Jumat, 11 November 2016

Bahaya resiko merokok & 4 langkah untuk berhentinya

Berhenti merokok

Bahaya Merokok
Merokok dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Menurut data penelitian, setiap batang rokok yang diisap memperpendek umur 5,5 menit. Perokok yang merokok dalam waktu lama dan mengkonsumsi rokok 20 batang atau lebih sehari berisiko meninggal dunia pada usia 65 tahun dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok akibat berbagai penyakit yang disebabkan rokok.

Tembakau pada rokok mengandung tiga zat berbahaya, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar terdiri dari berbagai bahan hidrokarbon yang berbahaya bagi paru-paru. Nikotin menimbulkan adiksi (kecanduan), sedangkan karbon monoksida menurunkan oksigen yang dapat dibawa oleh sel darah merah dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Perokok yang menghisap 15 sampai 20 batang sigaret per hari mempunyai risiko terkena kanker paru-paru 14 kali, kanker kandung kemih dua kali, kanker esofagus dua kali, serta serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Perokok juga berisiko terkena penyakit bronkitis dan PPOK lebih tinggi dibandingkan dengan bukan perokok. Bahkan perokok juga berisiko mengalami impotensi.

Pada perempuan, merokok juga menurunkan kesuburan dan jika hamil berisiko terjadi gangguan pertumbuhan janin juga keguguran dan komplikasi kehamilan lain. Semakin banyak penelitian dilakukan, semakin banyak gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Para pakar kesehatan sepakat bahwa tidak merokok atau berhenti merokok merupakan upaya yang penting dalam menjaga kesehatan.

Setiap tahun, sejumlah perokok pemula di negeri kita mulai merokok dan kebanyakan tetap merokok sampai tua. Kebiasaan merokok di kalangan laki-laki di negeri kita amat tinggi. Iklan perusahaan rokok mengampanyekan rokok sebagai salah satu ciri kehidupan modern dan keberhasilan dalam kehidupan. Padahal, merokok sebenarnya adalah awal dari kebiasaan yang mengganggu kesehatan perokok serta orang di sekitarnya. Dana yang dipunyai pabrik rokok jauh lebih besar dari pada dana penyebarluasan bahaya rokok. Akibatnya, mereka yang mulai merokok jauh lebih banyak daripada yang berhenti merokok.

Langkah-langkah untuk berhenti merokok

Niat yang kuat untuk berhenti merokok merupakan faktor penting untuk keberhasilan berhenti merokok. Cukup banyak orang yang sedang berhenti merokok kembali merokok karena orang-orang sekelilingnya merokok. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok, antara lain:

- Pertama, kuatkan keinginan Anda untuk berhenti merokok dan catatlah hari-hari yang Anda berhasil berhenti merokok. Jika perlu, beritahu keluarga atau teman Anda bahwa Anda akan berhenti merokok. Dukungan mereka akan dapat menyemangati Anda dan sekaligus mengawasi Anda agar tetap berhenti merokok.

- Kedua, carilah pengganti rokok, misalnya, buah atau permen.

- Ketiga, Anda dapat memberi hadiah pada diri Anda sendiri, misalnya, uang yang selama ini Anda belanjakan untuk rokok disimpan dan Anda belikan buku yang Anda sukai.

- Keempat, pada minggu-minggu pertama Anda berhenti merokok, Anda akan merasakan kehilangan dan mungkin merasakan sindrom henti rokok. Anda merasa gelisah, tak dapat berkonsentrasi, mungkin agak gemetar. Gejala ini sering timbul dan Anda dapat mengatasinya dengan banyak minum, mengkonsumsi makanan kecil berkalori rendah, serta melakukan kegiatan yang dapat mengurangi keinginan Anda untuk merokok kembali. Sindrom ini biasanya dirasakan pada bulan pertama berhenti merokok dan biasanya akan berkurang setelah 8 minggu.

Manfaat berhenti merokok akan dirasakan oleh setiap orang yang berhenti merokok. Meski orang tersebut telah merokok puluhan tahun, tetap ada manfaat dari berhenti merokok. Jadi, jangan putus asa dan merasa percuma berhenti merokok karena Anda telah lama merokok. Harus diakui bahwa cukup banyak orang yang berhenti merokok kembali kambuh merokok. Jangan merasa malu dan bersalah, kuatkan niat dan coba lagi untuk berhenti. Hindari hal-hal yang menyebabkan kembali merokok. Cukup banyak perokok berat yang berhasil berhenti merokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar