Minggu, 23 April 2017

7 Hal perlu diperhatikan penderita maag saat puasa

Penyakit maag
Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim seluruh dunia akan menjalankan kewajibannya yakni berpuasa yang dilakukan sejak sebelum matahari terbit dan berbuka disaat matahari terbenam. Puasa sendiri dalam rukun Islam yang empat, puasa adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Satu bulan penuh umat Islam menjalankan puasa demi menggugurkan kewajibannya. Kewajiban yang dimaksud adalah jika dikerjakan berpahala, dan jika tidak dikerjakan kita berdosa. Tapi, bagaimana menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa di bulan Ramadhan?

Terdapat beberapa penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa puasa ramadhan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama membantu sistem pencernaan dalam mengurangi kinerja berlebihan. Sehingga banyak yang mengaitkan penyakit maag dengan puasa ramadhan. Maag erat kaitannya dengan perut yang kosong, membutuhkan beberapa asupan makanan untuk mengganjal perut. Tidak mengherankan bila banyak orang yang mencari tata cara berpuasa bagi penderita maag.

Bagi penderita beberapa penyakit yang cukup serius, dalam melaksanakan puasa pun tidak boleh sembarangan dilakukan. Karena dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap penyakit yang sedang diidapnya. Seperti penyakit maag, penyakit tersebut membutuhkan arahan yang tepat dari para dokter ahli, agar dapat menjalankan puasa dengan nyaman dan tanpa keluhan yang berarti.

Bagi penderita penyakit maag yang masih mampu untuk menjalankan dan mendapatkan izin dokter insyaallah puasa akan menjadi obat baginya. Tetapi, jika sakit yang diderita sudah parah, bahkan terjadi pendarahan lambung, muntah-muntah, serta tidak diizinkan puasa oleh dokter maka orang ini berhukum seperti orang sakit pada umumnya yaitu mengganti di hari lain.

Penderita sakit maag organik tidak disarankan untuk berpuasa. Lain hal bagi para penderita sakit maag non organik, Anda memang bisa menjalankan ibadah puasa, namun perlu diperhatikan bahwa yang terpenting adalah pengaturan pola makan yang tepat dan penggunaan obat untuk menekan produksi asam lambung. Konsumsi makanan sehat sangat penting. 

Pada minggu pertama puasa akan terasa lebih berat karena harus beradaptasi dengan pola makan yang tidak biasa dilakukan. Namun seiring berjalannya waktu, puasa pada minggu-minggu berikutnya akan terasa lebih ringan. Tentu hal ini juga berlaku bagi penderita maag, sehingga dibutuhkan beberapa perencanaan pokok untuk mengatasi hal tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berpuasa, terutama setelah perut kosong salah satunya akan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala gangguan maag. Gangguan pencernaan ini juga menyebabkan rasa lapar lebih cepat datang, sehingga cukup mengganggu saat menjalankan ibadah puasa.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para penderita sakit maag, seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Pada saat berbuka, jangan langsung makan dalam porsi besar. Berbukalah dengan makanan ringan atau buah dalam porsi kecil dan dilanjutkan dengan makanan porsi lengkap setelah selesai sholat maghrib.

2. Pada saat berbuka puasa dan sahur, konsumsi makanan tinggi serat dan dengan kadar indeks glikemik yang rendah seperti nasi merah dan roti gandum.

3. Jangan pernah melewatkan makan sahur dan makanlah dengan porsi lengkap. Kebiasaan buruk yang terjadi adalah makan sahur sering terlewat karena ketiduran atau sahur hanya dengan nasi dan mi instan saja. Anda perlu memperhatikan kedisiplinan dalam makan dan kualitas menu makanan. Hindari makan yang berminyak dan berlemak karena justru mempercepat pengosongan lambung dan mudah menjadi cepat lapar.

4. Hindari makanan yang terlalu manis saat sahur, karena akan memicu hormon insulin berlebihan dan terjadi kondisi hipoglikemi (kadar gula rendah).

5. Hindari sayuran seperti kubis atau kol karena dapat meningkatkan produksi gas dalam lambung.

6. Penderita maag juga diharapkan hindari tidur setelah sahur karena langsung tidur setelah makan bisa meningkatkan sekresi asam lambung dan gerak peristaltik pankreas. Karenanya proses pencernaan berjalan lebih cepat saat tidur.

7. Makanan yang harus dihindari dari penderita penyakit maag antara lain kopi, makanan pedas dan asam, makanan berlemak seperti gorengan dan jeroan karena lemak sulit dicerna sehingga membebani lambung. Makanan yang mengandung gas seperti kubis, nangka, sawi, kismis, dan kacang-kacangan karena bisa membuat kembung. Minuman beralkohol, cokelat, keju dan merica. Semua makanan itu, menyebabkan peningkatan asam lambung dan melukai dinding lambung. Jadi, sebaiknya hindari makanan tersebut baik saat puasa maupun tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar