Jumat, 01 April 2016

Redaksi dan cerita bertemu makhluk bersinar

Bertemu alien
Info Redaksi

Biasanya, jika orang membicarakan makhluk angkasa luar, maka ceritanya selalu tentang kedatangan mereka ke bumi. Jarang yang sebaliknya: manusia bumi mencari dan mendapatkan mereka. Yang semakin menambah penasaran, banyak orang mengaku telah berhubungan dengan makhluk angkasa luar, tapi bukti ilmiah untuk mendukung pernyataan-pernyataan tersebut tidak memadai. Karena itu bayangan manusia tentang makhluk luar bumi amat beragam. Banyak orang percaya jika dikatakan alien mempunyai tingkat kecerdasan melebihi manusia. Bahkan mereka disebut sebagai ETI (Extra Terrestrial Intellegence) atau makhluk cerdas dari luar bumi. Mereka dianggap memiliki teknologi di luar kemampuan pikir manusia. Mereka mampu memecahkan rahasia dimensi, baik waktu maupu ruang. Singkatnya, manusia bukan bandingan mereka.

Usaha manusia mencari makhluk luar bumi sudah lama juga dilakukan. Paling tidak sejak Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy menyetujui proyek ruang angkasa Apollo menuju bulan, kira-kira 35 tahun lalu. Dalam wacana ilmiah, pencarian kontak dengan alien itu harus dilakukan menurut kaidah-kaidah yang memenuhi syarat keilmuan dan logis. Tidak bisa diharapkan usaha-usaha perburuan seperti yang dilakukan Flash Gordon atau Startrek. Sebagai contoh, manusia pernah mengirimkan isyarat-isyarat ke angkasa luar dengan harapan dapat ditangkap oleh makhluk luar bumi. Isyarat ditulis dengan bahasa matematik, karena bahasa ini dianggap berlaku universal, di tempat mana pun yang mengenal dimensi.

Namun usaha tersebut masih bersifat satu arah saja. Bahkan bisa disebut usaha untung-untungan, sehingga dipertanyakan juga manfaatnya. Masalahnya, orang tidak tahu kapan isyarat itu akan ditangkap makhluk lain. Rasi bintang yang cukup dengan bumi adalah rasi Cygnus. Jaraknya 8.000 tahun cahaya. Seandainya di sana ada makhluk cerdas serupa manusia, maka suatu kiriman isyarat dengan gelombang radio baru akan mereka terima 8.000 tahun sesudah pengiriman. Bila kemudian mereka segera mengirim jawaban, maka kita akan menunggu 8.000 tahun lagi untuk sampai ke kita. Jadi baru 16 ribu tahun kemudian diketahui nasib kiriman kita. 

Ada harapan agar isyarat tersebut ditemukan alien yang sedang melakukan eksplorasi di antariksa, hingga jawaban bisa datang lebih cepat. Yang lebih memusingkan lagi, di planet bumi ini banyak orang yang menyaksikan fenomena aneh di angkasa yang disebut UFO. Dan bukan hanya itu, terkadang ada yang melihat makhluk-makhluk aneh turun dari pesawat misterius itu. Benarkah mereka datang dari planet lain? Kalau benar mereka datang, bagaimana kita mesti menghadapi mereka?

Bertemu dengan makhluk bersinar

Saya seorang Mahasiswa yang berada di salah satu Perguruan Tinggi di Surakarta, nama panggilan saya Awan. Saya merasa tertarik untuk bertukar informasi mengenai UFO baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Biasanya informasi dari luar negeri saya dapat dari melihat acara televisi dulu di SCTV Sightings. Selain itu juga baca berbagai buku seperti Marsekal Muda TNI (Purn) J. Salatun, yang mengupas permasalahan tentang UFO. Selain itu juga buku yang disunting oleh Sandi Setiawan dan Stephen W. Hawking, dan berbagai majalah dan surat kabar lainnya. Pengalaman yang pernah saya alami sewaktu masih kecil, sekitar umur 7-8 tahun, yang saya ingat peristiwanya, sampai sekarang saya masih tanda tanya, “Apa yang telah saya lihat dulu itu ?”

Kejadiannya pada waktu malam hari, dulu kami belum punya TV, jadi kami (kakak & saya) pergi nonton di rumah tetangga. Dulu kami belum mempunyai banyak tetangga seperti sekarang dan listrikpun belum ada, pakai Accu ! Setelah nonton TV yaitu sekitar jam 21.00 - 22.00 WIB, karena dulu itu sore terasa sudah larut. Di depan rumah tetangga kami ada jalan yang belum diaspal, yaitu rumah yang menghadap Selatan, tapi jalannya ada di sebelah baratnya, di samping kirikanan jalan, ada parit. Nah, pada waktu keluar dari halaman rumah dan mau menyeberang jalan, ada sesuatu atau sosok karena bentuknya seperti manusia tapi seluruh badannya menyala seperti ditempeli beribu-ribu
kunang-kunang.

Saya dan kakak saya begitu terkejut. Kami tidak sempat melihat lebih lama karena kami begitu ketakutan. Dan kami akhirnya kembali ke rumah tetangga kami. Keringat dinginpun keluar dan tentu saja gemetaran. Setelah agak lama kami menunggu, lalu kami lari pulang ke rumah. Dan sosok itu sudah tidak ada. Padahal jalannya pelan dan sekitar 5 menit setelah kami masuk ke rumah tadi. Anehnya saya selalu ingat kejadian itu, sedang kakak saya sudah benarbenar lupa, kalau tidak salah sekitar tahun 1983 atau 1982. Saya hanya percaya dunia itu penuh kemungkinan, mengenai alien itu
ada atau tidak, saya tidak tahu. Mungkin saja ada.

Untuk tahun era 90-an, saya tidak begitu banyak melihat sesuatu yang berhubungan dengan UFO. Hanya pada tahun 1991 teman saya SMA, yang dulu SD-nya pernah di Kalimantan Tengah, dia pernah cerita telah melihat piring terbang di hutan tapi dengan ukuran yang kecil (cebol). Tapi saya tidak tahu benar atau tidak. Karena semua kejadian, baik yang saya alami, tidak ada buktinya. Tapi sekitar tahun 1995, sekitar bulan Juni - Agustus, saya sering melihat sesuatu, seperti bintang tapi berjalan cepat, tapi lama-lama cepat sekali dan kemudian hilang. Kejadian itu berulang setiap Jum’at malam, selama kira-kira tiga minggu, tapi kadang Minggu malam.

Saya ingin bertukar pendapat tentang Alien. Kalau saya berpendapat bahwa Alien berasal dari dimensi lain di alam semesta ini. Karena ada pendapat bahwa alam semesta dibagi menjadi 10 dimensi. Yang sering mengunjungi dimensi kita adalah sebangsa jin. Karena mereka terbentuk dari gas yang terdiri dari partikelpartikel halus, sehingga dapat berkunjung ke dimensi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar