Berilah anak gaji agar belajar mandiri

Menabung
Saat ingin mengajarkan investasi ke anak, pertanyaan pun muncul. Anak-anak berinvestasi menggunakan uang dari mana? Mereka saja masih mengandalkan uang dari orangtua, dan selama ini hanya terbiasa memakai uang. Jawabannya, berikan anak gaji. Membiasakan anak berinvestasi ternyata memiliki tahapan-tahapannya. Pertama, anak harus memiliki gaji atau pemasukan. Lalu, anak harus belajar mengelolah atau membelanjakan uang yang sekaligus belajar menabung, barulah ia berinvestasi.

Pola itu sudah dilakukan pengamat ekonomi yang juga staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi. Pemasukan anak-anaknya diperoleh dari perilaku baik yang dilakukannya. "Saya memberikan bintang terhadap hal-hal baik yang dilaksanakan. Bintang itu dikumpulkan dan nanti dihitung 1 bintang setara Rp 10.000. Misalnya, membantu membereskan rumah mendapatkan dua bintang, belajar intensif juga dua bintang. Itu dikumpulkan nanti bisa ditukarkan uang, ditabung, dan kemudian dibelikan sesuatu yang diinginkan," tuturnya.

Uang-uang yang diterima anaknya pun diarahkan untuk ditabung. Anak-anaknya memiliki celengan dan rekening tabungan di Bank. Tabungan itu diibaratkan investasi bagi mereka untuk mengumpulkan uang demi membeli hal yang diinginkan tetapi dananya belum mencukupi untuk saat itu. Bagi dia, itu adalah konsep sederhana untuk mengajarkan anak memiliki pendapatan, mengatur pengeluaran, menabungkannya, dan menginvestasikan jangka panjang supaya tujuan tercapai. Ia pun mengarahkan supaya tujuan investasi diarahkan pada kebutuhan yang produktif supaya memiliki pertambahan nilai.

Ia mengatakan, dari prinsip ekonomi, cara menabung tidak terlalu "menguntungkan" karena bunganya yang relatif kecil. Tetapi, paling tidak, anak-anaknya akan belajar menghimpun dana dalam jangka panjang dan mengatur pola konsumsi hariannya.

"Mengajarkan produk-produk investasi mungkin nanti saja saat SMA. Di usia SD sekarang, saya lebih banyak mengajarkan kepercayaan diri dan diarahkan ke marketing. Mereka saya latih untuk berani menjual sesuatu di acara-acara tertentu dan di pusat-pusat keramaian. Mereka harus belajar melakukan kegiatan produktif yang menghasilkan uang, sehingga dalam jangka panjang akumulasinya dapat digunakan untuk investasi," tuturnya.

Membentuk Kebiasaan
Dalam perencana keuangan, mengelolah uang memang harus dilakukan sejak kecil supaya menjadi kebiasaan. Kebiasaan dibentuk melalui pengolaan uang dari manapun sumbernya. Mencontohkan uang jajan yang rutin diberikan ke anak setiap harinya. Sejak diberikan uang jajan pada usia SD, anak-anak harus diajarkan bagaimana mengolahnya dan sekaligus menyisihkannya untuk ditabung.

Sejak dini, anak-anak harus diajarkan bahwa duit jajan adalah 'gaji' mereka. Selain itu, misalnya, saat lebaran mendapatkan angpao, itu harus dianggap tunjangan hari raya bagi anak-anak. Jadi, saat anak-anak mendapatkannya, ajak anak berbicara untuk sama-sama menghitung dan tanyakan peruntukannya. Kalau dididik sejak kecil, akan terbawa sampai dewasa.

Oleh karena itulah, orangtua harus mengajarkan sekaligus mencontohkan. Orangtua juga harus memperlihatkan bagaimana cara mereka mengelolah uang gajinya, menabung, dan kemudian menginvestasikannya. Anak-anak yang semakin kritis tidak akan mau menabung, apalagi berinvestasi, bila tidak melihat orangtuanya melakukan itu.

Untuk itu, menyarankan orangtua untuk menghitung nominal uang jajan dengan baik supaya anak masih bisa menabung. Dan, tentunya anak harus diajarkan mengelolah uangnya supaya dia terbiasa menyisihkan uang jajan untuk ditabung. Itu semua merupakan dasar pengajaran investasi pada anak.

Manfaatnya, saat anak-anak sudah memahami konsepnya, mereka tidak akan menjadi anak yang konsumtif. Dia akan menjadi anak yang memiliki pendirian dalam mengelolah uang. Saat teman-temannya membeli barang, dia akan berpikir apakah dia membutuhkannya atau tidak, dia tidak akan asal ikut-ikutan. Bila prosesnya terus berjalan, anak-anak kita akan memiliki kemapanan ekonomi di usia yang muda.

0 Response to "Berilah anak gaji agar belajar mandiri"

Posting Komentar