Selasa, 02 Mei 2017

16 Fakta menakjubkan tentang puasa ramadhan

Puasa
Bulan puasa merupakan bulan suci yang sangat dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Umat muslim wajib berpuasa di bulan ramadhan yang penuh berkah dan banyak pahala yang diberikan oleh Allah SWT.

Bagi umat muslim, hakikat puasa adalah menahan seluruh anggota tubuh dan panca indera dari hal yang dilarang dan diharamkan agama, serta menjauhkan diri dari sikap tercela. Secara umum puasa didefinisikan sebagai periode tubuh yang pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu.

Menurut AJ Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago seperti dikutip dari MedIndia menyatakan, orang sehat dan tidak memiliki masalah stres serta gangguan emosi dapat bertahan tanpa makanan selama 50-75 hari.

Ini adalah bukti bahwa puasa tidak akan membahayakan bagi tubuh bahkan sebaliknya akan membawa banyak manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani, dan sosial.

Berikut ini adalah fakta yang sangat menakjubkan tentang puasa, dilansir dari berbagai sumber.

1. Pada saat berpuasa organ pencernaan (saluran pencernaan beserta enzim dan hormon) bisa istirahat selama 14 jam, sedangkan ketika tidak berpuasa organ vital pencernaan akan bekerja mencerna makanan terus-menerus selama kurang lebih 18 jam, saat berpuasa organ-organ di badan kita istirahat dari kerja keras menggiling makanan. Masa relax dan istirahat sejenak ini menyehatkan tubuh.

2. Selama menjalankan puasa, lambung kita dalam keadaan kosong maka makanan lebih mudah diserap sehingga tidak meninggalkan banyak sisa makanan yang membusuk dan menyebabkan kuman-kuman jahat tidak dapat bertahan hidup. Dengan demikian kita akan terhindar dari berbagai macam penyakit berbahaya.

3. Pada saat menjalankan ibadah puasa, idealnya kita hanya memasukkan sekitar 500-800 kalori. Bandingkan dengan konsumsi harian ketika tidak berpuasa yang mencapai 2000 kalori pada wanita dan 2500 kalori pada pria. Turunnya jumlah asupan kalori ini ternyata sangat berdampak pada turunnya tingkat pertumbuhan hormon yang terkait dengan kanker dan diabetes.

4. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme, kondisi tubuh selama berpuasa berbeda dengan kondisi ketika tubuh mengalami kelaparan yang dapat mengganggu kesehatan. Saat berpuasa ramadhan, fungsi liver tetap aktif. Cadangan protein yang cukup dalam liver karena asupan nutrisi saat sahur dan buka puasa akan tetap menciptakan kondisi tubuh terus memproduksi protein esensial seperi Albumin, Globulin, dan Fribinogen. Sehingga selama puasa terjadi keseimbangan anabolisme (pembentukan) dan katabolisme (penguraian) yang diperlukan untuk bertahan hidup. Keseimbangan ini tidak akan terjadi pada kondisi kelaparan/starvasi yang akan merusak fungsi hati dan beresiko terjadi sirosis.

5. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam journal Science Translational Medicine (Amerika) menyebutkan puasa ternyata juga dapat membantu melawan penyebaran sel-sel kanker dan memperlambat pertumbuhan dan penyebaran tumor. Respon sel-sel kanker dan tumor terhadap puasa akan menyebabkan sel-sel kanker menjadi semakin lemah karena tidak mendapatkan pasokan nutrisi lewat darah saat tubuh sedang dalam keadaan berpuasa maka sel-sel kanker akan mati dan menghancurkan diri-sendiri sebagai akibat dari terus-menerus membelah dengan cepat tanpa asupan nutrisi. Berbeda dengan sel-sel normal yang tetap mampu bertahan hidup ketika minus pasokan nutris saat puasa. Bagi penderita kanker proses terapi dan penyembuhan akan lebih maksimal bila dikombinasi dengan kemoterapi.

6. Puasa aman bagi Lansia, ditunjang dan ditunjukan dari beberapa hasil penelitian terhadap pasien berusia 60 tahun ke atas seperti tersebut di bawah ini.

- Terjadi penurunan kadar trigliserida dari 145,8 mg/dl menjadi 130,87 mg/dl pada usia Lansia (disampaikan oleh konsultan Geriatri, Dr. Eddy Rizal Wahyudi, SpPD, K-Ger, FINASIM).
- Fungsi ginjal membaik pada hari ke 28 Ramadhan dan ke 14 setelah ramadhan. Hasil klinis berdasarkan nilai CCT (clearence creatinine test) ini menunjukkan kecenderungan perbaikan fungsi ginjal selama berpuasa, selama asupan cairan mencukupi.
- Evaluasi pengaruh asupan kalori terhadap status radikal bebas menunjukkan kadar radikal bebas menurun pada hari k-7 dan 17 selama puasa ramadhan.

Hal ini terjadi karena selama puasa Ramadhan terjadi penetralan zat sisa metabolisme tubuh yang salah satunya adalah menghasilkan radikal bebas. Dianjurkan untuk bisa mempertahankan pola ini karena dalam beberapa kasus, pada hari ke 14 setelah bulan puasa terlihat peningkatan kembali, meski dalam angka lebih rendah dibanding sebelum puasa. Ingat asupan kalori mempengaruhi risiko perkembangan radikal bebas pemicu kanker dan resiko diabetes.

7. Dengan berpuasa tubuh akan mengeluarkan sejumlah besar racun melalui aliran darah, pori-pori dan organ pembuangan. Secara mudah bisa diamati pada terjadinya penebalan lapisan lidah dan napas yang kurang sedap pada hari-hari pertama puasa. Pada hari selanjutnya proses pembersihan akan disempurnakan, lemak tubuh yang berlebih, racun yang teramukulasi, sel-sel yang sakit dan sel-sel yang mati, lapisan lendir yang menebal pada usus, dan limbah aliran darah akan dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal. Saat beban sampah tubuh berkurang maka efisiensi kerja setiap sel bisa ditingkatkan.

8. Puasa efektif untuk membakar lemak. Karena gula darah menurun maka tubuh membakar cadangan lemak di bawah kulit. Dengan demikian puasa bisa membuat tubuh menjadi lebih ideal. Saat lapar, tubuh akan meresponnya dengan melepas lebih banyak kolesterol. Karena minim glukosa, lemak dijadikan sebagai sumber bahan bakar yang akan mengurangi jumlah sel-sel lemak dalam tubuh. Berkurangnya lemak akan membuat tubuh lebih mudah memproduksi insulin dan menjauhi resiko diabetes.

9. Puasa mencerdaskan otak. Berat otak manusia sekitar 1,3 kilo gram dan tersusun atas jaringan yang rumit. Otak bertindak atas dasar informasi yang diterima terus-menerus dan tiada putus-putusnya, serta dibantu oleh saraf dan hormon.

Otak adalah titik sentral di dalam rongga tubuh manusia untuk berpikir, belajar, dan bekerja. Otak juga berfungsi memberi tahu kapan saatnya tubuh membutuhkan makanan, tidur, dan beraktifitas.

Selama lambung kosong dan berhenti sejenak dari kerja keras akan meningkatkan energi untuk melakukan aktivitas dan cara berpikir menjadi cemerlang. Akan tercipta kosentrasi dan pemusatan pikiran yang berarti meningkatkan IQ. Racun yang dibersihkan dari sistem limfatik meningkatkan kosentrasi dan energi otak.

Sewaktu perut penuh dan kenyang, banyak daerah yang tersalur akan terkonsentrasi melakukan proses pencernaan dan selagi seseorang puasa dan perut kosong, maka volume darah di bagian pencernaan dapat dikurangi dan dipakai untuk kebutuhan lain terutama untuk melayani otak.

10. Tidur setelah sahur memang tidak haram tetapi banyak ulama berpendapat bahwa sebaiknya tidak tidur setelah sahur.

Rasulullah SAW bersabda, "Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan Shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras. "(HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a,).

Tidur setelah bersantap sahur tidak disarankan karena tidak baik bagi kesehatan, idealnya tidur adalah setelah makanan tercerna dengan baik. Normalnya isi lambung akan kosong kembali sekitar 2 jam setelah makan atau menurut bahasa kesehatan Nabi SAW, adalah tidak baik tidur dalam keadaan perut kenyang. Dan kondisi ini bisa dicapai dengan gerak badan atau jalan-jalan antara 40-100 langkah atau beri jeda waktu beberapa saat sebelum beranjak tidur.

Dalam dunia kesehatan, tidak dianjurkan untuk tidur setelah sahur, karena makanan belum sempat tercerna dengan baik dan memungkinkan untuk menjadi lemak. Hal ini jugalah yang seringkali menjadi penyebab kenapa setelah puasa beberapa orang justru mengalami penambahan berat badan.

Selain alasan di atas, para ahli berpendapat, sebaiknya tidur setelah sahur tidak dilakukan. "Karena makanan yang belum tercerna sempurna bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks). Jika refluks terjadi, asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit. Hal ini akan menyebabkan rasa kurang nyaman di perut dan kerongkongan kita sepanjang hari.

Tubuh manusia membutuhkan gerak yang cukup. Usahakan untuk paling tidak 30 menit setiap hari. Sesuaikan bentuk aktivitas dan gerak bedan dengan kondisi kita dan pilih waktu yang pas sehingga tidak mengganggu jalannya ibadah puasa. Gerak badan yang cukup merupakan sarana yang efektif untuk menjaga kesehatan, menghangatkan organ-organ tubuh, menghancurkan limbah makanan, dan membuat badan menjadi lebih bugar (ringan dan aktif).

Sedangkan, kurang gerak membuat tubuh loyo dan lemah serta mudah diserang penyakit. Orang yang tidur secara berlebihan otomatis mengurangi waktu gerak tubuh padahal dalam gerak tubuh terdapat faedah yang besar. Sebuah Pepatah Arab mengatakan, "Di dalam gerak itu ada keberkahan." (Hikmah).

11. Tubuh lebih energik dan menyembuhkan dengan cepat selama puasa
Selama berpuasa, tubuh akan mengeluarkan sejumlah besar racun, lemak, sel sakit, sel mati, lendir-lendir, limbah aliran darah melalui aliran darah, pori, liver, limpa, ginjal, dan organ pembuangan lain. Saat beban racun tubuh berkurang, proses penyembuhan akan terjadi lebih cepat.

Idealnya orang merasa lebih energik setelah berpuasa, karena puasa akan mengistirahatkan sistem pencernaan. Sehingga energi disimpan untuk menyembuhkan diri dan memperbaiki sel tubuh, membersihkan, dan detoksifikasi usus, darah serta menyembuhkan sel-sel tubuh dari berbagai penyakit. Saat puasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya, memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat sekaligus memberi kesempatan untuk menyembuhkan infeksi dan luka yang ada sehingga dapat menutup rapat.

Puasa dapat membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Puasa berguna memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker, sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Puasa juga dapat mendorong tubuh agar memblokir pertumbuhan parasit-parasit yang merugikan, karena mereka menghabiskan suplai makanan.

Dengan menghentikan suplai makanan, kuman-kuman penyakit, bakteri-bakteri, dan sel-sel kanker tidak dapat bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati, sehingga tubuh akan lebih mudah terbebas dari sumber penyakit.

12. Puasa menyehatkan dan melindungi jantung
Manfaat Restriksi (pembatasan) kalori, juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Pembatasan kalori, dipercaya dapat memompa jantung menjadi lebih kuat dan membuat seseorang tidak mudah lelah setelah melakukan aktivitas atau olahraga.

13. Berpuasa bisa memperlambat penuaan
Menurut dr. Siti Setiati SpPD, spesialis penyakit dalam dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), "Pembatasan jumlah kalori makanan adalah salah satu cara yang telah terbukti dapat memperlambat penuaan. Serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker,"

Saat berpuasa, umumnya akan terjadi pengurangan jumlah kalori diasup hingga 10-40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan, dengan mengurangi jumlah kalori ternyata dapat memperpanjang usia harapan hidup, menurunkan risiko kanker, mencegah berkembangnya penyakit seperti diabetes dan ginjal, komposisi lemak tubuh berkurang, tekanan darah membaik, kolesterol turun, risiko diabetes berkurang, dan dapat memperlambat proses penuaan," katanya.

Penelitian Endokrinologi menunjukkan bahwa perubahan pola makan saat puasa akan mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan hormon ini merupakan salah satu rahasia memperpanjang usia harapan hidup.

14. Puasa mempercepat regenerasi sel tubuh
Setiap tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan zat gizi menjadi energi yang dibutuhkan tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Cadangan inilah yang akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai dari makanan luar. Ketika berpuasa cadangan tersebut akan dipakai, sehingga melegakan organ-organ penyimpanannya, termasuk sel-sel pembentukkannya sehingga sel-sel tersebut punya waktu untuk memperbarui diri.

Peristiwa tersebut dinamakan peremajaan atau regenerasi sel. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila seseorang yang sering puasa kulitnya menjadi segar dan lembut, peremajaan sel juga akan mempengaruhi pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi.

Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjadi perubahan dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Pola makan yang baik saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Penting untuk memperhatikan jenis makanan guna mendukung proses ini.

15. Puasa meningkatkan daya tahan tubuh
Menurut hasil penelitian di Universitas Osaka Jepang, ketika orang berpuasa memasuki hari ketujuh jumlah sel darah putih akan meningkat. Pada hari pertama sampai keenam tidak diketemukan peningkatan tersebut, namun pada hari ketujuh penambahan berlangsung sangat pesat. Peningkatan sel darah putih ini secara otomatis meningkatkan ketebalan tubuh. Sel ini berfungsi melawan peradangan yang ada, sehingga banyak penyakit peradangan tersembuhkan dengan berpuasa, seperti radang tenggorokan, radang hidung, dll.

16. Puasa menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang, teduh, dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, jantung, dan otak seperti jantung koroner, struke, dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar