Apakah ufo merupakan ancaman bagi manusia

Ufo
Melihat UFO, dapat merupakan impian tetapi dapat juga menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang. Demikian pula dengan penampakan UFO. Kontroversi bahwa penampakan UFO merupakan rekayasa pemerintah dan militer atau gejala alam biasa, menjadi perdebatan. Militer juga dianggap berkonspirasi terhadap kebohongan cerita mengenai penampakan UFO. Dapat saja, UFO yang dilihat oleh para saksi, hanyalah sebagai upaya manipulasi pemerintah dan militer, dari sekian uji coba serta perlengkapan senjata maupun pesawat yang dimiliki oleh militer.

Memang, kontroversi ini terjadi di Amerika Serikat, akan tetapi tidak menutup kemungkinan hal itu dapat saja terjadi di negara lainnya. Bukankah fenomena penampakan UFO (dan alien) konon pernah juga dialami oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sejak penampakan UFO yang pertama kali, Angkatan udara Amerika Serikat dituduh campur tangan, yaitu dengan serius mencoba menginvestigasi dan mengevaluasi penampakan UFO tersebut. Angkatan Udara AS pertama kali mempelajari UFO melalui Project Sign pada tahun 1948.Sebuah laporan yang terkenal waktu itu adalah Condon Report.

Panel Robertson-nya CIA, melaporkan pada tahun 1953, memberikan suatu masukan kepada posisi investigasi pemerintahan, dengan merekomondasikan bahwa agen-agen intelijen keamanan nasional mengambil berbagai tahapan-tahapan secara langsung untuk mengupas Unidentified Flying Objects (UFO). Ringkasan-ringkasan reportase pemerintah yang beragam menyiarkan kepada pers dan mempublikasikan, seringkali mengatakan cerita yang sangat berbeda dengan isinya yang sesungguhnya.

Dari berbagai kasus yang masuk, memang sebagian besar bisa dikenali sebagai obyek atau fenomena umum. Namun ada cukup banyak kasus yang tetap misteri. Namun, mengapa kemudian komite sangat berhasrat untuk menolak fakta-fakta dari laporannya sendiri dan menekankan bahwa UFO tidaklah ada? Menjawab masalah ini, ada sebuah hipotesa, di mana berdasar kepada beberapa bukti dan kabar angin, menangkap bahwa piring terbang alien telah membentur permukaan tanah Amerika lebih sekali, dan alien-alien yang masih hidup telah diselamatkan dari reruntuhan itu. Jika ini yang terjadi, para penguasa mungkin harus menjaga kerahasiaannya demi kepentingan dinas rahasia mereka.

Berdasarkan kejadian tersebut, alien-alien yang jatuh dan selamat di Amerika Serikat, telah memberikan informasi teknologi canggih yang mereka miliki. Di dalam pertukaran pertolongan ini, Amerika Serikat dan proyek luar angkasa lainnya telah diijinkan untuk melanjutkan penelitian mereka. Sebenarnya ada kelemahan dari hipotesa ini. Jika pesawat luar angkasa alien dapat bergerak dan melakukan percepatan dalam cara yang menakjubkan, mengapa kita tidak dapat memilikinya sampai saat ini? Bahkan setelah lebih dari empat dekade melakukan kontak serta pertukaran teknologi, sebagaimana disebutkan? Kelemahan kedua adalah upaya membohongi dalam kerahasiaan yang berkelanjutan bisa melahirkan kecurigaan baru sebagai suatu konspirasi.

Bagaimanapun, meskipun UFO bukanlah pesawat luar angkasa alien, pemerintah mungkin mempunyai alasan yang baik untuk memanipulasikan kepercayaan yang meluas bahwa itu memang mereka, yang faktanya, sebenarnya adalah senjata-senjata rahasia atau pesawat udara biasa. Kesaksian penampakan UFO selanjutnya dapat ditolak sebagai sindiran, dan objek-objek mereka sendiri selanjutnya dapat dijelaskan sebagai pesawat udara sipil atau fenomena alam.

William H Spaulding, seorang direktur dari Ground Saucer Watch (GSW) Arizona, membangun argumen ini, yang mana disebut oleh dia sebagai ”Federal Hipothesis”, setelah analisis yang hati-hati terhadap ratusan kasus “Top Secret” UFO dan berhubungan dengan dokumen-dokumen yang diklasifikasikan di bawah “Freedom of Information Act”. Spaulding mencatat bahwa area dari aktivitas UFO yang tinggi di Amerika Serikat ternyata berdekatan dengan tempat uji coba pesawat udara dan senjata-senjata rahasia.

Jatuhan UFO dilaporkan dekat Roswell, New Mexico, pada awal bulan Juli 1947, peristiwa tersebut terjadi tidak lebih selang beberapa hari dari peluncuran roket B-2 dekat “White Sands Missile Range”. Sekitar pada waktu yang bersamaan, Angkatan Darat (Army) Amerika Serikat melepaskan salah satu dari balon-balon penelitian cuaca polyethylene-nya yang pertama. Salah satu dari balonbalon tersebut tentunya telah dapat dipertanggungjawabkan untuk pepuingan. Para saksi melaporkan sebagai sebuah material “incredibly tough” tidak seperti sesuatu yang pernah mereka lihat, berkenaan dengan polyethylene, - sesuatu yang tidak biasa yang terjadi di akhir tahun 1940-
an. 

Walau demikian, penjelasan seperti inipun banyak kelemahan dan menghasilkan ketidakpuasan. Pada tahun 1987, serangkaian dokumen dengan klasifikasi “Top Secret” menyebabkan sebuah sensasi. Dokumen-dokumen “Top Secret” ini kelihatannya membuktikan bahwa pemerintahan Amerika Serikat telah berkonspirasi untuk mengungkapkan UFO yang hancur. Walau mereka akhirnya mengumumkannya sebagai suatu dokumen palsu, namun banyak sisi lain dari misteri yang ada meminta untuk dijelaskan. Waktu itu, produser TV Los Angeles - Jaime Shandera, mendapatkan sebuah bingkisan yang tidak diduga yang ditempatkan di dalam mailbox-nya, tanggal 12 Desember 1984. Shandera menemukan salinan dari dua buah dokumen, tertanggal 24 September 1947, dan yang satunya 18 November 1952. Dokumen pertama telah ditandai oleh Presiden Harry S Truman, dan yang kedua dialamatkan untuk Presiden D. Eisenhower, oleh Adm. H. Hillenkoetter, mantan direktur CIA. Keduanya bertuliskan ‘Top Secret”.

Dokumen yang ditandai oleh Truman dimaksudkan untuk diklasifikasikan sebagai “executive”, memerintahkan kepada Sekretaris Pertahanan (Secretary of Defence) James V. Forrestal untuk memberikan kuasa kepadanya, setelah berkonsultasi dengan ilmuwan Nuklir Dr. Vannevar Bush, untuk menetapkan suatu tim ahli yang dapat langsung menjawab pertanyaan dan permintaan presiden, yang disebut Majestik -12 (disingkat MJ-12). Yang aneh, mengapa Shandera harus menanti selama 2 tahun, sebelum memperkenalkannya kepada publik, 29 Mei 1987. Shandera dalam pemaparannya telah melibatkan penulis William R Moore (yang mengarang “The Roswell Incident” dengan Charles Berlitz, seorang penulis “The Bermuda Triangle”) dan ahli crashed saucer Stanton T. Freedman. Teori dari kedua orang Moore dan Freedman membuktikan bahwa makalah mereka dan dokumen yang ada memang nyata dan asli.

Shandera bagaimanapun mengklaim bahwa ia tidak mengetahui siapa yang mengiriminya material dan tidak mengerti mengapa ia dipilih untuk menerimanya. Shandera, Moore, dan Freedman selanjutnya dituntut untuk mendapatkan dokumentasi lebih lanjut untuk melindungi (backed up) keberadaan MJ-12. Mereka mengatakan, mereka berada dalam kontak dengan “para inteligen operatif yang bertempat di level atas” yang dapat membuktikan keabsahan garis besar cerita dari surat-surat tersebut. Tentu saja, makalah-makalah mereka sendiri secepatnya mendapat serangan.

Ini adalah kasus konspirasi yang tidak biasa untuk membuat sebuah konspirasi. Tapi siapa merencanakan melawan siapa adalah tidak begitu saja diketahui dengan jelas. Kekakuan dari saran yang sifatnya gurauan bahwa itu mungkin dengan sengaja untuk diekspos. Dalam kasus tersebut mungkin pekerjaan CIA dalam usahanya untuk mendiskreditkan kelompok pro UFO. Tetapi hal itu ruparupanya boleh jadi bahwa kelompok pro UFO semata-mata diciptakan, bukti bahwa mereka diyakini sungguhsungguh exis. Setiap orang yang tersandung diseberang bukti palsu yang pada permulaannya terlihat untuk dibuktikan keinginan teori mereka, dengan alasan yang tepat, untuk menjadi yang pertama kali berada di bawah kecurigaan. Yang jadi pertanyaan kini adalah, apakah UFO merupakan ancaman bagi umat manusia? Menurut pengamatan para pakar masalah UFO, nada perbedaan sikap dari pemerintah AS antara tahun 40-an dengan setelah tahun 60-an mengenai UFO.

Ada berbagai peristiwa menarik yang perlu dikaji yang terjadi di masa itu. Hal ini bermula dari masa perang dunia kedua, di mana banyak sekali dilaporkan munculnya benda terbang aneh yang disebut sebagai Foo Fighter. Waktu itu, kedua pihak yang saling berperang sama-sama menduga bahwa Foo Fighter adalah senjata rahasia lawan mereka. Namun setelah perang usai, ternyata baru diketahui kalau Foo Fighter bukan milik salah satu negara. Memang, ada rumor yang mengatakan bahwa waktu itu Jerman mengembangkan sejumlah mesin terbang rahasia yang canggih. Atau bahkan ada juga teori yang mengungkapkan bahwa pihak Nazi telah melakukan konspirasi dengan alien. 

Proyek NAZI yang ambisius dalam rekayasa genetika, pengembangan persenjataan dan lain-lainnya, menumbuhkan kecurigaan tersebut. Tapi, siapa yang bisa mempercayainya? Persoalan, banyak dokumen yang dihancurkan oleh para perwira tinggi NAZI saat Jerman kalah. Dan setelah itu ada Proyek Paper Clip, di mana para pakar teknologi Jerman sebagian ditransfer ke Amerika untuk bekerja kepada pihak AS. Kalaupun dokumen itu ada, maka tentu saja akan dirahasiakan oleh mereka yang menemukannya. Hanya saja, persoalannya tidak berhenti sampai disitu.

Kejadian yang berlangsung di Amerika Serikat setelah perang dunia kedua berakhir menarik untuk disimak. Tahun 1947 merupakan tahun yang sibuk bagi masalah UFO. Diawali dengan kesaksian Kenneth Arnold yang mempopulerkan istilah piring terbang, dilanjutkan dengan berita sensasional mengenai jatuhnya UFO di Roswell. Mau tidak mau, masyarakat Amerika Serikat menjadi bertanyatanya, kalau memang benar ada UFO, apa maksud kedatangan mereka. Berhubung waktu itu presiden Amerika Serikat adalah Harry S. Truman, menegaskan, “I can assure you that flying saucers, given that they exist, are not contructed by any power on earth.” yang artinya “Saya dapat meyakinkan Anda bahwa piring terbang, jika mereka ada, tidak dibuat oleh kekuatan mana pun di bumi.” Tentu saja hal ini membuat opini publik waktu itu bahwa UFO berasal dari luar bumi. Dan yang perlu diingat adalah, masyarakat saat itu masih trauma akibat perang yang dahsyat, meski Amerika tidak terkena dampaknya secara langsung. Di sisi lain, Amerika sendiri menunjukkan diri sebagai sebuah negara adikuasa yang berusaha lebih unggul dari negara yang lain.

Adanya anggapan bahwa makhluk luar angkasa telah datang dengan menggunakan teknologi yang sangat canggih, membuat cemas banyak orang. Sebuah acara radio yang menyiarkan cerita H.G. Wells yang berjudul “War of The Worlds” telah menyebabkan kepanikan. Padahal cerita itu sendiri adalah fiksi. Kejadian ini, barangkali merupakan sebuah test-case jika memang alien datang untuk menguasai bumi. Di masa itu, film luar angkasa yang menggambarkan alien yang jahat dan berambisi menguasai planet bumi, ramai dibicarakan orang. Pemunculan UFO menjadi sangat umum di Amerika Serikat dan mau tidak mau hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi militer, khususnya
angkatan udara. 

Setiap kadet angkatan udara AS mendapat pelatihan khusus bagaimana menyikapi masalah UFO. Dan sejak tahun 1948, banyak upaya pengejaran terhadap UFO. Bahkan umumnya, kehadiran UFO disambut dengan sikap bermusuhan. Hal ini juga terjadi di Indonesia sebagaimana diungkapkan oleh Marsekal Udara Roesmin Nurjadin yang waktu itu menjabat sebagai Menteri/Panglima TNI-AU mengatakan bahwa “UFO yang terlihat di Indonesia sama dengan yang terlihat di negara-negara lain. Kadang mereka merupakan masalah bagi pertahanan udara kita dan pernah sekali kita terpaksa menembak mereka.” Fakta yang terjadi di masa itu menunjukkan kalau UFO jelas dianggap sebagai suatu ancaman bagi manusia.

Lalu, apakah UFO memang tidak dapat dilawan? Ada teori yang mengatakan bahwa kejatuhan UFO di Roswell sebenarnya bukan karena kecelakaan biasa, namun karena UFO tersebut ditembak jatuh oleh pihak militer AS. Antara tahun 1948 sampai 1952, barangkali merupakan masa di mana pihak militer AS mengambil sikap sangat hati-hati, bahkan bermusuhan, bila menghadapi UFO. Sebuah peristiwa aneh terjadi di tahun 1952, ketika sejumlah UFO muncul di atas gedung Capitol, Washington DC. Tak ada yang tahu persis apa yang terjadi waktu itu. Apakah kedatangan sejumlah UFOtersebut merupakan awal “gencatan senjata” atau perubahan sikap? Apakah saat itu telah terjadi kunjungan “resmi” dari alien kepada sejumlah pemimpin Amerika Serikat?

Menurut pandangan para penelitiUFO, setelah tahun 1952, terutama setelah tahun 60-an, banyak kasus penculikan oleh alien dilaporkan. Dan sejak tahun-tahun itu, pemerintah AS makin keras dalam menolak kemungkinan adanya UFO. Ada rumor yang mengatakan bahwa telah terjadi konspirasi antara pemerintah dengan alien, di mana alien mendapat kebebasan untuk melakukan penculikan, sementara imbalannya adalah berupa transfer teknologi. berbagai peralatan yang diduga merupakan hasil transfer adalah perangkat elektronik transistor, chips, microwave, laser dan mungkin juga teknologi jet. Penculikan itu sendiri, dikatakan motivasinya adalah untuk mengamankan materi genetika. Tapi belakangan, disadari alien ternyata memiliki motivasi lain. Hanya saja, siapa yang bisa membuktikannya?


Sumber inspirasi dari majalah ufo indonesia.

0 Response to "Apakah ufo merupakan ancaman bagi manusia"

Posting Komentar