Selasa, 20 September 2016

Ternyata asal usul penemuan baterai dari kodok

Baterai kodok

Aloisio Galvani, profesor kedokteran di Bologna, sedang memberi kuliah pada mahasiswa-mahasiswanya di rumahnya. Pada saat itu istrinya sedang menguliti kodok di dapur sebelahnya dengan pisau, untuk makan malam. Makanan ini adalah makanan favorit sang profesor. Di saat dia mendengarkan kuliah suaminya, pisaunya terlepas dari tangannya ke paha kodok. Dan pada saat yang sama terkena piring seng. Kodok yang sudah mati itu tersentak secara keras seolah-olah mau melompat ke luar dari piring.

Nyonya profesor berteriak. Sang profesor sangat marah karena kuliahnya terganggu, langsung menuju dapur. Istrinya menerangkan padanya tentang apa yang telah terjadi dan sekali lagi menjatuhkan pisau itu ke kodok. Sekali lagi kodok itu tersentak. Tentu saja profesor itu sangat bingung karena kejadian itu seperti juga halnya dengan istrinya. 

Tetapi, di situ ada mahasiswa-mahasiswanya yang ingin mengetahui apa yang terjadi. Galvani tidak mungkin mengakui bahwa dia tidak dapat menerangkan tersentaknya kodok itu. Mungkin karena dipicu oleh waktu dia menerangkan: "Saya telah membuat penemuan besar. Listrik dari binatang, sumber utama kehidupan".

Seorang Nyonya cendekia telah melakukan pengamatan yang menarik, tetapi suaminya yang tidak seberapa cendekia menarik kesimpulan yang salah, begitulah pertimbangan penulis-penulis ilmiah beberapa tahun kemudian. Galvani membuat sejumlah percobaan yang tidak sistematis dengan paha kodok, sebagian besar gagal sama sekali untuk membuktikan sesuatu. Dalam kenyataannya, sang profesor tidak tahu apa yang akan dicari kecuali "listrik dari binatang".

Percobaan ini menjadi mode dalam masyarakat italia, dan setiap orang berbicara tentang "listrik Galvani" dan arus Galvani, istilah yang tetap berlaku meskipun profesor Galvani tentunya tidak patut mendapat penghormatan itu.

Ilmuwan yang lebih hebat dari dia, Alesandro Volta dari Pavia, memecahkan keanehan itu dan dapat menerangkan secara benar tersentaknya kodok-kodok itu. Jauh dari pada menjadi "sumber utama kehidupan", mereka berperan sebagai pengantar listrik yang paling sederhana, dan baja dari pisau dan seng dari piring dalam kenyataannya adalah benda-benda penting. Volta memperlihatkan bahwa arus listrik mulai mengalir jika dua logam berbeda dipisahkan oleh air. Kodok telah dicelupkan ke dalam air garam dan otot-otot kodok, hanya memperlihatkan adanya arus yang mengenai dirinya.

Profesor Volta melangkah lebih jauh. Dan langkah ini adalah langkah yang paling penting karena dia menciptakan baterai listrik pertama, "baterai Volta". Dia membuatnya dengan menggunakan piringan-piringan terbuat dari logam-logam yang berbeda-beda yang dipisahkan oleh lapisan-lapisan vilt yang dicelupkan ke dalam asam. Timbunan elemen-elemen ini menghasilkan arus listrik yang berguna, dan untuk beberapa puluhan tahun merupakan satu-satunya sumber listrik yang nyata.

Dari tahun 1800, sejak Volta mengumumkan penemuannya, penelitian-penelitian listrik menyebar  di antara ilmuwan-ilmuwan dunia di laboratorium-laboratorium yang tak terhitung jumlahnya. Di sini terdapat sejenis arus listrik yang baru yang tidak menghabiskan dirinya dalam sekejap mata, akan tetapi mengalir secara tetap seperti air dan dapat diantarkan ke tempat-tempat lain dengan kawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar