Jumat, 07 Oktober 2016

5 Info pantai eksotis yang indah

Pantai
Ilustrasi
Banyak sekali keindahan pantai alam di berbagai wilayah yang pesona alamnya memanjakan mata kita, seperti di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu yang memanjakan mata kita dengan karakter alam, kontur, dan geografi alamnya yang berbeda. Membuat kita betah berada dalam alunan nyanyian di pesisir pantai. Berikut ini adalah informasi pantai eksotis yang perlu diketahui untuk menambah wawasan anda.

1. Pantai Laguna
Pantai Laguna adalah yang paling banyak menyedot pengunjung, Merpas di Kecamatan Nasal. Letaknya yang paling selatan (berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Lampung Barat), menjadikan pantai ini bisa dicapai dengan kendaraan roda dua atau pun roda empat sekitar enam jam dari kota Lampung. Kontur pantainya yang landai dan pasir putih yang halus, membuat suasana sekitar pantai semakin asri. Air laut yang biru dan ombaknya yang beriak indah menjadikan Laguna semakin jadi pilihan. Tak heran jika pantai ini mendapat kunjungan terbanyak di Kaur. Selain wisata pantai, Laguna juga cocok buat peselancar.

Pantai yang dipagari terumbu karang ini semakin eksotis saat air laut surut. Beberapa perahu nelayan dapat kita jumpai di sini pertanda bahwa laut ini memang aman untuk tempat bermain. Burung-burung laut yang berterbangan bebas di atas lautan lepas dan tiupan angin pantai senandungkan lagu pesisir yang damai. Di sekitar Pantai Laguna disediakan selter yang berfungsi sebagai tempat istirahat, berteduh, sekaligus menikmati panorama. Jangan takut bila pengunjung lapar atau haus, warung-warung makan tersedia di pantai ini.

2. Pantai Muara Sambat
Di pantai yang aksesnya agak menjorok dalam ini bisa kita temukan pemandangan asri, pulau kecil di seberang muara yang berbatasan langsung dengan laut lepas terlihat sangat megah. Dengan mudah kita bisa melihat nelayan memancing di pinggir pantai. Namun, karena ombaknya yang besar, pengunjung dilarang berenang di area ini, seperti terpampang di papan peringatan yang banyak disebar.

Panoramanya tidak kalah bagus dengan pantai lain. Sayang, area di sekitar cukup panas. Jadi, anda disarankan datang ke sini jika hari masih pagi, sekalian mengintip mentari pagi yang menggeliat perlahan yang melepaskan pandangan ke arah timur Pantai Muara Sambat.

3. Pantai Way Hawang
Jauh sebelum Pantai Laguna ditata, Pantai Way Hawang yang terletak di daerah Way Hawang, Kecamatan Maje menjadi primadona pantai di Kaur. Pesona alamnya yang mirip Tanah Lot di Bali dipercantik dengan kehadiran batu alam yang kala air laut surut, bisa kita dekati untuk berfoto. Batu yang berada di dekat pantai itu bernama Batu Jung. Menurut cerita dari mulut ke mulut, batu tersebut adalah jelmaan dari kapal besar yang karam karena disumpahi si Pahit Lidah, wallahualam.

Saat memasuki kawasan yang terdiri atas jalanan tanah yang bisa dilalui mobil itu, terlihat kondisinya tidak terurus, sampah dari pepohonan yang terbawa air laut berserakan di pinggir pantai. Ciri khas pantai yang belum terjamah. Padahal, jika mau serius, pohon-pohon kelapa yang meneduhi Way Hawang bisa dijadikan tempat berteduh atau pun membuka warung sebagai pelepas haus.

4. Pantai Ma'e Sekube
Biasanya di pesisir pantai di tumbuhi pohon-pohon kelapa, pandan besar, atau pohon ketapang. Pantai Ma'e Sekube dipagari pohon cemara yang berderet rapi sepanjang enam kilometer membentuk pagar raksasa, dengan jarak satu pohon ke pohon ditanam sedemikian tertata. Terlebih saat mentari melabuhkan diri di kawasan ini. Sangat romantis.

Tak dijumpai penduduk beraktivitas selain peladang. Pantai Sakube juga sangat cocok untuk berselancar karena tak ada karang. Nelayan nyaris tidak terlihat karena ombak di pantai ini lumayan besar. Wisatawan hanya memanfaatkan kerindangan pantai Ma'e Sekube untuk sekadar makan di bawah deretan cemara atau berswafoto ria.

5. Pantai Linau
Pantai Linau yang oleh penduduk sekitar disebut juga dengan pantai pelabuhan. Karena sejak akhir 1970-an, penduduk Bintuhan yang akan pergi ke Jawa biasanya melalui pelabuhan alam ini dengan boat berpenumpang sekitar 40 orang. Jika air laut tenang, kapal baru diberangkatkan dari Bintuhan sekira pukul 08:00. Sampai di Pelabuhan Kuala Krui, Lampung Barat, pukul 16:30. Jika air laut sedang "tidak ramah", kapal biasanya berlindung di Merpas atau di Linau.

Pada 1975, kapal besar - penduduk menyebutnya kapal perintis -  masuk dari Jakarta menuju Bengkulu melalui Enggano, dilanjutkan ke Pelabuhan Bintuhan. Saat ini, Pelabuhan Internasional Linau Bintuhan dalam proses penyelesaian. Diharapkan tidak lama lagi pelabuhan ini akan beroperasi, mampu membantu kapal-kapal dari dalam dan luar negeri merapat sehingga menambah banyak tempat wisata yang ditawarkan.

Air pantai yang jernih dan pasir putihnya yang halus, membuat Pantai Linau cukup diminati wisatawan. Pada hari biasa pun beberapa rombongan pengunjung bersantap siang di rumah makan yang banyak berjejer di pinggir jalan sekaligus pinggir pantai. Bersebelahan dengan Pantai Linau terdapat pantai lain yang dipanggil penduduk dengan sebutan Pantai Kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar