Rabu, 05 April 2017

Hidup sehat & tips penyiapan makanan yang baik

Perilaku hidup sehat
Kesadaran hidup sehat berhubungan dengan perilaku sehat seseorang. Jika seseorang memiliki kesadaran hidup sehat maka hal tersebut akan mendorongnya untuk berperilaku sehat. Ketika seseorang memiliki kesadaran, berarti orang tersebut memiliki pengertian, persepsi, pemikiran, perasaan, dan ingatan.

Gaya hidup yang mengkonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi dapat menyebabkan kenaikan   kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Hiperurisemia adalah keadaan di mana kadar asam urat dalam darah lebih dari 7 mg/dl untuk pria dan 6 mg/dl untuk wanita. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang tidak larut dalam air dan dapat mengendap dalam bentuk kristal pada persendian dan ginjal yang dapat menyebabkan hiperurisemia hingga gout. Gout seringkali disebut juga sebagai “penyakit para raja”, karena sejak dulu dikaitkan dengan gaya hidup masyarakat makmur yang tidak menjaga asupan makanan. 
 
Mengonsumsi makanan sehat atau makanan yang mengandung material-material organik kini menjadi pilihan sejumlah orang. Arus yang mendasari mulai merebaknya pengonsumsian makanan organik ini bukan hanya atas nama kepentingan hidup sehat. Di balik itu, sebetulnya juga berkeeamuk semaeam "perlawanan" terhadap semua geja lain dustrialisasi modern yang bersifat masif.

Menurut Backer, (1979) yang dikutip Notoatmodjo, (2007) membuat klasifikasi tentang perilaku hidup sehat ini, yaitu sebagai berikut :
  1.  Makan dengan menu seimbang (appropriate diet). Menu seimbang disini dalam arti kualitas (mengandung zat zat yang diperlukan tubuh) dan kuantitas dalam arti jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh (tidak kurang, tetapi juga tidak lebih).
  2. Olah raga yang teratur mencakup kualitas (gerakan) dan kuantitas dalam arti frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olah raga. Dengan sendirinya kedua aspek ini akan tergantung dari usia, dan status kesehatan yang bersangkutan.
  3. Tidak merokok. Merokok adalah kebiasaan jelek yang mengakibatkan  berbagai macam penyakit. Namun kenyataannya, kebiasaan merokok ini khususnya di indonesia seolah membudaya hampir 50% penduduk indonesia usia dewasa merokok. Bahkan dari hasil penelitian, sekitar 15% remaja telah merokok.
  4. Tidak minum minuman keras dan narkoba. Kebiasaan minum miras dan mengkonsumsi NARKOBA (Narkotik dan bahan bahan berbahaya lainnya), juga cenderung meningkatkan sekitar 1% penduduk indonesia dewasa ini diperkirakan sudah mempunyai kebiasaan minum minuman keras.
  5.  Istirahat yang cukup. Dengan meingkatkan kebutuhan hidup akibat tuntutan akibat penyesuaian dengan lingkungan modern mengharuskan orang untuk bekerja keras dan berlebihan, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang. Hal ini juga membahayakan kesehatan.
  6.  Mengendalikan
    stres. Stres akan terjadi pada siapa saja, lebih sebagai akibat tuntutan hidup yang keras seperti diatas. Kecenderungan stres meningkat pada setiap orang. Stres tidak dapat kita hindari, yang penting dijaga agar stres tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Kita harus dapat mengendalikan stres atau mengelola stres dengan kegiatan kegiatan yang positif.
  7.  Perilaku atau gaya hidup yang positif bagi kesehatan. Misalnya, tidak berganti ganti pasangan dalam hubungan seks, penyesuaian diri kita dengan lingkungan dan sebagainya.
Berikut ini adalah tips penyiapan makanan yang baik agar sehat dan aman.

1. Jaga kebersihan
  • Cuci tangan dengan air bersih sebelum dan sesudah penyiapan makanan.
  • Cuci tangan dengan air bersih setelah buang air besar dan kecil.
  • Cuci dengan bersih peralatan yang akan digunakan untuk penyiapan makanan.
  • Jaga selalu kebersihan dapur dan lindungi makanan dari  serangga, tikus dan hewan lainnya.
Walaupun banyak bakteri yang tidak menyebabkan penyakit, namun bakteri berbahaya dapat ditemukan di tanah, air, hewan dan manusia. Bakteri ini dapat terbawa oleh tangan, kain pembersih   dan peralatan dapur khususnya papan pemotong makanan yang secara tidak sengaja dapat menyebabkan tercemarnya makanan.

2. Pisahkan bahan makanan mentah dengan makanan matang
  • Pisahkan bahan makanan mentah seperti daging, unggas dan makanan laut dari makanan yang sudah matang.
  • Gunakan peralatan dapur seperti pisau dan papan pemotong yang berbeda untuk makanan yang mentah dengan makanan yang sudah matang.
  • Simpan makanan dalam wadah terpisah untuk menghindari makanan mentah bersinggungan dengan makanan yang sudah matang.
Cairan dan lendir yang terdapat pada bahan makanan mentah seperti daging, unggas dan makanan laut mengandung bakteri yang berbahaya. Bakteri tersebut dapat mencemari  makanan lain selama proses penyiapan dan penyimpanan makanan.

3. Memasak dengan benar
  • Pastikan makanan dimasak dengan matang, terutama daging, unggas, telur dan makanan laut.
  • Rebuslah makanan yang berkuah sampai mendidih. Untuk daging dan unggas, pastikan air rebusan terlihat jernih dan bukan berwarna merah muda.
  • Panaskan makanan yang telah dimasak, sebelum dikonsumsi kembali.
Memasak makanan dengan benar dapat membunuh bakteri berbahaya. Penelitian telah menunjukkan  bahwa makanan yang dimasak sampai suhu 70°C aman untuk dikonsumsi. Makanan yang menggunakan daging cingcang, ayam panggang, harus benar-benar matang sebelum dimakan.

4. Simpan makanan pada suhu yang aman
  • Jangan biarkan makanan disimpan dalam suhu kamar lebih dari 2 jam.
  • Simpan makanan yang telah dimasak dan makanan yang cepat rusak pada lemari pendingin (suhu dibawah 5 ° C).
  • Segera hidangkan makanan yang telah dimasak.
  • Jangan terlalu lama menyimpan makanan dalam lemari
    pendingin.
  • Jangan biarkan makanan beku mencair pada suhu kamar.
Bakteri dapat berkembang biak dua kali lebih cepat pada suhu kamar. Dengan mempertahankan suhu dibawah 5°C atau diatas 60°C, perkembangan bakteri dapat diperlambat atau berhenti, walaupun  masih ada bakteri yang berkembang biak dibawah suhu 5°C.

5. Gunakan air bersih dan bahan makanan mentah yang segar
  • Gunakan air bersih.
  • Pilih bahan makanan mentah yang masih segar.
  • Pilihlah bahan makanan yang telah diproses, contohnya susu
    pasteurisasi.
  • Cuci buah-buahan dan sayuran sebelum dimakan, terutama
    bila dimakan mentah.
  • Hindari bahan makanan yang sudah kadaluarsa.
Bahan makanan mentah, termasuk air dan es, dapat tercemar oleh bakteri dan bahan kimia
berbahaya. Racun kimiawi dapat dihasilkan melalui bahan makanan yang sudah rusak dan
kadaluarsa. Lakukan langkah-langkah mudah seperti mencuci makanan dan mengupas kulit
buah-buahan untuk mengurangi resiko tercemarnya makanan dari bakteri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar