangkap di taman. Jumlah total 8 EBE : 1 mati 2 terluka (1 kemudian mati) 5 tak terluka dan hidup. Pengacara yang tadi mengamati pada sekitar pukul 10.30 pagi berkata bahwa dia melihat regu pencari lainnya yang tiba pada pukul 1.30 petang berhenti di seberang jalan pintas dari tanah, ketika dia meninggalkan kantornya. Seorang saksi lainnya menyebutkan Regu Pencari S-2 dalam pakain sipil (belum dapat diketahui bagaimana mereka dikenali sebagai orang- orang S-2) sekitar pukul 1.30-2.30 petang di daerah yang sama. Dua laporan ini mungkin tentang operasi yang sama. Mereka diyakini tidak menemukan apa-apa.

Ketika semua ini sedang berlangsung, dua orang warga Amerika dilaporkan telah mendaftar masuk ke sebuah tempat penginapan yang dekat ke Rumah Sakit Daerah dengan peralatan aneh. Mereka kemudian terlihat baik di rumah sakit Humanities (dengan peralatan dan sebuah kamera video) dan di sebuah rumah makan Churrascaria Gaucha, Avenida Dr. Campos Sales nomor 515 di Campinas larut malam tanggal 21 Januari. John Carpenter berkata: Orang Amerika itu diketahui telah mendaftar ke sebuah hotel dengan nama palsu yang kelihatannya adalah dokter. Saya tidak tahu apa-apa tentang peralatan atau kehadiran mereka di rumah sakit. Semua anggota militer lainnya dilarang untuk mengenakan jaket mereka dan menggunakan alat perekam suara, kamera dan perekam gambar. Departemen pemadam   kebakaran   dan kendaraan polisi militer terlihat di luar pintu masuk dengan  enam orang pria, juga dua pria dari dinas rahasia militer dan beberapa dokter.

Kedua agen dinas rahasia sebelumnya bertemu dengan seorang Letnan dari ‘S’-2, yang tiba dengan Volkswagen warna putih coklat (jenis Fusca) dan berhenti di samping toko serba ada “Paes Mendonca”, di Varginha. Dari tempat itu mereka dikirim ke rumah sakit Humanities dan terlihat memasuki rumah sakit. Ibu Theresa Starace de Magalhaes Texeira dari Campinas memberitahukan kepada peneliti Ubirajara bahwa suaminya, Adalberto, yang berada di rumah sakit Humanities untuk suatu operasi, melihat alien mati didorong keluar dari kamar jenasah di atas tempat tidur beroda. Alien itu disimpan di rumah sakit Humanities selama kira-kira 30 jam sebelum dipindahkan ke Escola de Sarcjentos das Armas (ESA), di mana anggota militer ditempatkan selama seluruh kejadian
berlangsung.

Pemindahan alien mati dari rumah  sakit Humanities itu berlangsung pada pukul 6 petang tanggal 22 Januari dan disaksikan oleh beberapa orang. Rumah sakit itu bertempat di sebelah kiri jalan kecil, yang langsung menuju ke jalan bebas hambatan Fernao Dias, yang menghubungkan Belo Horizonte ke Sao Paulo, dan yang membuat pemindahan itu berlangsung sangat tertutup. Walaupun para pengemudi truk (semuanya 3 truk) sepertinya tidak mengetahui apa yang mereka bawa dan mereka ditahan di luar daerah rumah sakit sampai perjalanan dimulai. “Iring-iringan kendaraan yang sama akan meninggalkan sekolah di Tres Coracoes pada pukul 4 pagi hari Selasa, 23 Januari. Tujuan: Cantpinas (sebuah kota yang jauh lebih besar di Sao Paulo) di mana “muatan” akan dikirimkan ke unit militer yang lain, barangkali Sekolah Persiapan Calon Perwira Militer.” “Semua operasi ini dipimpin oleh letnan kolonel Oiimpio Wanderley Santos, kata Tuan Rodrigues. “Kita memiliki kesaksian seorang perwira militer dari Escola de Sargentos di Tres Coracoes yang secara langsung terlibat dalam operasi. Dia menjelaskan secara terperinci semua yang terjadi selama hari-hari itu,” tambah Tuan Pacaccini, Dalam rekaman sepanjang 42 menit, orang ini berkata bahwa pembusukan telah mulai dan ketika jenasah meninggalkan Rumah Sakit Humanities  baunya  cukup menyengat.”

“Wawancara dengan beberapa orang militer yang terlibat dalam operasi baru ini, memindahkan makhluk itu dari Rumah Sakit Humanities, mengatakan bahwa tiga truk tentara telah digunakan, setiap truk dikemudikan oleh dua orang tentara yang berbeda. Diyakini bahwa ketiga truk itu digunakan untuk memindahkan hanya satu jenasah [untuk mencegah] supaya para tentara tidak mengetahui dalam truk mana jenasah itu akan dimuat. Para pengemudi dan pendamping mereka tidak dapat melihat perincian jalannya operasi, karena mereka ditahan di luar areal rumah sakit. Anggota militer dari Badan Intelijen  Internal  Tentara (dinamakan ‘IS-2’ di Brasil dan sangat kasar dan menindas) bertanggung  jawab  untuk mengambil jenasah dari dalam rumah sakit, menempatkannya di dalam sebuah kotak dan kemudian di salah satu dari truk-truk itu.” Ini diamati oleh beberapa orang pada saat polisi memberhentikan semua kendaraan untuk memudahkan perjalanan iring-iringan ketiga truk dan sebuah Jeep.

Pada hari Minggu, 16  Juni,  acara “Programma de Domingo” mengenali orang-orang yang terlibat dalam iring-iringan tiga truk yang memindahkan alien itu ke Campinas, sekitar 200 mil jauhnya, pada tanggal 23 Januari pukul 4 pagi. Menurut siaran tersebut, Letnan Kolonel  Olimpio Wanderly Santos memimpin iring-iringan itu, didampingi oleh 2 orang perwira , Kapten Ramirez dan Letnan Tide, ditambah Sersan Pedrosa dari S-2, intelijen militer Brasil. Kopral Cirilo   dan Sersan Pedrosa mengemudikan truk yang di tengah dengan alien di dalamnya. Truk-truk lainnya dikemudikan oleh Serdadu Vassalo dan Serdadu de Mello. Sebuah Jeep (jenis Engesa) juga merupakan bagian dari iring- iringan. Dan dari Sekolah Persiapan Calon Perwira Militer di mana iring- iringan tinggal selama 9 jam, sementara itu alien mati itu dibawa ke Universitas Campinas, di mana dokter terkenal Dr. Fortunato Badan Palhares (dialah yang mengotopsi Nazi Jerman Mengele, sekitar 10 tahun yang lalu) melakukan otopsi terhadap EBE mati itu.

Palhares, dan juga pihak berwenang lain yang terlibat, menyangkal adanya operasi semacam itu. Tapi karyawan dari universitas itu telah terlihat di taman Jardim Andere sedang mengumpulkan contoh tanah dan tumbuh-tumbuhan dari tempat di mana satu dari EBE dilaporkan telah ditangkap. Dan peneliti Eduardo Mondini mengemukakan ini: “Kita   telah   berhasil menghubungi IML (institute Medico Legal) dan markas besar militer di Campinas, tapi kedua pihak tersebut menyangkal adanya penelitian jenasah. Tapi, kami menemukan seorang dari pihak militer di Campinas yang katanya melihat sebuah dokumen di atas meja pimpinannya, yang membuktikan bahwa E.T. pernah berada di Campinas. Kami berhubungan dengan seorang karyawan IML dan mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 20-26 Januari ada pergerakan militer di dalam IML, dokumen itu didapatkan di dalam laci pribadi militer, untuk memerintahkan sebuah jenasah dibawa masuk atau keluar dari sana.”

Ada juga informasi yang mengatakan bahwa suatu otopsi dilakukan di rumah sakit Humanities oleh orang yang sama - Dr. Fortunato Badan Palhares, dan Dr. Coradin Nesve. Bahwa alien mati itu kemudian dibawa ke Pemakaman Amarais di dekat Universitas Campinas di mana jenasah itu dibekukan untuk pengapalan. Tapi barangkali itu adalah otopsi yang sama yang dilakukan di Universitas Campinas dan jenasahnya kemudian dibekukan, juga di Campinas. Ada pukul 9 malam, 6 EBE yang hidup dipindahkan ke lapangan terbang Campinas di mana mereka ditempatkan ke atas   pesawat EMB   Buffalo bermesin ganda yang dimiliki oleh Forca Aerea Brasileira (Angkatan Udara Brasil) dan diterbangkan ke Sao Paulo, di mana mereka berganti pesawat  menjadi  pesawat pengangkut Angkatan Udara Amerika Serikat C-17.

Alien-alien itu kemudian dipindahkan ke atas C- 17. Dan menurut sumber di menara Sao Paulo, tujuan C-17 adalah basis Angkatan Udara Albrook di Panama. Dan di sana jejak terhapus. Apakah kedua alien mati ada di atas pesawat, kami tidak tahu. Tapi peneliti Claudeir Covo berkata bahwa dia telah memperoleh pernyataan terpisah dari beberapa pengawal bahwa satu dari alien yang mati masih tetap berada di laboratorium universitas di Campinas: “Tiga orang militer, seorang dari Campinas, seorang dari Jundiai dan seorang lagi dari Sumare memberikan informasi itu. Mereka tidak mengenal satu sama lain”, jamin Covo. “Kami tidak meragukan mengenai keberadaan laboratorium itu. Hanya kami sekarang sedang mencoba untuk masuk ke dalamnya.”

Menurut Covo, laboratorium rahasia itu dijaga dan diduduki oleh anggota militer Brasil. Peralatan di sana menyerupai peralatan di film fiksi pengetahuan. Alien itu sedang dipelajari oleh Konradin Nesve II, seorang profesor Jerman dan ahli forensik. Para ahli urologi merasa heran dengan penemuan  minggu sebelumnya yang terdiri dari 25 mayat binatang yang dirusak di daerah Souza, Campinas. Menurut Covo, 13 anjing dan I/’ kucing telah dicungkil matanya, tampaknya menggunakan alat dengan ketepatan bedah. Organ seksual dari binatang jantan juga telah dipotong sebelum dibawa ke UNICAMP. “Semua   penemuan   ini menunjukkan adanya sejenis penelitian yang dilakukan oleh makhluk luar angkasa pada beberapa  binatang”,  Covo mengakhiri. Untuknya, kasus ini dapat dihubungkan dengan kasus di Varginha.

Mereka Menyangkal segalanya

Sekarang, bagaimana tanggapan pihak militer, departemen pemadam kebakaran dan polisi tentang kejadian ini?  Pihak militer menyangkal segalanya, sampai pada tahap bahwa mereka tidak berada di taman Jardim Andere walaupun ada saksi untuk itu. Pihak militer bermasalah karena 17 dari anggota mereka sendiri yang terlibat telah berbicara dalam kesaksian yang direkam  suaranya  bahkan gambarnya. Di antaranya adalah rekaman berdurasi 42 menit di mana seorang perwira militer berjabatan tinggi memberikan setiap rincian dari keterlibatan mereka (ini menurut para penyelidik Rodrigues dan Pacaccini). 

Para pemimpin militer telah memerintahkan secara tegas kepada para prajurit di sekolah militer ESA untuk tidak berbicara kepada pers atau para ahli UFO. Dan kemudian ada karyawan rumah sakit yang telah memberikan kesaksian dan pernyataan yang membenarkan cerita itu. Ke dalamnya dapat kita tambahkan pernyataan direktur Rumah Sakit Daerah yang bertolak belakang kepada para peneliti dan pers. Dan akhirnya kami mempunyai sejumlah besar saksi dari warga sipil yang resmi dan “dilindungi” tentang beberapa operasi dan penangkapan EBE di Jardim Andere dan pergerakan iring-iringan kendaraan.

Selain itu, ada suatu kasus mistik di mana seorang anak laki-laki dari tokoh politik lokal yang berkedudukan tinggi ditemukan mati di dalam sel penjara polisi satu minggu setelah kejadian. Pihak militer telah berusaha menjelaskan bahwa seluruh kejadian itu disebabkan oleh kematian anak laki- laki itu dan pemindahan ke rumah sakit Humanities. Maksud pihak militer adalah bahwa segalanya masih simpang siur dengan kejadian yang belum dapat dijelaskan itu. Ini diambil dari wawancara Jurnal Wall Street dengan Kapten Calza: “Kapten Calza berkata bahwa dia tidak dapat menjamin kebenaran dari apa yang ketiga gadis itu lihat di bulan Januari. 

Tapi kegiatan di basis pada akhir minggu yang menentukan itu, dia menekankan, bukanlah hal yang berasal dari dunia luar: Anggota yang baru masuk ke sekolah pelatihan sersan melakukan parade dan sebuah iring-iringan truk dikemudikan menuju bengkel. Pada saat yang sama, di rumah sakit di kota, truk mengantarkan peralatan untuk perawatan jantung yang baru dan sebuah ambulans menurunkan sebuah jenasah yang telah digali dari liang kubur sebuah jenasah manusia, tegas pihak yang berwenang.” Seperti yang telah saya katakan, jenasah anak laki-laki itu ditemukan mati di selnya SATU MINGGU setelah kejadian yang diberitakan di Jardim Andere dan di rumah sakit.

Dan seorang petugas militer di ESA telah memberitahu Pacaccini (dalam rekaman video) bahwa dia melihat suatu dokumen tentang EBE di atas meja kerja seorang perwira. Dalam dokumen itu ada deskripsi dan lukisan tangan EBE. Ini diambil dari Jurnal Wall Street: “Gambar  itu  dikatakan menyerupai tangan manusia dengan telapak yang rata, dan ada ruang kosong terbuka di antara jari manis dan kelingking dengan ketiga jari yang lainnya.”

Jadi, ini terjadi di bulan Januari dan sekarang sudah bulan Agustus/ September. Apa yang telah terjadi? Perincian-perincian kecil muncul setiap waktu sehingga saya dapat menyusun artikel di atas untuk anda. Menurut John Carpenter para peneliti yang terlibat, yang berada di Brasil, telah mendapat ancaman langsung melalui telepon dan gangguan itu telah berlanjut sejak itu. Dan UFO telah terlihat di hampir setiap kota di Minas Gerais, dan beberapa dari mereka telah difoto dan direkam dalam video. Tapi satu dari perkembangan yang paling berarti adalah 4 orang yang tiba di rumah da Silva, rumah dari kedua gadis yang menemukan EBE secara kebetulan pada pukul 15.30 tanggal 20 Januari.

Keempat orang itu mengendarai Lincoln Continental berwarna biru laut keluaran tahun 1994 dengan nomor plat Distrito Federal (Brasil). Mereka semua mengenakan setelan Armani berwarna putih dan krem. Keempat orang itu, seorang Brasil dan tiga orang Amerika, menawarkan pada sang ibu Luiza Helena Fatima da Silva $20.000 jika kedua gadis itu mau muncul di TV dan berkata bahwa mereka mengarang semua cerita itu. Kedua gadis dan ibu mereka menolak. “Mereka berkata mereka akan membayar tunai”, “Mereka juga berkata mereka akan kembali tapi kami tidak dapat menyembunyikan kebenaran.” kata Nyonya da Silva dalam keluaran bulan Juni UFO Roundup.

Kami juga mengetahui bahwa ada usaha untuk menutup-nutupi persoalan di sekolah militer di luar Varginha dan bahwa semua anggota telah dilarang untuk berbicara kepada para penyelidik seperti Rodriguez dan Pacaccini. Seorang prajurit ditangkap karena seorang perwira senior berpikir bahwa dia membahayakan keamanan. Ini dibenarkan oleh orang-orang di dalam markas itu kepada para peneliti. Dan karena kejadian itu terjadi pada akhir pekan dan sekolah militer itu hampir seluruhnya kosong pada setiap akhir pekan, sekitar 98,5 dari anggota tidak tahu kejadian itu secara rinci.

Rabu, 23 Maret 2016

3 Info pantauan di luar angkasa

Luar angkasa
Ilustrasi
  
Bahaya Infeksi di Luar Angkasa

Begitu pesawat Apollo 11 mendarat dibumi, seluruh awak pesawat dan batu-batuan yang mereka bawa dari bulan, dimasukkan ke karantina. Waktu itu tahun 1969. Dan banyak yang khawatir, para astronot ketika berada di luar angkasa, bisa terkena penyakit berbahaya, yang sama sekali tidak dikenal dan berasal dari ruang angkasa. Ternyata belakangan orang tahu, bulan adalah salah satu tempat yang paling steril, yang pernah diinjak manusia. Beberapa waktu kemudian, Viking, mendarat di Mars. Dan tentang sterilitas, situasi di planet Mars tidak jauh berbeda dengan di bulan.

Sedikitnya begitulah hasil penelitian mengenai permukaan planet Mars. Sejak itu, penyakit dari luar angkasa hanya menjadi cerita dalam film-film Science-Fiction. Tetapi baru-baru ini, para ahli Dinas Angkasa Luar Amerika Serikat, NASA, mulai mempelajari kembali masalah ini dengan serius. Adanya kehidupan di Mars dan di planet- planet lingkaran luar sistem tata surya kita mulai dianggap mungkin. Anggapan ini menguat lagi sejak orang mengetahui, bahwa di sudut-sudut yang paling anehpun di dunia ini, ternyata ada juga mahluk hidup.

Beberapa organisme diketahui mampu hidup dalam suhu-suhu ekstrim. Dan ada juga yang bisa bertahan terhadap kedinginan luar biasa di luar angkasa. Malah ada baksil-baksil yang tahan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya di luar angkasa, yang pancarannya bisa membunuh manusia dalam beberapa saat saja. Misalnya bakteri Deinococus Radiodurans, yang begitu kuat bertahan, sehingga para ahli menamakannya bakteri Conan, seperti nama pahlawan dalam film Conan,seorang barbar. 

Untungnya, berbagai jenis bakteri ini biasanya tidak berbahaya bagi manusia. Karena bakteri bersel satu biasanya hidup dalam sistem ekologi yang jauh berbeda dengan sistem ekologi manusia. Sebab itu, kegiatan para peneliti NASA, boleh jadi justru merupakan bahaya bagi kehidupan bakteri-bakteri itu. Sebab manusia bisa merusak sistem ekologi mereka. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah, jika memang alien yang telah mengunjungi bumi ini berasal dari dunia lain, apakah mereka tidak membawa bibit penyakit yang bisa berbahaya bagi manusia? Atau, barangkali ada bakteri atau virus yang mungkin mereka tidak berbahaya, namun bagi manusia bisa menjadi sebuah penyakit yang mematikan.

Lalu, bukan hal yang mustahil jika beberapa penyakit yang diderita manusia saat ini, bisa saja berasal dari alien. Walaupun mereka sendiri mungkin memiliki sistem karantina, namun sangat mungkin bibit penyakit yang terbawa oleh mereka bisa menyebar di atmosfer bumi ini.

Jejak Zaman Es di Planet Mars

Teka-teki tentang apakah di Mars pernah ada kehidupan menarik minat orang lagi berkat gambar-gambar terbaru dari NASA. Memberi tanda-tanda yang cukup kuat tentang cadangan air yang cukup besar di dekat permukaan planet merah tersebut, di dalam sejenis lapisan tanah yang tetap beku seperti di daerah kutub Bumi. Seperti diketahui air adalah unsur utama di dalam perkembangan
kehidupan.

Sejumlah gambar itu hasil jepretan dari pesawat luar angkasa Mars Global Surveyor, yang mulai memetakan planet tersebut pada tahun 1999. Tampak di dalam gambar-gambar tersebut perbukitan yang bergelombang dengan alur yang teratur disela oleh permukaan tanah yang berbentuk seperti benjolan-benjolan. Para ahli geologi menafsirkan perbukitan bergelombang itu sebagai gundukan dari debu-debu yang membeku karena es. Kawasan yang penuh bentuk benjolan di tengahnya terjadi di tempat di mana air menghilang dan debu dari tanah merah sudah terhembus pergi.

Mereka melihat bahwa jenis permukaan di dalam foto dari tengah garis lintang Mars, jauh dari kutub-kutub esnya. Lokasi itu menandakan bahwa tanah yang beku mungkin terbentuk selama zaman es planet itu pada sekitar 100.000 tahun lalu. Sudah lama para ilmuwan sangat tertarik untuk mengetahui apakah di Planet Mars ada air atau tidak. Air berbentuk cairan dianggap sebagai faktor esensial di dalam pembentukan kehidupan. “Ini hasil yang mengasyikkan,” kata Bruce Jakosky, seorang peneliti planet di Universitas Colorado, Amerika Serikat. “Hal itu menyarankan bahwa lapisan permukaan Mars bisa jadi adalah gudang atau bak air yang sangat besar.”

Memang tidak ada bukti bahwa air pernah eksis dalam bentuk cairan selama siklus pembentukan lapisan tanah yang tetap beku, tutur Profesor John Mustqard dari Brown University, salah seorang peneliti di dalam studi tersebut. Katanya, selama masa dingin, uap air merembesi lewat pori-pori tanah dan kemudian membeku menjadi padat. Selama waktu-waktu yang lebih yang panas, es berubah langsung dari padat menjadi gas.

Mustard memperkirakan bahwa sebanyak 15.000 mil kubik air telah membeku di kawasan tanah yang tetap beku tersebut. Jumlah air itu cukup untuk menutup seluruh planet setebal 16 inci. Temuan menarik ini muncul di dalam jurnal Nature edisi 25 Juli 2001. Para peneliti planet juga menyiarkan sebuah studi kasus tentang air di bulan Jupiter yang bernama Callisto. Studi tentang panas bulan yang dilakukan para peneliti dari Universitas Complutense di Spanyol itu menunjukkan bahwa air di dalam bentuk cairan bisa tetap eksis di bawah lapisan es.

Kehidupan Bakteri dari Luar Angkasa

Meskipun mahluk-mahluk ekstra mungil dari luar angkasa itu mirip dengan bakteri dari bumi, para ilmuwan mengatakan bahwa sel-sel hidup tersebut berada terlalu jauh dari bumi. Maksudnya, hampir tidak mungkin mereka berasal dari planet manusia ini. ”Tak ada keraguan lagi bahwa keberadaan gumpalan sel-sel hidup dari contoh-contoh udara dari ketinggian 41 km di atas tropopase, (di tempat yang) tak memungkinkan udara dari lapisan di bawahnya bisa sampai ke sana secara normal,” tutur Prof Chandra Wickramasinghe, seorang ahli astronomi dari Cardiff University di Wales, Inggris.

Ia menampilkan temuan tersebut di dalam pertemuan International Society of the Optical Engineering di San Diego, California, Amerika Serikat. Wickramasinghe dan para peneliti dari India mengumpulkan gumpalangumpalan bakteri itu dari contoh udara stratosfer. Mereka menggunakan peralatan pengambil bahan bersuhu sangat rendah yang terpasang di balon milik Space Research Organisation India. Balon-balon itu diterbangkan dari Hyderabad, India Selatan.

Para peneliti mendeteksi sel-sel hidup di dalam sampel itu. Dari ragam distribusinya di ketinggian mereka menyimpulkan bahwa memang bakteribakteri ini berasal dari luar angkasa. Mereka memperkirakan setiap hari ada sekitar sepertiga ton material biologi menghujani seluruh planet. Betulkah bakteri-bakteri itu berasal dari kedalaman angkasa nun jauh di sana? Sekali lagi, kemungkinan bahwa mahluk-mahluk sangat mungil itu berasal dari bumi manusia sendiri ditepis. Prof David Lloyd misalnya mengungkap betapa tipis kemungkinan itu. 

Pengajar di Cardiff University yang menguji temuan ini serta menjadi anggota peneliti di dalam tim bersangkutan mengakui, bakteribakteri itu memang mirip dengan yang ada di bumi. Kalau memang demikian, sulit ia menjelaskan mengapa gumpalan bakteri bumi bisa berada di tempat setinggi itu. Tuturnya di dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, “Harus ada kejadian istimewa sehingga partikel-partikel itu bisa terbawa dari bumi ke tempat setinggi 40 km.”

Maka tetap ada dua kemungkinan: bergumpal-gumpal bakteri itu membonceng roket atau satelit ke ruang angkasa, atau sesungguhnya berasal dari planet lain. ”Tidak cukup bukti untuk membenarkan salah satu dari kedua kemungkinan itu,” kata Lloyd. “Bagi saya tampaknya yang paling mungkin adalah bahwa bakteri-bakteri itu datang dari planet lain.” Menurut Lloyd, ia telah berusaha untuk membiakkan bakteri-bakteri itu, namun sejauh ini belum berhasil. ”Itulah langkah pertama bagi munculnya bukti bahwa memang ada sebentuk kehidupan di planet lain,” jelasnya.