Sabtu, 06 Agustus 2016

Indahnya menikmati cappadocia dari udara

Balon udara

Kota Cappadocia atau dalam bahasa Turki, Kapadoknya, terletak di pusat wilayah Anatolia yang dipenuhi lembah, ngarai, dan formasi bebatuan unik yang terbentuk akibat hujan dan angin yang mengikis permukaannya selama ribuan tahun silam. Sungai-sungai yeng meluap membanjiri lereng bukit serta angin kencang mengikis formasi geologis batuan menjadi lapisan-lapisan yang menghasilkan bentuk aneh yang disebut dengan fairy chimney atau corobong peri dalam ragam rupa seperti jamur, runcing, topi, dan kerucut.

Mata masih terasa berat saat alarm saya berbunyi pukul 03:00. Setelah memakai perlengkapan untuk siap-siap menghadapi udara dingin, mobil jemputan kami dari perusahaan balon udara, Kapokya Ballon, datang pukul 05:00. Di luar hotel, suasana masih gelap dan angin dingin perlahan-lahan mulai terasa di sekujur tubuh. Untung saya sudah siap dengan jaket dan syal tebal. Wisata balon udara di Cappadocia sayang jika dilewatkan. Perjalanan kami tidak langsung ke tempat balon udara, tetapi ke tempat sarapan pagi terlebih dahulu, kurang lebih 15 menit perjalanan dari hotel.

Tempat sarapan pagi ternyata adalah suatu ruangan yang cukup besar dan dipenuhi turis mancanegara. Semua operator balon udara menyediakan sarapan pagi terlebih dahulu sebelum naik balon udara. Jenis sarapan paginya juga berbeda-beda. Ada yang standar seperti roti, teh, dan kopi saja. Ada juga yang lebih berat, seperti bufet, bergantung pada bujet anda masing-masing. Selesai sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke tempat balon udara sesungguhnya. Tempatnya agak jauh dari pusat kota. Kurang lebih 15 menit perjalanan, kami tiba di suatu lapangan luas.

Tiba di tempat, ada dua balon udara yang masih kempes. Pertama-tama, balon dalam posisi tanpa udara, ternyata ukuran balonnya besar sekali. Baloh-balon ditiup terlebih dahulu dengan kipas angin besar dan jika sudah terisi dengan udara, petugas akan membakar gas helium sampai balon mulai berdiri tegak di atas keranjang. Keranjang penumpang di dalam balon bisa menampung kurang lebih 30 orang, dengan dibagi 4 sekat. Sekat tengah khusus diisi oleh petugas yang menerbangkan balon dan dipenuhi tabung helium di sekelilingnya.

Untungnya, di sekat saya hanya berisi empat orang yang ramping-ramping sehingga saya tidak perlu berdempet-dempetan. Jika tidak ingin berdempet-dempetan, anda bisa membayar lebih mahal, bahkan jika ingin berdua juga bisa, tetapi tentu harganya lebih mahal lagi. Untuk naik ke dalam keranjang yang cukup tinggi, disediakan tangga kecil sehingga kita bisa setengah memanjat masuk ke keranjang. Beberapa ibu susah payah naik ke keranjang. Untuk mengikuti wisata ini sebaiknya menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman, tetapi juga sedikit tebal karena suhu yang dingin. Untung saya pakai sepatu keds.

Setelah semua penumpang lengkap berada di dalam keranjang, petugas mulai menambah gas helium ke balon udaranya sehingga perlahan-lahan mulai naik. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Dari kejauhan, beberapa balon udara juga mulai naik. Ada balon yang warna-warni, ada yang bertuliskan iklan maskapai penerbangan. Semua berterbangan ke udara. Saya cukup beruntung karena cuaca pagi bagus dan memungkinkan balon udara naik. Jika cuaca buruk atau berangin, biasanya, demi alasan keamanan, balon udara akan dibatalkan penerbangannya.

Setelah naik beberapa meter, saya melihat beberapa balon udara mulai turun dan kelihatannya turun cukup dratis. Saya sempat ciut juga membayangkan bagaimana landing-nya balon kami nantinya. Petugas balon udara terus melaporkan ketinggian dan situasi tekanan udara dengan base camp melalui walkie talkie-nya. Semua dilakukan dengan profesionalisme tinggi. Menurut petugas balon udara, ketinggian maksimum yang dicapai balon udara hanya diperbolehkan sampai 800 m, tidak boleh lebih dari itu untuk alasan keamanan.

Keindahan lanskap Cappadocia memang paling tepat jika dinikmati dari atas balon udara, terutama jika anda ingin mengambil foto-foto dengan angle terbaik, wisata balon udara adalah pilihan terbaik. Ditambah juga bertepatan dengan matahari terbit. Sungguh pengalaman yang menakjubkan.

Perjalanan balon udara selama satu jam membawa kami mengitari daerah-daerah unik di Cappadocia. Ada fairy chimneys dengan bentuknya yang unik, lembah bebatuan dengan bentuk kerucut yang berbaris rapi seakan-akan saya merasa berada di negri dongeng. Saat balon udara turun agak rendah, saya dapat melihat rumah-rumah bebatuan dengan jendelanya yang terpahat tak beraturan. Bahkan, masih nampak rumah yang memiliki pekarangan rumput buatan di halaman belakangnya, sungguh unik dan lucu. Kami pun saling bergantian di dalam sekat kecil kami untuk mengambil posisi terbaik untuk berfoto.

Momen Menegangkan
Setelah kurang lebih satu jam, balon udara perlahan-lahan turun dan petugas mulai memberikan aba-aba untuk landing position. Serentak kami semua mulai berjongkok dan memegang tali pengaman yang ada di depan kami. Setelah lewat 5 menit, kami mulai bertanya-tanya kok enggak turun-turun ya balonnya. Ternyata petugas hanya melakukan simulasi untuk memastikan kami paham maksudnya. Ya ampun gusti!

Akhirnya, momen pendaratan sesungguhnya tiba, dari kejauhan kami melihat mobil pikap yang terus mengejar balon udara untuk posisi landing-nya. Petugas, sopir balon udara kami semakin intens berbicara melalui walkie walkie. Tampaknya berkoordinasi dengan teman-temannya di dalam mobil. Semua dilakukan dengan bahasa Turki sehingga saya hanya bisa menebak-nebak. Akhirnya, si sopir balon udara mencari posisi landing di daerah yang terpencil dan cukup luas untuk dapat mendarat.

Saat mendarat merupakan momen yang menegangkan, tampak beberapa petugas telah bersiap-siap di lapangan. Ada petugas yang bertugas memegang tali panjang untuk menarik agar balon jangan bergerak naik kembali dan dibantu oleh petugas lainnya yang menarik balon dari sisi sebelahnya sampai posisi balon sudah mulai mengecil atau kempes. Pendaratan pun berhasil dan hanya menimbulkan guncangan kecil. Semua penumpang bertepuk tangan untuk pendaratan yang sukses.

Acara berikutnya dimeriahkan dengan meminum champange bersama. Jika anda tidak minum alkohol, tersedia juga jamuan anggur nonalkohol dan snacks kecil. Kami pun bersulang untuk penerbangan yang sukses dan masing-masing peserta wisatawan balon udara menerima sertifikat dari perusahaan balon udara. Jika ingin mengabadikan momen selama satu jam berada di atas balon udara, peserta dapat juga membeli rekaman video yang disediakan.

Memilih operator udara bukanlah hal mudah karena selain harga yang bersaing, pelayanan yang diberikan pun hampir mirip. Saran saya, jika anda ingin memilih operator balon udara, pilihlah perusahaan yang sudah memiliki rekam jejak (track record) keamanan yang terjamin. Beberapa info yang saya dapatkan, ada juga perusahaan yang tidak terlalu mahal tarifnya, tetapi keamanannya kurang terjamin dan pilotnya kurang memberikan penjelasan untuk tempat-tempat yang dilewati sehingga kita tidak mendapat informasi penuh mengenai tempat-tempatnya. Biaya untuk naik balon udara ini cukup mahal sekitar 200-250 dolar AS (Rp 2,6 juta-Rp 3,3 juta) per orang. Akan tetapi, pengalaman yang didapatkan tidak bisa tergantikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar