Selasa, 16 Agustus 2016

Ketika dada berdebar membuat anda stroke

Penyakit stroke
Apakah anda pernah mengalami dada berdebar? Mungkin setelah naik tangga lima lantai karena lift di tempat kerja anda rusak atau saat bertatapan dengan si dia yang sangat anda kagumi? Banyak dari kita mengalami dada berdebar dan menganggap enteng, tetapi pernahkah anda berpikir bahwa berdebar tersebut adalah tanda dari penyakit jantung?

Penyakit jantung telah menjadi momok bagi masyarakat di berbagai belahan dunia. Penyakit jantung koroner atau yang lebih populer dengan serangan jantung adalah salah satu penyakit jantung yang umum dikenal oleh kalangan awam. Belum banyak yang mengetahui penyakit jantung lainnya, seperti gangguan irama jantung atau dalam bahasa medis disebut aritmia. Gangguan irama ini akan dirasakan oleh mayoritas orang sebagai dada berdebar. Jenis aritmia yang paling sering dijumpai adalah fibrilasi atrium (FA). Sekitar 3,5 juta penduduk di Amerika Serikat dan 4,5 juta penduduk di Uni Eropa menderita FA dan jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat setiap tahunnya.

Risiko Penyakit Stroke
Jantung manusia terdiri atas empat ruang, yaitu dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik). Atrium akan memompakan darah menuju ventrikel dan dari ventrikel darah akan dipompakan ke seluruh tubuh. Fungsi pompa atrium dan ventrikel tersebut berjalan secara sinkron. Fibrilasi atrium adalah kondisi ketika atrium berkontraksi secara tidak beraturan, umumnya cepat, bahkan dapat dikatakan kacau.

Gangguan kontraksi itu menyebabkan jumlah darah yang dipompakan ke ventrikel menjadi berkurang dan darah akan menumpuk di atrium. Darah yang terletak di atrium rentan menjadi bekuan darah. Bekuan darah tersebut bila dipompakan keluar dari jantung dapat menyumbat pembuluh darah pada berbagai organ. Sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah otak dapat mengakibatkan stroke.

Penderita FA memiliki risiko empat sampai lima kali lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan dengan populasi secara umum. Suatu risiko yang cukup fatal lantaran stroke bukan hanya menyebabkan kematian, tetapi juga kecacatan dan penurunan kualitas hidup penderitanya.

Prevalensi
Prevalensi FA meningkat dengan bertambahnya usia dan bervariasi mulai dari 1 di antara 200 orang berusia di bawah 60 tahun sampai 9 di antara 100 orang berusia di atas 80 tahun. Selain usia faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya FA adalah kelainan struktural jantung (hipertensi, penyakit katup jantung, penyakit jantung koroner), penyakit paru-paru, kelainan tiroid, dan obsesitas.

Kondisi-kondisi tersebut mengakibatkan perubahan dari sel-sel atrium menjadi lebih kaku sehingga mengganggu penghantaran listrik jantung yang normal. Listrik jantung normalnya berasal dari nodus sinus, suatu sel di atrium kanan yang berfungsi mengeluarkan impuls listrik untuk diteruskan secara teratur ke atrium kemudian ke ventrikel. Impuls listrik itu mengakibatkan atrium dan ventrikel berkontraksi secara sinkron.

Pada FA, impuls listrik diambil alih oleh sel-sel atrium yang telah mengalami perubahan tersebut. Timbulnya banyak impuls listrik di atrium ini mengakibatkan kontraksi atrium menjadi tidak beraturan dan inefektif. Keluhan yang sering dialami penderita FA adalah dada berdebar, yang pada beberapa literatur disebutkan seperti drum yang ditabuh di dada. Gejala lain yang dapat timbul adalah pusing, hampir pingsan, sesak napas, dan mudah lelah. Pada sebagian orang, FA dapat tidak bergejala.

Enam Puluh Detik
Gejala yang tidak spesifik dan bahkan tanpa gejala membuat diagnosis FA sering terlewat. Cara mudah dan sederhana seperti memeriksa denyut nadi dapat membantu mendeteksi FA secara dini. Denyut jantung yang tidak beraturan dapat dirasakan melalui denyut nadi pada pergelangan tangan kita.

Letakkan tangan kiri anda dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas, kemudian tempatkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan pada pergelangan tangan kiri yang seisi dengan ibu jari kiri. Anda akan merasakan denyut nadi dari pembuluh arteri radialis. Luangkan waktu selama satu menit untuk memeriksa denyut tersebut. Hitunglah jumlah denyutnya dan perhatikan apakah denyut tersebut teratur atau tidak. Bila denyut anda tidak teratur, segera periksakan diri anda ke dokter. Diagnosis FA dapat ditegakkan dengan bukti objektif berupa rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG).

Tujuan pengobatan FA adalah mengontrol denyut jantung dan mencegah terjadinya bekuan darah. Bekuan darah pada atrium yang meningkatkan risiko stroke dapat dicegah dengan pemberian obat pengencer darah. Obat tersebut dalam kondisi tertentu dapat mengakibatkan perdarahan sehingga penggunaannya harus melalui pertimbangan antara manfaat dan risiko yang dapat timbul serta memerlukan pemantauan yang ketat.

Bila anda memiliki gejala dan kondisi yang sesuai dengan FA, luangkan waktu untuk memeriksa denyut nadi anda dan berkonsultasilah dengan dokter. Pedulilah dengan kesehatan jantung anda sejak dini. Semoga saja berdebar itu hanya karena anda bertabrakan dengan si dia saat keluar dari lift.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar