Kamis, 08 September 2016

3 Tempat ibadah indah dengan rancangan minimalis

Masjid adalah tempat ibadah umat islam. banyak sekali bentuk masjid-masjid didesain yang unik, terutama masjid tanpa kubah. Masjid tidak harus berkubah. Masjid juga tak harus memiliki mozaik etnik. Yang pasti, masjid harus mampu mengakomodasi kebutuhan beribadah umat islam secara nyaman. Less is beautiful. Pendapat itu juga bisa diterapkan pada desain rumah ibadah yang minimalis tetapi sarat makna. Seperti dikutip dari koran pikiran rakyat, berikut tiga masjid di beberapa negara dengan garis rancangan minimalis.

1. Masjid Sancaklar, Turki

Masjid Sancaklar

Masjid tersebut dibangun oleh biro arsitek Emre Arolat Architects. Terletak di Buyukcekmec, daerah suburban di pinggiran Kota Istanbul, masjid ini didesain dengan dinding beton dan tempat shalat yang menyerupai gua. Dinding beton masjid seluas 700 meter persegi ini dikombinasikan dengan batu berwarna abu terang untuk membentuk wajah bangunan masjid. Dibuat membentuk sebuah plaza dengan banyak tangga yang landai.

2. Masjid dan pusat kebudayaan Turki di Doetinchem, Belanda


Pemerintah kota Doetinchem bekerja sama dengan lembaga asal Turki menyelenggarakan kompetisi desain masjid tertutup yang dimenangi Atelier PUUUR di 2007. Desain arsitekturnya diharuskan menjembatani dan menjadi penghubung antara kebudayaan Turki yang religius dan kondisi sosial budaya masyarakat Kota Doetinchem. Bangunan tersebut terletak di Jalan JF Kennedylaan, jalan lingkar yang sangat penting pada kota Doetinchem. Area itu dimaksudkan sebagai area ruang terbuka hijau dan area publik. Volume konstruksi yang terintegrasi dengan tapak yang kecil menyisakan ruang yang cukup pada sisi kiri tapak bangunan masjid digunakan sebagai area hijau.

3. Masjid Al Rawda, Badr Al Jadeeda di Amman, Yordania

Masjid Al Rawda

Masjid Al Rawda resmi dibuka pada bulan Ramadhan 2011 yang berlokasi di Taman Badr Al Jadeeda, Amman. Bangunan masjid tersebut berdiri di atas lahan yang rata berada di persimpangan tiga jalan pada area permukiman yang nyaman di antara bukit yang dipenuhi tanaman. Masjid tersebut menghadirkan kembali pola tradisional islami ke dalam elemen sculptural-nya dengan menggunakan pencahayaan alami dan pantulan bayangan untuk menciptakan suasana ruang spiritual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar