Jaga diri anda agar tidak terkena batu ginjal

Ginjal
Penyakit ginjal merupakan penyakit sistemik. Jika tidak langsung ditangani, akan menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit lainnya. Apalagi jika sampai mengalami kemunduran fungsi ginjal akut, maka akan mengalami apa yang dinamakan penyakit gagal ginjal. Jika seseorang sudah terkena penyakit gagal ginjal, biasanya pengobatannya memerlukan biaya mahal, karena penderita penyakit gagal ginjal akut akan disarankan untuk melakukan cuci darah, paling tidak seminggu 3 kali. Selain menjalani cuci darah, alternatif lain bagi penderita penyakit gagal ginjal adalah melakukan transplantasi ginjal.

Dilansir dari berbagai sumber, jika yang dipilih penderita gagal ginjal kronis adalah transplantasi ginjal, maka harus dipastikan ketersediaan pendonor ginjal serta dipikirkan pula perawatan setelah operasi ginjal, yang tentunya tidak sedikit memakan biaya. Tidak sedikit orang pada akhirnya menyerah menghadapi penyakit gagal ginjal baik disebabkan ketidaktersediaan biaya, maupun faktor psikologis penderita penyakit gagal ginjal itu sendiri maupun psikologis keluarga pasien menghadapi tekanan dalam jangka waktu lama. Oleh sebab itu, sebagai langkah pencegahan, maka perlu bagi kita untuk mengetahui apa itu ginjal, fungsinya bagaimana, apa saja langkah kita agar bisa terhindar dari penyakit ginjal, serta jenis pengobatan apa saja untuk dapat mengatasi penyakit ginjal.

Penyebab dari penyakit ginjal
Ada beberapa jenis penyakit ginjal, yaitu penyakit ginjal primer dan penyakit ginjal sekunder. Penyakit ginjal primer dapat berupa infeksi ginjal (pielonefritis), radang ginjal (glomerulonefritis), penyakit ginjal dikarenakan sumbatan (obstruktif) yang bisa diakibatkan batu pada ginjal itu sendiri atau saluran kemih, karena keracunan obat-obatan, tumor ginjal serat penyakit ginjal bawaan (kista ginjal). Adapun penyakit ginjal sekunder adalah penyakit ginjal, namun merupakan bagian dari penyakit lainnya. 

Penyakit ginjal tersebut bisa disebabkan oleh penyakit lain, seperti nefropati urat yaitu penyakit ginjal dikarenakan kadar asam urat darah tinggi, penyakit ginjal diabetik, penyakit ginjal disebabkan penderita mengalami diabetes/kencing manis, penyakit autoimun (lupus eritematosus sistemik), serta dikarenakan infeksi pada penderita penyakit malaria, tuberculosis, atau leptospirosis, hipertensi (tekanan darah tinggi), maupun pada penderita dehidrasi (kekurangan cairan) akibat pendarahan maupun akibat muntaber (muntah berak).

Salah satu penyebab batu ginjal adalah kelebihan kalsium. Karena itu, dianjurkan agar konsumsi kalsium tidak berlebihan. Makanan yang mengandung kalsium tinggi adalah ikan salmon, sarden, keju, susu, es krim, dan sayur kol. Makanan jenis ini mengandung lebih dari 100 mg kalsium per porsi.

Sedangkan bayam, ikan kering, dan cokelat tergolong makanan yang mengandung kalsium sedang. Selain mengurangi asupan kalsium, penderita ginjal juga dianjurkan mengurangi konsumsi garam karena setiap peningkatan 100 mg garam dalam makanan dapat meningkatkan 25-30 mg kalsium dalam urine.

Inilah gejala awal dari penyakit ginjal
Gejala awal penyakit ginjal terkadang tidak dirasakan atau disadari oleh penderita penyakit ginjal itu sendiri. Hal ini dikarenakan penyakit ginjal biasanya tidak langsung serta merta menampakkan gejalanya. Akan tetapi pola serangan penyakit ini, pada umumnya, secara perlahan dan pelan, hingga terkadang tidak disadari oleh penderita penyakit ginjal itu sendiri. Biasanya penderita penyakit ginjal baru menyadari dirinya terserang penyakit apabila fungsi ginjal sudah tinggal 25 persen atau lebih rendah dari itu. 

Gejala penyakit ginjal akan ditandai dengan sakit kepala (lebih disebabkan tekanan darah naik), mual sertai muntah, badan terasa lemah tidak bertenaga, kulit tampak kelihatan pucat dikarenakan kurang darah serta adanya penumpukan ureum dan kreatinin (racun dalam darah). Dikarenakan tanda-tanda dari penyakit ginjal ini hampir sama dengan penyakit lainnya, terkadang terjadi salah diagnosis, seperti penderita dianggap terserang FLU, atau maag dan lain-lain. Sehingga, seringkali seorang penderita tiba-tiba divonis oleh dokter telah menderita gagal ginjal kronis, dan mengharuskan cuci darah atau transplantasi, dikarenakan tidak mendapatkan pertolongan sejak awal. Ada beberapa gejala yang mungkin bisa dijadikan pegangan akan adanya kemungkinan terserang penyakit ginjal. Gejala-gejala itu, antara lain :
  1. Air Kencing mengeluarkan darah (hematuria)
    Gejala ini muncul bisa jadi disebabkan oleh batu ginjal, glomerulonefritis (terjadi peradangan ginjal dikarenakan proses autoimun atau kekebalan yang merusak organ sendiri), sel ginjal mati (nekrosis) karena keracunan obat, dan sebagainya. 
  2. Kelopak mata dan kaki (tungkai bawah) mengalami pembengkakan
    Gejala ini biasanya terjadi pada pagi hari. Hal itu disebabkan ginjal tidak lagi mampu mengeluarkan air (glomerulonefritis) atau mengalami gagal ginjal. Atau bisa juga karena telah terjadi kebocoran pada ginjal sehingga akan menahan protein darah yang berfungsi mempertahankan air di dalam pembuluh darah. Hal ini menyebabkan air merembes ke dalam jaringan lunak. Kondisi seperti ini bisa ditemui pada nefritis lupus, sindroma nefrotik maupun pada nefropati diabetik (penyakit diabetes).
  3. Kolik ginjal
    Yaitu rasa nyeri di sekitar pinggang belakang yang hilang timbul atau terus menerus. Kolik ginjal bisa disebabkan karena adanya batu ginjal.
  4. Air kencing tidak keluar secara tiba-tiba (anuria akut)
    Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita gagal ginjal kronis. Setelah kita mengetahui gejala-gejala tersebut di atas, sudah selayaknya bagi kita untuk mewaspadai kemungkinan adanya penyakit ginjal pada tubuh kita. Untuk itu, sebelum terlambat, segeralah konsultasikan kepada dokter atau pihak rumah sakit terdekat agar kita mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat. Karena biasanya rumah sakit didukung oleh peralatan-peralatan kesehatan yang memadai, seperti laboratorium atau peralatan-peralatan lainnya. Atau bisa juga dilakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi) maupun pemeriksaan secara radiologis (rontgen) agar kita semakin yakin terhadap hasil diagnosis dari penyakit yang diderita.
Di Indonesia, selain kasus gagal ginjal, batu ginjal juga semakin sering dijumpai. Penyakit ini juga sering disebut batu karang dan kencing batu. Menurut para ahli, penyebab batu ginjal adalah akibat pola mengkonsumsi makanan yang salah.

Namun, bila menengok sejarahnya, penderita batu ginjal telah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Hal itu terbukti dari hasil penemuan para ahli, jejak batu ginjal ditemukan pada mumi yang dibalsam dan berusia sekitar 7.000 tahun di Mesir. Salah satu penyebab batu ginjal adalah kelebihan kalsium.

Untuk itu setiap orang dianjurkan untuk mencegah kelebihan asupan kalsium. Makanan yang mengandung kalsium tinggi adalah ikan salmon, sarden, keju, susu, es krim, dan sayur kol. Makanan jenis ini mengandung lebih dari 100 mg kalsium per porsi. Sedangkan bayam, ikan kering, dan cokelat tergolong makanan yang mengandung kalsium sedang.

Selain mengurangi asupan kalsium, penderita ginjal juga dianjurkan mengurangi konsumsi garam, karena setiap peningkatan 100 mg garam dalam makanan dapat meningkatkan 25-30 mg kalsium dalam urin. Sementara itu, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ali Khomsan berpendapat konsumsi secara berlebihan sayur dan buah juga membebani fungsi kerja ginjal. Walaupun vitamin diperlukan tubuh, tapi jika ginjal tidak mampu mencema dapat menyebabkan seseorang terkena gagal ginjal.

Selain vitamin, makanan yang mengandung protein dan mineral juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Misalnya, daging, ikan, kacang-kacangan, garam, telur, dan susu. "Konsumsi teh berlebihan juga tidak baik. Karena selain mengandung kafein, di dalam teh ada unsur non-gizi yang

mengganggu penyerapan mineral." Namun, Ali menambahkan, bukan berarti penderita batu ginjal, tidak boleh mengkonsumsi makanan mengandung vitamin, protein, dan mineral. Asalkan, pola konsumsi terutama golongan usia lanjut oleh penderita batu ginjal dibatasi agar ginjal berfungsi baik.
Sebab, penderita batu ginjal juga memerlukan kandungan gizi dalam makanan untuk kesehatan tubuhnya.

Dijelaskan Ali, orang yang memiliki ginjal normal tentu dapat mencerna vitamin dosis tinggi yang memang diperlukan tubuh. Dan, orang tersebut dapat mengkonsumsi vitamin 10 kali lipat lebih banyak, dibandingkan manusia yang ginjalnya tidak baik. Karena itu terhadap orang yang memiliki ginjal kurang baik, Ali menganjurkan agar sejak muda mengkonsumsi vitamin, mineral, dan protein secara moderat (tidak lebih dan tidak kurang). "Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki ginjal baik atau bagus, bisa dilihat dari riwayat kesehatan ayah atau ibunya.

Kalau orangtua atau saudara satu darah memiliki masalah gangguan ginjal, maka ia akan berpotensi terkena penyakit tersebut," katanya. Ali menyebutkan, di negara-negara maju saat ini dikenal istilah konsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari. Yaitu, apabila dalam sehari seseorang mengkonsumsi dua kali sayuran harus diimbangi dengan tiga buah. "Itu berlaku bukan hanya untuk penderita ginjal, tapi juga untuk mengatasi penyakit kronis."

Namun, yang sekarang terjadi di Indonesia, keluarga yang secara ekonomi baik cenderung mengkonsumsi zat-zat tadi secara berlebihan, baik sadar atau pun tidak. "Misalnya dengan makan di restoran fast-food.

Mungkin sekarang tidak dirasakan, tapi kalau hal itu menjadi kebiasaan akan sulit dihilangkan," ujarnya. Ali tidak setuju dengan pendapat yang menyebutkan diet dapat menangkal batu ginjal. Menurutnya, diet bukanlah untuk menangkal batu ginjal, tapi mengatasi ginjal agar tidak terbebani. "Diet memang memengaruhi pola makanan yang buruk menjadi lebih baik. Tapi kalau diet bertujuan untuk mengatasi kegemukan, itu lain lagi arahnya. Karena diet hanya mengurangi kalori tubuh."

Terhadap para penderita batu ginjal, Ali menyarankan agar mengkonsumsi air putih untuk memperlancar pencernaan dan mengurangi beban ginjal. Namun terhadap penderita gagal ginjal, menurutnya, memang harus dilakukan operasi sebagai upaya penyembuhan.

Cara yang cukup efektif untuk mengatasi batu ginjal tanpa harus operasi adalah rajin mengkonsumsi jeruk nipis. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citms aurantifolia swingle) bulat memiliki kandungan sitrat 10 kali lebih besar dibanding jeruk keprok atau enam kali jeruk manis.

Biasanya sitrat di dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari, maka pemberian jeruk nipis dianjurkan sesaat sesudah makan malam sehingga hasilnya lebih maksimal.

Cara pemberian jeruk nipis lokal ini bisa berupa dua buah jeruk nipis dengan diameter di atas 4,5 cm yang diencerkan dalam dua gelas air. Pemberian perasan jeruk nipis sesudah makan malam dilaporkan tidak menimbulkan keluhan lambung dan memberikan rasa kepatuhan.

Apabila seseorang telah di vonis oleh ahli medis mengalami penyakit ginjal, maka lakukanlah penyelamatan terhadap ginjal yang masih berfungsi. Diantaranya dengan cara membatasi air ke dalam tubuh agar disesuaikan dengan kemampuan ginjal dalam mengeluarkannya. Pilihlah menu makanan rendah protein agar tidak menambah beban kerja ginjal. Konsultasikan kepada dokter atau para ahli, baik ahli medis maupun ahli pengobatan herbal agar diperoleh obat-obatan tepat dan tidak menambah racun tubuh. 

Melakukan olah raga ringan masih dimungkinkan selama disesuaikan dengan kemampuan kerja ginjal dan fisik penderita penyakit ginjal. Jika penderita penyakit ginjal adalah penderita kencing manis (diabetes), hindarilah kadar gula berlebih. Demikian juga, jika penderita penyakit ginjal adalah memiliki tekanan darah tinggi, maka usahakan selalu memeriksa tekanan darahnya secara rutin, dan pilihlah makanan menu seimbang. Jika dikarenakan adanya radang ginjal maupun penyakit autoimun (lupus), penderita ginjal harus mampu mengendalikannya dengan obat penekan reaksi kekebalan. Segera lakukan operasi pengangkatan batu ginjal maupun saluran kemih, jika penyakit ginjal disebabkan oleh batu ginjal atau pun karena saluran kemih.

0 Response to "Jaga diri anda agar tidak terkena batu ginjal"

Posting Komentar