Selasa, 19 April 2016

Benarkah NAZI Jerman Membuat Piring Terbang

NAZI Jerman
Pada masa Perang Dunia II, ada sebuah fenomena aneh yang sering terlihat di angkasa. Mereka menyebutnya sebagai Foo Fighter. Tak ada yang tahu pasti, milik siapakah benda terbang aneh tersebut. Baik pihak Sekutu maupun Jepang, keduanya samasama menduga pesawat aneh itu adalah dari pihak lawan. Namun, dokumen dan analisa yang muncul belakangan menunjukkan dugaan bahwa pihak Jerman di masa itu telah melakukan riset serta memproduki pesawat terbang berbentuk aneh, yang diduga kuat adalah Foo Fighter tersebut.

Tentu saja, hal ini membuat banyak pro dan kontra. Kalaupun seandainya Nazi Jerman sudah berhasil membuat piring terbang, mengapa mereka bisa kalah dalam perang tersebut? Ataukah riset mereka belum berhasil tuntas? Atau, para ilmuwan yang dimiliki mereka keburu ditangkap atau membelot ke pihak sekutu?

Pada tahun 1932, Adolf Hitler yang mengendalikan masyarakat Jerman memaksa para ilmuwan untuk bekerja di Laboratorium untuk pengembangan rancangan-rancangan pesawat. Dibantu oleh teknologi pusaran air Viktor Schauberger dan para ilmuwan ahli-ahli teknik seperti Schriever, Habermohl, Ballenzo, dan Miethe, Jerman mulai menerbangkan pesawat pada awal tahun 1938. Terdapat juga beberapa bukti bahwa Jerman menemukan sebuah piring terbang alien yang terjatuh pada tahun 1837. Sebagai hasil dari seluruh teknologi ini, usaha-usaha keilmuwan Jerman didorong semakin maju pesat, dan dilakukan pada beberapa fasilitas-fasilitas riset rahasia di Reinickendorf, Kummersdoef, dan Thuringia.

Nampaknya ada banyak kasus mengenai UFO yang terhempas di bumi ini. Salah satunya adalah yang pernah terjadi di gurun pasir Kalahari di Afrika Selatan. Kali ini, sebuah UFO berhasil ditembak jatuh oleh dua pesawat Mirage yang sedang berpatroli di udara. Dengan jatuhnya UFO tersebut sepertinya telah meruntuhkan mitos bahwa UFO adalah pesawat yang sedemikian canggih dan tak terkalahkan. Bahkan, ada juga teori yang mengatakan bahwa jatuhnya UFO di Roswell sebenarnya adalah juga karena ditembak jatuh oleh pihak militer AS. Benarkah?

Mengapa fenomena piring terbang bagaikan serial tak berkesudahan? UFO (Unidentified Flying Object) sampai saat ini tak ubahnya mimpi eksotis yang terasa ada, terasa tidak. ‘’Tapi saya sudah membaca sejumlah file sangat rahasia,’’ tutur seseorang yang menamakan dirinya ‘Commander X’, di Majalah Unsolved UFO Sightings barubaru ini. Commander X konon adalah pensiunan Operasi Intelijen Militer yang terkait dengan dinas rahasia Amerika Serikat, CIA. Semasa Perang Dunia II, menurut Commander X, banyak kasus para personil militer Amerika Serikat diserang dari berbagai sisi oleh apa yang disebut ‘foo-fighter’. Beberapa pesawat Amerika Serikat diledakkan, bukan oleh Jerman atau Jepang, melainkan oleh UFO, roket setan atau apapun namanya.

Hitler membentuk ‘Ras Naga’. Orang-orang Nazi melancarkan sejumlah ekspedisi mencari ‘pintu masuk’ ke pusat Bumi di Kutub Selatan. Konon Hitler percaya di pusat Bumi itu bersarang sejumlah alien. Kalau ia bisa memperoleh bantuan mereka, ia akan menjadi penguasa Bumi. Orang-orang Nazi juga percaya akan Benua Atlantis, pesan-pesan dari Bimasakti yang jauh dan sebuah energi bentuk baru. Dalam kenyataannya, banyak benda terbang yang terlihat di Area 51 di Nevada, Amerika Serikat, bukan dibangun oleh alien. Sebaliknya benda-benda itu adalah kendaraan eksperimental yang berasal dari rencana rahasia para ilmuwan Jerman.

Konon pada tahun 1945, orang-orang Nazi sudah mendarat di Bulan! Mereka bekerja berdasarkan metode alternatif propulsi, gravitasi dan pembelokan waktu. Anehnya, menurut Commander X, dalam upaya tersebut orang-orang Nazi dibantu oleh sebuah cabang dinas rahasia Amerika Serikat yang membelot, yang berasal dari lembaga yang kini bernama CIA. Commander X kemudian bercerita tentang Illuminati, suatu orde rahasia, yang menurut dugaan datang ke Bumi beribu-ribu tahun yang lalu. Mereka kemudian bersekongkol dengan ‘Ras Naga’. Wujud mereka sama seperti manusia. Mereka bahkan telah membaur dengan masyarakat kita.

“Illuminati juga punya posisi bagus untuk memerintah kita dan membuat hukum,’’ tulis Commander X. ‘’Mereka mengontrol perdagangan obat, mengizinkan pengiriman senjata nuklir ke negara-negara berkembang. Secara mendasar, mereka juga mengontrol media.’’ Konon banyak entitas UFO yang datang ke Bumi pada satu basis reguler. Syukur, beberapa diantara mereka adalah mahluk spiritual dan penuh kasih. Tetapi banyak pula yang jahat. ‘’Kita semua telah membaca laporan-laporan tentang manusia yang diculik oleh alien dan dijadikan objek percobaan fisik yang bervariasi, bahkan dipaksa berhubungan seks,’’ tulis Commander X.

Tetapi ada juga beberapa kelompok ilmuwan misterius yang eksis di permukaan Bumi. Mereka membangun teknologi tanpa pernah mengizinkan kita masuk ke ‘dunia rahasia’ mereka. Sebagian besar UFO yang nampak melayang di atas Amerika pada tahun 1897, sesungguhnya adalah peralatan ilmiah rahasia yang ditempatkan di angkasa beberapa tahun sebelum Wright Brothers berusaha menerbangkan pesawat mereka yang pertama di Kitty Hawk. Sangat banyak laporan tentang UFO di Amerika Selatan, khususnya di sepanjang tepi hutan pegunungan di sebelah timur Andes, dari Bolivia sampai Venezuela. 

Sebuah kota rahasia kabarnya berdiri di hutan Amerika Selatan itu juga. Siapa yang membangunnya? Beberapa sumber menyebutkan, satu batalyon terakhir tentara Jerman melarikan diri dengan kapal selam dan pesawat yang dibuat mirip piring terbang menjelang akhir Perang Dunia II. Mereka pergi ke Antartika dan Amerika Selatan. Ada dugaan orang-orang Jerman inilah yang membangun kota super berteknologi tinggi di hutan Amerika Selatan itu.

Kolonel Howard Buechner. sejarahwan militer modern yang mengarang Secrets of the Holy Lance and Hitler’s Ashes mengungkapkan, orang-orang Jerman membangun basis-basis di Queen Maud Land di seberang Afrika Selatan selama Perang Dunia II berlangsung. Kemudian sejumlah ilmuwan penting, aviator dan politisi diangkut ke benteng terakhir itu. Dua diantara mereka akhirnya menyerah di Argentina, tiga bulan setelah perang usai. Pada tahun 1947, Laksamana Byrd memimpin invasi Angkatan Laut Amerika Serikat ke Antartika, terutama Queen Maud Land. Mereka kalah. Beberapa pesawat jet bahkan tertembak jatuh. Angkatan Laut Amerika Serikat tak pernah lagi ke sana hingga tahun 1957.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar