Sejarah tentang sepeda Lea-Francis

Sepeda Lea-Francis
Kota Coventry di Inggris banyak melahirkan pabrik sepeda unggulan. Di kota industri dan manufaktur tersebut antara lain tumbuh dan berkembang satu nama sepeda hasil kemitraan dua pebisnis di Inggris. Namanya sepeda Lea-Francis yang dilahirkan dan mulai berdiri pada awal 1896.

Nama dagang sepeda itu berasal dari gabungan dua nama belakang perintisnya, Richard Henry Lea dan Francis, sepakat mendirikan perusahaan dan memproduksi sepeda yang unggul secara kualitas. Di awal tahun usaha, sepeda pertama mereka diluncurkan dari dapur produksi. Namun, sepeda yang diproduksi dan dijual hanya menggunakan nama Lea.

Entah apa yang menjadi pertimbangan dan kesepakatannya saat itu. Apakah mungkin dalam soal persentase penyertaan modal? Atau lantaran Lea yang lebih banyak berinovasi? Yang jelas, kendati Mei 1896 perusahaan sudah menjelma menjadi perusahaan terbatas Lea & Francis Ltd, baru pada tahun 1899 produk dipasarkan menggunakan Lea-Francis. Ini berarti, Lea sebagai nama dagang hanya berjalan selama tiga tahun dan tentu menjadi sepeda yang terbilang langka.

Lea-Francis sebagai produk unggul ditandai dengan hadirnya sejumlah bagian sepeda yang mewah, baik dari sisi desain maupun material yang digunakan. Kemewahan itu salah satunya terwujud dalam bagian penutup rantai. Kettingkasten tersebut didesain berbentuk oval dengan tertutup sepenuhnya sehingga rantai sepeda tak tampak dari luar. Secara umum, konsekuensi dari kualitas produk yang dihasilkan nyatanya berpengaruh pada harga jual Lea-Francis yang relatif lebih tinggi di pasaran. Kondisi demikian mendorong sepeda yang diproduksi tak terlalu melimpah dan menyasar kalangan menengah-atas.

Keberanian Lea mengayuh di bisnis sepeda memang tak tanggung-tanggung terutama pengembangan terobosan baru dalam suku cadang dan aksesoris. Sebanyak 42 paten yang diajukan sebelum 1914 menjadi salah satu tolok ukurnya. Paten tersebut mencakup paten untuk sepeda, gearbox, pedal, lampu, dan reflektor. Di luar kereta angin, Lea-Francis merambah dunia otomotif dengan memproduksi mobil pada 1903 dan sepeda motor pada 1912. Namun, konsentrasi penuh pada produksi sepeda motor berimbas terhadap pembatasan produksi sepeda berlogo kuda laut ini.

Dari sekian banyak model yang diluncurkan, sepeda Lea-Francis model Gentlement Roadster produksi 1908 terbilang paling mahal pada masanya. Sepeda dilengkapi dengan persneling tiga percepatan yang disokong dari The Micrometer & Co. Komponen pengayuh alias pedal terbuat dari material alloy dilengkapi dengan trip-motion, yaitu perangkat yang didesain untuk mengunci engkol dan terlepas secara otomatis jika dikayuh ke depan.

Lea-Francis memang tak lama hidup di bisnis sepeda. Meskipun sebentar, sepeda yang dipasarkan dengan banyak varian model mewah itu mampu bersaing dengan perusahaan kompetitor di Inggris Raya dan Eropa. Perusahaan-perusahaan mapan semisal Raleigh, Rover, Sunbeam, hingga Humber, bahkan dilangkahi dari segi harga. Sepeda Lea-Francis harus tutup produksi ketika Perang Dunia I berkecamuk di pertengahan dekade kedua abad ke-20. Terbatasnya jumlah produksi, harga yang tinggi, dan singkatnya masa bisnis sepeda Lea-Francis membuat si kuda laut jarang dijumpai keberadaannya di Indonesia.

0 Response to "Sejarah tentang sepeda Lea-Francis"

Posting Komentar