Rabu, 05 Oktober 2016

Teliti agar tak menyesal saat berbelanja kebutuhan

Belanja

Mengecek tanggal kadaluwarsa itu adalah sangat penting
Tidak sampai satu menit menjalankan langkah awal demi memastikan produk pangan yang kita konsumsi, aman. Tidak sampai lima menit untuk mengecek lebih detail lagi apakah produk pangan itu baik untuk kesehatan. Waktu singkat, pilihan banyak, dan kebutuhan beragam, tetapi jangan abaikan untuk meneliti kemasan sebelum membeli.

Belanja kebutuhan pokok atau pun jajan cemilan membuat kita berhadapan dengan banyak kemasan. Satu kemasan memiliki banyak kode dan keterangan yang mengandung makna berbeda. Periksa satu-satu saat berbelanja? Ya, mau tak mau, belanja tidak lagi bisa secepat kilat demi menjamin rasa aman sebelum produk itu dimakan.

Meski begitu, tidak banyak orang yang melakukannya kendati paham  bahwa itu harus dilakukan. Ada pula yang memang tidak memahaminya. Orangtua yang berbelanja bulanan untuk kebutuhan keluarga dan konsumsi anak-anak masih ada yang abai mengecek setiap kemasan yang dibeli.

Mengecek tanggal kadaluwarsa adalah sangat penting. Di kemasan, itu biasa ditulis "Exp Date" atau "Best Before" yang diikuti penulisan tanggal, bulan, dan tahun. Tanggal kadaluwarsa itu penting. Kalau sudah mau dekat tanggalnya, lebih baik jangan membeli karena berarti sebentar lagi sudah tidak bisa dikonsumsi. Air mineral juga ada kadaluwarsanya.

Mencermati setiap produk jika ingin membeli
KIK memang menjadi langkah awal bagi konsumen untuk mencermati setiap produk yang ingin dibelinya. KIK adalah singkatan dari kadaluwarsa (yang berupa tanggal), izin edar (yang diperlihatkan melalui kode BPOM, dan kemasan (yang utuh dan tidak rusak).
KIK adalah cara yang paling mudah bagi konsumen untuk mencermati setiap produk pangan, obat, dan kosmetik yang ingin dipakainya. Tiga itu saja dulu karena mudah dilihat di kemasannya langsung dan mudah dimengerti.

Penulisan tanggal kadaluwarsa merupakan jaminan dari produsen bahwa produknya masih bagus dan layak dikonsumsi sebelum melewati tanggal yang tertera. Namun, itu pun dengan syarat bahwa kemasan masih utuh dan cara penyimpanannya pun sesuai prosedur.

Kalau sudah dibuka, masa pakainya tidak sesuai lagi dengan tanggal kadaluwarsa. Misalnya, ketika kita meminum minuman ringan dan kemudian disimpan lagi untuk diminum kemudian hari. Itu tidak bisa, meskipun batas kadaluwarsa masih lama. Makanan atau minuman yang sudah terbuka pasti terkontaminasi. Oleh karena itu, segera dihabiskan bila sudah dibuka.

Langkah awal yang juga penting adalah mengecek keutuhan kemasan. Kemasan plastik tentu saja harus tertutup rapat dan kemasan kaleng jangan dipilih yang sudah penyok dab bahkan bocor. Untuk kemasan susu, biasanya kan menggunakan kemasan tetra pack. Itu biasanya seolah-olah isinya tidak penuh. Padahal, memang harus seperti itu. Susu itu kan mudah ditumbuhi bakteri sehingga memicu metabolisme, yaitu akan mengeluarkan gas. Itu berarti kondisi di dalam tidak baik dan kemasannya akan menggembung, kalau sudah begitu, jangan dibeli.

Untuk produsen, komposisi pun menjadi hal yang wajib. Baik produk makanan, minuman, kosmetik, dan obat, harus mencantumkan komposisi meski memang hanya bahan-bahan yang paling banyak digunakan. Produk yang menggunakan pewarna pun harus mencantumkan jenisnya.

Kita memang tidak bisa mengetahui persis setiap bahan yang dimasukan dalam adonan makanan kemasan atau pun kosmetik dan obat. Akan tetapi, setidaknya, kecermatan memperhatikan kode KIK dan komposisi, membuat kita menjadi konsumen yang teliti dan bertanggung jawab. Terlebih, kita bertanggung jawab pada keamanan produk konsumsi untuk anak-anak, demi masa depan mereka yang sehat dan cerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar