Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Senin, 25 April 2016

Kontak dengan alien atau halusinasi

Seandainya ada teman atau kerabat Anda tiba-tiba merasa dirinya makhluk dari angkasa luar, sering merasa mendengar suara atau melihat sesuatu yang aneh, yang jadi pertanyaan adalah: Apakah yang dilihat atau dirasakannya itu memang merupakan hal yang sebenarnya, atau hanya merupakan gangguan kepribadian. Banyak dokter jiwa atau psikiater yang menganggap bahwa hal itu merupakan gejala dini schizophrenia.

Masih ingat kasus Heaven’s Gate? Marshall Herff Applewhite, si pemimpin Gerbang Surga yang dipanggil Do atau Doe oleh para pengikutnya, menyatakan dirinya adalah reinkarnasi Yesus Kristus, padahal ia adalah mantan dosen musik dan mantan pasien rumah sakit jiwa Texas, serta pernah dipenjara karena mencuri mobil. Ia menuntut para pengikutnya untuk meninggalkan semua barang milik duniawi, termasuk keluarga mereka dan menjalani kehidupan selibasi (membujang) sebagai persiapan untuk perjalanan akhir mereka ke ‘tingkat yang lebih tinggi dalam kehidupan manusia’,bahkan mereka ada yang dengan sukarela dikebiri. Applewhite mengajarkan bahwa dengan menanggalkan ‘wadah’ duniawi, mereka dapat ikut serta dalam sebuah pesawat UFO yang bersembunyi di belakang Komet Hale-Bopp dan lahir kembali di sebuah planet lain.

Di Indonesia sebenarnya banyak kasus serupa, walau belum sampai pada tindak bunuh diri massal. Ingat dengan kasus Romo Yoso (nama aslinya Imam Syafi’i alias Arif Kusno), pimpinan komando Divisi 10 yang mengaku titisan mantan presiden RI pertama, Soekarno? Pemimpin gerakan itu oleh pengikutnya diyakini memiliki kekuatan supranatural yang sangat tinggi. Bahkan seorang anggota kelompok memberikan informasi bahwa Romo Yoso memiliki UFO (piring terbang) yang cuma bisa dipakai Bung Karno gadungan itu.

Pesawat itu sering dipakai Romo Yoso kalau bepergian ke Amerika Serikat. “Jadi, kalau orang Amerika sedang bingung melihat piring terbang, itu sebenarnya pesawat Romo Yoso yang sedang berkunjung ke sana,” kata Parlan Darmawan, salah seorang jenderal kelompok tersebut. (Baca GATRA, Nomor 47/III, 11 Oktober 1997) Schizophrenia terbentuk secara bertahap dimana keluarga maupun penderita tidak menyadari ada sesuatu yang tidak beres dalam otaknya dalam kurun waktu yang lama. Kerusakan yang perlahan-lahan ini yang akhirnya menjadi schizophrenia yang tersembunyi dan berbahaya. Gejala yang timbul secara perlahan-lahan ini bisa saja menjadi schizophrenia akut. Periode schizophrenia akut adalah gangguan yang singkat dan kuat, yang meliputi halusinasi, penyesatan pikiran (delusi), dan kegagalan berpikir.

Penyesatan pikiran (delusi) adalah kepercayaan yang kuat dalam menginterpretasikan sesuatu yang kadang berlawanan dengan kenyataan. Misalnya, pada penderita schizophrenia, lampu trafik di jalan raya yang berwarna merah kuning hijau, dianggap sebagai suatu isyarat dari luar angkasa. Beberapa penderita schizophrenia berubah menjadi seorang paranoid. Mereka selalu merasa sedang diamat-amati, diintai, atau hendak diserang.

Meskipun definisi yang pasti tentang Schizophrenia selalu menjadi perdebatan para ahli, terdapat indikasi yang semakin nyata bahwa Schizophrenia adalah sebuah gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Dalam buku The Broken Brain : The Biological Revolution in Psychiatry yang ditulis oleh Dr. Nancy Andreasen, dikatakan bahwa bukti-bukti terkini tentang serangan Schizophrenia merupakan suatu hal yang melibatkan banyak sekali faktor. Faktor-faktor itu meliputi perubahan struktur fisik otak, perubahan struktur kimia otak, dan faktor genetik.

Di dalam otak terdapat milyaran sambungan sel. Setiap sambungan sel menjadi tempat untuk meneruskan maupun menerima pesan dari sambungan sel yang lain. Sambungan sel tersebut melepaskan zat  kimia yang disebut neurotransmitters yang membawa pesan dari ujung sambungan sel yang satu ke ujung sambungan sel yang lain. Di dalam otak yang terserang schizophrenia, terdapat kesalahan atau kerusakan pada sistem komunikasi tersebut. Tak banyak yang menyadari, schizophrenia yang merupakan gangguan jiwa berat sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja. Penyakit ini tidak hanya sudah ada berbarengan dengan munculnya peradaban, tetapi juga dapat ditemukan di mana saja pada berbagai ras, budaya, maupun kelas sosial.

Diperkirakan, satu dari 100 penduduk dunia menderita skizofrenia. Menurut situs British Columbia Schizophrenia Society, penyakit ini biasanya muncul pada mereka yang berusia muda 16-25 tahun. Namun, pada perempuan umumnya lebih lambat, antara umur 20-30 tahun. Di Indonesia, jumlah penderita schizophrenia juga cukup besar. Data menunjukkan, gangguan jiwa ini diderita 6-19 orang per 1.000 penduduk. Kalau jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 200 juta jiwa, maka tak kurang dari dua juta penduduk menderita gangguan jiwa berat ini.

Pada penderita gangguan kejiwaan, sering terjadi halusinasi. Halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. Penderita schizophrenia mungkin mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya. Auditory hallucinations, gejala yang biasanya timbul, yaitu penderita merasakan ada suara dari dalam dirinya. Kadang suara itu dirasakan menyejukkan hati, memberi kedamaian, tapi kadang suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sangat berbahaya, seperti bunuh diri. Tentu saja, kita tidak dapat membuat kesimpulan bahwa semua saksi yang melaporkan telah melihat UFO atau bertemu dengan makhluk angkasa luar adalah penderita Schizophrenia, sebab di antara para saksi ada banyak yang memiliki kredibilitas tinggi dan dapat dipercaya.

Psikolog Loren Chapman dari University of Wisconsin menyim- pulkan bahwa angan-angan yang menyesatkan itu adalah tanda-tanda awal dari penyakit jiwa. “Mereka yang mengidap kecenderungan ini terbukti rentan terhadap gangguan mental,” katanya. Kesimpulan ini diperoleh setelah ia meneliti 162 responden, selama 10 tahun. Dari penelitian itu, diketahui bahwa hampir semua responden pada akhirnya kena gangguan mental. Beberapa di antaranya mengaku melihat UFO (Unidentified Flying Object) sejenis piring terbang.

Dalam bukunya Delusional Beliefs, Brendan Maher membeber-kan dasar-dasar teorinya tentang angan-angan yang menyesatkan itu. Selain dipengaruhi kenyataan sekeliling yang tidak masuk akal, lumpuhnya sensor akal sehat ini juga lantaran kelainan otak. Misalnya tumor otak, keracunan alkohol, dan epilepsi. Dalam sebuah statistik, Maher mengemukakan, 4 dari 100 orang terlibat jauh dalam angan-angan yang menyesatkan.

Dr. Hugh Hendrie, psikiater dan Indiana University School of Medicine, khusus mengamati bagaimana angan-angan itu berubah jadi keyakinan, lalu gangguan mental. “Pada stadium tertentu, suatu angan-angan dengan kuat mempengaruhi emosi penderita-nya,” kata ahli jiwa itu. Kondisi ini membuat si penderita teserap ke dunia angan-angan, dan terisolasi di sana. Namun, berbagai manifestasi dunia angan-angan ini, menurut Hendrie, tak segera bisa terdeteksi. Padahal, bila pada stadium awal penderitanya bisa disadarkan, gangguan mental mungkin bisa dihindari. “Kelainan jiwa mulai nampak bila pikiran penderita tersesat semakin jauh,” kata Hendrie.

Penderita biasanya lalu terpaku pada satu pokok persoalan, dan secara ekstrem menganggapnya sebagai masalah yang sangat penting. Misalnya merasa punya misi, hanya karena mendapat bisikan dari makhluk ruang angkasa. Pelbagai tindakannya mulai aneh, dan pada stadium ini sudah bisa didiagnosa apakah ia mengidap schizophrenia, paranoia, atau manik-drepresif. (Tempo, Jim Supangkat).

Rabu, 20 April 2016

Misteri channelling, fakta atau hanya fiksi belaka

Bagi kebanyakan orang, konsep channelling adalah relatif baru dan bersifat kontroversial di samping bidang Ufologi. Ada dua tipe utama, yang pertama pada intinya adalah seputar prinsip mengenai makhluk luar angkasa atau makhluk-makhluk yang mampu menyampaikan informasi secara telepati melalui penghubung yang terpilih yang kemudian disampaikan secara normal dengan pengungkapan melalui kata-kata dengan menggunakan pita suara si penghubung (medium) kepada pendengar yang berkumpul. Cara lainnya, si penghubung menggunakan mesin tik atau sekedar kertas dan pena yang ketinggalan jaman meskipun cara ini kurang dalam kesegaraan dan spontanitas daripada pembicaraan tatap muka dalam hal memberikan informasi.

Si penghubung (Channeller) biasanya harus menyiapkan kontak dengan memasuki keadaan yang setengah sadar meskipun banyak yang mengaku mampu melakukan hubungan dengan keadaan sadar sepenuhnya. Bentuk channelling yang kedua yang mungkin lebih kontroversial adalah hubungan terjadi pada waktu kesadaran Makhluk luar angkasa diijinkan untuk ‘memasuki’ secara total tubuh jasmani si penghubung (medium) dan cara ini memungkinkan ET untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan mereka tanpa jarak dengan menggunakan semua panca indera tubuh si penghubung. Dalam kasus-kasus yang langka, bahkan tubuh kosong si medium bergerak-gerak, dikendalikan oleh kesadaran alien, yang akan membingungkan bagi mereka yang menyaksikan peristiwa-peristiwa seperti itu untuk pertama kalinya. Sebenarnya para channeller (penghubung) tertentu juga mengaku bahwa mereka mampu melakukan apa yang pada intinya adalah ‘pertukaran pikiran’ di mana kesadaran atau tubuh astral mereka berpindah ke bentuk fisik ET sementara kesadaran ET memasuki tubuh manusia atau cara lain, si penghubung mampu melakukan

perjalanan antar bintang ke realitas dimensi lain mengosongkan tubuh jasmani mereka sendiri sementara hubungan berlangsung. Hal ini jelas sangat sulit untuk dibuktikan karena tidak ada cara yang pasti untuk membuktikan apakah pertukaran pikiran ini benar-benar terjadi dan hal ini mungkin adalah salah satu alasan mengapa sebagian besar pakar UFO cenderung menjauhi penelitian fenomena ini. Sayangnya beberapa penipu saja bisa menghancurkan kredibilitas semua channeller yang sebenarnya. Masalah utama yang dihadapi kebanyakan orang sewaktu mencoba untuk menyetujui gagasan akan adanya channelling adalah keharusan untuk menerima kenyataan yang disebut oleh bidang spiritual sebagai syarat mutlak bahwa kita semua memiliki tubuh astral atau spiritual (kadang-kadang juga disebut sebagai medan bioplasma oleh komunitas ilmiah) yang dapat melakukan perjalanan di luartubuh, seperti yang diakui oleh para penghubung dan orang-orang berkekuatan supranatural lainnya, untuk berada di manapun yang telah mereka pilih untuk kunjungi secara virtual. 

Aspek hubungan yang bersifat setengah keagamaan ini memberati kepercayaan banyak institusi keagamaan yang juga sependapat bahwa kita semua memiliki semacam jiwa non-jasmani atau lainnya, meskipun, ironisnya, orang-orang yang sama yang cenderung religius ini yang bersuara paling keras dalam menuduh para channeller. Mereka berargumen bahwa roh-roh atau, lebih serius, kekuatan iblis sebenarnya menyamar sebagai ET untuk menipu orang-orang yang tidak curiga dan mudah dibohongi demi motif buruk yang tersembunyi. Seringkali mereka percaya bahwa hal ini adalah untuk menjerat jiwa- jiwa yang ceroboh ke dalam kutukan kekal di neraka. Sistem kepercayaan ini sangat mungkin berhubungan dengan sikap gereja-gereja Kristen kuno selama abad pertengahan di mana orang-orang yang dicurigai memiliki kemampuan yang tidak biasa atau paranormal dianggap bekerja sama dengan setan dan kemudian dengan segera ditangani biasanya dengan diikat di tiang dan dibakar hidup-hidup!

Apabila seseorang mencoba untuk membuka sistem kepercayaan orang lain untuk menampung kemungkinan bahwa semua dari kita mungkin memiliki sebuah inti bioplasma yang terpisah tetapi juga tergabung secara unik ke dalamkeadaan jasmani kita yang normal, maka akan menjadi lebih mudah untuk menerima bahwa bentuk hubungan ET ini, telah dan sedang benar-benar terjadi dan berhasil berlangsung selama bertahun-tahun. Di Amerika fenomena hubungan ini dibuka secara luas dan banyak buku yang telah diterbitkan seolah-olah telah dihubungi oleh ET tetapi sayangnya sejumlah penghubung dalam beberapa kasus yang ekstrim telah diangkat hampir ke status pemujaan oleh pengikut-pengikut mereka sendiri, dengan demikian merugikan kredibilitas mereka sendiri.

Apabila seseorang memeriksa informasi channelling yang telah diterima, sejumlah besar hal-hal yang saling menguatkan di antara para penghubung yang sebagian besar tidak pernah bertemu satu sama lain dan hal ini menjadi tanda keaslian yang sesungguhnya atas informasi tersebut meskipun orang-orang yang skeptis masih berdebat bahwa seharusnya ada keakuratan total apabila informasi tersebut mau dianggap benar-benar berasal dari ET. Yang harus dipertimbangkan adalah pentingnya kenyataan peran dan efek yang setiap penghubung perankan dalam proses di mana mereka terlibat, sebagai akibatnya saluran kesadaran seorang alien dan mungkin juga ada tingkat kontaminasi tertentu  atau kemanusiaan dalam masuknya informasi ET sebagai akibat perpindahan ini.

Saya rasa kadang-kadang para pakar UFO pada umumnya terlalu disibukkan oleh aspek ‘sepele’ dari fenomena seperti penglihatan akan sinar-sinar aneh dan pesawat misterius di langit. Padahal penyelidikan dan evaluasi atas tanda-tanda seperti itu tidak diragukan lagi adalah sangat penting. Tentu saja bertemu dengan pilot-pilot dari pesawat seperti itu pasti lebih bernilai bagi kita daripada kendaraan yang mereka kendarai! Tentu saja inti utama Ufologi adalah untuk memperoleh semua sistem pendorong anti gravitasi yang penting yang mendorong pesawat-pesawat ini (sebagian orang berargumen bahwa produk-produk tertentu yang berasal dari teknologi alien telah diperoleh dan sebenarnya telah menyebar di seluruh masyarakat kita: misalnya, microchip dan sinar laser) tetapi tentu saja kita harus mengkon- sentrasikan usaha-usaha kita untuk berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang membuat sistem pendorong dan siapa tahu, mungkin mereka bahkan akan memutuskan untuk memberikan pengetahuan tersebut kepada kita apabila kita memberanikan diri untuk bertanya kepada mereka.

Para pakar UFO kadang-kadang gagal mengenali bahwa interaksi kita dengan ET tidak hanya untuk memperoleh teknologi canggih, mungkin jauh lebih menyeluruh daripada itu. Menempatkan revolusi teknologi di atas evolusi spiritual mungkin adalah satu kesalahan yang besar, yang mungkin suatu hari nanti kita semua akan sangat sesali. Apabila teknologi mereka benar-benar cukup canggih untuk mendorong mereka melewati kekosongan alam semesta, maka seberapa jauhkah spritualisme dan kebudayaan mereka lebih maju daripada kita? Banyak orang yang mengaku berhubungan dengan makhluk-makhluk bukan manusia biasanya mengalami kebangkitan spiritual yang mendalam, yang biasanya memberikan pengaruh yang drastis pada kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang di sekeliling mereka. 

Masalah-masalah yang sebelumnya tidak penting bagi mereka seperti kehancuran sistematis planet ini dan ekosistemnya serta spritualisme orang-orang seperti mereka dan teman-teman mereka sekarang sangat menarik perhatian mereka. Sebaliknya, masalah-masalah lain yang sebelumnya sangat mereka tekankan seperti tujuan-tujuan karir atau kemantapan ekonomi sekarang berubah dalam daftar prioritas baru mereka yang telah direvisi. Tentu saja pergeseran secara menyeluruh dalam paradigma spiritual mereka menjauhi materi tidak terjadi kebetulan bersama dengan pengalaman ET mereka tetapi lebih merupakan sebuah ekspresi dari pencerahan yang baru mereka dapatkan.

Dipercaya secara luas bahwa berbagai kelompok ET mentar- getkan orang-orang tertentu sebagai ‘juru bicara’ sehingga mereka dapat berkomunikasi secara terbuka dengan kita sebagai satu spesies tetapi yang masih mempertahankankerahasiaan identitas mereka, paling tidak untuk saat ini. Menurut sebagian besar informasi orang yang dihubungi, mereka sedang menyiapkan kita untuk suatu penyingkapan bagian dari wahyu yang nampaknya berhubungan dengan suatu kenaikan dan perubahan ‘tingkat getaran’ Bumi yang sejumlah pakar teologi menafsirkan sebagai Akhir Jaman yang disebutkan berkali-kali dalam kitab wahyu di Kitab Suci. Pergeseran evolusioner ini adalah sebuah topik yang biasa diulang banyak channeller yang mungkin menandakan  bahwa  suatu perubahan besar mungkin benar- benar akan terjadi pada waktu kita memasuki millenium yang baru.

Orang-orang yang skeptis seringkali berargumen apabila para alien itu benar-benar ada, mengapa mereka tidak mendarat saja di halaman Gedung Putih daripada muncul secara tersebar dan hanya memilih beberapa orang? Banyak informasi dari orang-orang yang dihubungi menunjukkan bahwa ET nampaknya terikat pedoman dan aturan-aturan yang sangat ketat seperti seberapa banyak yang mereka bisa atau diijinkan untuk mengungkapkan kepada kita dalam satu pertemuan hampir seperti bahwa program ini telah direncanakan dengan sangat matang sebelum ada penyesuaian sistem dan budaya planet lain. Apabila memang begitu adanya maka masuk akal untuk mempercayai bahwa mereka akan mengikuti protokol yang sangat ketat yang akan mengijinkan mereka untuk membantu peningkatan secara bertahap kesadaran global melalui hubungan dengan beberapa individu yang terpilih dalam masyarakat kita sampai pada waktunya mereka merasa kita siap secara emosional sebagai suatu spesies untuk menangani trauma yang tidak dapat terhindarkan dan penampilan mereka dalam kelompok yang tidak diragukan lagi akan menimbulkan kebingungan di dalam masyarakat kita.

Untuk sementara ini channelling mungkin adalah satu-satunya cara yang tersedia bagi mereka untuk bisa berinteraksi dengan spesies kita dan mempengaruhi kita tanpa menimbulkan kepanikan dan kekacauan yang mungkin akan ditimbulkan oleh pendaratan secara massal yang belum saatnya. Sehubungan dengan hal ini, apakah kita perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pesan-pesan dari bintang ini dan tidak menolak mereka yang dalam masyarakat kita yang menyebarkan informasi ini seolah-olah adalah penipu atau sekadar mencari perhatian tetapi sebaliknya memperhatikan apa yang mungkin menjadi saluran langsung dengan para ET.

Selasa, 19 April 2016

Benarkah NAZI Jerman Membuat Piring Terbang

NAZI Jerman
Pada masa Perang Dunia II, ada sebuah fenomena aneh yang sering terlihat di angkasa. Mereka menyebutnya sebagai Foo Fighter. Tak ada yang tahu pasti, milik siapakah benda terbang aneh tersebut. Baik pihak Sekutu maupun Jepang, keduanya samasama menduga pesawat aneh itu adalah dari pihak lawan. Namun, dokumen dan analisa yang muncul belakangan menunjukkan dugaan bahwa pihak Jerman di masa itu telah melakukan riset serta memproduki pesawat terbang berbentuk aneh, yang diduga kuat adalah Foo Fighter tersebut.

Tentu saja, hal ini membuat banyak pro dan kontra. Kalaupun seandainya Nazi Jerman sudah berhasil membuat piring terbang, mengapa mereka bisa kalah dalam perang tersebut? Ataukah riset mereka belum berhasil tuntas? Atau, para ilmuwan yang dimiliki mereka keburu ditangkap atau membelot ke pihak sekutu?

Pada tahun 1932, Adolf Hitler yang mengendalikan masyarakat Jerman memaksa para ilmuwan untuk bekerja di Laboratorium untuk pengembangan rancangan-rancangan pesawat. Dibantu oleh teknologi pusaran air Viktor Schauberger dan para ilmuwan ahli-ahli teknik seperti Schriever, Habermohl, Ballenzo, dan Miethe, Jerman mulai menerbangkan pesawat pada awal tahun 1938. Terdapat juga beberapa bukti bahwa Jerman menemukan sebuah piring terbang alien yang terjatuh pada tahun 1837. Sebagai hasil dari seluruh teknologi ini, usaha-usaha keilmuwan Jerman didorong semakin maju pesat, dan dilakukan pada beberapa fasilitas-fasilitas riset rahasia di Reinickendorf, Kummersdoef, dan Thuringia.

Nampaknya ada banyak kasus mengenai UFO yang terhempas di bumi ini. Salah satunya adalah yang pernah terjadi di gurun pasir Kalahari di Afrika Selatan. Kali ini, sebuah UFO berhasil ditembak jatuh oleh dua pesawat Mirage yang sedang berpatroli di udara. Dengan jatuhnya UFO tersebut sepertinya telah meruntuhkan mitos bahwa UFO adalah pesawat yang sedemikian canggih dan tak terkalahkan. Bahkan, ada juga teori yang mengatakan bahwa jatuhnya UFO di Roswell sebenarnya adalah juga karena ditembak jatuh oleh pihak militer AS. Benarkah?

Mengapa fenomena piring terbang bagaikan serial tak berkesudahan? UFO (Unidentified Flying Object) sampai saat ini tak ubahnya mimpi eksotis yang terasa ada, terasa tidak. ‘’Tapi saya sudah membaca sejumlah file sangat rahasia,’’ tutur seseorang yang menamakan dirinya ‘Commander X’, di Majalah Unsolved UFO Sightings barubaru ini. Commander X konon adalah pensiunan Operasi Intelijen Militer yang terkait dengan dinas rahasia Amerika Serikat, CIA. Semasa Perang Dunia II, menurut Commander X, banyak kasus para personil militer Amerika Serikat diserang dari berbagai sisi oleh apa yang disebut ‘foo-fighter’. Beberapa pesawat Amerika Serikat diledakkan, bukan oleh Jerman atau Jepang, melainkan oleh UFO, roket setan atau apapun namanya.

Hitler membentuk ‘Ras Naga’. Orang-orang Nazi melancarkan sejumlah ekspedisi mencari ‘pintu masuk’ ke pusat Bumi di Kutub Selatan. Konon Hitler percaya di pusat Bumi itu bersarang sejumlah alien. Kalau ia bisa memperoleh bantuan mereka, ia akan menjadi penguasa Bumi. Orang-orang Nazi juga percaya akan Benua Atlantis, pesan-pesan dari Bimasakti yang jauh dan sebuah energi bentuk baru. Dalam kenyataannya, banyak benda terbang yang terlihat di Area 51 di Nevada, Amerika Serikat, bukan dibangun oleh alien. Sebaliknya benda-benda itu adalah kendaraan eksperimental yang berasal dari rencana rahasia para ilmuwan Jerman.

Konon pada tahun 1945, orang-orang Nazi sudah mendarat di Bulan! Mereka bekerja berdasarkan metode alternatif propulsi, gravitasi dan pembelokan waktu. Anehnya, menurut Commander X, dalam upaya tersebut orang-orang Nazi dibantu oleh sebuah cabang dinas rahasia Amerika Serikat yang membelot, yang berasal dari lembaga yang kini bernama CIA. Commander X kemudian bercerita tentang Illuminati, suatu orde rahasia, yang menurut dugaan datang ke Bumi beribu-ribu tahun yang lalu. Mereka kemudian bersekongkol dengan ‘Ras Naga’. Wujud mereka sama seperti manusia. Mereka bahkan telah membaur dengan masyarakat kita.

“Illuminati juga punya posisi bagus untuk memerintah kita dan membuat hukum,’’ tulis Commander X. ‘’Mereka mengontrol perdagangan obat, mengizinkan pengiriman senjata nuklir ke negara-negara berkembang. Secara mendasar, mereka juga mengontrol media.’’ Konon banyak entitas UFO yang datang ke Bumi pada satu basis reguler. Syukur, beberapa diantara mereka adalah mahluk spiritual dan penuh kasih. Tetapi banyak pula yang jahat. ‘’Kita semua telah membaca laporan-laporan tentang manusia yang diculik oleh alien dan dijadikan objek percobaan fisik yang bervariasi, bahkan dipaksa berhubungan seks,’’ tulis Commander X.

Tetapi ada juga beberapa kelompok ilmuwan misterius yang eksis di permukaan Bumi. Mereka membangun teknologi tanpa pernah mengizinkan kita masuk ke ‘dunia rahasia’ mereka. Sebagian besar UFO yang nampak melayang di atas Amerika pada tahun 1897, sesungguhnya adalah peralatan ilmiah rahasia yang ditempatkan di angkasa beberapa tahun sebelum Wright Brothers berusaha menerbangkan pesawat mereka yang pertama di Kitty Hawk. Sangat banyak laporan tentang UFO di Amerika Selatan, khususnya di sepanjang tepi hutan pegunungan di sebelah timur Andes, dari Bolivia sampai Venezuela. 

Sebuah kota rahasia kabarnya berdiri di hutan Amerika Selatan itu juga. Siapa yang membangunnya? Beberapa sumber menyebutkan, satu batalyon terakhir tentara Jerman melarikan diri dengan kapal selam dan pesawat yang dibuat mirip piring terbang menjelang akhir Perang Dunia II. Mereka pergi ke Antartika dan Amerika Selatan. Ada dugaan orang-orang Jerman inilah yang membangun kota super berteknologi tinggi di hutan Amerika Selatan itu.

Kolonel Howard Buechner. sejarahwan militer modern yang mengarang Secrets of the Holy Lance and Hitler’s Ashes mengungkapkan, orang-orang Jerman membangun basis-basis di Queen Maud Land di seberang Afrika Selatan selama Perang Dunia II berlangsung. Kemudian sejumlah ilmuwan penting, aviator dan politisi diangkut ke benteng terakhir itu. Dua diantara mereka akhirnya menyerah di Argentina, tiga bulan setelah perang usai. Pada tahun 1947, Laksamana Byrd memimpin invasi Angkatan Laut Amerika Serikat ke Antartika, terutama Queen Maud Land. Mereka kalah. Beberapa pesawat jet bahkan tertembak jatuh. Angkatan Laut Amerika Serikat tak pernah lagi ke sana hingga tahun 1957.

Jumat, 15 April 2016

Bagaimana cara melawan penculikan alien

Penculikan alien
Ilustrasi
Umumnya, pemahaman tentang fenomena penculikan Alien dianggap sebagai keadaan yang tak berdaya bagi korban penculikan, tidak memiliki tenaga untuk melawan serta dalam keadaan seperti tidak bisa bergerak. Bahkan ada anggapan bahwa tindakan melawan adalah suatu hal yang sia-sia. Ann Druffel, seorang peneliti UFO, mempunyai pendapat yang berbeda. Setelah beberapa tahun meneliti tentang penculikan dengan memiliki 80 kasus bahkan lebih, pada kenyataannya mereka mempunyai tingkat keberhasilan menjaga diri dari para penculik. Druffel bahkan percaya bahwa kekuatan untuk melawan bukan hanya sekedar mungkin, melainkan sebuah kenyataan dan dapat dilakukan dengan menggunakan kondisi dan kekuatan mental yang khusus serta perjuangan yang bersifat fisik.

Druffel pertama kali tertarik tentang faktor kekuatan untuk melawan ketika dia sedang meneliti sebuah buku dengan D. Scott Rogo yaitu The Tunjunga Canyon Contacts, sebuah buku yang menceritakan tentang keseluruhan pengalaman penculikan dari lima wanita muda yang hidup di Tunjunga Canyon di area Northeast Los Angeles. Tiga dari lima wanita tersebut menceritakan tentang skenario penculikan mereka dan mereka ternyata dapat menyuruh para Alien untuk pergi atau dengan kata lain mengusir mereka dengan menggunakan teknik tertentu. “Hal ini tidak terpikir oleh saya pada waktu itu, bahwa hal tersebut adalah sangat penting walaupun itu hanya bagian dari pernyataan mereka,” kata Druffel.

Pada tahun 1988, hal tersebut adalah sebuah awal bagi Druffel untuk lebih mendalam mempelajari aspek penting dari fenomena penculikan. “Tidak ada peneliti di negeri ini atau bahkan diseluruh dunia yang melaporkan bahwa korban penculikan dapat mengusir para penculik. Mereka hanya melaporkan bahwa beberapa korban penculikan telah berusaha untuk mengusir mereka dengan kemarahan atau lainnya, tetapi gagal. Maka saya mengumpulkan tentang subjek penelitian tersebut sampai dengan 10 tahun, dan saya telah mengumpulkan cukup banyak bahan. Dalam data saya ada 80 orang yang saya sebut sebagai Resistor,” papar Druffel. Bagi Druffel hal tersebut adalah aspek yang sama sekali baru dalam bidang fenomena penculikan, dan hal ini belum pernah dituliskan, telah disebutkan tetapi tidak pernah diteliti serta tidak pernah dibuktikan.

Druffel mengatakan bahwa sebagian besar peneliti setuju bahwa skenario penculikan seringkali menggunakan suatu keadaan yang dirubah. Sangat sedikit sekali kasus dimana manusia terlihat benar-benar merasakan bahwa mereka telah terjadi kontak dengan alien. Pada dasarnya keadaan yang dirubah secara tidak langsung menyatakan bahwa disana terjadi kehilangan suatu keinginan dari manusia yang tidak sewajarnya. Makhluk tersebut memulai skenarionya melalui keadaan yang dirubah tersebut, ini berarti mereka tidak dalam bentuk fisik.

“Mereka berhubungan dengan korban penculikan bukan dalam ruang fisik kita atau dengan memberhentikan waktu, mereka memilih salah satu waktu dimana manusia dalam keadaan tidur atau dalam keadaan tidak sadarkan diri misalnya dengan lampu hipnotis yang terlihat di televisi atau saat mendengarkan musik atau di jalan raya bahkan mungkin dalam keadaan sedikit road hypnosis,” kata Druffel. Tetapi pada saat makhluk tersebut memasuki skenario mereka, mereka kelihatannya memiliki kemampuan untuk merubah suatu keadaan yang lebih mendalam dari kesadaran manusia. Dengan kata lain, untuk bermain dengan pikiran mereka atau mempengaruhi secara psikologi mereka ada beberapa cara untuk membuat korban penculikan merasa mereka tidak dalam situasi penguasaan.

“Tetapi hal ini adalah kepercayaan yang keliru tentang satu hal yaitu tidak dapat menggunakan beberapa pengendalian untuk mengakhiri situasi seperti itu, hal inilah yang menjadi batu penghalang utama bagi peneliti dan korban penculikan,” kata Druffel. “Sebagian besar peneliti UFO dan korban penculikan mempercayai bahwa penculik adalah Extraterrestrial yang secara fisik dengan menggunakan perangkap atau muslihat berteknologi superior untuk mengendalikan manusia. Saya tidak percaya akan hal itu. Jika korban penculikan dapat menghentikan keadaan yang dirubah dari kesadarannya, maka makhluk tersebut lenyap,” lanjut Druffel.

Dan bagaimana kita menghentikannya? Dalam bukunya How to Defend Your Self Against Alien Abduction (Three Rivers Plate, 1988), Druffel memberikan sembilan teknik untuk melawan. Dia mepelajari hal tersebut setelah belajar dari pengalaman 80 korban penculikan yang semuanya nyata-nyata memiliki pendapat yang sama.

Teknik yang pertama adalah Mental Struggle. Mental stuggle adalah semata-mata mental. Ini adalah kekuatan yang akan melawan kelumpuhan yang memeluk manusia dalam skenario penculikan. Selama merasakan kelumpuhan dan diluar kendali, skenario tersebut akan berlangsung selama makhluk tersebut menginginkannya. Akan tetapi pada saat dalam pikiran sang korban memutuskan “Cukup, ini sudah cukup, saya ingin kembali, saya bisa menguasai !!,” maka skenario penculikan akan selesai dan pada saat itu makhluk tersebut lenyap.

Yang kedua adalah Physical Struggle. Physical Struggle juga merupakan bagian dari mental. Sebuah gerakan manusia karena ingin bergerak. Dengan cara meloncat dan mendorong mereka serta menyuruh mereka pergi, hal itu akan dilakukan oleh penculik karena mereka merasa terganggu.

Yang ketiga adalah Righteous Anger. Teknik ini adalah kombinasi dari perintah yang keras antara lisan dan mental, seperti ‘Pergi saja !’ atau ‘Biarkan saya sendiri !’ dan lain sebagainya. Teknik ini efektif ketika digunakan pada awal dari skenario penculikan dan merupakan yang terbaik sebelum serangan paralyze. Righteous Anger juga efektif untuk korban paralyze ketika dikombinasikan dengan mental struggle.

Yang keempat adalah Protective Rage. Maksudnya adalah untuk melindungi anggota keluarga yang lain, khususnya anak kecil dan anggota keluarga yang tidak dapat menjaga diri mereka sendiri. Teknik ini dilakukan sebaiknya sebelum skenario tersebut berlangsung. Dimulai dengan menggunakan suara yang keras atau bernada sombong atau memaki-maki bahkan menantang. Dalam hal ini, rage adalah semangat, keinginan atau hasrat yang meliputi kesetiaan, cinta, dan ketaatan. Semuanya dapat menghilangkan aspek negatif. Protective rage merupakan keinginan agar makhluk tersebut tidak berbuat jahat, hanya memerintahkan agar mereka berhenti dan meninggalkan anggota
keluarga lainnya.

Yang kelima adalah Support from Family members. Maksud dari ‘family’ bukan hanya yang mempunyai ikatan darah tetapi juga termasuk teman dekat. Teknik ini akan lebih baik jika dikombinasikan dengan teknik yang lain. Khususnya ketika anggota keluarga lainnya memiliki pengalaman yang sama.

Teknik yang keenam adalah Intuition. Intuisi adalah seperti halnya seorang tentara yang sedang dalam peperangan memiliki rasa waspada akan musuhnya dan kemudian melindungi diri mereka. Intuisi juga dapat mencegah kecelakaan atau kerusakan lainnya. Para penculik sepertinya dapat merasakan bahwa korbannya telah siap atau waspada untuk melawan, mengetahui akan hal tersebut percobaan skenario penculikan akan gagal.

Teknik yang ketujuh adalah Metaphysical Method. Metode secara Metafisika tidak biasa digunakan oleh kebanyakan masyarakat Eropa Barat, metaphysical methods seperti halnya bisikan yang dapat dipelajari oleh manusia yang memiliki mental yang kuat. Dalam hal ini seperti penggunaan mantera, pengucapan ayat-ayat suci dan lain sebagainya.

Teknik kedelapan adalah Appeal to Spiritual Personages atau memohon, berdoa kepada Spiritual Personages seperti Tuhan, Jesus, Buddha, malaikat dan lain sebagainya.Teknik ini membutuhkan kepercayaan yang kuat pada alam spiritual. Banyak dari korban penculikan mempercayai adanya hubungan antara skenario penculikan dengan agama atau kepercayaan lain. Sehingga dengan memohon kepada Tuhan atau spirit yang lain dapat mengusir makhluk tersebut.

Teknik yang terakhir adalah Repellent atau menggunakan alat penolak berupa benda yang dianggap punya “kekuatan” seperti salib, minyak esensial, azimat, rempah-rempah dan lain sebagainya. Seperti garam dapat digunakan sebagai penolak tradisional. Pada setiap masyarakat tradisional memiliki semacam azimat-azimat untuk mengusir makhluk-makhluk jahat, legenda bawang putih untuk mengusir vampire dan lain sebagainya.

Selasa, 12 April 2016

Insiden dan misteri pangkalan ufo di bulan

Bulan

Apakah  ada  sebuah “Pangkalan Alien” di Bulan? Semakin banyak orang muncul dengan kisah-kisah mengenai keberadaan Alien di Bulan. Kabar burung mengatakan bahwa “Pangkalan Bulan” mereka berada di sisi gelap bulan, sisi yang tidak pernah kita lihat dari Bumi. Pernahkan Anda bertanya-tanya mengapa pendaratan ke Bulan dihentikan dan mengapa kita tidak mencoba untuk membangun sebuah Pangkalan Bulan. Kelihatannya seperti gagasan yang lebih baik dan lebih mudah daripada stasiun ruang angkasa terapung?

Menurut Neil Armstrong, para Alien tersebut memiliki sebuah pangkalan di Bulan dan menginginkan kita agar keluar dan menjauh dari Bulan. Milton Cooper, seorang Pejabat Intelijen Angkatan Laut mengatakan bahwa komunitas Intelijen menyebut Pangkalan Alien tersebut sebagai “Luna”. Para astronot Apollo seringkali diikuti UFO dalam perjalannya ke Bulan. Potret resmi NASA AS12- 497319 dengan jelas memperlihatkan sebuah UFO yang besar melayang-layang di atas seorang astronot yang sedang berjalan di Bulan. Kebijakan-kebijakan agensi pemerintah untuk tetap merahasiakan UFO dari masyarakat umum sudah terkenal dan telah didokumentasikan dalam berbagai buku yang ditulis oleh para ahli astronomi yang terkenal seperti J. Allen Hynek (yang menyelidiki UFO untuk Pasukan Angkatan Udara

Amerika Serikat), Mayor Donald Keyhoe, Timothy Good (dalam bukunya Above Top Secret), dan banyak profesional lainnya. Seorang pakar yang sama sekali tidak diragukan dengan siapa kita mungkin ingin berkonsultasi adalah Christopher Kraft, yang adalah direktur pangkalan NASA di Houston selama misi-misi Apollo Moon, ketika ia mengungkapkan percakapan berikut ini “setelah” ia meninggalkan pekerjaannya di NASA : PARA ASTRONOT NElL ARMSTRONG dan BUZZ ALDRIN berbicara dari Bulan: “Itu adalah benda yang besar. Tidak, tidak, tidak… ini bukan ilusi optis. Tidak ada seorangpun yang akan mempercayai ini!”

Astronaut
KENDALI MISI (HOUSTON CENTER): “Apa… apa… apa? Apa yang sedang terjadi? Ada apa dengan Anda?” PARA ASTRONOT: “Mereka di sini di bawah permukaan.” KENDALI MISI: “Apa yang ada di sana? Hubungan terganggu… gangguan… kendali memanggil Apollo II.” PARA ASTRONOT: “Kami melihat beberapa pengunjung. Mereka berada di sana selama beberapa saat, mengamati peralatan.” KENDALI MISI: “Ulangi informasi terakhir Anda.” PARA ASTRONOT: “Saya mengatakan bahwa ada pesawat-pesawat ruang angkasa yang lain. Mereka berbaris di sisi lain dari kawah.” KENDALI MISI: “Ulangi… ulangi!”

PARA ASTRONOT: “Kami sebutkan orbita ini 625 ke 5 hubungan otomatis tersambung. Tangan saya gemetar dengan hebat saya tidak dapat melakukan apa- apa. Memfilmkannya? Tuhan, jika saja kamera-kamera ini merekamnya… kemudian apa?” KENDALI MISI: “Apakah Anda telah memfilmkan segala sesuatunya?” PARA ASTRONOT: “Saya tidak mempunyai film. Tiga bidikan pada piring-piring terbang tersebut atau apapun benda tersebut telah merusak filmnya.” KENDALI MISI: “Kendali, kendali di sini. Apakah Anda dalam perjalanan? Apakah kericuhan dengan UFO tersebut telah berlalu?”

PARA ASTRONOT: “Mereka telah mendarat di sana. Mereka berada di sana dan mereka sedang mengamati kami.” KENDALI MISI: “Cermin, cermin… apakah Anda telah menyiapkannya? PARA ASTRONOT: “Ya, cermin-cermin tersebut telah berada di tempatnya. Tetapi siapapun yang membuat pesawat-pesawat ruang angkasa tersebut pasti akan datang besok dan memindahkannya. Over and out.”

Di antara para ahli yang menceritakan mengenai kehidupan di Bulan dan penemuan para astronot adalah Farida Iskiovet (mantan penyelidik UFO untuk Presiden PBB), “Mr. English” (yang membuat potret SANGAT RAHASIA untuk NASA dan para astronot bulan), Komandan Mark Huber (mantan Agen Intelijen Angkatan Laut yang mengetahui banyak data amat rahasia), Sersan Willard Wannal (mantan Intelijen Angkatan Darat), Mayor Wayne S. Aho (mantan Intelijen Angkatan Darat yang menyerahkan penelitian UFO kepada Kongres), Dr. James Hurrah dari program ruang angkasa NASA, dan orang-orang lain dengan identitas rahasia.

Kecurigaan atau ketertarikan akan kehidupan di Bulan menarik perhatian masyarakat umum ketika pencipta radio (demikian dikatakan) Marconi Tesla mempublikasikan laporan percobaan percobaannya dalam mengirimkan sinyal radio ke Bulan dan mencoba menerima jawaban, yang ia benar-benar yakin terjadi. Setelah itu, ahli perbintangan Amerika, Inggris dan Perancis melaporkan cahaya yang bersinar-sinar dan bergerak dan bahkan kadang-kadang berkelap-kelip di Bulan selama tahun 1920an dan 1930an, seringkali dilaporkan di koran-koran lokal dan jurnal-jurnal ilmiah terbitan tahun-tahun tersebut yang seringkali dapat ditemukan di perpustakaan-perpustakaan besar.

Ketertarikan ini memuncak pada waktu seorang pakar yang dihormati dalam bidang fenomena udara, ahli perbintangan peraih Penghargaan Pulitzer John O’Neill, melaporkan kepada publik telah mengamati “jembatan” di Bulan yang nampaknya dibangun oleh makhluk yang cerdas. Ada saksi-saksi lain yang menyaksikan “jembatan” sepanjang dua belas mil yang dibangun tersebut karena jembatan tersebut tidak dilihat di tempat yang sama sebelumnya, dan kemudian dibongkar karena alasan-alasan yang tidak diketahui (apakah karena terlalu menyolok?). Penglihatan jembatan tersebut terjadi di awal tahun 1950-an.

Sebagian besar astronot Gemini dan Apollo mengakui bahwa mereka melihat UFO sementara mereka berada dalam orbit, terutama Gordon Cooper yang mengaku kepada masyarakat umum bahwa ia yakin bahwa pesawat-pesawat tersebut dikendalikan oleh makhluk- makhluk cerdas (kita telah melihat potret-potret UFOnya). James McDivitt juga memotret UFO sementara ia mengelilingi Bumi dan kita juga telah melihatnya. Salah satu misi kosmonot Soviet di tahun 1960an, dirancang untuk memecahkan rekor waktu dalam mengorbit, secara misterius dibatalkan tepat setelah pesawat mereka memasuki ruang angkasa. Peneliti-peneliti swasta dengan peralatan penerima radio yang kuat menyatakan bahwa para kosmonot Soviet diikuti ke dalam orbit oleh UFO, yang mengepung mereka dan mulai melambung-lambungkan mereka seolah-olah mereka sedang bermain bola dengan pesawat Soviet. Para kosmonot tersebut dilaporkan menjadi panik dan dengan segera dikirimkan kembali ke Bumi.

Selama tahun 1950an banyak UFO yang dilihat di atas Bumi ditelusuri sampai ke Bulan oleh stasiun-stasiun penelusur pemerintah yang terletak di komplek-kompleks rahasia di padang-padang gurun di Arizona dan Nevada serta di dalam basis-basis pegunungan di bawah tanah. KAMI MEMILIKI SELEMBAR POTRET YANG MEMPERLIHATKAN SEBUAH PESAWAT RUANG ANGKASA BERBENTUK PIRING YANG MELAYANG-LAYANG DI ATAS BULAN, diambil oleh seorang ahli perbintangan sipil. Sersan Willard Wannail, yang menyelidiki pendaratan-pendaratan UFO di Oahu sewaktu berada dalam Agen Rahasia  Angkatan  Darat, memperlihatkan kepada kami sebuah potret berukuran 8 kali 10 yang jelas detilnya yang memperlihatkan sebuah pesawat ruang angkasa berwarna keperakan yang melayang-layang tepat di atas daratan luas Bulan,

Diperkirakan berukuran sepanjang beberapa mil, dan dikatakan merupakan PESAWAT-KOTA yang dirancang untuk mengangkut ribuan orang antar sistem tata surya atau galaksi dan hidup selama periode waktu yang panjang dalam komunitas yang mengorbit yang mandiri. Di tahun 1950an dan 1960an semakin banyak cahaya yang bergerak, berkelap-kelip, serta yang tidak bergerak di Bulan yang dilihat oleh para ahli perbintangan sipil, biasanya di dalam kawah-kawah, bersama-sama dengan sebuah tanda salib bersinar-sinar yang misterius.

Pesawat ruang angkasa Soviet dan Amerika yang mengorbit di atas Bulan mulai memotret struktur-struktur misterius di Bulan yang untuk sementara disensor oleh NASA, tetapi berhasil didapatkan oleh peneliti-peneliti ilmiah seperti Fred Steckling yang menuntut bukti dari apa yang disebut “Agen Sipil” ini. Menakjubkan bagaimana NASA mengeluarkan potret-potret ini TANPA KOMENTAR! Banyak dari struktur-struktur tersebut yang hanya dapat dilihat apabila potret-potret tersebut dibesarkan ke dalam ukuran yang jauh lebih besar.

Pesawat  ruang  angkasa Amerika Serikat RANGER II memotret lebih dari 200 lembar potret yang memperlihatkan kawah- kawah bulan dengan kubah-kubah di dalamnya. Kubah-kubah ini bukanlah hal yang baru. Mereka dilaporkan dalam media masa oleh para ahli perbintangan Perancis kurang lebih 48 tahun sebelumnya. 33 lembar potret kubah Bulan dari Lunar Orbiter 2 diterbitkan tanpa komentar, di Washington D.C., di tahun 1967. Pada tanggal 1 Juni 1966, NASA telah mengakui kepada media masa bahwa para astronot telah melihat UFO, setelah itu berkontradiksi dengan pernyataan mereka sendiri, menyangkalnya. (Siapapun yang menyimpan semua pernyataan resmi mengenai UFO dari agen-agen akan menemukan banyak pernyataan yang saling berlawanan yang membuktikan adanya penutup-nutupan).

Hal tersebut tidak menghalangi Astronot Gordon Cooper dari mengeluarkan pernyataannya kepada publik, “Saya meyakini adanya kehidupan di luar bumi karena saya melihat pesawat ruang angkasa” (pada orbit Gemininya yang ke-16). Ada juga potret-potret ‘Puncak-puncak Blair’ yang diambil oleh satelit-satelit di Bulan menunjukkan puncak-puncak aneh yang disimpulkan membentuk pola-pola geometris yang sempurna. Puncak-puncak putih yang tinggi menyerupai monumen Washington tersebut dipotret di permukaan bulan, bersama dengan jalan atau jalur lurus yang misterius yang memotong menembus kawah, bukit, lembah, dan puncak-puncak batu karang tanpa satu belokanpun. Sebagian dari kubah-kubah tersebut memiliki sinar yang berkelap-kelip.

Beberapa lembar potret NASA menunjukkan objek-objek panjang berbentuk cerutu yang didaratkan di Bulan, yang kemudian tinggal landas dalam potret-potret lainnya. Ada juga sebuah objek yang menyerupai piramid di sisi gelap. SISI GELAP selalu tersembunyi dari mata dan teleskop kita di Bumi, suatu tempat yang sangat sempurna bagi para alien untuk membangun stasiun ruang angkasa rahasia yang tersembunyi. Kurangnya lapisan atmosfer bukanlah suatu masalah untuk mengelilingi kubah-kubah tersebut dengan lingkungan buatan, yang bahkan diakui NASA bahwa para ilmuwan kita memiliki teknologi (tetapi tidak milyaran dollar) untuk membangun, basis-basis bawah tanah dengan sirkulasi udara buatan seperti yang dimiliki pihak militer kita di Bumi.

Astronot Edgar Mitchell secara pribadi mengatakan kepada Farida Iskiovet, dari Departemen Urusan Antarplanet, bahwa ia melihat sebuah UFO di Bulan. Di tahun 1978 seorang misterius yang tinggi, kekar, orang berpenampilan khas seorang agen pindah ke Maui, beridentitas sebagai Mr. English. Ia mempunyai akses menuju yang AMAT RAHASIA dari NASA, dan melaporkan bahwa ia adalah staff fotografer dari para astronot Apollo, telah memotret puing-puing dan tubuh-tubuh dari cakram terbang alien di hanggar rahasia Angkatan Udara Texas, dan telah melihat sebuah pesawat ruang angkasa yang tidak teridentifikasi selama ia bersama-sama dengan para astronot. Ia menukar data UFO dan mengakui bahwa para astronot telah melihat pesawat ruang angkasa di Bulan adalah benar!

Ada laporan yang tidak terkonfirmasi bahwa pada waktu Buzz Aldrin membuka pintu setelah mendarat di Bulan, ia segera melihat makhluk beradab yang transparan yang sedang memandangnya di luar. Selamat datang di Bulan? Direktur NASA Kraft menambahkan bahwa ada frekuensi radio pemerintah dan swasta rahasia antara Bulan dan Kendali Misi yang menangkap percakapan misterius selama dua menit. Untuk membuktikan kebenarannya, ratusan operator radio sipil yang independen dengan peralatan VHF yang kuat secara terpisah melaporkan telah mendengar pesawat ruang angkasa AME melaporkan dari para astronot Apollo!

Operator-operator radio Soviet juga menerimanya dan menyebarluaskannya di Moskow. Satu lagi pesan radio yang misterius dari Bulan diudarakan di stasiun televisi pemerintah di Perancis hanya satu kali sebelum pesan tersebut disensor setelah pesan tersebut bocor ke masyarakat. Hubungan tersebut nampaknya jelas terjadi dalam bahasa alien. Pakar sejarah dan penulis Perancis yang terkenal Robbert Charroux mempublikasikan hubungan yang telah dilarang di Amerika Serikat tersebut. Pesan tersebut beralasan dari astronot Worden yang mengirimkannya kepada NASA, dan para pakar bahasa belum mampu menterjemahkan pesan tersebut.

Meskipun demikian, siaran Stasiun Radio Pemerintah dari Bulan berikut ini tidak disensor: “Struktur-struktur kubah tersebut terisi sebagian. Retakan-retakan telah memasuki struktur- struktur tersebut sebelum mereka dibangun atau kubah-kubah tersebut lebih muda daripada dasarnya. Daerah tersebut berbentuk oval atau lonjong.” Apakah kubah-kubah dan struktur-struktur yang dibangun ini? Stasiun radio pemerintah Apollo menyiarkan dari Bulan juga menggunakan istilah dan kata-kata “KERLAP-KERLIP CAHAYA”, “BANGUNAN-BANGUNAN”, “JALAN”,  “JALUR”,  dan “BALOK-BALOK BESAR”.

Pada waktu para reporter berita menanyakan istilah-istilah ini kepada pejabat-pejabat program ruang angkasa, dengan konyol mereka diberitahu bahwa ini adalah penggunaan  istilah  untuk pembentukan geologis. Meskipun demikian, ilmuwan“yang mengajarkan geologi kepada para astronot”, mengakui bahwa ia benar-benar dibingungkan oleh istilah-istilah tersebut. Pakar geologi ini, Farouk El Bez mengakui hal yang menentukan ketika ia mengatakan, “Tidak setiap penemuan telah diberitakan”. Pada waktu para reporter berita bertanya kepadanya mengenai cahaya yang berkerlap-kerlip, Mr. Bez menjawab, “tidak diragukan lagi, hal itu bukan proses alami.”

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa tidak ada astronot yang dikirimkan ke bulan sejak tahun 1973? Mengapa program Bulan tiba-tiba diakhiri setelah begitu banyak sukses besar yang dipublikasikan? Apa logikanya? Mengapa para ilmuwan dan juru bicara NASA di tahun 1960an membual mengenai bagaimana mereka akan mendirikan basis-basis ruang angkasa, kegiatan pertambangan, dan koloni-koloni di Bulan di tahun 1980an merubah rencana mereka? Alasan yang masuk akal adalah kurangnya uang dari Kongres, tetapi hanyalah alasan. Program Apollo hanya membutuhkan kurang dari satu persen dari dana!

Mempertimbangkan milyaran dollar yang dihabiskan untuk PERTAHANAN, keuntungan militer dengan memiliki sebuah basis di Bulan akan besar sekali. Mengapa para pejabat ruang angkasa Amerika di tahun 1950an sampai 1960an begitu takut bahwa Soviet akan mengalahkan Amerika ke Bulan untuk mendapatkan keuntungan militer. Jadi mengapa mengambil risiko ancaman yang begitu besar dengan meninggalkan penerbangan-penerbangan ke Bulan? Dan mengapa para kosmonot Soviet TIDAK PERNAH mendarat di Bulan?

Mungkinkah bahwa para penduduk lokal Bulan telah mengusir kita dari dunia mereka karena takut bahwa orang-orang Amerika akan menguasai Bulan seperti yang dilakukan terhadap orang-orang Meksiko di padang-padang gurun Amerika Serikat, orang Hawai, dan budaya-budaya lainnya. NASA disebarkan kepada masyarakat umum sebagai organisasi sipil, tetapi benarkah demikian? NASA didanai oleh pemerintah yang mengendalikan kebijakan-kebijakan  dengan tekanan-tekanan ekonomi. Para direktur dan astronot NASA secara tradisional adalah mantan pejabat militer yang menerima pensiun militer, banyak yang memiliki saham atau posisi dalam industri pertahanan sebagai orang-orang sipil. 

Pada waktu berada dalam kemiliteran mereka diambil sumpahnya dalam kerahasiaan mengenai UFO, berada di bawah undang-undang kerahasiaan UFO seperti JANAP-146, The Code of Federal Regulations bab 14 ayat 1211, dan undang-undang kemiliteran lainnya yang menuntut kerahasiaan UFO untuk seumur hidup. Hukumannya adalah denda maksimal $10,000 serta hukuman penjara selama 10 tahun, gangguan yang terus menerus, dan pemindahan atau pengurungan ke stasiun-stasiun militer yang jauh dan terpencil. 

Selama dalam dinas mereka yang berbicara terlalu banyak mengenai UFO akan dibawa ke pengadilan, diturunkan pangkat dan gajinya, dan dikeluarkan secara tidak hormat, dan dalam pensiun mereka bisa kehilangan semua keuangan pensiun dan tunjangan kesehatan termasuk pendapatan mereka. Perhatikan bahwa para astronot yang berbicara mengenai UFO semuanya berasal dari jaman sebelum pendaratan APOLLO di Bulan untuk pertama kalinya (1969) sebelum diberlakukan tembok kerahasiaan dan selama tahun- tahun di mana NASA secara umum mengakui penglihatan-penglihatan UFO. Mengapa NASA tiba-tiba merubah kebijakan publiknya?

Apakah Apollo yang berorbit mengelilingi Bulan yang mengirimkan potret-potret mengenai kegiatan pertambangan, kubah-kubah, jalan-jalan, sebuah piramid, sebuah stasiun ruang angkasa (bernama Luna) dan danau-danau di sisi gelap Bulan yang tersembunyi? Apakah mereka benar-benar mengkhawatirkan kemungkinan serangan alien dari basis tersebut serta takut masyarakat akan panik? Apakah terlalu memalukan untuk mengakui bahwa milyaran dollar uang pembayar pajak yang digunakan untuk program ruang angkasa sebagian besar terbuang percuma karena tujuan utama adalah untuk menguasai Bulan dan kita diusir dari dunia tersebut karena “kita mengacau?” Tidak ada pejabat yang akan mengakui bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan korupsi yang ada dalam berita utama, setelah dikatakan demikian oleh para alien!

Yang pasti, jika alien memang telah datang ke bumi, sudah tentu mereka juga akan menjelajahi bulan dan planet-planet lain. Dan justru merupakan hal yang aneh apabila mereka tidak melakukan penelitian di sana pula serta membangun pangkalan di sana. Bulan adalah tempat yang sangat strategis untuk mengamati bumi.

Senin, 11 April 2016

Tragedi dan sebuah pesan aneh dari alien di bulan

Alien

Ada sebuah penelitian yang menandakan bahwa Bulan kita telah dikuasai dan dijelajahi oleh ras dari planet-planet lain, terutama dalam susunan bintang Orion, dan bahwa sekarang para alien yang disebut ZETAN dari Zeta Reticula aktif di sana. Ras Zeta telah dianalisis oleh para ahli jiwa pemerintah, yang dalam beberapa hal, menyerupai para ilmuwan Nazi, dan hasilnya adalah sangat canggih dan materialistik dalam teknologi, jenius secara intelektual, tetapi tidak memiliki rasa iba dan keinginan spiritual yang umumnya dimiliki sebagaian besar orang dalam bangsa-bangsa di Bumi.

Konon ada juga bukti yang pasti bahwa ras ZETA telah menculik ribuan orang Amerika, yang kebanyakan telah digunakan dalam percobaan-percobaan genetis yang aneh oleh Nazi. Penduduk asli di Bulan, dari Regil, Betelguese, Bintang Bernard, dan sebuah planet yang mengelilingi Sirius, sebagian besar dikenal sebagai “bangsa grey” tetapi tidak semua (sebagian biru, orang-orang pirang Nordic, atau oranye atau bahkan putih pucat), adalah SEKUTU DARI 6 YANG SUCI. Ibukota planet mereka dilaporkan adalah TYRANTOR. Mereka telah terlibat dalam perang antar kerajaan antar galaksi selama paling sedikit 50.000 tahun, di mana mereka menyerang planet-planet yang dikuasai musuhnya di Regil dan memperbudak banyak orang, perang bintang melawan ras Lyra dan Vega, serta melawan bangsa Siria yang tidak mau bergabung dengan ENAM SEKUTU.

Sebagian dari peperangan bintang ini terjadi di Bumi di jaman purbakala ketika koloni dari planet-planet yang berbeda berperang demi planet kita untuk mencoba merebut kendali. Bangsa Pleiades dari planet Erra, manusia dari stasiun ruang angkasa di Venus, ras Seth, ras Centauri dan makhluk-makhluk dari kedua belas planet di tata surya kita terlibat dalam peperangan di Bumi ini dan sebagian besar terusir dari planet ini (kecuali rahasia yang tertinggal di kota-kota dan basis-basis bawah tanah yang dimiliki oleh semua kebudayaan tersebut yang masih ada di Bumi). Sekarang ras Zeta memiliki sebuah stasiun ruang angkasa di sisi gelap yang tersembunyi di Bulan, dan banyak kota-kota bawah tanah di sana. Mereka juga memiliki pusat-pusat pengetahuan,  militer, dan pertambangan di permukaan Bulan. Jadi orang Amerika dan Rusia tidak bisa dengan begitu saja terbang ke sana dan menancapkan bendera mereka serta berkata, “Hei, ini milik kami!” (seperti yang mereka biasa lakukan setelah menyerang negara- negara lain di Bumi).

Agen-agen pemerintah telah terpaksa untuk melakukan segala sesuatu yang dapat mereka buat teorinya atau putarbalikkan, untuk membuat Bulan terlihat seperti sebuah dunia yang mati yang tidak mungkin ditinggali. Apa yang mereka tidak beritahukan kepada Anda adalah bahwa ras ZETA tidak memerlukan udara seperti kita karena ras ZETA tidak memiliki paru-paru. Mereka tidak memerlukan saluran irigasi dan bertani karena ras ZETA tidak memiliki sistem pencernaan. Mereka tidak perlu mengkhawatirkan suhu yang terlalu panas atau dingin karena mereka memiliki kulit kuat yang luar biasa tebal seperti reptil, hanya saja lebih ekstrim dan lebih kuat dan berdarah dingin matahari, panas, dan dingin di Bulan tidak merusak kulit mereka. Sebenarnya, tanpa pakaian ruang angkasa mereka bisa MATI DI LAPISAN ATMOSFER BUMI KITA, seperti yang terjadi kepada mereka setelah keluar dari piring-piring terbang yang jatuh itu, karena udara Bumi kita beracun bagi ras ZETA. Udara dalam salah satu planet mereka, yang mengelilingi sebuah matahari bintang merah yang sekarat, terdiri dari elemen-elemen seperti belerang dan karbon monoksida, digambarkan oleh para ilmuwan seperti efek rumah kaca yang dikarenakan polusi yang tidak terkendali.

Ras ZETA ingin menguasai Bumi untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak mampu hidup di permukaan Bumi tanpa menciptakan hibrida genetis submanusia dalam laboratorium. Sebagian mereka dan sebagian kita. Jadi mereka tinggal di kota-kota bawah tanah di Amerika Serikat, Uni Soviet, Bulan, Mars, dan asteroid-asteroid tertentu di Jupiter. Di jaman purbakala sebuah planet di antara Mars dan Jupiter, Maldek, dihancurkan dan dirubah menjadi asteroid oleh sebuah perang nuklir, diduga karena pengaruh bangsa Zeta (Zetan). Merkurius memiliki kebudayaan dan udara dan dihancurkan oleh perang nuklir, yang dilaporkan melemparkannya keluar dari orbit dan menyebabkannya berada terlalu dekat dengan Matahari.

Mars juga mengalami peperangan nuklir yang dikatakan menghancurkan lautannya, sebagian besar lapisan atmosfernya, hutan, dan ladang-ladang (yang kemudian dirusak oleh komet atau asteroid yang melewat). Kita beruntung perang bintang itu tidak menghancurkan Bumi setelah mereka menyebabkan terjadinya perubahan lapisan luar bumi secara tiba-tiba yang menghancurkan Atlantis, Lemuria, Rama, dan benua- benua lainnya dan menghancurkan kebudayaan-kebudayaan di Timur Tengah, Asia, Amazon Amerika kuno, dan lain-lain. Timothy Good dalam bukunya “Above Top Secret” menjelaskan bahwa menurut laporan-laporan yang tidak terkonfirmasi sampai sekarang, Neil Armstrong dan Edwin “Buzz” Aldrin melihat UFO tidak lama setelah pendaratan bersejarah di Bulan dengan menggunakan Apollo 11 pada tanggal 21 Juli 1969. Saya ingat mendengar salah satu dari para astronot itu menyebutkan suatu “sinar” di dalam atau di atas kawah selama siaran televisi, diikuti oleh permintaan oleh kontrol misi untuk informasi lebih lanjut. Tidak ada lagi yang terdengar.

Menurut seorang mantan pegawai NASA Otto Binder, stasiun radio tidak bernama dengan fasilitas penerima VHS mereka sendiri yang melewati saluran siaran NASA mendapatkan pembicaraan
sebagai berikut:
NASA: Ada apa di sana?
Kontrol Misi memanggil Apollo 11...
Apollo11: “Benda-benda” ini
besar, Pak! Sangat besar! YA
TUHAN!  Anda tidak akan
mempercayainya!
Saya beritahukan kepada Anda ada pesawat ruang angkasa yang lain di sana. Berbaris di sisi jauh tepian kawah! Mereka sedang  memperhatikan kita di Bulan!

Di tahun 1979 Maurice Chatelain, mantan pemimpin Sistem Komunikasi NASA mengkonfirmasikan bahwa Armstrong memang melaporkan melihat dua UFO di tepi sebuah kawah. “Pertemuan tersebut adalah suatu rahasia umum di NASA,” ungkapnya, “tetapi tidak seorangpun yang membicarakannya sampai sekarang.” Menurut dugaan para ilmuwan Sovietlah yang pertama mengkonfirmasikan peristiwa tersebut. “Menurut informasi kami, pertemuan tersebut segera dilaporkan setelah pendaratan modul tersebut,” kata Dr. Vladimir Azhazha, seorang ahli ilmu fisika dan Profesor Matematika di Universitas Moskow. “Neil Armstrong telah mengirimkan pesan kepada Kontrol Misi bahwa dua objek besar, yang misterius sedang memperhatikan mereka setelah mendarat di dekat
modul bulan. 

Tetapi pesannya tidak pernah terdengar oleh masyarakat umum  karena  NASA menyensornya. “Menurut ilmuwan Soviet lainnya, Dr. Aleksander Kazantsev, Buss Aldrin membuat film berwarna UFO-UFO tersebut dari dalam modul, dan terus memfilmkannya setelah ia dan Armstrong pergi ke luar. Dr. Azhazha menyatakan bahwa UFO berangkat tidak lama setelah para astronot tersebut ke luar ke permukaan bulan. Maurice Chatelain juga mengkonfirmasikan   bahwa transmisi radio Apollo 11 beberapa kali dikacaukan untuk menyembunyikan berita tersebut dari masyarakat umum. Chatelain menyatakan bahwa “semua penerbangan Apollo dan Gemini telah diikuti, keduanya dari jarak yang jauh dan kadang-kadang juga lumayan dekat, oleh kendaraan ruang angkasa yang bukan dari bumi piring-piring terbang, atau UFO, apabila Anda mau menyebutnya demikian. 

Setiap kali hal itu terjadi, para astronot tersebut menginformasikan Kontrol Misi, yang kemudian memerintahkan mereka untuk tetap diam.” Ia meneruskan: “Saya rasa Walter Schirra yang menaiki Mercury 8 adalah astronot pertama yang menggunakan kode ‘Santa Claus’ untuk menunjukkan keberadaan piring terbang di samping kapsul-kapsul ruang angkasa. Meskipun demikian, pengumumannya hampir tidak diperhatikan oleh masyarakat umum. Sedikit berbeda ketika James Lovell di Apollo 8 memerintahkan modul keluar dari belakang bulan dan mengatakan kepada semua orang: ‘TOLONG DIINFORMASIKAN BAHWA ADA  SEORANG  SANTA CLAUS’. Meskipun hal ini terjadi di Hari Natal tahun 1968, banyak orang merasakan ada suatu makna tersembunyi di balik kata-kata tersebut.”

Ada kebocoran di FRANCE INTER stasiun televisi pemerintah pada tanggal 3 Agustus 1962, pukul 8.00 pagi, dan juga dalam majalah mingguan Le Meilleur, yang dengan cepat ditutupi. Alain Ayache melaporkan, “Mengapa tidak ada seorangpun yang membicarakan pesan misterius yang terdengar di Bulan, yakni 8 kata yang tidak dapat diterjemahkan? Mungkin hal tersebut membuktikan bahwa orang-orang lain memang ada, sesuatu yang ingin NASA sembunyikan kata-kata yang benar-benar menyebarkan bibit kepanikan.“ Segala sesuatunya berjalan lancar hari itu di Bulan kita, kemudian pada pukul 11.15 suatu gangguan yang luar biasa terjadi dan hubungan dengan Houston terputus.

Worden, orang yang bertanggung jawab dalam telekomunikasi, tertarik oleh suara nafas dan sebuah siulan panjang. Sebuah kalimat terus menerus diulangi dengan nada yang sama. Dari suara yang kecil sampai nada yang melengking, dan dari suara yang agak tertekan sampai teriakan yang parau. Untungnya hubungan ini terekam tape rekorder Lem, dan Worden mengirimkannya kepada NASA.
Inilah 8 kata-kata yang terpisah dan misterius itu...
MARA RABBI ALLARDI DINI ENDAVOUR ESA COUNS ALIM.”
Adakah yang tahu kira-kira apa artinya ucapan itu?

Kamis, 07 April 2016

Cerita menarik, pengalaman sering mimpi ufo

Alien
Ilustrasi
Pernah mimpi melihat UFO atau alien? Mimpi tentang cahaya yang menyorot? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Melinda Leslie terhadap orang-orang yang mengaku menjadi korban penculikan oleh alien, salah satu indikator atau tanda-tandanya adalah mempunyai mimpi-mimpi tentang UFO, cahaya yang menyorot, atau alien. Berawal dari hasil penelitian dari Melinda Leslie, reporter INFO-UFO menjumpai sebuah keluarga di Jemursari, Surabaya, yang mempunyai pengalaman mimpi tentang UFO atau alien.

Dilansir dari majalah ufo indonesia, pengalaman tentang mimpi UFO yang mereka miliki bisa dikatakan sama. Seperti yang diungkapkan oleh Lies, 35 tahun, bahwa dia telah mengalami mimpi UFO atau alien cukup sering. “Kejadiannya ada di rumah lama, yaitu di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya. Saya melihat banyak pesawat-pesawa aneh berbentuk piringan, berbentuk segi lima, pokoknya aneh-aneh, terbang melintasi rumah kami. Bahkan ada salah satu yang berhenti di atas rumah kami, tetapi memiliki bentuk yang berbeda dari yang terbang. Hampir menyerupai balon udara yang memanjang, bukan bulat,” papar Lies kepada INFO-UFO. “Waktu itu saya sangat terkesan dan sangat senang melihat atraksi mereka, saling menembak, dan saling kejar-kejaran.” Ungkap Lies lebih jauh.

Kisah yang sama juga diungkapkan oleh Wahyu, 29 tahun, yang merupakan adik dari Lies, “Saya mimpi tentang UFO bisa dikatakan cukup sering, tetapi dalam mimpi itu, selalu bertempat di rumah kami yang di Jagir. Pesawat mereka berbentuk piringan atau elips, terbang dengan kecepatan yang luar biasa dan anehnya di atas rumah kami ada yang berhenti dan berbentuk seperti pesawat Zappelin, sehingga saya dengan jelas melihat pesawat tersebut,” ujar Wahyu. Ketika ditanya apakah juga terjadi seperti peperangan ? “Menurut saya, film Independent Day kalah seru dibandingkan dengan mimpi saya, cuman pesawat buminya seperti pesawat perang dunia II” kata Wahyu sambil tersenyum.

Kesamaan yang paling menonjol antara Lies dan Wahyu adalah, apabila mereka bermimpi tentang UFO atau alien mereka langsung jatuh sakit. “Setiap kali saya mimpi UFO, saya langsung sakit. Apa itu sakit kepala, flu, atau sakit badan,” ujar Lies. “Pokoknya, semakin seru dan menyeramkan mimpi saya, semakin parah sakit saya,” komentar Wahyu. Hal senada juga diakui oleh adiknya, Yanti, 25 tahun. “Saya melihat pesawat-pesawat di angkasa pada perang, dengan senjata yang berbentuk sinar, laser kali ya, saya sangat senang melihatnya. Dan kejadiannya di rumah saya yang lama yaitu di Jagir.

Anehnya di atas rumah saya ada salah satu pesawat yang berhenti. Tepat di atas rumah saya dan dekat sekali, pesawatnya berbentuk seperti pesawat Zappelin. Pokoknya sangat seru,” papar Yanti. Bedanya adalah, Yanti tidak sakit setelah mimpi UFO, bahkan cenderung memiliki  ketenangan dan kesenangan. “Pesawat Zappelin itu lebih kecil dari rumah saya, berwarna putih, memiliki banyak lampu di tengahnya, kelihatan struktur rangkanya, dan anehnya seperti memiliki simbol-simbol seperti angka. Dari kejauhan juga terlihat pesawat yang berbentuk bulat, juga memiliki banyak lampu di tengahnya, ada juga yang berbentuk segi lima. Semuanya terbang pelan sekali. Tapi kadang-kadang, pesawat yang pada perang itu melintas dengan kecepatan yangluar biasa, tetapi tidak mengeluarkan bunyi yang keras,” jelas Yanti. 

Pengalaman mimpi tentang UFO yang mereka alami sebenarnya sudah cukup lama dan cukup sering, tetapi di antara mereka tidak menyadari adanya kesamaan pengalaman tentang mimpi UFO tersebut.  Lebih lanjut Wahyu dan Yanti menggambarkan keadaan mimpinya seperti angin yang kencang, awan tebal yang berwarna merah, dan pesawat-pesawat yang berterbangan, dan Lies mengiyakan gambaran suasana tersebut. Gambaran pesawat UFO yang mereka lihat ternyata memiliki kesamaan, seperti berbentuk piringan tapi ada juga yang berbentuk Zappelin, memiliki banyak lampu, mengeluarkan sinar-sinar seperti laser, terbang dengan kecepatan yang mengagumkan, dan tidak mengeluarkan suara yang keras.

Jika ditinjau dari gambaran yang diungkapkan oleh Melinda Leslie, tentang apakah seseorang pernah diculik  oleh  alien,  pada kenyataannya mereka mengalami hal-hal seperti itu. Seperti yang telah diceritakan kepada INFO-UFO, Yanti, sering mengalami Paralyzed (tindihen), mengalami luka yang tidak bisa dijelaskan sebabnya sewaktu bangun tidur, seperti lebam biru pada bagian-bagian tubuhnya, pernah melihat kabut yang berwarna biru yang menyelimutinya, dan ini terjadi tiga kali di rumahnya. Dia juga pernah melihat sinar aneh yang keluar dari bawah tempat tidurnya. Dan dia bergolongan darah AB.

Selain itu menurut bibinya, Maemunah, 55 tahun, Yanti pernah pindah tidur yang sangat aneh pada saat dia berumur 1 tahun. “Kejadiannya waktu kami tinggal di Cilacap, waktu itu saya dan ibu saya me njaga dia tidur. Kami mengapitnya. Sebentar kami juga ikut tertidur. Waktu itu saya terbangun sekitar pukul empat pagi, saya melihat Yanti sudah pindah tidur di depan pintu. Masih tetap tidur dan tidak menangis. Yang jelas Yanti waktu itu belum bisa berjalan dan tempat tidur kami cukup tinggi,” kata Maemunah. Hal yang sama juga diceritakan oleh ibu mereka, Aniroh, 61 tahun, tentang Lies yang juga pernah menghilang selama sehari. “Waktu itu Lies masih kecil, kira-kira 2 tahun. 

Kejadiannya waktu itu kami masih tinggal di Plaju, Palembang. Tempat tidur kami bentuknya tidak memiliki kolong yang lebar, ya kira-kira ada 10 cm, pokoknya anak kecilpun tidak mungkin masuk ke situ. Pada waktu itu dia tidur bersama saya, begitu saya terbangun dia sudah tidak ada. Kami sekeluarga sangat bingung waktu itu. Sudah kami cari kemana-mana tetap tidak ada. Hampir seharian kami mencari. Tidak pernah terpikir dia ada di kolong itu. Kami menemukannya saat dia menangis di bawah kolong tempat tidur.” Selain itu, Lies juga mengalami banyak hal aneh seperti yang dialami oleh Yanti.

Sedikit berbeda dengan kakaknya, Wahyu, yang berkata, “Saat masih SMU sampai kuliah dulu, kata temen-temen saya, saya kalau meramal banyak cocoknya. Saya cukup peka terhadap benda atau suasana yang gaib. Mungkin itu ada turunan dari Kakek yang seorang tabib dan paranormal. Kejadian yang cukup aneh, waktu itu ketika saya sakit paru-paru yang cukup parah dan dokter mengharuskan operasi, rencananya akan di operasi di RS Haji Surabaya. Saya setiap malam ditunggui oleh ibu. Pada suatu malam, saya nggak tahu apa yang dilakukan oleh ibu waktu itu, karena saya tidur lelap sekali, pas saya bangun keadaan tubuh saya lebih membaik dari sebelumnya. Dan anehnya saya tidak jadi operasi. Hal ini juga sedikit membuat bingung para dokter,” kata
Wahyu.

Melihat dari latar belakang mereka, mungkinkah mimpi mereka yang mempunyai kesamaan serta frekwensi yang cukup sering ada hubungannya dengan penculikan alien terhadap mereka? Mungkinkah hanya spirit mereka yang telah diculik oleh alien? Tapi bagaimana dengan berpindahnya tubuh mereka saat tidur secara misterius?
Wallahualam....

Rabu, 06 April 2016

Cerita seseorang bertemu alien berwarna biru

Alien biru
Ilustrasi
Dilansir dari majalah ufo indonesia, Haryo Probogiri Pramoe, usia 27 th, berdomisili di Denver, Colorado, US. Latar belakang pendidikan saya sekolah perhotelan di Trisakti Jakarta dan CHNN Leeuwarden Belanda dan sempat menjuarai kontes Abang Jakarta selatan 1995. Saya ingin berbagi pengalaman kepada rekan-rekan sekalian di tanah air, mau percaya atau tidak dan yang mau mengatakan saya gila ya silahkan saja.

Saya dibesarkan oleh keluarga Jawa yang harmonis, ayah saya seorang akuntan dan ibu saya seorang mantan guru TK di masa remajanya. Sejak kecil saya berusaha mencari ketenangan yang hakiki, saya mempunyai jiwa pemberontak di keluarga dan cara ayah saya mendidik saya dengan membiarkan saya mencari solusi dan jalan keluarnya sendiri, baru kemudian beliau menasehati saya. Saya bukan termasuk orang yang gila populer atau mau dianggap aneh, atau UFO’s Freaks.

Demi Allah saya mengalami kejadian ini. Saya sempat belajar agama, Katolik, Protestan, dan terakhir sebagai seorang Muslim...belum selesai di situ, saya pun masih berusaha terus mencari “apa itu ketenangan yg sebenarnya”. Alhamdullilah saya menemukan dengan apa yang saya cari selama ini ketika saya pulang dari Belanda, saya sekeluarga belajar ilmu Mahrifatullah dalam Islam di umur
saya yg ke 25.

Sejak saya belajar ajaran tersebut saya merasa re-born kembali,saya telah meninggalkan masa lalu saya yang buruk dan liar dengan sendirinya seperti debu yang terhempas-tanpa beban apapun. Nah sejak saya mulai mendalami ajaran tersebut saya sering mengalami kejadian yang aneh-aneh seperti thrilling(mendengar suara jeritan lebih dari 30 suara,tanpa melihat ujud),kemudian lepas raga (roh saya terlepas dari badan saya dan berjalan2 di sekitar rumah.

Kemudian saya mengalami astral travel, melihat dan berada di suatu alam 3D yang dimana saya melihat berbagai bentuk macam fisik diantaranya: berupa bola kristal dengan duri-duri tajam sebesar bis tingkat berjumlah tiga melayang anggun didalam gua yang di atas dan di bawahnya ada stalagtit dan stalagmit. Semua vision saya terlihat ketika saya melakukan mi’raj (shalat malam) lalu sesudah itu saya gambar dan pindahkan pada catatan pribadi saya. Vision tersebut juga dapat terlihat ketika saya setengah tertidur(saya masih sadar-saya tetap mendengar suara kakak saya yg mengobrol di ruang tamu-suara tv yang menyala dll).

Pada saat saya dalam keadaan setengah tertidur, di situlah saya melihat ada pesawat berbentuk piringan (sama seperti foto-foto yang ada di buku-buku UFO, tidak jauh beda). Pesawat tersebut mendarat di suatu bukit bersalju tipis, sepi tanpa suara dan hanya diterangi sinar lampu rumah penduduk dan terang bulan purnama, pesawat tersebut saya asumsikan sebagai UFO, terbang masuk ke dalam gundukan salju yang masih empuk, saat itu memang salju turun pertama di Colorado pada pertengahan tahun 2001 lalu saya tersentak bangun,lalu saya mendadak sontak bicara ke kakak saya Hendro...”Ndro!! aku lihat pesawat aneh!!”.... lalu saya ceritakan semua itu.

Setahun kemudian tepatnya di bulan Agustus 2002 saya berkesempatan berkunjung ke daerah wisata Aspen-Basalt ,Colorado-untuk mengunjungi teman saya di sana. Tanpa ada rencana untuk melakukan shalat malam(mi’raj) di sana. Ketika saya tidur-tidur ayam di ruang tamu,pada pukul 2 pagi, pintu masuk apartement teman saya bersinar terang dan ada sebuah mahkluk tinggi langsing lonjong berwarna biru transparan dimana seluruh bagian organ dalamnya terlihat jelas:ada paru-paru, ada otak, ada usus dan ada nadi-nadi biru yang jelas banget terlihat.

Saya tertawa terbahak-bahak saking kegirangan melihat benda aneh itu” idih aneh banget kamu!” saya bilang begitu, sambil terus saya melanjutkan tawa saya . Lantas si mahkluk itu memberikan saya “energi biru berbentuk kereta-keretaan-masuk ke dalam rusuk kiri saya,lalu dari rusuk kanan saya keluar energi berwarna ungu juga berbentuk kereta-keretaan, sementara tubuh saya terangkat dari tanah setinggi 10 cm. Semakin kegiranganlah saya karena heran.

Setelah mahkluk tersebut memberikan energi itu lalu dia menghampiri saya dan menindih tubuh saya dan hendak menggesek-kan kelaminnya ke selangkangan saya. Lalu saya tersentak dan mengucap kata “ALLAH!!” sambil saya hempaskan tangan saya ke tubuh si alien itu,lalu makhluk itu berlari ke luar pintu dan lenyap. Keesokan paginya badan saya terasa segar bugar sekali.