Senin, 09 Mei 2016

Terapi pengobatan dengan merendam di air dingin

Terapi air
Ilustrasi

Terapi pengobatan dengan cara merendam badan dan anggota tubuh lainnya di air yang dingin

Syarat-syarat Umum
Merendam badan di air yang dingin, disyaratkan badan harus dalam keadaan hangat. Dan apabila sudah selesai berendam, maka seluruh badan harus langsung dikeringkan. Maka dari itu, bagi orang yang menggunakan cara ini, dianjurkan pada waktu pagi setelah bangun dari tidur, karena pada saat itu, badan masih dalam keadaan hangat.

Oleh karena itu, segala sesuatu yang diperlukan untuk persiapan berendam, hendaklah sudah disediakan semua terlebih dahulu, karena dikawatirkan ketika badan masih dalam keadaan hangat, kemudian pakaian dilepas, maka lama-kelamaan akan menjadi kedinginan, sebab setelah pakaian dilepas, masih harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.

Apabila suhu panas badan sudah menurun, maka harus dipanaskan kembali. Adapun caranya, dengan berjalan-jalan atau olahraga. Tidak apa-apa jika ada orang yang berendam diri di air dingin, padahal badannya dalam keadaan berkeringat, asal tidak sampai bercucuran. Sedangkan ketika merendam badan yang dalam keadaan seperti di atas, dianjurkan diperpendek dari yang biasanya, dan setelah berendam, tidak perlu dikeringkan dengan kain atau handuk, akan tetapi cukup diusap dengan tangan saja.

Setelah berendam, hendaklah cepat-cepat berpakaian dan tidur lagi di ranjang, agar badan kembali memanas, atau dengan cara lain, misalnya berjalan-jalan atau berolahraga ringan, yang kiranya dapat meningkatkan suhu panas badan.

Sedangkan apabila air yang untuk berendam badan itu sudah mulai berkurang panasnya, maka manfaat yang diperoleh jelas lebih baik. Akan tetapi yang lebih baik lagi adalah menggunakan air dari keran secara langsung atau air sumur. Panas air yang digunakan untuk berendam badan adalah antara 8-15 derajat sentigrad, jangan sampai kurang, bahkan bagi orang yang tidak cocok menggunakan air dingin, jangan sekali-kali menambahnya dengan air hangat atau panas, karena hal itu akan mengurangi manfaatnya.

Bagi orang yang tidak cocok menggunakan air dingin, ada cara khusus (sendiri), yaitu dengan cara merendam sebagian badannya, tidak perlu merendam semua badannya. Apabila tidak dengan cara begitu. maka cukup dengan mengurangi masa (lama) berendam. Tidak boleh merendam di air dingin setelah menyantap makanan . Selain dari itu, tidak diperbolehkan juga dua jam setelah makan siang atau pagi. Sedangkan lama berendamnya, dilakukan dalam tempo pendek, tidak melebihi antara 6-20 detik.

Merendam Semua Anggota Badan di Air Dingin
Cara merendam semua anggota badan, yaitu hendaklah anda mengisi bak mandi, kira-kira hingga mencapai tiga perempatnya. Kemudian lepaskan pakaian, lalu masuk ke bak mandi dengan cara mendahulukan kedua telapak kakinya. Lalu diamlah di dalamnya, kemudian basuhlah tangan, dada, perut, dan dua paha dengan cepat. Setelah itu, basuhlah punggung, pundak dan kedua tangan. Yang demikian itu hendaklah dilakukan  sampai beberapa kali, sehingga air dapat membasahi sekujur badannya, kecuali kepala. Lalu rendamlah badan di dalam air, dan pijat-pijatlah anggota badan secara merata dengan dua telapak tangan. Sesudah itu, keluarlah dari bak air, kemudian usaplah air yang membasahi badan dengan kedua tangan, sampai air yang berada di badan telah hilang. Setelah itu, cepat-cepat ambil pakaian dan berbaringlah di tempat tidur, berjalan-jalan atau berolahraga secara ringan. Hal itu dilakukan, agar panas (kehangatan) badan dapat pulih kembali. Sedangkan lama waktu yang wajar untuk memanaskan badan, adalah antara 10-30 menit.

Adapun untuk merendam semua anggota badan dengan air di bak mandi, di anjurkan dalam seminggu cukup dilakukan tiga kali. Ketika badan dalam keadaan panas yang sangat tinggi, di mana seseorang bisa jadi berakibat tidak sadarkan diri, maka hendaklah merebus air yang panasnya sampai mencapai 18-25 derajat Celsius, lalu rendamlah badan selama 5-8 menit. Cara yang demikian itu dapat menurunkan panas, menenangkan pikiran yang kacau, meredakan kembali saraf-saraf yang kusut dan dapat digunakan untuk merangsang rasa ingin tidur (bagi orang yang merasa sulit untuk tidur).

Merendam Separo Anggota Badan di Air Dingin
Cara merendam separo anggota badan, maka mula-mula tuangkan air ke dalam bak mandi hingga separo dari bak tersebut terpenuhi. Kemudian masuk dan duduklah di dalamnya, walaupun hal itu dilakukan secara perlahan-lahan. Dalam keadaan demikian, pijatlah paha dan betis dengan kedua tangan anda, lalu ambilah air dengan ciduk dan tuangkan pada kedua belikat dan punggung, kemudian pijat pula dada dan perut anda. Selama di dalam bak, upayakan agar badan selalu bergerak, jangan sampai berhenti, walaupun sebentar. Sesudah dirasa cukup dalam berendam, maka keluarlah dan seka air yang ada di badan dengan kedua telapak tangan, kemudian segera ambil pakaian untuk untuk dikenakan.

Selesai mengenakan pakaian, usahakan panas badan anda pulih kembali, baik dengan cara bergerak-gerak di tempat tidur, berolahraga ringan atau berjalan-jalan di sekitar rumah. Dengan upaya seperti yang disebutkan tadi, maka hal itu dapat bermanfaat sebagai langkah pertama untuk memperkuat badan yang lemah dan mengembalikan tenaga yang telah terkuras serta dapat bermanfaat untuk mengurangi ketegangan saraf. Adapun terapi dengan cara berendam setengah badan ini, dapat kita lakukan antara 2-3 kali dalam seminggu.

Merendam Anggota Badan di Air Dingin dengan Cara Duduk di Atas Bak
Merendam anggota badan dengan cara duduk di atas bak air, adalah dengan menggunakan bak yang bisa tahan digunakan untuk duduk, tidak pecah dan hendaklah khusus digunakan untuk berendam. Apabila tidak medapatkannya, maka bisa juga menggunakan tempat (wadah) yang dapat digunakan berendam, yaitu diduduki dan air rendamannya dapat sampai ke perut, sedang kedua betis berada di luar bak.

Bagi orang yang sedang berendam, sebaiknya selalu menggerak-gerakkan badannya dengan cara memijat kedua paha, perut, dan pinggul dalam keadaan terendam di dalam air tersebut. Adapun manfaat daripada merendam setengah dari anggota badan dengan cara duduk di bak, dapat menguatkan usus halus, menambah stamina dan menstabilkannya, agar dapat berfungsi dengan baik, menghilangkan rasa sulit buang air besar, seperti halnya bermanfaat juga untuk kesehatan indung telur dan rahim wanita, dapat menghilangkan cairan putih yang biasa keluar dari rahim wanita, serta dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan penyakit bawasir.

Cara seperti di atas, dapat digunakan setiap hari. Jika tempo yang digunakan untuk duduk di atas bak itu lebih lama, maka kesehatan dan penyembuhan beberapa penyakit akan lebih banyak.

Merendam Kedua Tangan di Air Dingin
Adapun cara merendam kedua tangan di air dingin, maka persiapkan bak untuk merendam, lalu di isi dengan air dingin, yang kira-kira dapat digunakan untuk merendam kedua tangan. Pertama kali yang harus dilakukan, adalah memasukan ujung jari sampai kedua sikut.

Agar terasa lebih santai dan dapat dinikmati, maka letakkan bak tersebut di atas kursi dan sebaiknya anda duduk di kursi lain, lalu rendam lah tangan anda. Dengan demikian, anda tidak perlu berdiri atau membungkukkan badan. Di samping itu, dengan cara tersebut anda dapat bernapas dengan baik, selama merendam kedua tangan. Adapun suhu untuk merendam kedua tangan, seyogianya air lebih hangat sedikit daripada untuk merendam badan bagian lain.

Ketika merendam kedua tangan, usahakan jangan terlalu banyak menggerakan kedua tangan dan anggota badan. Selain dari itu, harus dalam keadaan tenang. Akan tetapi, jika yang direndam itu selain dari tangan, maka tidak apa-apa bila melakukan gerakan yang banyak.

Merendam Kedua Telapak Kaki di Air Dingin
Cara merendam kedua telapak kaki, adalah cukup dibuatkan sebuah kolam kecil, yang memungkinkan dapat digunakan untuk menggerakan kedua telapak kaki dengan bebas. Selain dari itu, dapat digunakan untuk merendam kedua telapak kaki sampai pertengahan lutut. Adapun lama waktu untuk melakukannya, adalah kurang lebih 20 detik. Sedangkan ketika melakukan hal seperti itu, usahakan agar jari-jari tangan dapat memijat-mijat jari kaki dan telapak kaki memijat telapak kaki yang lain secara bergantian.

Sesudah melakukan terapi sebagaimana di atas, maka kedua telapak kaki cepat-cepat diangkat, dan hendaklah air yang masih ada di kaki diseka dengan telapak tangan, kemudian ambil kaus kaki dan pakailah seketika. Setelah itu, seyogianya diusahakan telapak kaki cepat kering dan kondisi badan berubah menjadi hangat. Cara seperti di atas dilakukan paling sedikit 10 menit.

Kolam untuk Berendam Telapak Kaki dengan Air Dingin
Kolam yang digunakan merendam kedua telapak kaki dengan air dingin, mempunyai manfaat yang sama dalam segi pengobatan dengan teori di atas. Dalam hal ini, kita juga dapat menggunakan bak air biasa dengan cara mengisi air dingin secukupnya, asal dapat untuk merendam kedua kaki. Setelah itu, kita masukkan kedua kaki secara telanjang, tidak memakai sandal (alas kaki) ke kolam tersebut.

Pada saat merendam kedua kaki itu, boleh melakukan dengan cara berjalan-jalan di kolam atau bolak-balik ke sana kemari dengan langkah pendek, dan usahakan ketika berjalan, agar mengangkat salah satu dari kedua telapak kaki di atas permukaan air. Lakukan yang demikian itu secara bergantian. Sesudah melakukan cara yang demikian itu, dianjurkan supaya menyeka air yang ada di kaki dengan telapak tangan, tidak perlu menggunakan kain penyeka, lalu kenakan kaus kaki dan hangatkan kdua telapak kaki dengan cara berjalan-jalan dalam tempo 10 menit.

Berendam di kolam dengan air dingin seperti yang dijelaskan di atas, dapat meredakan sakit kepala, terutama kepala pusing dan menghilangkan rasa letih di badan karena tenaga banyak terkuras. Adapun atas orang yang telapak kakinya rata dan semua telapak kakinya menyentuh ke tanah, maka seharusnya merendam telapak kakinya setiap hari.

Mengenai telapak kaki yang biasa, adalah mempunyai lekuk di tengah seperti kubah. Sedangkan orang yang mempunyai telapak kaki rata, dan kemungkinan besar tidak dapat merendam telapak kakinya di kolam air secara rutin, maka hendaklah dia berjalan di atas tanah yang berumput. Akan tetapi, hal itu harus dikerjakan ketika air embun pagi masih berada di rerumputan. Apabila tempat yang banyak rumputnya itu sangat jauh tempatnya dari rumah, maka dapat diganti dengan berjalan di atas salju.

Agar dapat membawa manfaat yang lebih banyak, maka lakukanlah pada setiap pagi dengan kaki telanjang, yaitu tidak menggunakan kaus kaki, sepatu, atau sandal. Cara yang demikian itu lebih baik lagi jika dilakukan pada waktu subuh setelah bangun dari tidur, karena kedua kaki masih dalam keadaan hangat.

Melakukan cara yang demikian itu, yakni berjalan-jalan di atas rerumputan, di anjurkan dalam tempo yang sedang saja, tidak terlalu lama dan tidak cepat-cepat selesai, yaitu cukup dengan lima puluh kali langkahan yang sedang.

Merendam Wajah dengan Air Dingin
Merendam wajah dengan air dingin, kebanyakan digunakan sebagai penyembuh sakit hidung tersumbat karena banyak ingus atau lainnya. Mungkin juga disebabkan penyakit pilek yang kronis, terlalu banyak ingus yang dikeluarkan atau luka pada lubang hidung bagian atas, yang dekat dengan dahi. Cara merendam wajah dengan air dingin tersebut, dapat juga untuk menyembuhkan tulang rahang yang nyeri.

Adapun cara merendam wajah, adalah siapkan ember dan isilah sampai penuh dengan air dingin. Sesudah semua siap, lalu rendamlah wajah pada air tersebut. Ketika melakukan merendam wajah, usahakan agar mata dikedip-kedipkan. Hal itu hendaklah dilakukan berulang kali. Mungkin untuk pertama kalinya, mata terasa sepat dan panas, akan tetapi nantinya rasa itu akan hilang sendiri sedikit demi sedikit, karena dilakukan berulang kali.

Sesudah 20 detik atau kurang dari merendam wajah, menurut kemampuan sendiri, maka wajah boleh diangkat dari air untuk menarik napas yang dalam dan menghirup oksigen sebanyak mungkin. Sesudah itu, hendaklah diulang kembali merendamkan wajah ke air tadi. Cara yang demikian itu boleh dilakukan sebanyak 5-6 kali. Sesudah direndam, wajah lalu dibersihkan dengan handuk kering, lalu cari tempat yang hangat untuk beristirahat sebentar, tapi jangan sampai banyak angin yang tertiup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar