Sabtu, 01 April 2017

Pahami & tips mencegah kanker pada paruh baya

Penyakit kanker
Penyakit kanker adalah sebuah penyakit tumor ganas yang dapat menyerang organ atau pun jaringan tubuh. Penyakit kanker dapat terjadi di berbagai organ tubuh seperti paru, pankreas, mata, otak, kulit, syaraf, darah dan sebagainya. Sebagian besar penderita penyakit kanker adalah usia dewasa dengan berbagai faktor penyebab. Penyakit kanker merupakan sebuah penyakit yang memiliki risiko dari keturunan atau genetik, namun faktor kebiasaan dan gaya hidup seperti kebiasaan makanan dan merokok serta faktor yang tidak diketahui penyebabnya juga memegang peranan penting.

Dilansir dari berbagai sumber, kanker terjadi jika sel-sel membelah diri secara tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini dapat menyerang jaringan di dekatnya atau berpindah ke lokasi yang jauh dengan cara memasuki aliran darah atau sistem limfatik. Agar tubuh manusia dapat berfungsi dengan normal, setiap organ harus memiliki sejumlah sel tertentu. Namun, sel-sel dalam sebagian besar organ mempunyai masa hidup yang pendek, dan agar organ bisa terus berfungsi, tubuh harus mengganti sel-sel yang hilang melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dikendalikan oleh gen-gen yang terletak di dalam inti sel. Inti sel ini berfungsi seperti buku instruksi, yang memerintahkan sel jenis protein apa yang harus dibuat, bagaimana pembelahan berlangsung dan berapa lama usia hidupnya. Kode genetik ini dapat rusak karena sejumlah faktor, yang mengakibatkan kesalahan di dalam buku instruksi. Kesalahan ini dapat merubah drastis cara kerja sel. Bukannya mati, sel akan terus membelah diri dan akan terus hidup.

Memahami kanker dan peningkatan risiko pada usia paruh baya
Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh sel normal yang tumbuh secara abnormal dan tak terkendali. Pertumbuhan yang tak terkendali menyebabkan terbentuknya suatu benjolan yang disebut tumor. Tidak semua tumor merupakan kanker. Tumor jinak tidak tumbuh secara tak terkendali, tidak menginvasi jaringan sekitar, dan tidak menyebar ke seluruh tubuh sedangkan tumor kanker menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem limfatik atau aliran darah.

Terdapat lebih dari 200 kanker berbeda yang diketahui dapat mengenai manusia dan sekitar 5-10% kanker bersifat herediter. Menentukan penyebab kanker merupakan sesuatu yang rumit; insidens kanker meningkat dengan bertambahnya usia. Banyak faktor diketahui meningkatkan risiko kanker, termasuk merokok, infeksi, paparan radiasi, obesitas, alkohol, inaktivitas fisik, infeksi (kanker serviks), dan faktor lingkungan.

Hal-hal ini dapat secara langsung merusak gen atau berkombinasi dengan kegagalan genetik yang ada dalam sel kita untuk menyebabkan terjadinya penyakit. Merokok memainkan peran dominan dalam terbentuknya kanker paru, sedangkan obesitas merupakan ciri dari kanker endometrium, kolon dan payudara. Jumlah pasangan seksual, merokok dan HPV (kutil genitalia) mempunyai korelasi kuat dengan kanker serviks.Kanker dapat dideteksi dengan beberapa cara: seseorang dapat mengalami
gejala dan tanda tertentu, atau uji penapisan dan pencitraan medis dapat menyingkap kanker.

Kanker biasanya diobati dengan kemoterapi, terapi radiasi atau pembedahan. Peluang sembuh dari kanker sangat bervariasi berdasarkan jenis kanker, lokasinya di tubuh dan separah apa kanker tersebut ketika dimulainya pengobatan. Meski kanker dapat mengenai semua lapisan usia, risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.

Langkah-langkah preventif dan proaktif dalam mengelola gaya hidup seimbang dan sehat akan mengurangi secara signifikan risiko kanker berdasarkan World Cancer Research Fund (WCRF) dan American Institute of Cancer Research (AICR):

1. Mempertahankan berat badan sehat
Hal ini dapat membantu menurunkan risiko berbagai kanker, termasuk kanker payudara, prostat, paru, kolon dan ginjal.

2. Tetap fit
Olahraga rutin 30 menit sehari berupa aktivitas tingkat menengah. Aktivitas fisik sendiri telah ditunjukkan dapat mengurangi sebagian besar kanker terutama kanker payudara, dan tetap fit akan membantu mengurangi indeks massa tubuh dan resistensi insulin.

3. Tidak merokok
Merokok mempunyai banyak hubungan terhadap berbagai tipe kanker, seperti kanker paru, kanker kepala dan leher dan kanker kandung kemih. Mengunyah tembakau telah dihubungkan dengan kanker mulut dan kanker pankreas. Bahkan jika Anda tidak menggunakan tembakau, perokok pasif dapat meningkatkan risiko kanker paru. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko meninggal akibat kanker hingga lebih dari 20%.

4. Targetkan makan 5 porsi buah atau sayur tiap hari
Memilih makanan sehat dapat membantu mengurangi risiko kanker. Diet seimbang mengandung buah, sayur dan makanan lain dari sumber tanaman, seperti bulir utuh dan kacang-kacangan.

5. Ikuti diet rendah lemak
Diet tinggi lemak cenderung tinggi kalori dan dapat meningkatkan risiko obesitas; hal ini dapat meningkatan risiko kanker. Otoritas kesehatan merekomendasikan rata-rata asupan 2000 kalori tiap hari untuk wanita. Ketika Anda mencapai usia paruh baya, tubuh Anda berubah dan Anda memerlukan lebih sedikit kalori untuk mempertahankan berat badan. Diet sangat mempengaruhi risiko kanker kolorektal, payudara dan endometrium; perubahan kebiasaan makan dapat mengurangi beban kanker kolon hingga 70%.

6. Kurangi asupan alkohol
Risiko kanker payudara, kolon, paru, ginjal, esofagus dan hati meningkat seiring dengan jumlah konsumsi alkohol dan frekuensi kebiasaan minum Anda. Wanita risiko rendah dianjurkan membatasi asupan alkohol hariannya hingga kurang dari separuh gelas sedangkan aturan yang lebih ketat direkomendasikan untuk wanita dengan risiko tinggi kanker payudara, kolon atau endometrium.

7. Lindungi diri Anda dari matahari
Kanker kulit merupakan jenis umum kanker dan salah satu yang dapat dicegah. Menghindari matahari tengah hari ketika sinar matahari paling kuat dan berlindung ketika berada di luar ruangan akan membantu mengurangi risiko yang tidak diperlukan. Ketika menggunakan krim matahari penting untuk menggunakan secara banyak dan sering mengulanginya.

8. Imunisasi
Hepatitis B dan human papillomavirus (HPV) dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker maka periksakan pada tenaga medis Anda untuk memeriksa status imunisasi Anda.

9. Lakukan seks aman dan gunakan kondom
salah satu taktik prevensi kanker efektif adalah menghindari perilaku berisiko yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual, yang kemudian, dapat meningkatkan risiko kanker.

10. Kunjungi tenaga medis Anda
Pemeriksaan sendiri secara rutin dan penapisan untuk berbagai jenis kanker dapat meningkatkan peluang menemukan kanker secara dini, ketika pengobatan diharapkan lebih berhasil. Sistematik setidaknya sekali setahun oleh praktisi terlatih direkomendasikan untuk tiap wanita paruh baya dan lansia. Hal ini memungkinkan evaluasi risiko individual untuk tiap penyakit potensial yang berkaitan dengan penuaan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati
Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena kanker. Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar