Kamis, 17 Maret 2016

Misteri uso, benda aneh di dalam air laut

Benda atau makhluk aneh yang
muncul di permukaan laut.
Benarkah Mereka Yang Menyebabkan Tenggelamnya Beberapa Kapal Kita?

Laut kita di Kawasan Indonesia Timur kelihatannya masih menyimpan banyak misteri. Di majalah Intisari pernah dimuat pengakuan dari seorang kapten kapal Pelni yang melayari sekitar Laut Banda tahun 1974 pada malam hari. Dia mengaku melihat dua onggokan seperti pulau di jalur pelayarannya, padahal perasaannya hari-hari lain juga lewat di sana tetapi tidak ada pulau satupun. Yang lebih aneh, dua ‘pulau’ itu seperti bergerak-gerak/berdenyut-denyut. Sang kapten ingin untuk mendekati ‘pulau’ itu, tapi kemudian dia mengurungkan niatnya untuk menghindari benturan, kemudian menghindar ke arah kanan dari jalur aslinya. Mungkinkah ini gurita raksasa? Atau USO (Unidentified Submerged Object) yakni obyek tak dikenal yang berada di bawah permukaan laut?

Ada yang aneh dalam kasus tenggelamnya KM Lintas Samudera pada Januari 2000 yang menewaskan sedikitnya 7 penumpang di dekat Makassar. Menurut penumpang yang selamat, sebelum kapal tenggelam seperti ada benda bercahaya yang menubruk kapal itu, sebagian bilang bahwa itu sejenis binatang besar, mungkin gurita raksasa. Ada awak kapal Pelni yang melihat cahaya-cahaya di bawah air pada bulan yang sama. Satu bulan sebelumnya cahayacahaya ini juga hampir menghalangi laju sebuah kapal Pelni lain, saat menyentuh cahaya itu, sang kapal seperti terdorong ke atas. Akhirnya bisa dihindari.

Konon ada pendapat bahwa di dasar Selat Makassar atau Laut Aru terdapat pangkalan UFO. Benarkah? Seorang kru kapal barang yang melayani jalur antar Surabaya, Ujung Pandang (Makassar) dan kota-kota di Irian Jaya (Sorong, Manokwari, Nabire) melaporkan bahwa menjelang subuh 15 Januari 2000 pada saat kira-kira 04:00 a.m, dia dan teman-teman krunya melihat sinar bentuk aneh dari bawah laut. Pertama-tama mereka melihat dua sinar di depan kapal mereka, dan tiba-tiba dua sinar ini bergerak cepat mengarah ke kapal dan berhenti tepat masing-masing di sisi kapal. Begitu kedua sinar ini berhenti, tiba-tiba ada banyak lagi benda-benda seperti ini mengeluarkan sinar seperti seseorang telah menyalakan lampu dari bawah laut.

Mereka tak berbentuk, mirip bentuk pulau-pulau di peta. Sinar-sinar tak berbentuk ini menyebar di area seluas diameter 1.8 km, batasan luar area ini berbentuk bulat elips (oval). Tidak ada suara yang terdengar. Sepupu saya dan teman-teman krunya cuma berdiri di kapal dan sama sekali tidak melakukan apa-apa sampai kapal mereka melewati benda-benda bersinar ini. Sinar tersebut berwarna putih seperti lampu neon TL. Salah seorang kru yang lain menyatakan bahwa sebelum kejadian itu pernah melihat hal yang sama sebulan sebelumnya di tempat yang berdekatan, arah timur dengan lokasi yang diceritakan di atas.

Pada saat itu dia sedang melakukan perjalanan menuju kota Manokwari dan melihat sinar-sinar yang sama dari bawah laut tapi dengan formasi berbeda dari cerita di atas. Benda-benda ini membentuk formasi garis lurus di depan kapal. Sewaktu kapal berusaha memutar balik untuk menghindari tabrakan dengan benda ini, tiba-tiba sinar-sinar yang sama membentuk formasi yang sama tepat di belakang kapal. Dan kapal tersebut terangkat sedikit sewaktu menabrak benda-benda tersebut. Kemudian kapal mengarah ke kanan dan lolos dari kedua formasi sinar-sinar tersebut.

Catatan penampakan terakhir adalah pada saat KM Lintas Samudera (kapal penumpang) mengalami kecelakaan di Laut Banda Maluku. Beberapa orang tewas pada saat kecelakaan. Apa yang dialami adalah serupa dan beberapa orang yang selamat bercerita bahwa sebelum tenggelam ada dua bentuk sinar dari bawah laut yang bergerak cepat menuju kapal dan kemudian menghancurkan kapal. Kapal tersebut ditemukan kemudian di pantai pulau sekitarnya.

Mengenai “makhlut laut” ini ada juga cerita lain dari nelayan asal Medan saat mencari ikan ke laut. Kapalnya dilengkapi dengan mesin untuk menarik tarik jala ikan. Saat berada di tengah laut, sekitar jam 2 pagi, nahkoda kapal tersebut mengira melihat ada kapal lain ini. Hal ini disebabkan terlihat dari adanya dua lampu berwarna merah. Tetapi anehnya lampu tersebut seolaholah menghampiri mereka. Dan tiba-tiba saja kapal tersebut seperti tertabrak sebuah makhluk karena kalau tertabrak benda keras atau batu pasti hancur. Tabrakan itu membuat kapal tersebut berbalik arah 180 derajat kembali ke arah semula kapal itu pergi. Seluruh awak kapal ketakutan sambil bertanya-tanya apa yang ditabrak mereka itu, akhirnya mereka tidak jadi mengambil ikan dan kembali.

Apa penjelasan dari fenomena ini? Ada yang berpendapat bahwa sinar-sinar tersebut dibuat oleh binatang bawah laut seperti ikan, belut laut, atau mungkin gurita raksasa. Tapi seandainya demikian, kenapa bendabenda tersebut tidak bergerak sewaktu kapal mendekati mereka? Dan bagaimana menyalakan dan memadamkan sinar-sinar tersebut? Sejauh ini, beberapa binatang laut bisa mengeluarkan listrik dan sinar dan seandainya demikian bukankah mereka selalu bersinar dan tidak bisa memadamkannya.

Pendapat kedua adalah benda tersebut merupakan sebuah kapal selam nuklir raksasa. Siapa tahu, ada kapal selam negara asing yang sedang melaksanakan misi terselubung di pulau-pulau dekat wilayah tersebut? Tapi seandainya benda itu adalah kapal selam, kapal selam jenis apa yang mempunyai diameter 1.8 km? Dan bagaimana kapal selam bisa merubah bentuk?

Kasus benda aneh di bawah laut ini (USO) memang tidak seramai UFO. Banyak yang mengkaitkan dengan monster atau hantu laut. Penelitian terhadap hal ini juga masih sedikit, barangkali karena cerita-cerita aneh di tengah laut, umumnya tidak dikaitkan dengan keberadaan makhluk cerdas dari dunia lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar