Senin, 11 April 2016

Tragedi dan sebuah pesan aneh dari alien di bulan

Alien

Ada sebuah penelitian yang menandakan bahwa Bulan kita telah dikuasai dan dijelajahi oleh ras dari planet-planet lain, terutama dalam susunan bintang Orion, dan bahwa sekarang para alien yang disebut ZETAN dari Zeta Reticula aktif di sana. Ras Zeta telah dianalisis oleh para ahli jiwa pemerintah, yang dalam beberapa hal, menyerupai para ilmuwan Nazi, dan hasilnya adalah sangat canggih dan materialistik dalam teknologi, jenius secara intelektual, tetapi tidak memiliki rasa iba dan keinginan spiritual yang umumnya dimiliki sebagaian besar orang dalam bangsa-bangsa di Bumi.

Konon ada juga bukti yang pasti bahwa ras ZETA telah menculik ribuan orang Amerika, yang kebanyakan telah digunakan dalam percobaan-percobaan genetis yang aneh oleh Nazi. Penduduk asli di Bulan, dari Regil, Betelguese, Bintang Bernard, dan sebuah planet yang mengelilingi Sirius, sebagian besar dikenal sebagai “bangsa grey” tetapi tidak semua (sebagian biru, orang-orang pirang Nordic, atau oranye atau bahkan putih pucat), adalah SEKUTU DARI 6 YANG SUCI. Ibukota planet mereka dilaporkan adalah TYRANTOR. Mereka telah terlibat dalam perang antar kerajaan antar galaksi selama paling sedikit 50.000 tahun, di mana mereka menyerang planet-planet yang dikuasai musuhnya di Regil dan memperbudak banyak orang, perang bintang melawan ras Lyra dan Vega, serta melawan bangsa Siria yang tidak mau bergabung dengan ENAM SEKUTU.

Sebagian dari peperangan bintang ini terjadi di Bumi di jaman purbakala ketika koloni dari planet-planet yang berbeda berperang demi planet kita untuk mencoba merebut kendali. Bangsa Pleiades dari planet Erra, manusia dari stasiun ruang angkasa di Venus, ras Seth, ras Centauri dan makhluk-makhluk dari kedua belas planet di tata surya kita terlibat dalam peperangan di Bumi ini dan sebagian besar terusir dari planet ini (kecuali rahasia yang tertinggal di kota-kota dan basis-basis bawah tanah yang dimiliki oleh semua kebudayaan tersebut yang masih ada di Bumi). Sekarang ras Zeta memiliki sebuah stasiun ruang angkasa di sisi gelap yang tersembunyi di Bulan, dan banyak kota-kota bawah tanah di sana. Mereka juga memiliki pusat-pusat pengetahuan,  militer, dan pertambangan di permukaan Bulan. Jadi orang Amerika dan Rusia tidak bisa dengan begitu saja terbang ke sana dan menancapkan bendera mereka serta berkata, “Hei, ini milik kami!” (seperti yang mereka biasa lakukan setelah menyerang negara- negara lain di Bumi).

Agen-agen pemerintah telah terpaksa untuk melakukan segala sesuatu yang dapat mereka buat teorinya atau putarbalikkan, untuk membuat Bulan terlihat seperti sebuah dunia yang mati yang tidak mungkin ditinggali. Apa yang mereka tidak beritahukan kepada Anda adalah bahwa ras ZETA tidak memerlukan udara seperti kita karena ras ZETA tidak memiliki paru-paru. Mereka tidak memerlukan saluran irigasi dan bertani karena ras ZETA tidak memiliki sistem pencernaan. Mereka tidak perlu mengkhawatirkan suhu yang terlalu panas atau dingin karena mereka memiliki kulit kuat yang luar biasa tebal seperti reptil, hanya saja lebih ekstrim dan lebih kuat dan berdarah dingin matahari, panas, dan dingin di Bulan tidak merusak kulit mereka. Sebenarnya, tanpa pakaian ruang angkasa mereka bisa MATI DI LAPISAN ATMOSFER BUMI KITA, seperti yang terjadi kepada mereka setelah keluar dari piring-piring terbang yang jatuh itu, karena udara Bumi kita beracun bagi ras ZETA. Udara dalam salah satu planet mereka, yang mengelilingi sebuah matahari bintang merah yang sekarat, terdiri dari elemen-elemen seperti belerang dan karbon monoksida, digambarkan oleh para ilmuwan seperti efek rumah kaca yang dikarenakan polusi yang tidak terkendali.

Ras ZETA ingin menguasai Bumi untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak mampu hidup di permukaan Bumi tanpa menciptakan hibrida genetis submanusia dalam laboratorium. Sebagian mereka dan sebagian kita. Jadi mereka tinggal di kota-kota bawah tanah di Amerika Serikat, Uni Soviet, Bulan, Mars, dan asteroid-asteroid tertentu di Jupiter. Di jaman purbakala sebuah planet di antara Mars dan Jupiter, Maldek, dihancurkan dan dirubah menjadi asteroid oleh sebuah perang nuklir, diduga karena pengaruh bangsa Zeta (Zetan). Merkurius memiliki kebudayaan dan udara dan dihancurkan oleh perang nuklir, yang dilaporkan melemparkannya keluar dari orbit dan menyebabkannya berada terlalu dekat dengan Matahari.

Mars juga mengalami peperangan nuklir yang dikatakan menghancurkan lautannya, sebagian besar lapisan atmosfernya, hutan, dan ladang-ladang (yang kemudian dirusak oleh komet atau asteroid yang melewat). Kita beruntung perang bintang itu tidak menghancurkan Bumi setelah mereka menyebabkan terjadinya perubahan lapisan luar bumi secara tiba-tiba yang menghancurkan Atlantis, Lemuria, Rama, dan benua- benua lainnya dan menghancurkan kebudayaan-kebudayaan di Timur Tengah, Asia, Amazon Amerika kuno, dan lain-lain. Timothy Good dalam bukunya “Above Top Secret” menjelaskan bahwa menurut laporan-laporan yang tidak terkonfirmasi sampai sekarang, Neil Armstrong dan Edwin “Buzz” Aldrin melihat UFO tidak lama setelah pendaratan bersejarah di Bulan dengan menggunakan Apollo 11 pada tanggal 21 Juli 1969. Saya ingat mendengar salah satu dari para astronot itu menyebutkan suatu “sinar” di dalam atau di atas kawah selama siaran televisi, diikuti oleh permintaan oleh kontrol misi untuk informasi lebih lanjut. Tidak ada lagi yang terdengar.

Menurut seorang mantan pegawai NASA Otto Binder, stasiun radio tidak bernama dengan fasilitas penerima VHS mereka sendiri yang melewati saluran siaran NASA mendapatkan pembicaraan
sebagai berikut:
NASA: Ada apa di sana?
Kontrol Misi memanggil Apollo 11...
Apollo11: “Benda-benda” ini
besar, Pak! Sangat besar! YA
TUHAN!  Anda tidak akan
mempercayainya!
Saya beritahukan kepada Anda ada pesawat ruang angkasa yang lain di sana. Berbaris di sisi jauh tepian kawah! Mereka sedang  memperhatikan kita di Bulan!

Di tahun 1979 Maurice Chatelain, mantan pemimpin Sistem Komunikasi NASA mengkonfirmasikan bahwa Armstrong memang melaporkan melihat dua UFO di tepi sebuah kawah. “Pertemuan tersebut adalah suatu rahasia umum di NASA,” ungkapnya, “tetapi tidak seorangpun yang membicarakannya sampai sekarang.” Menurut dugaan para ilmuwan Sovietlah yang pertama mengkonfirmasikan peristiwa tersebut. “Menurut informasi kami, pertemuan tersebut segera dilaporkan setelah pendaratan modul tersebut,” kata Dr. Vladimir Azhazha, seorang ahli ilmu fisika dan Profesor Matematika di Universitas Moskow. “Neil Armstrong telah mengirimkan pesan kepada Kontrol Misi bahwa dua objek besar, yang misterius sedang memperhatikan mereka setelah mendarat di dekat
modul bulan. 

Tetapi pesannya tidak pernah terdengar oleh masyarakat umum  karena  NASA menyensornya. “Menurut ilmuwan Soviet lainnya, Dr. Aleksander Kazantsev, Buss Aldrin membuat film berwarna UFO-UFO tersebut dari dalam modul, dan terus memfilmkannya setelah ia dan Armstrong pergi ke luar. Dr. Azhazha menyatakan bahwa UFO berangkat tidak lama setelah para astronot tersebut ke luar ke permukaan bulan. Maurice Chatelain juga mengkonfirmasikan   bahwa transmisi radio Apollo 11 beberapa kali dikacaukan untuk menyembunyikan berita tersebut dari masyarakat umum. Chatelain menyatakan bahwa “semua penerbangan Apollo dan Gemini telah diikuti, keduanya dari jarak yang jauh dan kadang-kadang juga lumayan dekat, oleh kendaraan ruang angkasa yang bukan dari bumi piring-piring terbang, atau UFO, apabila Anda mau menyebutnya demikian. 

Setiap kali hal itu terjadi, para astronot tersebut menginformasikan Kontrol Misi, yang kemudian memerintahkan mereka untuk tetap diam.” Ia meneruskan: “Saya rasa Walter Schirra yang menaiki Mercury 8 adalah astronot pertama yang menggunakan kode ‘Santa Claus’ untuk menunjukkan keberadaan piring terbang di samping kapsul-kapsul ruang angkasa. Meskipun demikian, pengumumannya hampir tidak diperhatikan oleh masyarakat umum. Sedikit berbeda ketika James Lovell di Apollo 8 memerintahkan modul keluar dari belakang bulan dan mengatakan kepada semua orang: ‘TOLONG DIINFORMASIKAN BAHWA ADA  SEORANG  SANTA CLAUS’. Meskipun hal ini terjadi di Hari Natal tahun 1968, banyak orang merasakan ada suatu makna tersembunyi di balik kata-kata tersebut.”

Ada kebocoran di FRANCE INTER stasiun televisi pemerintah pada tanggal 3 Agustus 1962, pukul 8.00 pagi, dan juga dalam majalah mingguan Le Meilleur, yang dengan cepat ditutupi. Alain Ayache melaporkan, “Mengapa tidak ada seorangpun yang membicarakan pesan misterius yang terdengar di Bulan, yakni 8 kata yang tidak dapat diterjemahkan? Mungkin hal tersebut membuktikan bahwa orang-orang lain memang ada, sesuatu yang ingin NASA sembunyikan kata-kata yang benar-benar menyebarkan bibit kepanikan.“ Segala sesuatunya berjalan lancar hari itu di Bulan kita, kemudian pada pukul 11.15 suatu gangguan yang luar biasa terjadi dan hubungan dengan Houston terputus.

Worden, orang yang bertanggung jawab dalam telekomunikasi, tertarik oleh suara nafas dan sebuah siulan panjang. Sebuah kalimat terus menerus diulangi dengan nada yang sama. Dari suara yang kecil sampai nada yang melengking, dan dari suara yang agak tertekan sampai teriakan yang parau. Untungnya hubungan ini terekam tape rekorder Lem, dan Worden mengirimkannya kepada NASA.
Inilah 8 kata-kata yang terpisah dan misterius itu...
MARA RABBI ALLARDI DINI ENDAVOUR ESA COUNS ALIM.”
Adakah yang tahu kira-kira apa artinya ucapan itu?

1 komentar:

  1. Numpang komentar, bukan ZETAN, tapi SETAN. Hahaha. Btw, sudah ke Bulan sendiri ?

    BalasHapus