Inilah tips tetap sehat & bugar saat beribadah haji

Ibadah haji

Proses ibadah haji dimulai tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah pergi ke Mina untuk bermalam (mabit), tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melempar jumrah di Mina. Setelah itu para jamaah sudah dikatakan tahallul awal, dan boleh melepas kain ihram serta memakai wewangian. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, jamaah melempar jumrah, setelah itu pergi ke Mekkah untuk thawaf. Jamaah harus berjalan memutari Ka'bah selama 7 putaran, dimana tiap putaran dimulai dan diakhiri dari Hajar Aswad. Kemudian dilanjutkan dengan sa’i di kompleks Masjidil Haram sebanyak 7 kali, tanggal 13 Dzulhijjah, jamaah melempar tiga jumrah di Mina, lalu pergi ke Mekkah untuk thawaf dan sa’i.

Haji merupakan ibadah yang berbeda dengan ibadah yang dilakukan sehari hari, karena kewajibannya yang hanya sekali dalam seumur hidup, rangkaian ibadah yang cukup panjang, serta dikerjakan di satu wilayah, sehinggabercampur dengan masyarakat dari berbagai negara. Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya kecemasan pada jamaah yang tidak terbiasa dengan keadaan tersebut. Cemas atau ansietas merupakan reaksi emosional yang timbul oleh penyebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan merasa terancam

Kewajiban yang harus dilakukan seumur hidup sekali bagi yang mampu, membuat para jamaah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjalankan ibadah haji yang sesuai dengan sunnah dan petunjuk Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Semua orang ingin hajinya mabrur dan dosanya maghfur. Karena semua orang tahu bahwa haji mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga

Selain mempersiapakan fisik, kesehatan mental jamaah sangat berpengaruh ketika proses ibadah haji karena adanya perubahan situasi yang tidak mereka alami di tanah air, seperti : tidur berdesakan, berkumpul dengan banyak orang dengan berbagai kebiasaan, cuaca yang ekstrim yang membutuhkan penyesuaian.

Melakukan Ibadah Haji,  kondisi tubuh harus sehat dan bugar. Untuk itu perlu mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

syarat pengaturan makan

Tujuan pengaturan makan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan sebelum, selama dan sesudah melaksanakan ibadah haji.

- Makanlah makanan dengan gizi seimbang (cukup
jumlah, cukup jenis dan aman) secara teratur
- Cairan paling sedikit 10 gelas (2 liter) / hari
- Perbanyak makan sayur dan buah
- Kurangi makanan yang berlemak dan terlalu
manis
- Kurangi makanan yang terlalu pedas, asam,
panas dan dingin.

Hal - hal yang perlu diperhatikan

1. Sebelum melaksanakan aktivitas ibadah sebaiknya makanlah makanan atau minuman yang bergizi.
2. Pilih makanan yang tersedia di tanah suci untuk memenuhi kebutuhan gizi.
3. Bawalah bekal secukupnya berupa biskuit, buah, permen, kurma, minuman dan sejenisnya saat
beribadah.
4. Jika membeli makanan dari luar, pilihlah makanan yang terjaga kebersihannya.
5. Bagi jemaah yang sakit, tetap lakukan diet sesuai dengan anjuran.

Agar tetap sehat dan bugar saat beribadah haji


Menerapkan pola hidup sehat dan makanlah makanan dengan gizi seimbang serta biasakan beraktifitas fisik secara teratur dan terukur 30 menit setiap hari agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna.
  • Siapkan diri sebelum berangkat
    - Jemaah wajib memeriksakan kesehatannya di Puskesmas dan rumah sakit.
    - Bagi jemaah risiko tinggi, disarankan untuk konsultasi ke dokter dan ahli gizi.
    - Bagi jemaah haji sehat, tetap menjaga kesehatannya.
  • Selama perjalanan
    - Segeralah makan setelah mendapat pembagian makanan.
    - Tetap minum, walau tidak haus.
    - Di dalam pesawat, tetap melakukan ibadah dan peregangan.
    - Jangan menunda buang air kecil dan besar
  • Selama di tanah suci
    Bagi jemaah haji risiko tinggi tetap mematuhi diet sesuai anjuran ahli gizi. Untuk jemaah hají sehat tetap menjaga kesehatannya dengan pola makan gizi seimbang.
Tetap sehat selama berhaji

1. Tetap minum walaupun tidak haus, paling sedikit 10 gelas (2 liter) air per hari.
2. Perbanyak makan sayur dan buah.
3. Pilihlah makanan yang bersih dan aman
4. Makan dahulu sebelum melakukan aktifitas.
5. Pada saat beribadah, jangan lupa bawa bekal minuman dan makanan seperti kurma, buah-buahan, permen atau roti.
6. Hindari makanan pedas dan asam, karena dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan.
7. Bagi jemaah hají lanjut usia, pilihlah makanan yang lunak, porsi kecil tapi sering, sesuai anjuran.
8. Agar selalu bugar, lakukan gerakan-gerakan kecil untuk relaksasi, termasuk pada saat akan melakukan aktifitas .
9. Bagi jemaah haji yang menderita penyakit tertentu (risiko tinggi), pilih makanan sesuai dengan diet
yang disarankan oleh dokter dan ahli gizi.
10. Bila terjadi tanda-tanda seperti berkeringat dingin, menguap terus, pusing, mata kunang-kunang,
segeralah istirahat serta makanlah makanan atau minuman yang manis dan segera hubungi petugas kesehatan.

0 Response to "Inilah tips tetap sehat & bugar saat beribadah haji"

Posting Komentar