Rabu, 28 September 2016

Kisah tokoh penemuan yang berkaitan dengan listrik

Lampu

Michael Faraday, anak seorang tukang besi yang mulai karirnya sebagai penjilid buku, belajar menjadi murid Sir Humphry Davy di dekat London, yang kemudian menjadikannya sebagai asisten di Institut Kerajaan di Piccadilly. Dia mengulangi percobaan-percobaan Oersted, Sturgeon, dan Ampere. Otaknya yang gemilang menemukan gagasan: jika listrik dapat menimbulkan magnetisme, mungkin magnetisme dapat menghasilkan listrik.

Untuk beberapa lama ia mencari jawabannya. Setiap kali dia jalan-jalan di salah satu taman-taman kota London disakunya dia membawa lilitan-lilitan kecil kawat dan sebatang besi. Benda-benda itu sering dikeluarkan dari sakunya dan di amat-amatinya. Dalam perjalanan semacam itulah dia menemukan jawabannya. Sekonyong-konyong pada suatu hari di tahun 1830 dalam kabut Taman Hijau ia menemukan jawabannya: jalan untuk menghasilkan listrik dengan magnet ialah dengan gerakan.

Dia lari terburu-buru ke laboratoriumnya dan mencoba teorinya. Ternyata benar, magnet yang diam tidak menghasilkan listrik. Akan tetapi, jika sebuah magnet didorong ke lilitan kawat, arus listrik mulai mengalir dalam lilitan itu, jika magnet ditarik keluar lagi, arus listrik akan mengalir pula, tapi dengan arah yang berlawanan. Gejala ini menetapkan fakta dasar bahwa arus listrik tidak dihasilkan dari tiada. Suatu usaha harus dilaksanakan untuk menghasilkannya. Listrik hanyalah salah satu bentuk tenaga. Dia bukanlah penggerak utama.

Michael faraday
Michael Faraday lahir di Newingtin Butts pada 
tanggal 22 september 1791. Faraday adalah ahli
eksperimen terbesar di dunia, ahli teori yang
cemerlang, penemu elektronika dan teori medan
klasik, menciptakan suhu laboratorium sampai
di bawah nol skala Fahrenheit, pengarang, guru
besar, direktur Royal Institution. Dia orang
pertama yang menggunakan istilah elektrolis, 
elektrolit, elektroda, anoda, katoda, ion, ionisasi, 
anion, dan kation.

Dengan demikian, Faraday mendemonstrasikan sejumlah jalan di mana gerakan dapat diubah menjadi listrik. Teman-temannya, para ilmuwan di Institut Kerajaan dan di lain-lain negara sangat tercengang dan menyeganinya, meski tak seorang pun dari mereka mempraktekkan penemuannya. Dan baru 40 tahun kemudian generator listrik pertama atau dinamo dibuat.

Sementara itu, penelitian dasar mengenai problem-problem yang bermacam-macam tentang listrik diteruskan. Di Amerika, Joseph Henry, profesor matematika dan ilmu alam, juga mulai dari pengamatan Oersted dan Sturgeon, menggunakan pengaruh arus listrik pada magnet untuk membuat elektromotor pertama yang masih primitif pada tahun 1829. Pada waktu yang hampir bersamaan, George Simon Ohm, seorang guru sekolah dari Jerman, yang mulai karirnya sebagai murid tukang kunci, menemukan hukum penting tentang tahanan listrik. Jumlah arus listrik di dalam sebuah rangkaian kawat akan berkurang dengan bertambahnya panjang kawat yang berlaku sebagai tahanan.

Percobaan Ohm yang hebat ini hampir tidak diindahkan semasa hidupnya. Dan dia meninggal sebelum namanya diterima sebagai unit satuan tahanan listrik. Hanyalah pada triwulan terakhir abad kesembilan belas listrik mulai memainkan peranannya dalam kebudayaan modern. Dan orang yang lebih berhasil dalam bidang teknik listrik yang praktis daripada teman-teman semasanya adalah seorang Amerika, Thomas Alva Edison. Karirnya yang begitu dramatis telah begitu terkenal dan telah begitu sering diceritakan, sehingga cukup kalau di sini disebutkan bahwa dia mulai tertarik pada masalah penerangan listrik dalam tahun 1877.

Dan dia mulai secara sistematis menangani masalah ini, yang membedakannya dari pencipta-pencipta lain di masanya. Edison bukanlah seorang ilmuwan dan tidak pernah ambil pusing tentang teori dan hukum dasar alam. Dia seorang teknisi murni dan sederhana. Di samping itu, dia juga seorang usahawan yang sangat baik. Dia tahu apa yang telah dilakukan orang-orang sebelumnya masalah penerangan dengan listrik. Dan dia telah melihat beberapa hal yang berguna yang telah dilakukan teman-temannya, seperti penerangan lampu pijar yang telah dipasang di mana-mana. Dua batang karbon yang hampir bersentuhan dapat dibuat untuk menghasilkan nyala listrik yang menutup rangkaian itu. Humphry Davy telah melakukannya untuk pertama kali di tahun 1800-an.

Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison adalah penemu yang
paling terkenal dan berkepribadian paling
menarik dalam sejarah. Sepanjang hidupnya
lebih dari seribu penemuan dibukukan dengan
hak paten atas namanya atau orang-orang
yang bekerja sama dengannya. Bahkan ia
sampai diberi julukan oleh orang banyak
sebagai Ahli sihir dari Menlo Prak.

Akan tetapi, cahaya ini sangat menyilaukan dan tidak ekonomis untuk rumah-rumah biasa dan selalu membutuhkan pengaturan terus-menerus. Banyak ilmuwan dan pencipta yang mencoba untuk memecahkan masalah tersebut yakin bahwa hanya nyala listrik, yang dihasilkan oleh benda yang menyala dalam hampa sehingga tidak terbakar, yang dapat mengganti penerangan gas, yang saat itu merupakan sistem penerangan umum di Eropa dan Amerika. Salah satu usaha yang lebih berhasil ialah yang dilakukan oleh seorang Inggris, Joseph Wilson Swan, yang mengembangkan sejumlah jenis lampu. Akan tetapi, lampu-lampu ini tidak sesuai untuk produksi massal, dan Swan tidak mempunyai cukup naluri berdagang untuk memperkenalkan ciptaannya kepada dunia yang skeptis ini.

Sejak penemuan Faraday yang hebat di mana gerakan dapat diubah menjadi listrik, hanya sejumlah kecil ahli teknik mencoba membuat generator yang didasarkan pada prinsip tersebut. Seorang di antara mereka yang tak jemu-jemunya ialah seorang pencipta kelahiran Belgia, Zenobe Theophile Gramme. Generatornya yang pertama, yang digerakkan dengan tangan, siap pada tahun 1871, dua tahun kemudian dia memasang modelnya yang telah diperbaiki untuk penerangan rumah di Perancis yang digerakkan dengan mesin uap. Generator ini merupakan bentuk yang sangat maju dari generator-generator yang diciptakan oleh seorang Itali, Antonio Pacinotti pada tahun 1860-an dan model-model yang diciptakan oleh Siemens bersaudara di Berlin pada waktu yang bersamaan. Akan tetapi, tak ada satu pun dari mesin-mesin ini yang memenuhi persyaratan khusus lampu listrik Edison. Karenanya dia harus merancang generatornya sendiri, yang berhasil dibuatnya dengan sangat baik.

Sistem ini sampai sekarang masih dipakai secara umum dan tentu saja terdapat beberapa perubahan kecil dan ukurannya pun berubah. Sedikit sekali diketahui bahwa sistem penerangan Edison pertama kali digunakan di kapal uap "Jeannette", kapal ekspedisi ke Arctic, di mana Edison sendiri yang memasang lampu-lampu dan generatornya, hanya beberapa minggu sesudah lampunya yang pertama dinyalakan di Menlo Park. Pemasangannya berjalan cukup memuaskan sampai kapal itu hancur di lautan es daerah kutub dua tahun kemudian.

Sementara itu, Edison mempertaruhkan uang dan reputasinya dalam instalasi besar di tengah-tengah New York. Dia membeli lokasinya di jalan Pearl. Dia pindah ke jalan itu dengan sekelompok kecil teknisinya dan membuat enam generator arus searah yang besar dengan daya total 900 tenaga kuda dan diberi tenaga dengan mesin uap.

Beberapa kilometer jalan digali untuk memasang kabel listriknya, yang juga dirancang dan dibuat oleh Edison. Delapan puluh rumah gedung dipasangi kabel untuk penerangan. Pada tanggal 4 September 1882 orang-orang New York mendapatkan kilauan pertama abad listrik ketika 2300 lampu pijar mulai menyala, begitu panel di stasiun pusat di jalan pearl dipasang. Dan yang terpenting ialah akhirnya Edison meletakkan metode nyata untuk menyediakan penerangan listrik ke rumah-rumah rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar