Inilah fakta persyaratan protein bagi atlet

protein atlet olahraga
Nutrisi yang tepat merupakan dasar utama bagi penampilan prima seorang atlet pada saat bertanding. Selain itu nutrisi ini dibutuhkan pula pada kerja biologik tubuh, untuk penyediaan energi tubuh pada saat seorang atlet melakukan berbagai aktivitas fisik, misalnya pada saat latihan (training), bertanding dan saat pemulihan, baik setelah latihan maupun setelah bertanding. Nutrisi juga dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengganti sel tubuh yang rusak. Banyak pelatih atau atlet yang menganggap bahwa asupan nutrisi pada atlet sama saja dengan yang bukan atlet. Kenyataannya tidak demikian, asupan nutrisi pada atlet disiapkan berdasarkan pengetahuan tentang dominasi energi yang akan digunakan, peran sumber nutrisi tertentu pada proses penyediaan energi. Dalam hal ini termasuk pula tentang pemberian suplemen dan usaha khusus berupa modifikasi yang dilakukan terhadap asupan nutrisi pada waktu tertentu, dalam upaya meningkatkan kinerja atlet.

Manfaat Suplemen Protein Untuk Tubuh yang paling penting selain semua kemudahan tersebut adalah meningkatkan massa otot dengan lebih cepat. Otot terbentuk dari berbagai senyawa protein esensial dan non-esensial yang terdapat dari makanan. Semakin cepat protein membentuk otot akan lebih cepat mendesak ruang bagi lemak untuk masuk ke jaringan tubuh. Selain itu, untuk suplemen yang mengandung glutamin, akan menstimulus hormon pertumbuhan sampai 440 persen. Hormon pertumbuhan akan dengan cepat meningkatkan massa otot dan akan memberikan stimulus agar membantu proses pembakaran lemak menjadi energi. Selain itu glutamin pada suplemen protein juga mampu menyeimbangkan kadar asam laktat sehingga mampu memberikan massa otot lebih maksimal jika dilakukan proses latihan secara teratur dalam periode tertentu.

Pada orang dewasa muda yang sehat, suplementasi dengan protein terbukti mempercepat pemulihan setelah olahraga daya tahan yang berat. Dibandingkan dengan plasebo karbohidrat, suplementasi dengan protein (1  gr/kg/hari) setelah olahraga selama 14 hari menghasilkan pada jumlah pemulihan  yang secara signifikan lebih cepat untuk kekuatan yang maksimal dan menurunkan level kreatin kinase; penanda kerusakan otot. Kombinasi dari kedua hasil ini menyarankan bahwa suplementasi dengan produk protein memberikan pemulihan yang lebih cepat setelah latihan daya tahan yang berat.

Lebih dari banyak area nutrisi olahraga lainnya, topik akan pemasukan protein bagi para atlet telah menjadi suatu hal dengan penuh kebingungan dan perdebatan. Kebanyakan dari kontroversi yang meliputi rekomendasi protein dapat dikontribusikan kepada realisasi bahwa persyaratan untuk beragam asam amino pada orang dewasa mungkin lebih sukar dari yang sebelumnya diterima. Ada   banyak celah dalam pengertian kita akan persyaratan protein bagi orang-orang sehat yang aktif; ketidaktahuan akan pengertian biologis telah memicu kesulitan dalam menyelesaikan kontroversi  ini. Saat para atlit menentukan persyaratan protein harian mereka, mereka hendaknya memikirkan beberapa fakta penting, sebagai berikut :

1. Ukuran laboratorium saat ini yang digunakan untuk menilai persyaratan protein tidaklah memikirkan pengoptimalisasian kesehatan atau meningkatkan performa fisik.

2. Rekomendasi protein bagi populasi yang sehat didasarkan hampir secara keseluruhan pada studi keseimbangan nitrogen. Tapi metabolisme protein yang para ilmuwan sekarang mengakui, bahwa metode ini tidak tepat; teknik ini melebihkan pemasukan nitrogen (protein) dan mengurangi hilangnya nitrogen.

3. Tepatnya berapa banyak protein yang dibutuhkan seorang atlet untuk mengoptimalkan hasil dari latihan tidaklah mudah untuk ditentukan. Rencana individu, pemasukan energi  (kalori) dan intensitas olahraga, durasi dan tipe, selain juga sejarah latihan, gender dan usia semua membentuk persyaratan protein seseorang.

4. Sampai beragam fungsi asam amino dimengerti pada level mekanistik ataupun kuantitatif, rekomendasi diet saat ini baik untuk yang sehat maupun yang sakit secara  intelektual tidaklah  memiliki nilai empiris yang memuaskan. Para ilmuwan di bagian metabolisme protein mengakui  bahwa persyaratan protein untuk mengoptimalkan hasil dari latihan olahraga yang berat dapat lebih tinggi dari yang sebelumnya diperkirakan.

5. Sementara telah dibentuk bahwa individu atlit mensyaratkan pemasukan protein yang lebih tinggi   daripada orang biasa (hingga dua kali dari rekomendasi diet yang diijinkan), satu pertanyaan yang lebih penting adalah apakah beberapa tipe protein dapat meningkatkan kesehatan dan meningkatkan performa atletik lebih baik daripada yang lainnya. Namun, pertanyaan ini belum secara memadai diinvestigasi.

6. Belum ada bukti pada literatur ilmiah yang menyarankan pemasukan protein yang tinggi merugikan terhadap tubuh yang sehat. Faktanya, meningkatkan rasio protein dalam diet sekarang dianggap sebagai strategi yang aman dan efektif yang memberikan beberapa manfaat kesehatan seperti menurunkan konsentrasi lipid darah, meningkatkan metabolisme insulin/glukosa dan menurunkan lemak tubuh yang tidak diiginkan. Karena beragamnya manfaat yang diberikan protein, ia layaknya menjadi salah satu diet protein utama yang dipertimbangkan  bila  orang-orang  yang  aktif memilih untuk meningkatkan pemasukan  protein  mereka.  

Untuk hasil yang terbaik, suatu dosis harian protein seorang atlet hendaknya dibagi menjadi sajian yang lebih kecil (20-50gr) dan dikonsumsikan dengan makanan zat makronutrisi campur (dengan tambahan karbohidrat dan lemak). Penelitian menunjukkan bahwa protein digunakan secara lebih efektif di dalam tubuh bil  ia dikonsumsikan bersama dengan suatu sumber karbohidrat dan beberapa lemak.

0 Response to "Inilah fakta persyaratan protein bagi atlet"

Posting Komentar