Senin, 27 Februari 2017

Wow, ada mawar merah di antariksa

Nebula

Nebula bersinar terang dalam cahaya merah yang dipancarkan oleh unsur yang paling menonjol, yaitu gas hidrogen. Cahaya merah dan semua bentuk yang lebih besar diciptakan oleh sekelompok kecil bintang dekat pusat nebula itu. Di dalam awan Nebula, terdapat aktivitas nuklir baru yang memicu munculnya aktivitas lainnya, seperti adanya angin yang berhembus lebih banyak sehingga dapat membawa lebih banyak material. Interaksi ini dapat membentuk struktur awan yang kompleks.

Terungkap, setelah miliaran tahun lamanya, sebagian besar kumpulan bintang luar angkasa dengan massa yang sama dengan Matahari memiliki `nyawa` dan nantinya akan mati dengan sendirinya. Namun, mereka mengungkap bahwa meskipun penampakan Nebula tersebut muncul, bintang tersebut akan memiliki kesempatan untuk `hidup` lagi.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, belum lama ini mengambil gambar nebula 'Mawar merah' dengan menggunakan teleskop raksasa, Hubble. Dari pengambilan citra gambar tersebut, ada salah satu nebula paling menarik dan kompleks yang pernah dilihat, yakni nebula yang memiliki kode NGC 6543, atau mereka menjulukinya dengan 'Nebula Mata Kucing' (cat eye nebula) atau nebula Mawar Merah.

Dilansir dari berbagai sumber, bahwa nebula fantastis ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Ilmuwan pun takjub, karena dalam perkembangannya awan nebula ini mem[erlihatkan bentuk yang tak asing bagi penduduk bumi, yakni bentuk yang menyerupai bunga mawar merah.

Di antariksa, sejumlah nebula menghadirkan bentuk yang mirip mawar merah, seperti Nebula Rosetta dan Nebula Mata Kucing. Nebula yang berarti awan adalah kumpulan masif debu, gas, serta plasma atau partikel bermuatan. Nebula merupakan bagian dari materi antarbintang yang lebih padat dibanding sekitar dan bisa terbentang hingga beberapa ratus tahun cahaya. Cahaya bintang-bintang di sekitarnyalah yang membuat nebula bercahaya indah. Warna-warni yang terlihat dari nebula sangat dipengaruhi unsur-unsur dominan di dalam nebula.

Sementara keragaman bentuknya menandakan kompleksnya proses pembentukannya. Nebula adalah bahan baku pembentuk bintang. Namun, sebagian nebula justru dihasilkan dari ledakan supernova atau lontaran selubung luar bintang yang jadi tanda akhir hidup bintang berukuran menengah. Selanjutnya, materi sisa kematian bintang itu bisa jadi bahan baku pembentukan bintang kembali membentuk siklus yang berulang. Karena itu, nebula bisa menjadi fase awal sekaligus akhir hidup sebuah bintang.

Nama rosetta disematkan karena tampilannya mirip mawar di patung-patung kuno. Awan merah itu mengelilingi gugus bintang terbuka NGC 2244 yang terbentuk dari materi nebula 5 juta tahun yang lalu. Gusus bintang dan nebula itu berdiameter 130 tahun cahaya, terletak di rasi Monoceros dan berjarak 5200 tahun cahaya dari planet Bumi. Massa nebula sekitar 10.000 kali massa Matahari, dan jadi salah satu nebula termasif.

Bintang muda dan panas di nebula itu membuat suhu gas sekitar mencapai 6 juta derajat celsius dan memancarkan sinar inframerah. Meski gugus bintang NGC 2244 bisa dilihat dengan binokuler, untuk melihat nebulanya butuh teleskop khusus. Nebula bertipe nebula emisi termasuk salah satu objek yang sulit diamati.

Awan gas bertipe nebula keplanetan (planetary nebula). Terbentuk dari lontaran terselubung luar bintang menjelang akhir hayatnya. Unsur dominan di dalamnya adalah hidrogen dan helium. Bintang induk pembentuk nebula itu diperkirakan bermassa awal 5 kali massa Matahari. Setelah selubung luarnya tertendang, tersisa bagian inti bintang berdiameter 0,65 massa Matahari di tengah nebula, bersuhu 80.000 derajat celsius dan terangnya 10.000 kali Matahari.

"Pembakaran nuklir hidrogen dan helium terpatok pada inti dari objek bintang yang akan mati, hal itu akan membuat objek bintang dapat hancur karena bobot materi yang dibawa. Lapisan bintang akan menjadi lebih padat, reaksi helium akan muncul dan meledak," tulis tim peneliti.

Secara ilmiah, Planetary Nebula merupakan kumpulan awan dari material yang dihempaskan objek bintang ketika mati. Awan tersebut akan melakukan proses interaksi dengan unsur gas dan debu, sehingga menciptakan padanan warna yang cantik.

Sebutan lain nebula adalah Nebula Bunga Matahari dan Nebula Keong, tetapi sebagian orang mengenalnya sebagai Mawar Merah. Nebula terletak di rasi Draco, terbentuk 1.000 tahun yang lalu, dan berjarak 3.300 tahun cahaya dari Bumi. Matahari kita diperkirakan bernasib seperti nebula pada 5 miliar tahun lagi. Tercatat dalam teori para antariksawan dan ilmuwan, apabila sebuah bintang telah habis masanya lalu kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang itu akan berevolusi menjadi kumparan dan kumpulan gas yang akrab secara analisis disebut nebula.

Banyak sekali nebula-nebula seperti ini yang telah ditemukan dan dipelajari oleh para ahli perbintangan. Warna mereka pun sangat beragam. Semuanya menunjukkan kejadian masa lalu, karena apa yang tertangkap oleh teleskop adalah cahaya yang telah mengarungi angkasa ribuan tahun cahaya lamanya. Banyak di antara mereka yang menunjukkan nasib berbagai bintang ketika menemui ajalnya. Namun tak sedikit pula nebula yang merupakan tempat lahirnya bintang-bintang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar