Senin, 28 Maret 2016

Tragedi alien dan pesawat meledak ditembak ufo

Mulai dari Ledakan Tunguska, UFO Jatuh
di Siberia, Mayat Alien Sampai Pesawat MIG-29
Meledak Ditembak oleh UFO.

Ledakan tunguska
Ilustrasi ledakan tunguska

Peristiwa aneh di daerah Siberia tahun 1908 sampai sekarang terus menimbulkan keheranan, kontroversi dan banyak teori bermunculan. Apa yang terjadi waktu itu? Pada pukul 7.15 pagi tanggal 30 Juni, cahaya putih yang terang terlihat turun di atas hutan timur laut Danau Baykal dekat sungai berbatu Tunguska. Benda itu begitu terang, sehingga membayang di tanah di bawahnya. Benda itu melayang, setinggi pohon dan menabrak rumah, akhirnya meledak dengan ledakan dahsyat sehingga kejutan seismiknya terasa di seluruh bumi. Tiap api yang besar membumbung naik dan terlihat ratusan mil. seperti semburan petir yang menggema ke seluruh langit, arus panas yang hebat membakar seluruh daerah itu, menyulut hutan kota. Sekurangkurangnya tiga kejutan gelombang mengikuti gelombang panas.

Kerusakan besar pun terjadi, meluas sampai 375 kilometer. Awan tebal dan gelap naik di atas tempat ledakan, dan hujan hitam yang terdiri dari hujan kotor dan partikel di Rusia Tengah. Malam itu langit sangat cerah di seluruh Eropa Utara. Diharapkan misteri alam ini dapat dipecahkan para ilmuwan yang dapat pergi ke sana segera. Namun, situasi politis Rusia yang tidak stabil, beberapa tahun kemudian meletus perang dan revolusi, mencegah perhatian para ilmuwan ke hal itu. Ekspedisi pertama, dijumpai oleh Leonid Kulik, dari Institut Meteorologi Rusia, tidak ke daerah itu sampai 13 tahun berikutnya.

Anggota ekspedisi berharap dapat menemukan bungkahan meteor, tapi mengherankan sekali tidak menemukannya. Sebagai gantinya mereka menemukan bahwa pepohonan rusak dari atas. Selanjutnya, semua yang terdapat di tempat kejadian tetap berdiri, meskipun tanpa ranting dan cabang. Pepohonan yang jauh jaraknya meranggas dan terlihat dari jauh. Kulik dan temannya mencari dengan cermat tapi tidak berhasil menemukan pecahan meteor. Kendati Kulik terus bekerja sampai pecahnya Perang Dunia II, dan tetap percaya bahwa meteorlah sebabnya. Seorang temannya, Vasil Sytin, tidak setuju. Karena tidak adanya bukti dari dunia luar, jelas dia, logika menuntut adanya penjelasan dari bumi: badai besar yang luar biasa.

Setahun sebelum munculnya serangan bom atas Hiroshima dan Nagasaki, penulis fiksi ilmiah Rusia A. Kasantsev menerbitkan cerita dalam Vokrug Sveta terbitan Januari 1964. Dalam cerita itu pesawat ruang angkasa Martian menguap dalam ledakan atom di atas Tunguska. Meskipun ceritanya itu khayalan, Kasantsev diserang oleh ilmuwan Soviet atas usulannya tentang sesuatu yang mereka percaya sebagai penjelasan yang tidak masuk akal. Namun, saran bahwa tabrakan pesawat ruang angkasa telah melekat ada imajinasi rakyat, pertama bagi orang Rusia dan kemudian orang seluruh dunia. Dua ilmuwan besar Rusia, Felix dan Aleksey Zolotov, menguasai pendapat dekade berikutnya, yang kemudian mengaku mendeteksi radioaktivitas yang abnormal di tempat itu.

Namun beberapa test oleh para ilmuwan lain tidak memperkuatnya. Pada tahun 1967 buku populer, The Fire Came By, mengalahkan hipotesis pesawat ruang angkasa, tapi ide itu hanya sedikit didukung oleh ilmuwan Barat dan Rusia. Dewasa ini banyak spekulasi yang memusatkan pada meteor, komet, dan asteroid. Hampir disetujui umum bahwa benda itu, mungkin sebesar 200 meter garis tengahnya, tidak pernah menabrak bumi tapi meledak di udara karena tekanan udara memilinnya sebelum turun.

“Apakah benda Tunguska itu komet”, tulis Stephen P. Maran dalam Natural History, ”kegagalan menemukan batu atau besi dari letusan itu tidak dapat dipahami. Setiap es komet yang sampai ke tanah mungkin telah mencair sebelum ekspedisi ilmiah sampai ke tempat itu. Jika benda Tunguska itu adalah asteroid atau meteor dan karena itu terdiri dari batu dan besi, yang seharusnya ditemukan oleh banyaknya ekspedisi ilmiah Soviet, atau benda yang tidak ditemukan itu tercerai-berai menjadi debu saat meledak.

Ghufoa

Rusia saat ini diperkirakan masih menyimpan sesosok kerangka yang diperkirakan makhluk asing dari angkasa luar, yang pernah ditemukan oleh seorang wanita tua di sebuah desa di kawasan pegunungan Ural. Sebuah situs web Rusia, ‘Ghufoa’, dalam laporannya Minggu dinihari wib mengungkapkan bahwa di desa Kashtim di kawasan pegunungan Ural pada tahun 1996 lalu diketahui seorang wanita tua telah menemukan sesosok makhluk angkasa luar yang tengah dalam keadaan sekarat, tergeletak di jalan. Bentuk dan ukuran tubuh makhluk itu yang kecil dikira oleh wanita tua sebagai bayi. Wanita itu lalu membawanya pulang ke rumahnya untuk dirawat dan diberinya makan.

Tidak diketahui persis seberapa lama makhluk itu berada dalam perawatannya. Namun demikian, wanita tua yang tidak disebut identitasnya tersebut kemudian mengalami sakit-sakitan hingga suatu saat tetangganya perlu memanggil ambulan untuk membawanya ke rumah sakit. Ditinggal sendirian, makhluk asing itu akhirnya menemui ajal. Sampai akhirnya diketahui pada 13 Agustus departemen kepolisian di desa tersebut menemukan jasad makhluk itu dan kemudian mengadakan pemeriksaan.

Proses pemeriksaan itu direkam dalam pita video, dan setelah diukur makhluk asing itu hanya berukuran panjang 21 cm. Jasad tersebut kemudian dibawa untuk penelitian lebih jauh. Namun, ‘Ghufoa’ melaporkan pula bahwa jasad tersebut akhirnya disebutsebut telah lenyap karena dicuri. Pencurinya diduga adalah dinas rahasia Rusia sendiri.

31 Mayat Alien Ditemukan

Ilmuwan Rusia dilaporkan telah menemukan bongkahan piring terbang (UFO) yang diselimuti bongkahan es raksasa di Siberia secara tidak sengaja ketika mereka mencari tambang uranium. Tabloid The News yang terbit di New York, Senin, mengutip pernyataan ilmuwan Rusia Dr. Yuri Gortonin bahwa penemuan rongsokan piring terbang berdiameter 50 yard adalah “penemuan paling bersejarah di dunia”.

“Selama bertahun-tahun ratusan ribu saksi mata melaporkan telah melihat UFO dan bahkan ada yang mengaku diculik makhluk ruang angkasa itu. Tapi kami telah menemukan UFO yang sebenarnya. Inilah penemuan terbesar abad ini,” kata Dr. Yuri Gortonin, yang memimpin 22 anggota tim riset yang menyelidiki fenomena UFO. Berdasarkan komputer ‘scanning’ dan foto ultrasonik, menurut Yuri Gortonin, pada rongsokan piring terbang itu terdapat 31 mayat makhluk angkasa luar. “Karena medannya sulit dan piring terbang itu jauh terbenam di dalam bongkahan es raksasa, maka kami baru bisa mengevakuasi mayat makhluk asing itu pada pertengahan Desember mendatang,” katanya.

Berdasarkan penyelidikan awal tim yang dipimpin Gortonin, piring terbang itu diduga jatuh di Siberia karena “kecelakaan”. “Kemungkinan piring terbang itu kehabisan bahan bakar dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di padang es yang membeku dimana suhu udaranya 50 derajat di bawah nol,” katanya.

”Dugaan kami piring terbang itu mengalami musibah ketika melakukan pendaratan darurat di Siberia sekitar 100 tahun lalu,” lanjutnya. Peralatan canggih yang digunakan untuk menyelidiki rongsokan pesawat asing itu tidak mendeteksi adanya kehancuran total piring terbang tersebut. “Jadi, kami perkirakan makhluk asing itu tewas bukan karena benturan atau luka-luka, melainkan membeku karena hawa dingin yang luar biasa,” katanya.

Selama puluhan tahun piring terbang itu tertimbun es dan setelah 100 tahun timbunan es tersebut mencapai 26 kaki ketebalannya. Pembongkaran bongkahan es raksasa tersebut, menurut Gortonin, membutuhkan waktu beberapa pekan. Apalagi mereka harus menggali dengan hati-hati supaya tidak menghancurkan rongsokan piring terbang itu. “Kita harus membongkarnya secara bertahap dan secara perlahan, sehingga membutuhkan waktu. Tapi, manakala semua pembongkaran itu selesai dilakukan, kami akan menggegerkan dunia dengan temuan kami,” demikian Dr. Yuri Gortonin.

Pesawat MIG 29 Ditembak oleh UFO

MIG 29 Ditembak oleh UFO
Sebuah pesawat UFO dikabarkan telah menghancurkan MIG-29 dengan tembakan sinar laser tanggal 8 april 1995 dan sempat direkam dalam kamera.Serangan ini adalah yang pertama kali dan yang paling menakutkan. Laporan ini di tulis oleh Rex wolfe dari Moscow, Rusia. Foto-foto menunjukkan dengan jelas bagaimana pesawat tempur MIG-29 yang sangat canggih itu terputus menjadi dua dan terbakar diatas angkasa Rusia. bahkan foto itu menunjukkan dengan jelas pilot AU Rusia Kapten (penerbang) Alexie Duryev terlontar bersama kursinya saat MIG-29 yang dikemudikannya meledak dan terbakar. Alexie menyebutkan peristiwa itu sebagai “pengalaman paling menakutkan di dalam hidupku!.

“Saya terbang sekitar 1000 meter dari pesawat UFO itu ketika tiba-tiba saya melihat sinar yang menyilaukan menuju pesawatku tiba-tiba terasa pula guncangan dahsyat dan suara yang memekakkan telinga. Saat itulah saya sadar telah diserang dan pesawatku rusak berat,” kata kapten Alexia yang masih berusia 32 tahun itu. Menceritakan pengalamannya. “Saya berusaha sekuat tenaga bertahan di posisi semula tapi sedetik kemudian saya memutuskan untuk melompat keluar pesawat. Hal terakhir yang kulihat adalah pesawat UFO tersebut!” lanjut Alexie. “Pesawat luar angkasa tersebut berbentuk piring besar sekali, dilindungi cahaya hijau abu-abu.

Tak ada tanda atau inisial apa-apa ditubuhnya. Tak ada sedikitpun petunjuk bahwa pesawat itu berasal dari bumi kita”tambahnya. Saat itu aku merasa pusing lalu ketakutan dan akhirnya shock. Sinar laser itu terpancar dari perut piring terbang itu,menghantam pesawatku. Satu lagi ditujukan kepadaku tetapi meleset atau memang sengaja diluputkan,” kenangnya lagi “sekejap kemudian UFO itu menghilang meninggalkan pesawatku terbakar dan jatuh terhempas di permukaan tanah”,katanya.

Pejabat militer Rusia yang telah dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya telah dapat menangkap kedatangan pesawat UFO tersebut ketika terbang sekitar 6mil dari pangkalan angkatan udara Rusia di selatan Moscow pada 08 April pukul 09:03 waktu setempat waktu kapten Alexie Duryev sedang menerbangkan pesawat MIG-29 dalam misi latihan. Karena posisinya paling dekat. Maka kapten Alexie diperintahkan segera melakukan investigasi.beberapa detik kemudian sebuah pesawat jet lain diperintahkan menyusul Alexie.

Pilot pesawat MIG-29 yang menyusul Alexie tidak disebutkan namanya, sempat membuat foto-foto otamatis saat pesawat UFO itu menembak Alexie dengan sinar laser dan menghancurkan pesawat itu. Menurut juru bicara AU Rusia Mayor Dmitri Ivanov, sebenarnya Alexie dan pilot satunya hanya di perintahkan untuk melakukan investigasi dan bukan untuk menyerang “Sebenarnya pesawat satunya lagi bisa membalas serangan tersebut. Sayangnya UFO itu langsung menghilang setelah mematahkan MIG-29. tak ada yang terlihat lagi setelah itu,” tambah Ivanov.

Memang dari catatan markas besar AU Rusia, Pesawat UFO itu menghilang setelah menghancurkan MIG-29 tersebut. Radar hanya mampu menangkap keberadaannya selama 43 detik. Dengan sedikit keberuntungan kami akan dapat meneliti dari reruntuhan pesawat, sinar macam apa dipakai UFO untuk menghancurkan MIG-29 kami itu,” ujar mayor Ivanov lagi. “Selain itu kami tak punya apa-apa lagi. seperti biasanya, kedatangan UFO selalu merupakan misteri yang sangat sulit diungkapkan,” tambahnya. Terlepas dari apakah berita ini benar atau tidak, hancurnya pesawat ini mengingatkan pada tragedi Kapten Mantell.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar