Sepulang dari tanah suci, semakin mantap mengobati pasien

Ustadz Haryono, ketika mengobati pasiennya
Susilawati, gadis ayu asal Semarang, ternyata menderita penyakit kanker rahim. Beberapa bulan terakhir, Susi sering merasa ada keanehan di perutnya, tapi itu dianggapnya biasa, mungkin sakit maag. Namun setelah diperiksa ke dokter, ternyata itu penyakit kanker. Bahkan kata dokter, kanker itu harus segera dioperasi dan diangkat dengan rahimnya sebelum menjalar kemana-mana. Berarti Susi tidak akan punya rahim, dengan demikian ia tidak mungkin punya keturunan. Masya Allah.

Usahapun dilakukan Susi untuk kesembuhan, apalagi kakaknya adalah seorang dokter di Semarang. Namun betapa hancurnya hati Susi, sebab semua dokter menyarankan agar Susi segera dioperasi dengan rahimnya. Itu dilakukan agar nyawa Susi dapat tertolong. "Ya Allah berilah petunjuk pada hamba-Mu ini."

Ditengah risaunya hati Susi, dia dikejutkan oleh kabar kawannya dari Jakarta, ada seorang di Bekasi yang dapat menyembuhkan penyakit Susi tanpa melalui operasi. Tanpa membuang waktu lagi, dua hari setelah itu, ia langsung ke Bekasi untuk menemui paranormal yang ternyata adalah Ustadz Haryono. Sesampainya di rumah Ustadz Haryono, Susi langsung mendapat penanganan intensif. Prosesi penyembuhan segera dilakukan. Dan karena kanker Susi masih utuh (belum dioperasi), maka proses penyembuhan pun berjalan lebih lancar. Hasilnya, Alhamdulillah, Susi sembuh setelah dua minggu mendapat penanganan Ustadz Haryono. Virus kanker yang diderita Susi mati total, dan rahimnya tidak harus diangkat.

Diperoleh keterangan dari Susi, dua tahun lalu ia pernah menggugurkan kandungannya. Saat itu Susi hamil, sementara lelaki yang menghamilinya enggan bertanggung jawab. Maka untuk menghindari malu ia menggugurkan kandungannya. Menurut Ustadz Haryono pengguguran itu membawa dampak yang sangat buruk bagi Susi. "Banyak wanita yang datang pada saya mengadukan masalahnya, ada yang hidupnya sial terus, ada yang sulit jodoh, sulit hamil, ada juga yang keluarganya tertimpa musibah terus. Setelah saya selidiki, ternyata wanita tersebut sebelumnya pernah menggugurkan kandungan atau ada anggota keluarganya yang pernah menggugurkan kandungan. Jadi mereka terkena kutuk janin yang digugurkan," tegas Ustadz Haryono. "Saran saya lebih baik mencari solusi yang lebih baik daripada menggugurkan kandungan."

Teknik pengobatan Ustadz Haryono terhadap Susi memiliki metode tersendiri. Penyakit susi dialihkan ke kambing. Kemudian kambingnya ditukar dengan makanan lalu digunakan untuk mengadakan do'a bersama untuk Susi. Hal ini sebenarnya mengandung makna supaya penyakit yang diderita Susi segera disembuhkan Allah. Selain penyakit kanker, Ustadz Haryono juga sering menangani pasien yang berpenyakit tumor, liver, (hepatitis) atau penyakit lain yang tidak jelas penyebabnya, seperti penyakit yang dialami oleh Robby cucu seorang Jenderal di Jakarta. Mata Robby sebelah kanan membengkak, bahkan nyaris keluar. Awalnya memang hanya kecil saja, sebesar tahi lalat.

Penyakit Robby ini ternyata tidak wajar, artinya ada penyakit yang memang dibuat orang untuk menyakiti orang tua Robby. Tapi Alhamdulillah setelah mendapat penanganan Ustadz Haryono, Robby pun berangsur sembuh. Mata yang sebelumnya membengkak sedikit demi sedikit kembali mengecil hingga pada akhirnya sembuh total. Sebagian ungkapan rasa syukur kepada Allah, orang tua Robby mengadakan selamatan dan do'a bersama di rumahnya. "Ini juga sebagai isyarat bahwa seseorang harus lebih banyak berderma. Karena dari sekian banyak rejeki yang kita miliki terselip hak fakir miskin dan anak yatim," jelasnya.

Pada musim haji tahun 2002 yang lalu, Ustadz Haryono juga menunaikan ibadah hajinya yang ke-8. Di tanah suci, tepatnya di Hijir Ismail, Ustadz Haryono selalu mendo'akan pasien-pasiennya agar selamat dan sukses. Hijir Ismail dipercaya sebagai tempat paling mustajab di muka bumi, bahkan do'a apapun yang dipanjatkan disana akan dikabulkan, termasuk do'a minta selamat, sembuh, sukses bahkan minta kekayaan dan kejayaan akan dikabulkan oleh Allah.

Akkhir-akhir ini Ustadz Haryono juga banyak dikunjungi pasien dari Mancanegara, seperti malaysia, Singapura, Saudi Arabia, Pakistan dan lain-lain. Bahkan sebuah keluarga dari Pakistan semua berobat pada Ustadz Haryono. Awalnya keluarga Pakistan ini punya kerabat di Kedubesnya di Jakarta, ia kena penyakit tumor. Tapi Alhamdulillah dapat disembuhkan oleh Ustadz Haryono. Selanjutnya seluruh keluarga pun berobat dan minta 'dibersihkan' dari bala oleh Ustadz Haryono.

0 Response to "Sepulang dari tanah suci, semakin mantap mengobati pasien"

Posting Komentar