Rabu, 03 Agustus 2016

Koi dan arwana adalah ikan termahal di dunia

Ikan Koi 

Ikan Koi

Seputar ikan paling mahal di dunia, sudah pasti koi menjadi salah satu di antaranya. Laman worldsrichpeople menuliskan, ikan koi paling mahal diketahui terjual seharga 2,3 juta dolar AS atau setara dengan Rp 28,8 miliar. Tak disebutkan pembeli dan lokasi transaksi terjadi. Yang pasti, koi bernilai tinggi karena masa hidupnya yang panjang. Koi tertua sempat ditemukan mencapai usia 230 tahun di Jepang. Hal itu juga yang menyebabkan memelihara koi termasuk salah satu upaya investasi seseorang.

Seperti dikutip dari koran pikiran rakyat, selain usianya, penampakan koi dengan warnanya yang menawan serta tanda pada siripnya membuat koi layaknya benda seni yang hidup. Oleh karena itu, banyak orang memelihara koi yang mampu menjadikannya dekorasi atraktif di setiap kolam-kolam rumah mereka. Dalam bisnis koi, setidaknya 50.000 ikan koi di breeding setiap tahun. Namun, hanya 50 yang bisa muncul dengan harga fantastis.

Laman guinnessworldrecords pernah menulis, koi sepanjang 76 cm ini pernah memenangi kejuaraan tertinggi nasional Jepang di tahun 1976, 1977, 1979, dan 1980. Dua tahun kemudian, ikan ini terjual seharga Rp 870 juta. Pada bulan maret 1986, ikan khas Jepang ini dimiliki oleh Derry Evans dari Inggris. Namun, ikan berusia 15 tahun ini mati lima bulan setelah diberi Derry yang juga pemilik Kent Koi Centre ini.

Orang awam sulit mengerti mengapa ikan koi begitu berharga. Namun, anggapan itu akan musnah saat mengetahui perjalanan koi sejak nenek moyang hingga sejarahnya. Kehidupan koi bermula sebagai peliharaan di kalangan buruh tani, kemudian naik tingkat hingga kediaman kaisar. Ya, pada mulanya koi seperti ikan lain pada umumnya di Jepang, berakhir di meja makan. Perjalanan koi memang menakjubkan.

Platinum Arowana

Ikan Arwana

Seperti dilihat dari laman The Richest, ikan tropis lain yang juga tercatat berharga mahal adalah platinum arowana alias arwana albino. Nilai ikan itu mencapai Rp 5,2 miliar sehingga saking berharganya, sampai dipasang microchip di tubuhnya ketika menjelang sexual maturity. Tujuannya tentu agar dapat diindentifikasi dan dilacak garis keturunannya.

Warna platinum yang dihasilkan merupakan hasil mutasi genetik yang langka. Saudara sepupu ikan jenis ini antara lain warna merah, warwana hijau, arwana ekor kuning, arwana perak, arwana hitam, serta australian pearl arowana. Ikan ini ditemukan di Amerika bagian selatan, Asia Tenggara, dan Afrika. Ikan-ikan tersebut bisa mencapai panjang 35 inci dan mampu bertahan hidup selama lebih dari 50 tahun. Arwana dianggap membawa keberuntungan dalam budaya Tiongkok. Hal itu dilihat dari sisiknya yang menyerupai koin atau mata uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar