10 Peristiwa penculikan oleh ufo di indonesia

Penculikan ufo
Banyak kasus alien abduction terjadi di luar negeri. Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Ternyata fenomena penculikan manusia oleh alien juga terjadi di sini. Berdasarkan laporan yang masuk di Indonesia, ada sejumlah orang Indonesia yang mengalaminya. Sebagian informasi diperoleh dari laporan langsung para korban kepada BETA- UFO Indonesia, sebagian lainnya diperoleh melalui sumber sekunder seperti buku, surat kabar, majalah dan publikasi melalui internet.

Jenny Randles, penulis buku UFO dari Inggris serta mantan direktur investigasi pada British UFO Research Association (BUFORA) pernah mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya mempunyai beberapa kasus, hanya saja karena tiadanya network atau jaringan, informasi itu tidak sampai ke komunitas UFO di Barat. Data sejumlah kasus yang diduga kuat merupakan kasus penculikan manusia oleh alien. Selain itu terdapat sejumlah kasus penculikan oleh entitas asing lainnya yang merupakan bagian dari kultur Indonesia dan bersifat supernatural, atau disebut sebagai urban legend. Misalnya manusia yang diculik jin atau makhluk halus lainnya, atau kasus manusia yang hilang selama beberapa hari lalu kembali dalam keadaan linglung, serta banyak kasus lainnya yang sampai kini belum dapat dijelaskan.

Berikut kasus-kasus yang diindikasikan merupakan fenomena alien abduction yang terjadi di Indonesia yang dikutip dari majalah ufo indonesia.

1. Kasus Penculikan Pangu, Juli Tahun 1959 
Kasus ini terjadi di pulau Alor pada bulan Juli 1959. Purnawirawan polisi yang waktu itu menjabat sebagai kepala kantor polisi setempat, Alwi Alnadad, melaporkan bahwa seorang anak bernama Pangu yang berumur 6 tahun diculik oleh enam “orang asing”. Rambut mereka putih berombak, sebagian memiliki janggut. Mereka berpakaian biru tua berlengan panjang dan berkrah tinggi, dan bersepatu lars hitam. Mereka juga mengenakan ikat pinggang dan terselipdi sana sebuah tongkat berbentuk silinder berwarna keabu-abuan. 

Pangu diculik dan dilepaskan kembali 24 jam kemudian dalam keadaan linglung di tengah-tengah ladang. Menurut Pangu, tinggi tubuh mereka “Kalah tinggi dengan dokter Jerman yang suka datang kemari”. Ia mengalami sejumlah pemeriksaan medis. Ia juga sempat ditawari makanan oleh tapi ia menolaknya karena tidak mengenal makanan itu.

2. Kasus Penculikan Kak Tut, Tahun 1963 
Peristiwa ini terjadi pada tahun 1963, pada malam hari ketika seorang pria 30an tahun yang dipanggil Kak Tut berangkat ke sawah mencari belut. Waktu itu Gunung Agung sedang meletus. Ketika ia tiba di sawah yang berada di kaki Gunung Batukaru Tabanan, tiba-tiba ia merasa suasana berubah menjadi terang seperti siang. Sepertinya Matahari telah berada pada posisi di atas kepala, padahal ia yakin waktu itu ia dalam keadaan sadar dan tidak tidur. Ia ingat bahwa ia sedang keluar pada malam
hari. 

Beberapa detik sebelum suasana mendadak menjadi terang, ia sempat menyaksikan sebuah bulatan berbentuk oval bercahaya putih terang benderang menyilaukan mata. Ia selalu menyebut bulatan terang tersebut sebagai Taluh Hyang Widi (Telur Tuhan). Bulatan tersebut melayang di atas puncak Gunung Batukaru dan beberapa saat kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju puncak Gunung Agung yang sedang mengeluarkan lahar. 

Menurut Kak Tut, bulatan tersebut lenyap masuk ke kawah Gunung Agung dalam beberapa detik, padahal jarak antara kedua gunung tersebut sangat jauh. Karena hari telah siang, Kak Tut memutuskan untuk pulang tanpa membawa tangkapan belut. Kejadian ini merupakan fenomena missing time atau kehilangan waktu yang lazim terjadi pada peristiwa penculikan manusia oleh alien. Korban tidak dapat mengingat apa yang ia alami ketika mengalami missing time.

3. Kasus Machpud, Tahun 1969
Pada bulan Juni 1969, Machpud, seorang pria berumur 27 tahun, bertemu dengan “seorang wanita asing yang cantik” di Banjar, Jawa Barat. Wanita itu membimbingnya masuk ke rumahnya. Rumah tersebut memiliki satu ruangan yang besar yang dipenuhi dengan cahaya terang yang aneh. Wanita itu lalu mengajaknya untuk berhubungan badan. Machpud lalu pingsan.

Beberapa waktu kemudian, ia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tidak berpakaian oleh seorang pejalan kaki yang melintasi hutan Gunung Babakar. Pakaiannya berserakan di atas sebuah pohon. Peristiwa ini mengindikasikan bahwa Machpud pernah diculik oleh entitas asing. Sepertinya entitas asing itu mengambil contoh spermanya.


4. Kasus Sudjana Kerton, Tahun 1979
 
Seniman (almarhum) Sudjana Kerton yang tinggal di Dago Pakar, Bandung sering menyaksikan piring terbang yang menyorotkan sinar-sinar aneh di rumahnya. Pada suatu malam, ketika sedang tiduran di beranda rumah, ia bermimpi didatangi oleh dua sosok makhluk asing mirip robot. Mereka menyorotkan sinar ke sekujur tubuhnya, sehingga ia mengalami apa yang disebut sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan dalam tidur dimana ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya.

Kedua makhluk itu membimbingnya masuk ke sebuah wahana yang mengambang di atas tanah.Tiba-tiba ia telah berada di sebuah tempat yang seluruhnya berwarna putih. Ia berjumpa dengan empat orang alien berwarna putih yang tinggi tubuhnya kira-kira tiga meter. Mereka mirip orang Mongol, karena memiliki mata sipit yang kedua ujungnya mencuat sedikit ke atas. Mulut mereka tampak sekadar garis tipis yang melintang, hidung berbentuk tajam, dan kepala mereka botak tanpa
ditumbuhi rambut.

Tiba-tiba semuanya menjadi putih dan mendadak ia terbangun. Ia terkejut mendapati kedua kakinya berlumuran lumpur. Lebih terkejut lagi ia melihat ada sejumlah jejak kaki asing di tanah pekarangannya. Kejadian itu diabadikan Sudjana lewat lukisan bertajuk “Mimpi UFO”, dan bekas tapak kaki itu dituang gips dan dicetak. Sayang, setelah disimpan sekian lama, gips berbentuk kaki alien itu kini hilang. "Mungkin terbuang saat studio ini direnovasi, pada 1998," kata Tjandra Kerton, putri Sudjana Kerton, yang juga beberapa kali melihat UFO.

Sudjana Kerton sebenarnya sudah sering melihat UFO sejak 1953, saat ia tinggal di Colorado, AS. Kejadian makin sering dialami saat ia pulang ke Indonesia, pada 1976, dan mendirikan studio Sanggar Luhur. Hasil penglihatannya itu dituangkan dalam lukisan minyak di atas kanvas bertajuk “Kerton Lihat UFO" yang dibuat pada 1978.

5. Kasus Andi Indiyanto, Bandung, Tahun 1992 
Kasus Andi Indiyanto terjadi pada tahun 1992. Ketika berada di Bandung di rumah salah seorang kawannya, ia merasa diambil oleh mahluk asing. Waktu itu ia melihat samar-samar tempat yang serba putih dan tempat duduk yang ia tempati berwarna hijau terang. Meskipun dalam keadaan setengah sadar, ia ingat ada seseorang yang duduk di sebelah kanannya.

Selang beberapa menit kemudian ia melihat ada tiga sosok berwajah aneh berkepala bulat yang memiliki mata kecil dan berhidung mancung dengan mulut yang kecil. Badannya tertutup kain putih seperti jubah. Mereka mengamati dirinya serta seseorang yang ada disebelahnya. Sepertinya tangannya dipasangi semacam perangkat berbentuk bulat lonjong. Belum sempat mengetahui lebih jauh, tiba-tiba ia sudah berada di dalam kamar temannya.

6. Kasus Ny. Ida, Bandar Lampung, Tahun 1993 
Peristiwa yang terjadi pada bulan Juli tahun 1993 ini dialami oleh seorang wanita yang menyebut dirinya sebagai Ny. Ida (nama samaran). Waktu itu ia sedang hamil anak ketiga dan usia kehamilannya sudah tujuh bulan. Malam itu suaminya sedang ronda dan anak keduanya yang masih kecil ikut serta karena selalu menangis. Ketika hendak memejamkan mata, tiba-tiba segumpal asap putih mengepul di depan lemari pakaian yang terletak tepat di ujung tempat tidur. Posisi kakinya waktu itu ke arah lemari sehingga ia dapat melihatnya dengan jelas. 

Gumpalan asap itu lalu berubah bentuk menjadi sosok yang menyerupai manusia namun tubuhnya lebih tinggi dan lebih besar dari manusia. Ia lantas ingin berteriak, namun sepertinya suaranya tersekat di tenggorokan. Ia merasa sekujur tubuhnya mendadak kaku dan mengeluarkan keringat dingin. Ny.Ida hanya bisa berkomat-kamit menyebut Asma Allah, tapi makhluk itu tetap saja berdiri di sana Tubuhnya yang lebar hampir menutupi seluruh permukaan lemari pakaian. Sedangkan kepalanya nyaris menempel di loteng.

Lalu, makhluk tinggi besar itu mendekati Ny.Ida. Sebelum mendekat, makhluk itu merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada dan menundukkan kepala, seakan memberi hormat. Lalu Ny. Ida digendong oleh makhluk itu dan dibawa terbang meninggalkan rumah. Ny. Ida mengatakan bahwa ia melihat gunung-gunung, lembah, laut dan taman yang sangat indah. Begitu sampai di rumah, Ny. Ida melihat makhluk berjubah itu kembali menyatukan kedua telapak tangan di depan dada dan menundukkan kepala, seperti memberi hormat, lalu menghilang.

7. Kasus Mr.X-1, Cirebon, Tahun 1994 
Seorang pria asal Cirebon, Jawa Barat, (selanjutnya disebut sebagai Mr.X-1) mengatakan bahwa ia pernah diculik oleh makhluk asing ketika ia berusia 12 tahun. Suatu hari, ia pergi bersama teman-temannya ke sebuah kebun tebu. Ketika menyusuri tanaman tebu, sebagian batang tebu menghalangi jalannya, menyebabkan ia terpisah dari teman-temannya. Tiba tiba ia melihat tujuh makhluk seperti anak kecil sedang mengerumuni sebuah pohon tebu. Makhluk itu tingginya kira-kira sepinggangnya dan badannya sangat kurus. Kepalanya besar sekali kira-kira sebesar kepalanya. Tubuh mereka berwarna abu abu keperakan dan agak kusam.

Ia terkejut dan mencoba untuk berlari. Tapi makhluk-makhluk itu melihat dirinya. Tiba tiba ia merasa kepalanya panas dan terlihat cahaya biru keperakan yang sangat menyilaukan mata. Setelah itu ia tidak ingat lagi apa yang terjadi. Ia hanya ingat ketika sadar, hari telah malam. Ia berada di pinggir sungai yang berada di dekat kebun tebu. Lalu ia bangkit untuk pulang. Tapi ia merasa perutnya di bagian atas sangat sakit (sakit itu baru hilang kira-kira seminggu setelah kejadian). Sesampai di rumah, seluruh keluarganya terkejut melihatnya. Mereka berkata bahwa ia telah meninggalkan rumah selama dua minggu.

8. Kasus Mr.X-2, Bandung, Tahun 1998 
Seorang pria yang tidak disebutkan identitasnya (selanjutnya disebut Mr.X-2) pernah diculik oleh makhluk asing dari rumahnya di sebuah kompleks perumahan di Bandung Utara pada 2 April 1998. Suatu malam yang gerah, ia tiduran di genteng (atap) rumahnya. Ketika bangun waktu subuh, ternyata ia ada di halaman belakang rumah. Ia mendapati adanya luka sayatan di bagian dada. Luka goresan itu panjangnya sekira 25 cm, tidak dalam, dan tidak ada darah di kulit maupun di kaos yang ia kenakan. Ia juga mendapati bagian tengkuknya terdapat bisul-bisul dan gatal. Rasa gatal di kulitnya baru hilang dua hari.

Seorang dokter mengatakan bahwa luka goresan atau luka kecil adalah hal yang wajar. Bisa jadi itu karena adanya pembuluh yang pecah dengan sendirinya. Yang aneh ialah gatal-gatal di tengkuk karena Mr.X-2 tidak punya alergi terhadap apapun.Darahnya juga diteliti dan ia juga sudah diberi sejumlah vitamin dan antibiotik, termasuk disuntik dengan antibiotik. Dokter untuk sementara menyimpulkan bahwa gatal-gatal itu disebabkan gigitan serangga. Mr.X-2 mengatakan bahwa malam itu ia bermimpi melihat ada cahaya terang.

9. Kasus Gatot Tri R., Surabaya, Tahun 2000 
Gatot Tri R. sebenarnya pernah mengalami beberapa kali perjumpaan dengan makhluk asing. Salah satu peristiwa yang dialami Gatot terjadi kira-kira bulan Juni tahun 2000. Sesaat setelah merebahkan diri ke tempat tidur, sekitar jam sepuluh malam, tiba-tiba ia merasa tubuhnya terangkat ke atas dengan cepat dan sudah berada di dalam sebuah wahana. Gatot kemudian keluar dari sebuah bilik yang sepertinya elevator yang menariknya dari bumi. Dia melihat ada ruangan di depannya berbentuk melingkar atau bundar yang memiliki tiga atau empat pintu. 

Atap ruang bundar itu melengkung ke atas dan ada cahaya terang. Terdapat lorong melengkung di bagian kanan kiri yang cahayanya redup. Lalu ia masuk ke ruang bundar yang lantai dan dindingnya seperti logam. Di sana dilihatnya sesosok makhluk kecil berwarna kehijauan mendongak menatapnya. Makhluk itu mengenakan semacam topi atau mungkin helm kaca. Makhluk itu memiliki ekor.

Karena takut, Gatot kembali menuju bilik di mana ia pertama kali keluar. Bilik itu berukuran kecil yang meskipun gelap terasa lumayan nyaman. Ada satu jendela yang nampak di bawahnya lengkungan bumi yang cantik serta bintang-bintang di angkasa. Rupanya ia berada di ruang angkasa. Dalam keadaan panik, sebuah tuas yang terlihat ada di bawah jendela secara spontan ditekannya ke bawah. Lalu ia merasakan gerakan turun dengan cepat. Bintang-bintang di luar jendela terlihat seperti garis-garis dan gerakan turun semakin deras hingga ia merasakan dada atau jantungnya serasa mau pecah. Tiba-tiba saja Gatot sudah berada di ranjang dan bangkit seketika dengan nafas tersengal-sengal.

10. Kasus Michael Gumelar, Surabaya, Tahun 2002 
Kasus ini terjadi tahun 2002 ketika Michael Gumelar tinggal di Surabaya. Ia tidak ingat tanggal dan bulannya namun terjadi pada suatu malam, kira-kira pukul 02.00 WIB. Ia ingat tubuhnya terangkat ke atas dengan sangat cepat. Tiba-tiba saja ia telah berada di dalam sebuah ruangan di dalam wahana. Di tengah ruangan ia melihat makhluk asing yang bentuknya seperti ikan buntal, namun tidak berduri. Alien itu mengambang tanpa sayap dan rupanya ia yang mengendalikan kemudi wahana.

Suasana di dalam ruangan redup. Bagian dalam wahana serba bulat namun nyaman, sangat berbeda dengan ruangan di dalam kokpit pesawat. Panel-panel di dalam wahana itu memancarkan cahaya. Di tempat lain ia melihat ada tiga sosok alien mirip manusia. Rambut mereka berwarna putih, namun warna kulit mereka berbeda, ada yang coklat, merah muda dan kuning. Mereka seperti manusia Bumi berusia 25 tahunan.

Michael lalu masuk ke dalam ruangan lain dan melihat dua sosok alien sedang berbincang. Satu alien seperti iguana dan lainnya mirip kodok dengan mulut yang lebar. Ia lalu ingin keluar dari ruangan tersebut. Sebuah tombol ia tekan. Ia terkejut bahwa ruangan seketika berubah bentuk. Di ruang itu ia mulai merebahkan diri dan mendadak tubuhnya mengambang dan mulai tertidur. Ketika sadar, ia sudah kembali ke Bumi.

0 Response to "10 Peristiwa penculikan oleh ufo di indonesia"

Posting Komentar