Rabu, 01 Maret 2017

Memilih lantai bambu yang baik

bambu

Lantai kayu memang menciptakan kesan hangat untuk ruangan, tetapi jenis ini bukan satu-satunya pilihan. Untuk menghadirkan atmosfer yang sama, Anda bisa menggunakan material bambu untuk lantai. Dengan tampilan yang sama, lantai bambu punya lebih banyak kelebihan ketimbang lantai kayu. Bambu lebih ramah lingkungan. Satu pohon berbatang kayu butuh puluhan tahun untuk bisa tumbuh tinggi. Sementara itu, siklus masa panen bambu jauh lebih cepat, hanya membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk siap panen.

Dari sisi harga, bambu juga menguntungkan konsumen karena harganya lebih terjangkau. Tidak perlu menyiapkan budget setinggi jika Anda menggunakan lantai kayu. Di tambah lagi, bambu yang diolah dengan benar akan punya daya tahan yang tinggi. Dibandingkan lantai berbahan dasar kayu, lantai bambu lebih mudah perawatannya.

Ada beberapa pilihan lantai dengan material bambu. Yang pertama, lantai bambu alami. Ini terbuat dari bambu yang dicetak dan dipres hingga menjadi lembaran-lembaran padat. Prosesnya, bambu dikupas kulitnya, lalu diiris tipis dan dipanaskan dalam larutan asam borat untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme. Setelah itu, lembaran itu direkatkan dengan lem, dipanaskan, dan diberi tekanan.

Pada lantai tipe ini, corak-corak alami bambu begitu kentara. Lantai bambu alami juga mudah diamplas dan dipolis untuk menjaga tampilannya. Meski begitu, daya tahannya tidak begitu tinggi karena tidak menggunakan tambahan pelapis sehingga tidak begitu cocok digunakan di area yang potensi kelembapannya tinggi.

Ada pula lantai bambu buatan, yang meski masih menggunakan material bambu asli, komposisinya terdiri atas beragam bahan. Lapisan susunannya adalah acrilic polyurethane sebagai pelapis dan penjaga daya tahan, lembaran bambu, pati cemara, tripleks, dan sandaran poplar. Semua direkatkan dengan lem tipis. Dibandingkan jenis sebelumnya, daya tahannya terhadap air cukup tinggi.

Di pasaran, Anda juga bisa menjumpai lantai bambu cetak. Dalam proses produksinya, bambu dijadikan semacam bubur dengan direbus menggunakan asam borat. Setelah menjadi bubur, serat-serat ini dicampur dengan perekat dan dicetak menjadi lantai. Tampilannya menyerupai lantai kayu biasa. Lantai ini memang lebih keras dan daya tahannya lebih tinggi, tetapi mengandung lebih banyak bahan kimia yang bisa jadi berpengaruh buruk untuk kesehatan.

Opsi Anda untuk material lantai kini memang lebih banyak. Sebelum memutuskan, cermati dahulu setiap detail materialnya, termasuk konsekuensinya bagi lingkungan dan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar