Kamis, 27 April 2017

5 Tips sahur dan buka yang cukup gizi


Bulan ramadhan yang suci dan penuh berkah yang ditunggu-tunggu oleh umat islam. Umat islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan dan berlomba-lomba mengamalkan ibadah sebanyak-banyaknya agar mendapatkan pahala oleh Allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang. Umat islam sangat senang sekali bila bulan ramadhan bisa bertemu kembali dan juga karena bonus amalannya berlipat ganda.

Kebugaran tubuh di siang hari saat berpuasa sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman apa yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. kebiasaan menyediakan makanan 'apa adanya' tanpa memikirkan komposisi nutrisinya merupakan penyebab mengapa banyak orang menjadi tidak aktif beraktivitas saat berpuasa. Agar puasa tanpa lemas di siang hari, masukkan sayur dan buah-buahan dalam menu buka dan sahur agar kebutuhan vitamin dan mineral tetap terpenuhi.

Karena harus terjaga dini hari, banyak orang yang malas bangun dari tidur untuk makan sahur. Persoalan lain adalah, banyak juga yang memilih menu makan sembarangan saat sahur, asal perut terisi. Padahal hal ini jelas merugikan kesehatan bagi orang yang ingin menjalankan ibadah puasa itu sendiri. Jam sahur paling ideal adalah mendekati imsak. "Karena Anda akan tidak makan 14 jam. Dengan makan menjelang imsak, gula darah bisa tetap stabil.

Kondisi tubuh saat malam hari yang terlalu lelah sering membuat orang malas bangun untuk makan sahur. Padahal makan sahur sangat penting karena memberi cadangan asupan nutrisi selama seharian penuh. sebaiknya memang disempatkan untuk bangun untuk makan sahur, meskipun tubuh dirasa sedang lelah. Selain membantu agar aktivitas sehari-hari tak terganggu, sahur juga memastikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tetap seimbang dan mencegah penurunan daya tahan tubuh.

Tidak makan dan minum selama berjam-jam tentulah bisa menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Tetapi apakah perlu menyediakan vitamin untuk menjaga tubuh tidak drop selama berpuasa?

Secara umum kebutuhan vitamin setiap orang tidaklah banyak, sehingga bila asupan vitamin dari makanan telah terpenuhi, maka tak perlu menambah suplemen.

Makan dan minum yang manis-manis seolah menjadi menu wajib di bulan Ramadan. Padahal tidak selamanya yang manis baik bagi kesehatan, utamanya gigi dan mulut. Berbuka dengan yang manis, tapi jangan berlebihan, apalagi kalau manisnya berasal dari gula. Biasanya kalau orang berbuka puasa, makanan yang wajib atau sering dimakan adalah buah kurma. Maka dari itu, moment sahur dan berbuka perlu dioptimalkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi saat puasa.  

Berikut beberapa tips sahur dan berbuka yang cukup gizi:

1. Makanan waktu sahur sebaiknya lengkap, mengandung karbohidrat, protein, dan lemak.
2. Jangan lupa konsumsi sayur dan buah saat sahur.
3. Saat sahur hindari kopi serta teh. Pasalnya, keduanya berefek diuretik (merangsang buang air kecil) sehingga tubuh bisa kekurangan cairan.
4. Saat berbuka awali dengan konsumsi minuman manis atau buah untuk mengembalikan tenaga dengan segera. Untuk menu utama harus bergizi lengkap, mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah.
5. Variasikan ragam jenis bahan makanan, sesuaikan komposisi dan jumlah makanan sesuai kebutuhan tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar